Film ‘The Lawyers’ Sisi Lucu Dari Dunia Hukum

JAKARTA – Film bertajuk The Lawyers (Pokrol Bambu) tentang kehidupan lawyers atau pengacara tengah diputar di bioskop tanah air.

Film bergenre komedi satire garapan sutradara Azar Fanny  yang diperankan aktor senior Roy Marten, Dicky Chandra, Rina Hassim, Kartika Berliana, Jerio Jeffry, Musdalifah Basri, Mugi Elman dan lainya, ini menjadi tontonan pilihan ditengah banjirnya genre horor di bioskop.

Produser Erwin Kallo mengatakan, film produksinya tersebut berusaha menghadirkan sisi lain dari keseriusan hukum, yaitu sisi lucu yang jarang diangkat ke industri hiburan oleh kreator Indonesia

“Film ini kami buat sebagai gambaran situasi nyata dunia hukum dan kehidupan lawyer yang lucu saat ini, yang dibalut dalam cerita komedi satir. The Lawyer berusaha membuka tabir kehidupan para pengacara apa adanya. Dialognya digarap dengan komedi cerdas, kami mengkritik dunia hukum dengan cara guyon,” ujar Erwin Kallo.

Menurutnya, produksi The Lawyers menyita waktu selama 2 tahun dan dari durasi 7 jam dibabat menjadi 3 jam.

“Proses produksinya sudah jalan sejak tahun 2017 lalu, jadi udah lama banget ya. Kami ok aja ketika LSF menyensor banyak adegan, karena dari durasi 7 jam yang kami buat, dipangkas jadi 3 jam saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Roy Marten yang berperan sebagai pengacara bernama RM Wicaksono, mengaku sangat terkesan dengan perannya itu.

“Gue suka banget ya, ceritanya sisi lain dari dunia hukum,” ungkap Roy. “Gue banyak belajar dari temen-temen pengacara sebelum syuting,” tandasnya.(ali/tri)


Artikel yang berjudul “Film ‘The Lawyers’ Sisi Lucu Dari Dunia Hukum” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Vihara Dharma Bhakti Bagi Makanan dan Takjil Gratis untuk Berbuka Puasa

JAKARTA – Vihara Dharma Bhakti, Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat, membagikan takjil dan makanan gratis untuk para umat Muslim berbuka puasa di sekitar vihara.

Kegiatan ini merupakan bentuk toleransi antar umat agama yang dilakukan oleh para umat di vihara tertua di Jakarta ini.

“Ya intinya kalau di umat Buddhist juga diajarkan welas kasih ya. Jadi dalam bulan suci ramadan ini kita adakan untuk buka puasa gratis secara bersama ini intinya ya menjaga toleransi sesama umat beragama. Jadi itulah rangkaian Bhinneka Tunggal Ika,” ucap perwakilan relawan, Lucas kepada Poskotanews.com di lokasi, Minggu (19/5/2019).

Lucas melanjutkan, kegiatan ini sudah mereka lakukan sejak tahun 2018. Ide tersebut muncul pertama kali dari Mujammad Yusuf Hamka, seorang Tionghoa Muslim Indonesia.

takjil

Vihara Dharma Bhakti, Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat, menyiapkan takjil berbuka puasa.(ist)

“Terus kalau tahun ini kita sudah memasuki tahun kedua. Kita mulainya hari kedua bulan suci ramadan tanggal 7 sampai tanggal 29 mei,” katanya.

Lebih jauh, kata Lucas, kegiatan berbagi takjil dan makanan ini dilakukannya setiap hari. Dalam setiap harinya, mereka dapat menyediakan sekitar 300 sampai 500 porsi makanan dan minuman.

“Kita kalau porsi makanan dan minuman kurang lebih dari 300 sampai 500 porsi. Ya sehari-harinya seperti itu,” paparnya.

Soal dana, lanjut Lucas, mereka mengumpulkan uang secara swadaya dari para umat di Vihara Dharma Bhakti. Mereka ini juga kebanyakan pedagang dari Tanah Abang, Jatinegara dan Cipulir yang mayoritas merupakan etnis Tionghoa.

Selain itu, semua makanan dan minuman yang disediakan di Vihara Dharma Bhakti tersebut mereka beli dari pedagang-pegadang sekitar vihara. Tujuannya agar omzet mereka tetap stabil dengan adanya kegiatan berbagi makanan itu.

“Makanan membudidayakan warung-warung sekitar vihara biar omzet mereka tetap stabil,” tandasnya. (cw6/tri)

 


Artikel yang berjudul “Vihara Dharma Bhakti Bagi Makanan dan Takjil Gratis untuk Berbuka Puasa” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Beda Politik, Adian Napitupulu dan Desmond J Mahesa Reunian

BOGOR –  Politisi PDI Perjuangan dan Desmond J Mahesa, politisi Partai Gerindra reunian di acara merajut dan merawat kenangan, yang berlangsung di Graha Pena 98, Sabtu (18/5/2019).

Turut hadir dalam suasana acara yang akrab ini anggota Wantimpres, Sidarto Danusubroto. Dalam candaannya, mantan pengawal Bung Karno ini menilai Adian Napitupulu pantas masuk kabinet Jokowi periode 2019 – 2024.

Bahkan Sidarto Danusubroto memberi sinyal akan membisikkan langsung ke telinga presiden Jokowi.

“Saya usulkan Adian menteri. Boleh dong. Boleh dong saya membisikkan. Menteri peranan apa boleh dong usul,” kata Sidarto Danusubroto kepada  Adian dan Desmond serta sejumlah aktivis 98 lainnya.

Bagi Sidarto Danusubroto, Adian Yunus Yusak Napitupulu pastinya tak asing lagi didengar masyarakat sekarang ini.

Menurut Sidarto, anggota DPR RI, Adian merupakan sosok aktivis atau pejuang muda yang tetap konsisten terhadap garis perjuangan.

“Iya pak Sidarto Danusubroto hadir di reuni saya dan bung Desmond. Kami berdua aktivis 98. Kami nostalgia tentang perjuangan era awal reformasi,” kata Adian Minggu (19/5/2019).

Selain Sidarto, hadir juga dalam reuni dua sahabat ini yakni politisi senior PDI Perjuangan, Panda Nababan, serta aktivis 98 yang aktif bersama adian di Lembaga Bantuan Hukum Nusantara (LBHN).

Menurut Adian, apapun perbedaannya, berbeda partai, beda pilihan politik tidak boleh kemudian seluruh kenangan masa lalu dilupakan.

“Kantor kita berdua pernah digerebek tiga kali dan di penggerebekan kedua saya sudah bilang sama Pak Desmond, ‘Pak Dir, kita harus pindah.’ Tapi dia keras kepala. Dia bilang, ‘Ini negara hukum.’ Saya masih ingat dia bilang seperti itu. Saya mau bertahan di kantor kita. Dan saya pergi. Saya pergi menggelandang,” kata Adian Napitupulu mengenang kisah lalu bersama Desmond. (yopi/tri)


Artikel yang berjudul “Beda Politik, Adian Napitupulu dan Desmond J Mahesa Reunian” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Kelurahan Keagungan Juara Lomba Beduk Kecamatan Taman Sari

JAKARTA –  Menyemarakkan Gema Ramadhan 1440 H, jajaran Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat menyelenggarakan lomba beduk yang diikuti peserta dari delapan kelurahan.

Juara lomba beduk diraih peserta dari Kelurahan Keagungan dan berhak mewakili Kecamatan Taman Sari dalam lomba beduk tingkat kota Jakarta Barat pada pekan depan.

“Alhamdulillah, sungguh suprise bagi kami karena tidak menyangka bisa menjadi juara lomba beduk tingkat kecamatan,” ujar peserta lomba beduk dari Kelurahan Keagungan seraya memegang piala yang diterima dari Camat Taman Sari, Risan didampingi Sekretaris Camat, Pangestu Aji dan Kasi Kesra Kecamatan, Edy Sukarya, Sabtu (18/5/2019) malam.

Risan menjelaskan lomba beduk merupakan kegiatan rutin keagamaan yang diadakan setiap Ramadhan. Kegiatan ini untuk mengasah kreativitas masyarakat khususnya generasi muda di bidang seni dab keagamaan. Sekaligus pula untuk mensyiarkan ajaran Islam ke masyarakat luas.

“Melalui lomba beduk, kami berupaya membangun kecintaan masyarakat khususnya kaum milenial untuk semakin mencintai seni religius Islami. Anak muda zaman now harus trampil pula menabuh beduk yang syahdu,” kata Risan.

Ia menambahkan peserta lomba beduk berasal dari delapan kelurahan di wilayahnya. Tampil sebagai juara I diraih peserta dari Kelurahan Keagungan. Juara II dan II berasal dari Kelurahan Tangki dan Pinangsia. Ketiga juara ini menerima piala dan uang pembinaan.

Sekcam Taman Sari, Pangestu Aji menambahkan khusus juara I akan mewakili Kecamatan Taman Sari dalam lomba beduk tingkat Kota Jakbar yang akan berlangsung pekan depan.

“Juara I lomba beduk tingkat Kecamatan Taman Sari terkait Gema Ramadhan 1440 H ini akan digembleng oleh tim khusus agar bisa tampil prima dalam lomba di tingkat kota,” imbuh Pangestu.

Penyerahan piala lomba beduk tersebut diadakan di sela-sela buka puasa bersama (bukber) tingkat kecamatan bersama 2 pilar, majelis taklim dan masyarakat. Serta pemberian santunan kepada 40 yatim se-Kecamatan Taman Sari. (rachmi/tri)


Artikel yang berjudul “Kelurahan Keagungan Juara Lomba Beduk Kecamatan Taman Sari” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

12 Pasangan Mesum Terjaring di Bogor

BOGOR –  Sebanyak dua belas pasangan mesum di jaring Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor Minggu (19/5/2019) dinihari.  Belasan pasangan yang bukan suami istri ini diamankan dari dua hotel berbeda di Kota Bogor.

“Sebenarnya ada dua kali kejadian. Pertama pada hari Sabtu (18/5/2019) malam dan  Minggu (19/5/2019) dini hari. Sebanyak 12 pasang ini ditemukan di dalam kamar. Ini masih diamankan untuk diinterogasi,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa lokasi bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor.

Saat hendak dibawa ke kendaraan guna dibawa ke Dinas Sosial, beberapa pasangan sempat menolak dan bahkan berupaya melarikan diri.

Namun upaya mereka gagal. Petugas akhirnya membawa mereka untuk didata dan diinterogasi.

“Operasi malam ini tujuannya memastikan di Bulan Ramadan semuanya berjalan tertib tidak ada pelanggaran-pelanggaran Perda,” kata Bima Arya.

Selain mengamankan 12 pasangan mesum,  petugas juga mengangkut berbagai jenis miras dari warung kelontong di bilangan Gunung Batu Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

“Beberapa titik ditemukan miras di warung-warung. Kemudian di beberapa Hotel kita amankan beberapa pasang yang akan diberikan pembinaan dan peringatan,” ujar Bima. (yopi/tri)


Artikel yang berjudul “12 Pasangan Mesum Terjaring di Bogor” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Polri Gelar Pameran Foto ‘Penjaga Peradaban Dari Polri Untuk Papua’

JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyelenggarakan pameran foto tentang  kehidupan Papua yang bertajuk ‘Penjaga Peradaban Dari Polri Untuk Papua’ di gedung Perpustakaan Nasional di jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta.

Kegiatan ini diselenggarakan selama 2 pekan di bulan Ramadhan ini, persisnya sejak 13 Mei hingga 24 Mei 2019.

Pameran foto ini diselenggarakan sebagai momentum peringatan satu tahun Satuan Tugas Binmas Noken Polri di Papua, dalam rangka melaksanakan tugas kemanusiaan.

Kombes pol Dr. Eko Rudi Sudarto selaku Kepala Satgas Binmas Noken Polri mengatakan bahwa kegiatan pameran ini bertujuan untuk mengangkat potret kehidupan masyarakat Papua kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“Bagaimana potret itu dapat kami sajikan kepada dunia? Ini berjalan bersama kegiatan Polri yang mempunyai suatu program pendekatan kepada masyarakat di Papua melalui Satgas Binmas Noken Polri,” terang Eko Sudarto, Minggu (19/5/2019).

Kegiatan pameran foto Binmas Noken mendapat apresiasi yang sangat baik dari masyarakat. Setiap harinya, ada sekitar 300 orang pengunjung menikmati hasil karya foto yang merupakan kontribusi dari dari lima fotografer, meliputi Edwin Louis Sengka, Victor Merani, Faris Munandar, Daris Aprillah Ari, dan Muhammad Firman Hidayatullah.

Beberapa pengunjung memberikan testimoni bahwa pameran Binmas Noken Papua dianggap unik dan karyanya memiliki kebaruan, yang membuat para pengunjung tertarik datang menikmati karya fotografi.

Dalam penuturan Eko Sudarto, berbagai foto yang diambil oleh para fotografer ini merupakan bagian dari perjalanan berbagai kegiatan Binmas Noken selama satu tahun di Papua. Satgas Binmas Noken Polri mempunyai program pendekatan kepada anak-anak di pedalaman Papua yaitu “Polisi Pi Ajar” atau Polisi pergi mengajar yang bertujuan memberi trauma healing kepada anak-anak di pedalaman Papua.(tri)


Artikel yang berjudul “Polri Gelar Pameran Foto ‘Penjaga Peradaban Dari Polri Untuk Papua'” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Mayat Wanita Dalam Karung di Pluit Diperkirakan Berusia 20 Tahun

JAKARTA – Aparat Polsek Penjaringan terus berupaya mengungkap kasus penemuan mayat wanita dalam karung di Waduk Pluit.

Petugas berharap ada petunjuk yang bisa mengarah kepada identitas korban melalui hasil visum otopsi jasad wanita yang diperkirakan berusia 20 tahun tersebut.

“Kita cukup sulit mengungkap data diri korban karena sidik jari sudah rusak. Sementara dari hasil otopsi ditemukan gelang silver pada kaki dan anting pada telinga korban,” kata Kanit Reskrim Polsek Penjaringan Kompol Mustakim,Minggu (19/5/2019).

Ditambahkan Kompol Mustakim, korban memiliki ciri fisik tinggi sekitar 149 sentimeter dan usia antara 20-22 tahun. “Kalau ada masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya bisa menghubungi Polsek Penjaringan,” ujarnya lagi.

Sementara dari barang bukti yang ditemukan, petugas memperlihatkan kaos wanita berukuran kecil warna gelap, celana jins, celana dalam putih, kaos dan seprai orange dan sebuah karung beras berukuran 25 kilogram yang digunakan untuk membungkus mayat korban.

Sebelumnya warga di sekitar Waduk Pluit, Penjaringan digegerkan penemuan karung berisi mayat wanita yang sudah membusuk, Rabu (15/5/2019). Mayat tersebut ditemukan di sisi utara waduk .

Salah satu warga yang melintas di lokasi kejadian, Agus Susanto (28) menuturkan, mayat ditemukan sekira pukul 15.00 WIB. Saat itu, Agus kaget ketika melihat kerumunan warga sedang berkumpul di tepi waduk itu.

Saat ditemukan, tak ada identitas melekat pada wanita itu.”Waktu ditemukan hanya jenazah itu saja, tanpa identitas dan barang lainnya. Posisinya dalam karung di tumpukan sampah,” ucapnya.Kondisi mayat itu sudah membusuk dengan ciri-ciri berambut panjang. (yahya/tri)


Artikel yang berjudul “Mayat Wanita Dalam Karung di Pluit Diperkirakan Berusia 20 Tahun” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Vokhumfest UI Gelar Ramadan Kareem, Gandeng 33 UMKM

DEPOK –  Dalam rangka mengenalkan produk dan merek, Vokasi Humas Festival (Vokhumfest) Universitas Indonesia memberdayakan 33 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam program Komunikasi Pemasaran Terpadu di Boulevard Kampus Universitas Indonesia, Kota Depok, Minggu (19/5/2019).

Ketua Pengabdian Masyarakat, Hardika Widi Satria, S.Hum., M.Si, mengatakan pelaksaan kegiatan ini bertema Ramadhan Kareem adalah kolaborasi antara dosen, asisten praktik, dan mahasiswa Humas, Periklanan, serta Penyiaran Vokasi UI angkatan 2018

Event bazar dengan menampilkan hasil produk dari 33 UMKM ini masuk ke dalam mata kuliah Integrated Marketing Communication (IMC) bagi mahasiswa Humas,Periklanan dan Penyiaran Vokasi UI angkatan 2019.

“Tahun ini kami membina 23 UMKM dari pengusana produk dan jasa serta 10 UMKM bidang penyiaran yaitu TV Lokal/Komunitas dan Youtube Channel.” ujar Hardika.

Hardika mengatakan bahwa mahasiswa dan dosen terlibat aktif dalam menyusun program branding dan promosi menggunakan ilmu IMC yang telah dipelajari dikelas.

“Mahasiswa dibawah bimbingan dosen telah merancang hingga memproduksi kebutuhan branding dan promosi UMKM. Mereka membuatkan logo, aktivasi media sosial, desain kemasan hingga program sales promo  agar UMKM dapat lebih dikenal dan mudah dalam mempromosikan produk atau layanannya.Proses kegiatan ini adalah 3 bulan.Bazaar merupakan kegiatan puncaknya ” tambah Hardika.

Terpisah Kepala Unit Humas Vokasi UI, Mareta Maulidiyanti menjelaskan bahwa Program Pendidikan Vokasi menjalankan kurikulum yang menitikberatkan pada praktikum sehingga ditargetkan mampu menghasilkan lulusan siap kerja.

“Vokasi UI menerapkan kurikulum 321 dimana 70% porsinya adalah praktik. Mahasiswa selama 3 semester belajar di kelas dan laboratorium, 2 semester belajar di industri dan 1 semester magang sehingga saat lulus mereka sudah benar-benar kompeten di bidangnya,” tutupnya. (angga/tri)


Artikel yang berjudul “Vokhumfest UI Gelar Ramadan Kareem, Gandeng 33 UMKM” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Kaget Dapat Panggilan Polisi, Lieus Sungkharisma: Mana Ada Encek Glodok Makar!

JAKARTA – Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Lieus Sungkharisma mengaku kaget mendapat surat panggilan polisi untuk pemeriksaan dalam dugaan kasus makar pada Selasa (14/5/2019).

Ia menceritakan, saat itu dirinya tengah berada di rumah. Kemudian Ketua RT setempat bersama tiga anggota polisi dari Bareskrim Mabes Polri datang untuk mengirimkan surat panggilan kepada dirinya. Di mana panggilan pertama itu diagendakan pada Selasa lalu.

“Saya kaget tuduhannya makar. Makar itu ancamannya 20 tahun. Sadis kan? Bisa seumur hidup (juga ancamannya),” ujar Lieus ketika dihubungi poskotanews.com, pada Sabtu (18/5/2019).

Ia pun membantah kalau dirinya melakukan makar. Menurutnya tuduhan tersebut salah alamat. “Mana ada encek glodok dituduh makar,” serunya.

Sementara itu pada pemeriksaan pertama yang diagendakan pada 14 Mei 2019 itu, Lieus sengaja tidak datang. Ia mengaku tengah mencari pengacara yang dapat mendampinginya untuk menghadapi proses hukum yang tengah menyandungnya tersebut.

Namun pemeriksaan kedua yang diagendakan pada Jumat (17/5/2019) lalu, lagi-lagi tidak hadir. Alasannya, ia belum menerima surat panggilan dari polisi.

“Pada pemanggilan pertama saya ga hadir. Saya mau cari pengacara yang hebat kan buat dampingi. Terus katanya Jumat kemarin (17/5/2019) dipanggil, saya tanya di rumah ga ada (surat panggilannya). Saya tanya ke RT, ada ga surat panggilan dari Bareskrim, (katanya) ga ada,” pungkasnya.

Diketahui, Lieus Sungkharisma dilaporkan atas dugaan penyebaran berita bohong (hoaks) dan makar. Laporan itu teregister dengan nomor LP/B/0441/V/2019/ BARESKRIM tertanggal 7 Mei 2019.

Pasal yang disangkakan adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 an/atau Pasal 15, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 dan/atau Pasal 163 jo Pasal 107. (cw2/tri)


Artikel yang berjudul “Kaget Dapat Panggilan Polisi, Lieus Sungkharisma: Mana Ada Encek Glodok Makar!” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

PMI Jakbar Guyur Santunan untuk Kaum Dhuafa, Anak Yatim dan Marbot

JAKARTA –  Sekitar dua pekan jelang lebaran, Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Barat mengguyur santunan berupa paket sembako kepada ratusan yatim piatu, dhuafa, marbot hingga penjaga lintasan kereta api.

“Alhamdulillah bantuan paket sembako ini sangat kami harapkan, semoga nanti ada lagi dari yang lain,” kata Wiwin (12) yatim yang tinggal di kawasan Jelambar saat menerima paket sembako dari Ketua PMI Jakbar, H. Baharuddin, saat  buka puasa bersama (bukber) di Markas PMI Jakbar, Sabtu (18/5/2019) malam.

Kegiatan sosial keagamaan ini dihadiri Asisten Kesra Jakbar, Amin Haji dan para pengurus PMI Jakbar.

Amin Haji, Asisten Kesra Jakbar mengapresiasi bukber dan santunan yang diinisiasi PMI Jakbar sebagai bagian wujud kepedulian PMI Jakbar dalam melaksanakan misi kemanusiaan.

“Tugas PMI Jakarta Barat dalam Gema Ramadan ini sarat makna ibadah dan ekonomi. Hal ini harus dilestarikan,” ungkapnya bangga.

Ketua PMI Jakbar, H. Baharuddin menjelaskan pihaknya memberikan paket sembako untuk 225 yatim piatu dan dhuafa. Serta 480 paket sembako lainnya kepada petugas palang pintu KA, marbot masjid, pengojek sepeda, penyapu jalanan, dan penarik perahu eretan.

Santunan tersebut berasal dari sumbangan masyarakat yang dihimpun melalui bulan dana PMI Jakbar 2019 yang mencapai Rp3,8 miliar.

“Semoga bantuan berupa paket sembako ini bermanfaat dan tetap semangat seraya terus meningkatkan ibadah kita kepada Yang Maha Kuasa,” pesan Baharuddin kepada ratusan yatim dan dhuafa.

Terkait pelaksanaan Idul Fitri 1440 H, Baharuddin menjelaskan mulai H-5 pihaknya membuka posko pertolongan pertama di Terminal Kalideres. Adapun untuk pelayanan donor darah selama Ramadan tetap buka mulai pkl: 08.00-20.00 dan per hari melayani sekitar 15 pendonor. (rachmi/tri)


Artikel yang berjudul “PMI Jakbar Guyur Santunan untuk Kaum Dhuafa, Anak Yatim dan Marbot” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita