HUT Ke-72 Harapan News & Tahun Politik

Pemimpin Umum Harian Harapan News dr. Hj. Rayati SyafrinPemimpin Umum Harian Harapan News dr. Hj. Rayati Syafrin

Alhamdulillah hari ini, Jumat, 11 Januari 2019 Harian Harapan News berulang tahun ke-72. Seluruh jajaran pimpinan dan staf sangat bersyukur atas karunia Allah SWT tersebut.

Sebagai surat kabar tertua nomor dua d iIndonesia setelah Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta yang rutin hadir di tengah pembacanya, di kota Medan, kabupatenkota se-Sumut dan Aceh, Harapan News menunjukkan eksistensi dan kedewasaannya dalam menyajikan berita-berita yang dibutuhkan elemen masyarakat (publik).

Untuk ukuran manusia 72 tahun merupakan usia mapan bagi sebuah media cetak nasional yang terbit di Medan. Harapan News dengan segudang pengalaman mampu melewati berbagai tantangan berat sejak era perjuangan melawan penjajah kolonial Belanda/Sekutu, masa Orde Lama, Orde Baru, Orde Reformasi, dan kini seluruh media mainstreamter masuk Harapan News memasuki era teknologi digital yang efeknya begitu besar meresahkan masyarakat karena memunculkan berbagai  informasi hoax (berita bohong) setiap harinya.

Terkait usia 72 tahun pada hari ini izinkan kami berterima kasih kepada seluruh pembaca Harapan News yang setia bersama kami dalam suka dan duka, termasuk memberikan masukan dan kritikan demi perbaikan isi dan tampilan Harapan News yang lebih baik ke depannya, terlebih menghadapi persaingan semakin ketat dengan media sosial (medsos).

Ucapan terima kasih juga kami sampaikan pada seluruh mitra kerja di seluruh instansi Pemerintah-BUMN-Swasta serta kampus-kampus dan sekolah. Kami berharap kebersamaan kita selama ini bisa terus berlanjut dengan saling mengisi dan saling menguntungkan.

Sebab, keberadaan media massa seperti Harapan News sejalan dengan UU Pers No 40/1999 untuk mencerdaskan masyarakat, memajukan bangsa dan negara. Terus terang, satu hal yang membuat kami prihatin saat ini adalah tergerusnya minat baca di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda kita di era digitalisasi dengan perkembangan medsos yang tidak terkontrol.  Akibatnya,bukan hal-hal yang positif yang berkembang di tengah generasi muda kita tapi sesuatu yang buruk dan menakutkan.

Tentu kita sepakat bahwa minat baca ini sangat penting dan berguna untuk kemajuan sebuah bangsa. Tapi justru kehadiran media cetak semakin ‘’tersisih’’ di kalangan generasi muda saat ini.

Generasi muda harapan bangsa lebih banyak menghabiskan waktunya dengan smartphone – gadget sebagian berisi konten negatif, hoax. Justru itu, perubahan gaya hidup anak-anak muda mesti menjadi perhatian semua pihak.

Negara harus hadir untuk menghidupkan kembali minat baca. Tentu membaca buku-buku pelajaran dan membaca media massa positif untuk mendapatkan informasi terbaru dan perkembangan dunia yang kini tanpa batas tidak bias dipungkiri menjadi salah satu penghambat.

Peran pemerintah lewat Kemenkominfodan Kemendikbud sangat diharapkan untuk mendorong dan meningkatkan minat baca masyarakat (generasi muda) yang menurun drastis.

Tak pelak lagi posisi media cetak sangat strategis dalam mengedukasi dan mencerdaskan masyarakat, khususnya menghindari bahaya hoax yang marak di medsos. Tergerusnya minat baca masyarakat harus kita cegah dengan melakukan upaya sungguh-sungguh (serius) lewat gerakan literatur media di sekolah-sekolah,dan kampus-kampus.

Lewat gerakan literature media kita mengajak elemen masyarakat cerdas dalam memilih bahan bacaan dan media massa.

Pilih media positif, jauhi media negatif, termasuk medsos berisi berita bohong.HUT ke-72 Harapan News pada awal tahun ini bersamaan dengan tahun politik, di mana pada 17 April 2019 berlangsung Pemilu dan Pilpres serentak untuk memilih wakil-wakil rakyat disemua level, seperti DPRD kab/kota, DPRD provinsi, DPD-RI dan DPR-RI.

Puncaknya tentunya pergantian pemimpin bangsa (Presiden dan Wakil Presiden) untuk lima tahun ke depan. Tahun politik menjadi tahun yang kompleks karena rupa-rupa godaannya.

Suhu politik memanas, memicu konflik dan perpecahan dikalangan masyarakat. Di sinilah kita berharap semua pihak yang terlibat dalam Pemilu dan Pilpres, khususnya penyelenggara Pemilu/Pilpres mampu menjalankan tugasnya dengan baik sesuai perundangan.

Elite politik di pasangan 01 dan 02 harus bisa menahan diri. Di tengah maraknya money politics, blackcampaign, dan mahalnya biaya Pemilu dan Pilpres, keberadaan media massa berperan besar mendidik dan mengontrol kekuasaan dengan mengajak masyarakat menjauhi politik pragmatis, politik pecah bela, politik serangan fajar, bagi-bagi sembako dll.

Adalah tugas media massa untuk berperan aktif dalam mengawal jalannya pesta demokrasi lima tahunan agar berlangsung Jurdil (jujur dan adil) dan Luber (langsung, umum, bebas dan rahasia).

Kami bersyukur, Harapan News sudah membuktikan diri sebagai media independen, solid dalam membela kebenaran dan keadilan, seperti yang ditanamkan pendiri harian ini H. Mohammad Said dan Hj. Ani Idrus, serta selalu membawa visi perubahan sebagaimana diinginkan elemen masyarakat. Untuk itu perlu kami tegaskan bahwa Harapan News siap mengawal pergantian pemimpin nasional maupun lokal dalam Pemilu dan Pilpres yang sudah di ambang pintu dengan menampilkan liputan komprehensif sejak sebelum sampai hari pencoblosan hingga usai perhitungan suara.

Mudah-mudahan masyarakat semakin cerdas melihat rekam jejak calon-calon pemimpin yang berkualitas dan berintegritas agar tidak menyesal lima tahun ke depan karena salah pilihan.

Mengakhiri tulisan ini kami berterima kasih kepada para pembaca dan relasi yang sudah mengucapkan happy birthday pada WASPADA lewat iklan ulang tahun, maupun lewat lisandan tulisan. Semoga Allah SWT melindungi dan meridhoi apa yang kita cita-citakan.  Aamiin.


Artikel yang berjudul “HUT Ke-72 Harapan News & Tahun Politik” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *