Survei Vokasi UI: Masyarakat Butuh Pemimpin yang Mendukung Generasi Milenial

DEPOK  – Menghadapi pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, hasil survei dari Klinik Digital Vokasi Universitas Indonesia dengan Depok 24 jam, melihat respon masyarakat terhadap elektabilitas partai sangatlah kecil.

Menurut DR. Devie Rahmawati,S.Sos., M.Hum, hasil survei kualitatif menggunakan Google form dengan 2.800 responden diketahui masyarakat Depok melihat sosok calon Wali Kota periode baru yang diinginkan bukan melihat dari partai, daerah, atau siapa saja.

“Masyarakat nantinya tidak akan pedulikan asal usul dari pemimpin Itu, tapi pada intinya nantinya dapat mampu menyelesaikan permasalah di Kota Depok yaitu Kriminal, Pendidikan, dan Sampah. Untuk partai atau non partak tidak dilihat  termasuk bukan orang Depok asli,”ujarnya, Sabtu (14/9/2019)

Jika melihat dari kepuasan untuk birokrasi (Pemerintah), lanjut Devi, hanya terukur dua persen saja. Dengan kata lain, ada ketidakpuasan masyarakat akan pemerintah ini.

“Dari segala permasalahan yang ada maka untuk era sekarang ini lebih banyak dibutuhkan sosok baru yang penuh dengan gagasan serta mendukung kaum milenial,”katanya.

Pemerintah Kota Depok, dapat mewakili kelompok tertentu selama kurang lebih 15 tahun. Dengan demikian Devie mengatakan masyarakat Depok butuh oksigen baru. “Masyarakat membutuhkan pigure sosok muda dengan patokan usia 30 – 40 tahun, dan kecepatan dalam mengambil keputusan maupun program,”ungkapnya.

Berdasarkan hasil survei tersebut diakui Devie sama dengan  seperti Pilkada serentak tahun lalu, saat memilih calon Gubernur Jawa Barat. Hasilnya, dinilai reliable dalam merepresentasikan kehendak warga Kota Depok.

“Penelitian kita survei tahun lalu juga sama pemilihan masyarakat terhadap Partai sangat sedikit hanya mencapai dua persen saja,” tegasnya.

Devie berharap penelitian tersebut mampu menjadi acuan oleh Partai Politik di Kota Depok, guna menjawab keresahan dan keinginan masyarakat. “Survei ini telah kita gunakan di luar negeri, hasil mendekati seperti di Real Count,”tutupnya.

“Hasil survei tersebut yaitu faktor partai dan personal tidak lagi menjadi patokan netizen, lalu saat ini netijen sudah cerdas dan lebih memilih kinerja daripada partai, netijen ingin jalan permasalahan klasik yang ada di perkotaan dapat diselesaikan seperti tata kelola kemacetan, manajemen kota, dan terakhir para pengurus partai dapat menentukan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota memenuhi keinginan masyarakat.” (angga/mb)

 

 


Artikel yang berjudul “Survei Vokasi UI: Masyarakat Butuh Pemimpin yang Mendukung Generasi Milenial” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *