Separuh Lebih Panwas Medan Diperiksa Bawaslu Panwas Helvetia Tidak Netral

SURAT pemanggilan dari Panwas Kecamatan Medan HelvetiaSURAT pemanggilan dari Panwas Kecamatan Medan Helvetia

MEDAN (Harapan News): Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Medan Helvetia, Sutan Nasution, dinilai tidak netral dalam menjalankan tugas sebagai pengawas. Separuh lebih Panwas Kecamatan diperiksa Bawaslu Medan terkait laporan masyarakat.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota, Payung Harahap, Jumat (11/1), mengatakan, dari 21 Panwas Kecamatan yang ada di Medan, separuh lebihnya itu sudah diperiksa oleh Bawaslu Medan terkait laporan masyarakat yang masuk ke Bawaslu.

Menurutnya, jika masyarakat menemukan ketidaknetralan Panwas di Kecamatan, maka segera masukkan saja laporan ke Bawaslu Medan, agar segera di panggil dan dimintai klarifikasinya. “Selama saya jadi Ketua Bawaslu Medan, dari 21 Panwas Kecamatan, sudah hampir separuh Panwasnya di panggil untuk diperiksa,” tandasnya.

Payung mengatakan, yang melapor ke Bawaslu Medan itu beragam, mulai dari masyarakat biasa mauoun peserta Pemilu iti sendiri. Payung mencontohkan, saat ada seorang Calon Anggota Legislatif (Caleg) mengadu ke Bawaslu Medan karena merasa penyelesaian masalahnya dan wawancara pemanggilannya dari Panwas Kecamatan itu tidak dilakukan di zona kota Medan.

Menurut Payung, begitu dapat laporan begitu, Bawaslu langsung panggil Panwas Kecamatan terkait, dan dia tidak bisa mengelak, karena surat resmi pemanggilan yang mereka keluarkan itu sampai ke kita, dan ternyata mereka melakukan pemeriksaan itu tidak di Medan.

“Jadi sudah ada juga beberapa personil Panwaslu Kecamatan yang sudah diberikan Surat Peringatan (SP) oleh Bawaslu Medan,” tandasnya.

Menurut Payung, Bawaslu Medan selalu terbuka terkait laporan masyarakat yang masuk. Katanya, laporan itu akan terus di follow up, terlebih jika itu soal ketidaknetralan Panwas Kecamatan. “Jadi bukan hanya di Medan Helvetia, jika di kecamatan mana pun se Kota Medan ada yang tidak netral atau bekerja diluar aturan, maka akan kita tindak,” tandasnya.

Panwas Helvetia Tidak Netral

Sementara itu, seorang tim sukses dari salah satu Caleg, Yusuf, mengaku heran dengan sikap Panwas Helvetia. Menurutnya, terkesan ada tebang pilih dalam penyelesaian persoalan, dimana hanya Caleg yang ia dukung saja yang diperiksa soal pemberitaan, sementara Caleg lainnya yang melakukan hal yang sama tidak dipanggil.

Lanjut Yusuf, anehnya lagi pemanggilan si Caleg itu dilakukan Jam 8 malam, padahalkan itu sudah tidak jam kerja lagi. “Si Caleg ini kan perempuan, tentu perlu lah memperhatikan azas kepantasan dalam melakukan pemeriksaan terhadap perempuan,” tandasnya.

Sutan Nasution saat dikonfirmasi membenarkan pemanggilan tersebut. Menurutnya, berita tersebut sudah masuk dalam kategori Adventorial, sehingga itu terkategori pelanggaran. Saat di tanya apa yang jadi tolak ukur berita itu terkategori Adventorial, Sutan mengatakan bahwa sebelum melakukan pemanggilan terhadap si Caleg tersebut, dirinya telah menanyakan hal itu ke redaksi salah satu surat kabar di Medan.

“Jadi setelah berkonsultasi ke Media, dan dijawab benar itu Adventorial, maka kami langsung membuat surat pemanggilan,” tandasnya.

Saat disinggung apakah media tempat beliau bekerja adalah bagian yang terikat dari Panwas Kecamatan, sehingga bisa memutuskan melanggar atau tidaknya pemberitaan, Sutan tidak menanggapi dan hanya berpatok pada aturan.

Namun sangat disayangkan, Sutan Nasution tidak mampu menjelaskan aturan secara rinci, dan di paragraf, serta kalimat mana pemberitan itu menjadi melanggar atau terkategori adventorial sehingga dinyatakan melanggar aturan. (Crds)


Artikel yang berjudul “Separuh Lebih Panwas Medan Diperiksa Bawaslu Panwas Helvetia Tidak Netral” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *