Survei LSI : Golkar Di Sumut Tergeser PDIP Dan Gerindra

MEDAN (Harapan News): Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) diprediksi akan  menggeser Partai Golkar di Sumut pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Jika ingin menang, Golkar harus lebih intens melakukan konsolidasi internal. Perlu juga untuk mendanai para Celegnya  yangbertarung di Pemilu. Berdasarkan rilis survey terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA,  di Sumut hasil survei terkini menunjukkan bahwa PDIP dan Gerindra,  berhasil menggeser Partai Golkar, yang di Pemilu sebelumnya memperoleh suara terbanyak.

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, Sabtu (3/11), mentakan hasil suveri yang diirilis tersebut menunjukkan dukungan PDIP di Sumut mencapai 28,0 persen, Partai Gerindra 16,5 persen. Sementara Partai Golkar hanya memperoleh dukungan 6,7 persen dan berada di posisi ketiga. Selanjutnya posisi keempat diisi Partai Demokrat dengan dukungan 4,8 persen,dan posisi kelima PKS dengan dukungan 3,5 persen.

Adjie Alfaraby, mengatakan jika dukungan tersebut bertahan hingga Pileg tahun depan, maka untuk pertama kali Partai Golkar terlempar dari dua besar partai peraih suara terbanyak di Sumut. “Pemilu-pemilu pasca refomasi menunjukkan bahwa Partai Golkar selalu berada dalam dua besar partai pemenang Pemilu di Sumut,”sebutnya.

Katanya, survei ini juga dilengkapi dengan Focus Group Discussion  (FGD) dan analisis media, serta indepth interview. Kendati bukan menjadi survey nasional, tapi 10 provinsi ini memiliki 72 persen jumlah pemilih nasional. Sehingga hasil dari survei ini bisa menjadi salah satu tolok ukur di Pileg 2019.

Berpeluang terjadi

Mengomentari hasil survey tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Dr.Arifin Saleh Siregar, Rabu (7/11), mengatakan bahwa, akurasi dari hasil survey LSI tersebut sangat berpeluang besar terjadi.

Katanya, banyak faktor yang membuat Golkar akan tergerus dari rivalnya. Mulai dari lemahnya ketokohan diinternal Golkar,reposisi kepengurusan, dan konflik internal yang sampai hari ini masih memanas ditubuh Golkar.

Arifin mengatakan, selain faktor-faktor yang disebutkan tadi, faktor pendukung lainnya ialah tidak adanya peran kader ataupun peran penentu yang diambil oleh Golkar padaberbagai Pemilihan KepalaDaerah (Pilkada) kemarin.

Di Sumut, Golkar hanya menjadi pendukung dan tidak punya peran dominan dalam menentukan kemenangan. DiPilpres Golkar tidak juga tampak dominan. “Pengaruh itu juga termasuk menjadi indicator kelemahan Golkar,” tandasnya.

Katanya, dengan kondisi yang kurang kondusif seperti saat ini, maka mustahil rasanya Golkar di Sumut bisa memperoleh kemenangan seperti pada Pemilu Pemilu sebelumnya. Arifin, menyarankan agar para fungsionaris Golkar sekarang lebih menguatkan konsolidasidi internal mereka, agar Golkar bisa menang.

Sebab jika semuanya sudah terkonsolidasikan dengan baik, tentu diinternal Golkar Sumut akan solid dan pasti menjadi kuat. Arifin menilai, jika langkah konsolidasi diinternal Golkar juga gagal, maka langkah terakhir yang harus dilakukan Golkar ialah harus mendanai para Caleg-calegnya untuk main di Pemilu 2019.

Sebab harapannya tentu kembali lagi ke masyarakat agar mereka mau memilih Golkar. Oleh sebab itu Caleg-caleg itu harus secara maksimal turun ke masyarakat. “ Tentu hal itu juga harus didukung oleh partai dengan cara pemberian suntikan logistik, agar para Caleg serius menjemput suara masyarakat. Jika tidak, maka dengan kondisi yang saat ini, sulit bagi Golkar untuk menang,” sebutnya. (crds/B)


Artikel yang berjudul “Survei LSI : Golkar Di Sumut Tergeser PDIP Dan Gerindra” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *