Rendahnya Partisipasi Pemilih Di Sumut Pada Pilpres 2014

Ditulis oleh Feby Gustira Harahap Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala

Pemilu merupakan sarana untuk mewujudkan dedaulatan rakyat, melalui penyelenggaraan pemilu inilah digantungkan harapan untuk dapat membentuk pemerintahan yang memiliki legitimasi, bertumpu pada kehendak rakyat dan mengabdi pada tujuan untuk mensejahterakan rakyat serta mewujudkan keadilan sosial.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, partisipasi politik sejati masyarakat, menjadi kunci utama keberhasilan dalam pemilu, dengan demikian masyarakat harus memiliki pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran terhadap hak-hak politik, rakyat sebagai pemilih akan dapat menggunakan hak pilihnya secara mandiri dan cerdas.

Partisipasi pemilih yang rendah dalam memberikan suara menjadi salah satu sorotan utama pada penyelenggaraan pemilu pilpres 2014.

Ini dikarenakan, yang pertama, bisa jadi anggapan masyarakat yang berpikir bahwa siapapun yang terpilih hasilnya akan sama saja tidak akan ada perubahan yang terjadi untuk sumut. Masyarakat menganggap tidak penting pilpres karena anggapan mereka tidak memilihpin tidak ada untungnya bagi mereka. Dan mereka juga menganggap “Diakan butuh sama kita karena pemilihan saja, nanti kalau dia udah menang kita dicampakkan”. Masyarakat nggaj ngerasa dampak apapun dari politik.

Yang kedua budaya golput yang masih tinggi di masyarakat sumut. Masyarakat hanya tergitur dengan moneypolitik. Apalagi masyarakat bawah, mereka hanya dibumbu-bumbui janji manis dan uang saja. Ini dikarenakan tudingan timsukses kurang berjalan secara efisien.

Yang ketiga, pemerintah setempat belum sepenuhnya mensosialisasikan pentingnya pilpres bagi masyarakat harus ada tindakan pemerintah misalnya memberikan sanksi bagi masyarakat yang golput. Lagian, pada saat 2014 media tidak semarak seperti beberapa tahun belakangan ini. Kalau sekarang kita bisa lihat, bahkan di facebook orang tua yang sudah sangat tua bisa ikut memberikan pendapatnya dari sana. Berawal dari sosial media, setiap orang jadi berani berbicara secara langsung.

Yang terakhir, Jokowi dinaungi parpol PDIP dimana ketuanya itu megawati jadi persepsi masyarakat menganggap bahwa kepemimpinan Jokowi akan bercampur tangan Megawati itu juga menyebabkan partisipasinya rendah.

Komisi Pemilihan Umum Sumatera Utara melakukan penelitian dan menemukan enam faktor yang menjadi penyebab rendahnya partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Umum tahun 2014 di sumut.

”Dari jumlah itu, faktor politik yang paling dominan menyebabkan partisipasi pemelih rendah”, kata anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut Benget Manahan Silitonga di Medan, jumat. Menurut Benget, dari penyelenggaraan Pemilu tahun 2014 di Sumut, KPU mencatat tingkat partisipasi masyarakat hanya 68,31 persen atau di bawah target nasional yakni 75 persen.

Karena itu, KPU melakukan penelitian untuk mengetahui penyebab masih belum maksimalnya tingkat partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilih. KPU melakukan penelitian secara acak dengan mendatangi pemilih di sejumlah Kabupaten/kota di Sumut yang tidak menggunakan hak suaranya dalam Pemilu 2014 meski terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Oleh sebab itu, sosialisasi dan pendidikan politik kepada pemilih sangat diperlukan agar masyarakat lebih mempunyai kesadaran politik untuk menggunakan haknya secara baik dan benar. Sehingga dibutuhkan kiat-kiat agar masyarakat berpartisipasi dalam menentukan hak pilihnya dengan rasional. Selain itu keprofesionalan dan independensi KPU sangat berpengaruh terhadap kualitas penyelenggaraan Pemilu pilpres 2019 nantinya, sehingga terwujudnya pemilu yang demokratis serta mencerminkan aspirasi dan kepentingan rakyat.

Untuk mengawal Pemilu Pilpres 2019 peran media dan pers harus dapat menciptakan suasana kondusif untuk mendorong partisipasi dan trasparansi Pemilu Pilpres 2019 yang kredibel untuk Indonesia.


Artikel yang berjudul “Rendahnya Partisipasi Pemilih Di Sumut Pada Pilpres 2014” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *