Gara Gara 30 Ribu, Nenek di Surabaya Dipenjara

SURABAYA, (Kabarjatim.id)- Mempunyai beberapa kamar namun tidak diperuntukkan sebagaimana mestinya, Nenek di Surabaya ini berurusan dengan unit PPA satreskrim Polrestabes Surabaya.

Diketahui Nenek yang tinggal di Eks lokalisasi Jarak Dolly tersebut menyewakan kamar-kamarnya untuk jasa layanan seksual bagi beberapa pekerja seks komersial (PSK).

Nenek itu bernama, Yunarsih (69) warga Jalan Putat Jaya, Sawahan Surabaya dan diamankan pada, 16 Mei 2019, lalu.

Tersangka memiliki kamar kost yang salah satu kamarnya digunakan untuk kegiatan prostitusi. Apabila ada pekérja seksual yang membawa tamu, tersangka langsung mempersilahkan masuk.

Kanit PPA, AKP Ruth Yeni mengatakan, adanya informasi masih maraknya persewaan tempat atau kamar langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan untuk memastikan kebenarannya.

Diketahui, pelaku menyewakan tempat di Eks lokalisasi Dolly untuk mengambil keuntungan guna untuk menyambung hidup.

“Dia ini punya 5 kamar disitu, kalau durasi bebas artinya sebutuhnya tamu yang datang kalau dia butuh rata-rata sekali main relatif itu jamnya bisa setengah jam dan dipatok 25 sampai 30.000 ribu sewanya,” sebut Ruth Yeni, Minggu (19/5/2019).

Aktifitas tersebut sudah dilakoni oleh Nenek satu cucu ini kurang lebih selama 1 sampai 2 tahun.

Barang bukti yang ikut diamankan, uang tunai Rp.150.000, 1 buah sarung, 1 buah kipas (bambu).

Pelakunya akan dijerat Pasal 2 UU RI No. 21 tahun 2007 tentang
TPPO dan atau 296 dan atau 506 KUHP. (Ekoyono)

Teks foto : Nenek yang ditangkap sewakan kamar untuk PSK.

Editor : Budi

Terkait


Artikel yang berjudul “Gara Gara 30 Ribu, Nenek di Surabaya Dipenjara” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *