Salahgunakan Izin Tinggal, Tiga Pedagang Pakaian asal Afrika Ditangkap

Home /


Crime

Salahgunakan Izin Tinggal, Tiga Pedagang Pakaian asal Afrika Ditangkap
Rabu, 27 Feb 2019 20:19 WIB
Redaktur: Victor E. Dominggus
Reporter: Kanugrahan

single-post

Kilas Pembaruan – Sebanyak tiga WNA asal Afrika diciduk Imigrasi Jakarta Pusat. Ketiganya diduga melanggar izin tinggal karena overstay dan tak memiliki dokumen lengkap.

Kasie Teknologi dan Informasi Keimigrasian Jakarta Pusat Alvian Bayu mengatakan, ketiganya KH (31), MOA (27) dan MK (46).

“Mereka berasal dari Pantai Gading, Mozambique dan Uganda,” kata Alvian di Kantor Imigrasi Jakarta Pusat, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (27/2/2019).

Rencananya, ketiganya hari ini akan diterbangkan ke Rumah Detensi Imigrasi di Manado.

“Karena disini kapasitasnya sudah penuh,” tambah Alvian.

Menurut Alvian,  pelaku sudah melebihi masa ijin tinggal di Indonesia yakni lebih dari tiga bulan.

“Mereka melanggar pasal keimigrasian Pasal 71 huruf b UU No 6 tahun 2011. Masuk ke wilayah Indonesia pada bulan Oktober 2018 menggunakan visa kunjungan B211 yang berlaku untuk 30 hari,” terang Alvian yang mengenakan kemeja putih ini.

Sementara itu, Kepala Sub Seksi Intelijen Keimigrasian Jakarta Pusat Kiven Manus menjelaskan, ketiga pelaku di Indonesia sehari-hari bekerja sebagai distribtor pedagang di Pasar Tanah Abang.

“Mereka ini distributor pakaian dari Tanah Abang ke negaranya masing-masing. Kebanyakan baju bola dan pakaian busana muslim,” terang Kiven.

Alasan Tanah Abang digunakan pelaku untuk menjual pakaian karena harga yang murah dan sudah terkenal hingga keluar negeri.

“Pelaku mengirimkan pakaian dengan menggunakan kontainer. Untuk sementara, belum ada masalah penyelundupan ilegal,” paparnya.

Kiven menilai, keuntungan yang mereka dapat jumlahnya tentatif.

“Yang pasti menurut pelaku cukup menguntungkan makanya dia betah berbisnis disini, untungnya bisa 3 kali lebih mahal dijual di negara asal. Padahal mereka belum pernah ke Indonesia,” terang Kiven.

Selain itu, lanjut Kiven, pelaku diindikasi bekerja secara berjaringan. 

“Saat ini belum ada unsur pidana. Kalau seandainya ada akan kami selidiki kemungkinan adanya itu,” terangnya.

Nantinya, Imigrasi Jakarta Pusat tak menutup kemungkinan adanya WNA ilegal.

“Target pasti ada. Seperti wilayah rawan di Kebon Sirih rawan pencari suaka dan pengungsi,” tutup Kiven.


Artikel yang berjudul “Salahgunakan Izin Tinggal, Tiga Pedagang Pakaian asal Afrika Ditangkap” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Sambangi Walikota Jakut, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok: Saya Memperkenalkan Diri

Home /


News

/


National

Sambangi Walikota Jakut, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok: Saya Memperkenalkan Diri
Selasa, 19 Feb 2019 21:05 WIB
Redaktur: Victor E. Dominggus
Reporter: Kanugrahan

single-post

AKBP Reynold Elisa Hutagalung Mengunjungi Walikota Jakarta Utara. (Kanugrahan)

Kilas Pembaruan – Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Reynold Elisa Hutagalung mengunjungi Walikota Jakarta Utara Syamsuddin Lologau. Pertemuan itu untuk membahas mengenai sinergitas antara Polri dan Pemkot.

Reynold didampingi oleh sejumlah jajarannya seperti Kasat Reskrim, Binmas hingga Intel. Menurut Reynold, dirinya baru pertama berkunjung ke Walikota Jakarta Utara. “Iya saya memperkenalkan diri sebagai Kapolres baru,” kata Reynold dalam keterangannya, Selasa (19/2/2019).

Menurut Reynold, keduanya selama ini sudah saling berkoordinasi dan komunikasi. “Semoga kerjasama baik kedepannya dapat dipertahankan,” jelas Reynold.

Baca Juga : Menurut Wakapolres Jakpus, Intoleransi dan Radikalisme Bisa Ditangkal dengan Cara Ini

Reynold menilai, kedua lembaga itu harus selalu menjalin komunikasi bila ada sesuatu yang bermasalah. “Tujuannya agar dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat,” ungkap Reynold.



Artikel yang berjudul “Sambangi Walikota Jakut, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok: Saya Memperkenalkan Diri” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Pelabuhan Kerap Jadi Pintu Masuk Barang Ilegal, Polisi dan Bea Cukai Perkuat Sinergitas

Home /


News

/


National

Pelabuhan Kerap Jadi Pintu Masuk Barang Ilegal, Polisi dan Bea Cukai Perkuat Sinergitas
Selasa, 19 Feb 2019 20:52 WIB
Redaktur: Victor E. Dominggus
Reporter: Kanugrahan

single-post

Jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan Bea Cukai. (Kanugrahan)

Kilas Pembaruan – Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Reynold Elisa Hutagalung menerima audiensi Bea dan Cukai. Pertemuan itu untuk memperkuat sinergitas penegakan hukum.

Dari pihak Bea dan Cukai sendiri diwakili Kepala Penindakan Kantor Pusat Bea & Cukai Dwi Teguh Wibowo.

“Audensi dilaksanakan bertujuan untuk membangun koordinasi dgn Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok dengan Bea & Cukai Pusat,” kata Reynold dalam keterangannya, Selasa (19/2/2019).

Pertemuan ini dirasa penting karena selama ini pelaku kejahatan kerap menggunakan pelabuhan untuk melancarkan aksinya. Terutama soal penyelundupan barang ilegal, minuman keras hingga narkoba.

Baca Juga : Hindari Endusan Aparat, Kelompok Penjual Satwa Dilindungi Cukup Rapi dalam Bertransaksi

Menurut Reynold, keduanya selama ini sudah saling berkoordinasi dan komunikasi. “Hal ini untuk menjalin kerjasama terkait ekspor dan impor yang bermasalah,” jelas Reynold.

Reynold menilai, kedua lembaga itu harus selalu menjalin komunikasi bila ada sesuatu yang bermasalah. “Tujuannya agar dapat di selesaikan dengan cepat dan tepat,” ungkap Reynold



Artikel yang berjudul “Pelabuhan Kerap Jadi Pintu Masuk Barang Ilegal, Polisi dan Bea Cukai Perkuat Sinergitas” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Dukung Penuh Jokowi, Pemuda Adat: Kami akan Kalahkan Calon Pemimpin yang Halalkan Hoaks

Kricom.id

Kilas Pembaruan – Ketua Komite Pemuda Peduli Adat Nusantara (KPPAN) menggelar deklarasi untuk mendukung Jokowi dua Periode di Pilpres 2019.

Ketua KPPAN Priskolin Mare mengatakan bahwa deklarasi yang digelarnya ini sebagai bentuk keseriusannya memenangkan Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf. Apalagi jika dilihat dari pencapaian yang ditorehkan Jokowi selama 4 tahun memimpin, menurutnya perlu dilanjutkan.

“Kami bertekad bulat untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019. Kami akan kalahkan calon pemimpin yang halalkan hoaks,” tegas pria yang akrab disapa Riko di Omah Kopi 45, Komplek Gedung Joeang 45 Menteng Jakarta Pusat, Senin (11/2/2019).

Lebih lanjut, Riko memuji Jokowi yang telah berupaya mengembalikan Freeport dan Blok Migas yang selama ini dikuasai pihak asing justru kini bisa kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

“Jokowi bekerja keras berupaya mewujudkan ketegasan Indonesia dalam menjaga kekayaan alam yang ada nusantara ini untuk berdaulat atas sumber daya alam yang kita miliki. Kedaulatan maritim, mulai dari laut, teluk sampai dengan samudra terus kita jaga,” jelasnya

Ditambah lagi kerjanya nyata, kata dia, perhatiannya kepada rakyat tanpa memandang suku, agama, ras, pihaknya merasakan Indonesia satu. Jokowi juga dinilai berhasil dalam membangun ekonomi nasional yang ditandai dengan berhasilnya pembangunan di segala bidang.

“Kami berharap generasi muda Indonesia dari Sabang sampai Merauke bisa membantu perjuangan Pak Jokowi, khususnya dalam rangka pembangunan dan mensejahterakan rakyat. Posisi Jokowi sebagai petahana kami rasa belum bisa tergantikan oleh siapapun dan lawan masih jauh dari kategori layak,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Ruhut Sitompul yang hadir dalam deklarasi yang digelar oleh KPPAN mengaku ingin menangis melihat semangat dan antusias dari pemuda nusantara itu.

“Kalau aku bisa menangis aku mau menangis sahabat-sahabt semua. Kita semua sama,” kata Ruhut.

Sebagai juri bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf tersebut mengaku sangat senang dan bangga ketika banyak anak-anak muda yang mendukung Jokowi 2 Periode.

“TKN sangat senang ada dukungan dari banyak tokoh dan anak-anak milenial. Semua pendukung pak Jokowi Maruf sudah seperti snow ball alias bola salju,” jelasnya.

Ia berharap di Pemilu 2018 nanti dapat berjalan dengan lancar dan kondusif.

“Kita mendukung pak Jokowi yang didampingi oleh pak Kiyai Maruf Amin ini untuk menangkan di 17 April 2019. Kita bikin pemilu damai dan lancar,” jelasnya.

Masih dalam forum yang sama, Ketua Forum Kanjeng Kesultanan Nusantara, Kanjeng Pangeran Norman mengatakan bahwa pihaknya juga mendukung Jokowi sebagai Presiden 2 periode.

Menurutnya, Jokowi adalah sosok pemimpin negara dan bangsa yang mampu mewujudkan semangat untuk mengisi kemerdekaan yang menjadi warisan perjuangan para founding father.

“Kata Bung Karno kita sudah berada di pintu gerbang emas kemerdekaan, dan pak Jokowi ini yang mengisi kemerdekaan itu,” kata Pangeran Norman.

Apalagi dalam kepemimpinannya, Jokowi mampu memgambil alih PT Freeport yang sudah sekalian lama menjadi bancakan asing.

“Pak Jokowi di mata saya adalah sangat berani. Dia berani lawan Freeport. Dari sekian banyak pemimpin hanya Jokowi yang berani ambil alih,” tegasnya.

Perlu diketahui bahwa deklarasi tersebut dilakukan oleh pemuda adat di seluruh Indonesia.

Dan berikut adalah poin deklarasi yang disampaikan oleh KPPAN :
1. Siap menangkan Jokowi – Kiyai Maruf Amin di Pilpres 2019
2. Kalahkan calon pemimpin yang menghalalkan hoax di Pemilu 2019
3. Mari wujudkan Pileg dan Pilpres yang aman, damai, lawan hoaks, SARA dan politik identitas.

.img-ads img{width:100%;height:auto}

Artikel yang berjudul “Dukung Penuh Jokowi, Pemuda Adat: Kami akan Kalahkan Calon Pemimpin yang Halalkan Hoaks” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Beredar Hoaks Pembuatan SIM Kolektif di Gelora Bung Karno

Home /


News

/


National

Beredar Hoaks Pembuatan SIM Kolektif di Gelora Bung Karno
Kamis, 7 Feb 2019 13:36 WIB
Redaktur: Victor E. Dominggus
Reporter: Kanugrahan

single-post

Kilas Pembaruan – Beredar informasi di pesan Aplikasi WhatsApp adanya pembuatan SIM Kolektif di Mobil Keliling Gelora Bung Karno, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Sabtu (29/2) mendatang.

Kasie SIM Daan Mogot, Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar membantah kabar adanya pembuatan SIM kolektif yang beredar di WhatsApp. “Hoaks mas,” ujar dia saat dihubungi wartawan Kamis (7/2).

Menurut dia, mobil SIM Keliling yang diperdayakan oleh pihaknya hanya untuk melakukan perpanjangan saja bukan untuk pembuatan baru. Sehingga, informasi itu pun tidak benar apalagi biaya yang dituliskan itu tidak sesuai dengan yang ditetapkan.

Baca Juga : Sukseskan Pemilu 2019, Sahabat Polisi Minta Masyarakat Aktif Cegah Hoaks

“Kami sudah beritahu kepada masyarakat bahwa informasi itu hoaks. Kami juga sudah koordinasi kepada NTMC dan Polsek Tanah Abang serta Kanit Lantas Tanah Abang untuk segera memberitahu kepada masyarakat bahwa soal adanya pembuatan SIM kolektif di sana itu hoaks,” tandasnya.



Artikel yang berjudul “Beredar Hoaks Pembuatan SIM Kolektif di Gelora Bung Karno” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Peran Tokoh Agama Diperlukan untuk Mewujudkan Keamanan dan Ketertiban

Home /


News

/


National

Peran Tokoh Agama Diperlukan untuk Mewujudkan Keamanan dan Ketertiban
Kamis, 7 Feb 2019 07:30 WIB
Redaktur: Victor E. Dominggus
Reporter: Kanugrahan

single-post

Wakapolres Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian Rishadi bersama tokoh agama. (Kanugrahan)

Kilas Pembaruan – Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian Rishadi kembali melakukan pendekatan ke tokoh-tokoh agama untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban di masyarakat.

Sore tadi, Arie menyempatkan makan bersama ketua Majelis Drikrul Maut Habib Ahmad Al Aidit Al. Habib Metal.

“Iya tadi kami menyempatkan makan bersama di Resto Simpang Raya, Kramat,” kata Arie dalam keterangannya, Rabu (6/2/2019).

Baca Juga : Berhasil Tuntaskan Kasus Pengurangan BBM, 9 Anggota Dit Reskrimsus Dapat Penghargaan

Arie melanjutkan, pesan-pesan yang ingin ia sampaikan adalah soal kamtibmas dan ikut menjaga ketertiban di masyarakat.

“Peran tokoh agama diperlukan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman,” harap Arie.



Artikel yang berjudul “Peran Tokoh Agama Diperlukan untuk Mewujudkan Keamanan dan Ketertiban” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Sama-Sama Naked Streetfighter, Ini Keunggulan Yamaha MT-15 dari Xabre

Kilas Pembaruan – Setelah meluncur di Thailand pada Oktober 2018, Yamaha MT-15 akhirnya dirilis PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Motor berjenis naked streetfighter ini diperkenalkan kepada publik pertengahan Januari 2019 lalu.

MT-15 digadang-gadang sebagai pengganti Yamaha Xabre. Bentuk keduanya memang bisa dibilang mirip. Namun faktanya, hingga tulisan ini diturunkan, Xabre masih dipajang di situs resmi Yamaha Indonesia.

Meskipun mirip Xabre, MT-15 memiliki kesan yang lebih garang. Ini bisa dilihat dari penempatan lampu utama projector LED dan lampu senja yang menyerupai wajah robot. MT-15 tersedia dalam 3 pilihan warna, Matte Grey, Metallic Black, dan Matte Blue.

Yamaha MT-15 mengusung mesin SOHC berkapasitas ruang bakar 155 cc yang menganut sistem pendinginan liquid-cooling. Berbeda dengan pendahulunya, mesin ini sudah dilengkapi dengan Variable Valve Actuation (VVA). YIMM mengklaim mesin MT-15 sanggup memuntahkan tenaga sebesar 19 dk pada 10.000 rpm, dengan torsi maksimum mencapai 14,7 nm di 8.500 rpm, lebih besar dari Xabre.

Keunggulan lain MT-15 adalah pengaplikasian Assist & Slipper Clutch (ASC) yang diklaim membuat perpindahan gigi menjadi lebih halus dan memberikan akselerasi yang lebih cepat.

Baca Juga : Wow, Bocoran Rancang Bentuk Nokia 9 Kembali Nongol di Medsos

Dari segi dimensi, MT-15 memiliki panjang 1965 mm, lebar 800 mm, dan tinggi 1065 mm, sedikit lebih besar dari Xabre. Meskipun begitu, MT-15 punya bobot yang lebih ringan, yakni 133 kg, selisih 2 kg dengan sang kakak. Jarak sumbu roda yang lebih pendek membuat MT-15 diklaim lebih lincah bermanuver dibandingkan pendahulunya.

Penggunaan sasis Deltabox diyakini membuat pengendalian MT-15 lebih stabil.

Di luar perbedaan tersebut, ada beberapa kesamaan yang dimiliki MT-15 dengan Xabre, di antaranya suspensi depan model upside-down, swing arm berbahan aluminium, forged piston, dan silinder diasil.

YIMM membanderol MT-15 seharga Rp. 34.950.000, lebih mahal 4 jutaan dari Xabre. Akankah penjualan MT-15 lebih baik Xabre? Kita lihat saja.


Artikel yang berjudul “Sama-Sama Naked Streetfighter, Ini Keunggulan Yamaha MT-15 dari Xabre” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Abu Bakar Ba’asyir Batal Bebas, Jubir BPN Sebut Pemerintah Sumber Hoaks Terbesar

Home /


News

/


National

Abu Bakar Ba’asyir Batal Bebas, Jubir BPN Sebut Pemerintah Sumber Hoaks Terbesar
Rabu, 23 Jan 2019 15:48 WIB
Redaktur: Victor E. Dominggus
Reporter: Victor E. Dominggus

single-post

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. (Kiki BH/Kilas Pembaruan)

Kilas Pembaruan – Abu Bakar Ba’asyir dipastikan batal menerima pembebasan bersyarat. Ini lantaran Ba’asyir enggan menyatakan kesetiaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang merupakan salah satu syarat pembebasan bersyarat bagi narapidana kasus terorisme.

Menanggapi hal tersebut, Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean menyebut pembebasan Ba’asyir merupakan hoaks terbesar dari penguasa.

“Pembebasan Ustadz ABB adalah hoax terbesar dari penguasa yang disampaikan langsung oleh presiden,” tulis Ferdinand di akun Twitter miliknya, @Ferdinand_Haean, Rabu (23/1//2019).

Baca Juga : Menko Polhukam: Pembebasan Abu Bakar Baasyir Masih Dikaji

Dalam cuitan tersebut, Ferdinand juga menyebut nama pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra. “Bang @Yusrilihza_MHD apa pendapat abang? Merasa dikadali tdk olh rejim ini?” lanjutnya. Seperti diketahui, Yusril adalah orang pertama yang mengumumkan soal pembebasan Ba’asyir.

Pria yang juga menjabat sebagai Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat ini menuding pemerintah telah ingkar janji. “Jokowi tidak bisa memegang janji dan kata-katanya terkait pembebasan ABB.” ujarnya.



Artikel yang berjudul “Abu Bakar Ba’asyir Batal Bebas, Jubir BPN Sebut Pemerintah Sumber Hoaks Terbesar” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Penyebaran Hoaks Sangat Dibenci oleh Allah SWT

Kilas Pembaruan – Barisan Umat Islam Kaffah (BUIKAFF) berunjuk rasa didepan Patung Kuda Indosat Jakarta Pusat, Selasa (22/1/2019).

Mereka menyoroti pernyataan calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang dituding kerap kontroversi dan blunder. Terbaru adalah pernyataan hoaks Grobogan, Jawa Tengah sebagai Kabupaten termiskin dan warga di provinsi itu yang bunuh diri dikarenakan memiliki hutang.

“Umat Islam harus cerdas untuk memilih pemimpin. Jangan biarkan hoaks tumbuh subur dan negeri ini menjadi negeri hoaks. Stop mendukung calon pemimpin yang doyan sebar hoaks,” tegas Koordinator aksi Maulana.

Di sela-sela aksinya, para demonstran juga melakukan teatrikal rentetan peristiwa hoax di tanah yang dimasukkan kedalam kotak hoaks.

Lebih lanjut, Maulana membeberkan rentetan kebohongan lainnya jelang laga Pemilu 2019. Di antaranya fenomena kebohongan penganiayaan mantan pemain teater sekaligus mantan anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Ratna Serumpaet. Kata dia, bukannya menjadi pelajaran berharga justru hoaks kian merajalela. Selanjutnya, selang untuk pasien cuci darah di RSCM dan berita bohong berisi kabar tujuh kontainer berisi surat suara Pemilu 2019 sudah dicoblos di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Baca Juga : BPN Prabowo-Sandi Optimis Jagoannya Menang di Kepri

“Sangat miris, apakah pantas calon pemimpin yang kerap menyebarkan hoaks diberikan kepercayaan oleh rakyat. Harusnya dia bisa memberikan edukasi politik yang baik kepada rakyatnya. Hoaks membodohi masyarakat awam. Penyebaran hoaks sangat dibenci oleh Allah SWT,” katanya.

Maulana menambahkan, sebagai muslim harusnya bertabayun atau mengklarifikasi setiap informasi yang diterima. Dia melanjutkan kabar tidak benar ini membuat Rasulullah SAW resah sehingga turun wahyu dari Allah, “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa diantara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar” (QS. An-Nur: 11).

Maulana kembali menekankan, akibat dari beredarnya informasi bohong, ide dan gagasan bukan lagi menjadi faktor utama dipilihnya seorang peserta pemilu oleh masyarakat. Justru hoaks menjadi cara untuk menghalalkan merebut kekuasaan.

“Gunakan akal sehat dalam memilih pemimpin kedepan, jangan biarkan negara ini hancur gara-gara hoaks. Mari bangun optimisme yang membuat kita semua bersemangat membangun negeri. Jangan terpengaruh dengan informasi hoaks yang menyesatkan dan mengandung pesimisme,” pungkasnya.


Artikel yang berjudul “Penyebaran Hoaks Sangat Dibenci oleh Allah SWT” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Optimis Menang, Fadli Zon Sebut Elektabilitas Jokowi-Prabowo Hanya Terpaut 4 Persen

Home /


News

/


National

Optimis Menang, Fadli Zon Sebut Elektabilitas Jokowi-Prabowo Hanya Terpaut 4 Persen
Selasa, 22 Jan 2019 17:03 WIB
Redaktur: William Ciputra

single-post

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Fadli Zon. (Alexy/Kricom)

Kilas Pembaruan – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan perolehan elektabilitas Prabowo Subianto kian mendekati petahana Joko Widodo. Menurutnya, saat ini elektabilitas Prabowo hanya terpaut 4 persen saja dari petahana.

“Dalam survei internal kami bahkan bedanya lebih tipis. Sangat tipis, hanya tinggal 4-6 persen. Dalam survei Median kan kalau enggak salah 7-9 persen,” ujar Fadli di Gedung DPR, Selasa (22/1/2019).

Fadli berpendapat kenaikan elektabilitas itu tak lain berkat kerja tim kampanye dan para caleg partai koalisi. Namun, ia melihat ada faktor penting lain yakni ketidakpuasan publik akan kinerja pemerintah yang menurutnya tidak sesuai dengan jargon-jargon keberhasilan kubu petahana.

Baca Juga : Pimpinan Ponpes Lirboyo Kediri Ajak Warga Menangkan Jokowi-Ma’ruf Amin

“Kan memang pemerintah ini gagal dalam banyak hal. Pertumbuhan ekonomi gagal, pencapaian tax ratio gagal, dalam persoalan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan saja masih gagal. Jadi utang menumpuk, harga makin naik, daya beli melemah, itu kan tidak bisa dibohongi, tidak bisa pakai pencitraan ya,” sebut Fadli.



Artikel yang berjudul “Optimis Menang, Fadli Zon Sebut Elektabilitas Jokowi-Prabowo Hanya Terpaut 4 Persen” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita