Dhiyaul Hayati Prihatin dengan Kondisi Tenaga Honorer RSU Pirngadi Medan

Medan,- Anggota DPRD Medan terpilih dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan, Dhiyaul Hayati SAg MPd menilai Rumah Sakit Umum dr Pirngadi Medan harus melakukan inovasi untuk perbaikan pelayanan dan fasilitas kesehatan.

Hal ini lantaran rumah sakit Pemko Medan tersebut mulai diambang kebangkrutan. Imbasnya, 600 tenaga honorer di sana tak memperoleh gaji sesuai Upah Minimum Kota (UMK) dan hanya mendapat Rp 1,5 juta saja.

“Kita prihatin karena ratusan tenaga honor di Pirngadi gajinya tak sesuai UMK, karena kondisi keuangan memburuk,”papar Dhiyaul Hayati kepada wartawan di Medan.

Politisi PKS ini mengaku, meski belum dilantik secara resmi sebagai anggota dewan, namun dia sudah menerima berbagai keluhan dan harapan dari masyarakat. Semisal dari tenaga honor Pirngadi yang mengharapkan Dhiyaul agar memperjuangkan honor mereka sesuai UMK.

“Ya saya memang belum resmi dilantik, tapi dari masyarakat sudah banyak yang mengadu maupun berharap agar permasalahan mereka segera ditangani dewan,”sebut Bendahara DPD PKS Kota Medan ini.

Dia menilai rumah sakit tersebut tak mampu membayar honor para pekerja sesuai UMK lantaran keuangannya buruk.

“Pirngadi merugi karena tidak sanggup bersaing dengan rumah sakit yang juga merupakan provider BPJS Kesehatan. Pemerintah kota harus berpikir bagaimana menguprade Pirngadi agar lebih baik lagi ditingkat pelayanan maupun fasilitas. Kalau tidak segera dibenahi, akan terus menerus jadi beban APBD,”sebut wanita kelahiran 2 Mei 1975 ini seraya menambahkan, mental pelayanan pegawai juga harus diperbaiki. Karena kenyamanan pasien dan pengunjung merupakan hal penting yang harus dijaga.

Sebelumnya diberitakan, RS Pirngadi terus merugi. Selaku Rumah Sakit Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) type B milik Pemko Medan memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat anjlok. Pada Tahun 2018 misalnya hanya Rp 100 miliar, pada hal belanja Rp 207 miliar. Sama halnya dengan tahun sebelumnya tetap merosot.

Hal ini lantaran beberapa bulan terakhir daya huni pasien di RS Pirngadi sangat sepi. Diperkirakan penghuni rawat inap hanya sekitar 40 persen.


Artikel yang berjudul “Dhiyaul Hayati Prihatin dengan Kondisi Tenaga Honorer RSU Pirngadi Medan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *