Ternyata Selama Ini Bisikan Tokoh-tokoh Militan Pendukung Prabowo Tidak Benar

2 Pemirsa

Jalan panjang dan penuh liku-liku akhirnya terlewati usai Jokowi dan Prabowo bertemu dalam sebuah momen yang indah di atas MRT.

Momen itu sejak lama dinantikan banyak pihak hingga melahirkan analisa dan asumsi.

Pertemuan antara Jokowi dan Prabowo kemarin terbilang mendadak, hal itu jelas membuat tokoh-tokoh militan pendukung Prabowo kaget.

Tokoh-tokoh Militan Pendukung Prabowo seperti Ketua Persaudaraan Alumni atau 212, Slamet Ma’arif; Ketum Garda 212 Ansufti Idrus Sambo; dan dari PKS ada Mardani Ali Sera.

Tokoh-tokoh militan tersebut ternyata selama ini memberikan masukan tidak benar kepada Prabowo (pembisik/provokator). Mereka tidak menyangka bahwa ternyata bisikan dari Jokowi lebih mantul ketimbang mereka.

Lihat saja pasca pertemuan Prabowo dan Jokowi di MRT Lebak Bulus kemarin satu persatu para tokoh tersebut meninggalkan Prabowo dengan cara masing-masing. Seperti PA 212 menyatakan tidak lagi bersama Prabowo, Ketum Garda 212 Ansufti Idrus Sambo menjadi speechless.

Sementara PKS kecewa karena Prabowo tidak mendeklarasikan #KamiOposisi. “Jika pertemuan tidak diikuti dengan deklarasi #KamiOposisi, akan membuat kekecewaan pendukung. Dan PKS yakin Pak Prabowo dan pendukungnya akan bersama #KamiOposisi, karena oposisi itu baik dan oposisi itu mulia,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Padahal Prabowo jelas menyatakan sesekali akan memberikan kritik untuk check and balances.

Sementara Amien Rais terkesan geram sendiri. “Sama sekali belum tahu. Makanya itu, mengapa kok tiba-tiba nyelonong?” kata Amien, menanggapi pertemuan Jokowi dan Prabowo.

Bagaimanapun kini Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, menjadi saksi sejarah yang membuat para militan pendukung Prabowo gelagapan dan pastinya shock. Mereka tak bisa berbuat apa-apa lagi karena tidak ada Prabowo di sisi mereka.

Prabowo telah mengambil keputusan tepat demi kepentingan rakta dan bukan kelompok ataupun pendukung militannya yang hanya bisa memprovokasi dan menghancurkan Prabowo.

Seperti kata pengamat bilang bahwa Prabowo harus diselamatkan dari para penumpang gelap disekitar Ketua Umum Gerindra itu.


Artikel yang berjudul “Ternyata Selama Ini Bisikan Tokoh-tokoh Militan Pendukung Prabowo Tidak Benar” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Dibalik Ucapan Selamat Prabowo kepada Jokowi

4 Pemirsa

Usai pertemuan Prabowo Subianto dengan Presiden terpilih Joko widodo di media sosial warga net pun ramai menomentari pertemuan itu. Diantara mereka ada yang bertanya kenapa Prabowo baru mengucapkan selamat ke Jokowi.

Prabowo pun memiliki alasan kenapa dirinya baru mengucapkan selamat kepada Jokowi ketika bertemu di Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Sabtu (13/7/2019).

Prabowo beralasan karena dirinya lebih baik mengucapkan langsung hal itu menurut dia sesuai dengan adat dan tata krama.

“Ada yang bertanya kenapa Pak Prabowo belum ucapkan selamat atas Pak Jokowi ditetapkan sebagai presiden, saya katakan saya ini walau bagaimanapun ada ewuh pekewuh,” kata Prabowo.

“Ada toto-kromo, jadi kalau ucapan selamat maunya langsung tatap muka,” kata Prabowo. Ia pun langsung menyalami Jokowi yang berada tepat di sampingnya.

Prabowo mengatakan, bahwa dirinya memang berteman dan bersaudara dengan Jokowi. Hanya saja saat ikut kontestasi Pilpres 2019, keduanya mengambil posisi berseberangan yang saling bersaing dan mengkritik.

“Jadi kalau kadang-kadang bersaing, mengkritik, itu tuntutan politik, tuntutan demokrasi, tetapi setelah bertarung keras, kita tetap dalam kerangka keluarga besar Republik Indonesia,” ucap Prabowo.

Pertemuan antara Jokowi dan Prabowo ini merupakan yang pertama kali terjadi setelah pemilihan presiden berakhir. Desakan agar keduanya bertemu menguat seiring polarisasi yang terjadi di tengah masyarakat.

Dalam konferensi pers bersama, Prabowo dan Jokowi kompak menyerukan agar masyarakat kembali bersatu. Keduanya meminta ejekan atau sebutan ‘cebong’ dan ‘kampret’ yang terjadi di antara para pendukung dihentikan.

Prabowo menjelaskan menjadi presiden adalah sebuah pengabdian dan memikul tanggung jawab yang besar. Ia pun menyatakan siap untuk membantu Jokowi bila diperlukan.

“Kami siap membantu kalau diperlukan. Mohon maaf kalau kira mengkritisi bapak sekali sekali,” kata Prabowo. Menurutnya demokrasi butuh check and balance.

Prabowo menyampaikan bersaing dan kritik itu tuntutan politik dan demokrasi. “Tetapi sesudah berkompetisi yang keras, kita tetap sama-sama anak bangsa, patriot yang ingin berbuat terbaik untuk bangsa.”

Prabowo berpendapat kalau pemimpin hubungannya baik bisa memanfaatkan hal-hal untuk kebaikan bersama.

Karena itu Prabowo mengajak seluruh masyarakat terutama pendukungnya untuk menyudahi persaingan dan bersatu membangun bangsa.

“Saya mengerti banyak yang masih emosional dan kita mengerti banyak yang harus diperbaiki.”


Artikel yang berjudul “Dibalik Ucapan Selamat Prabowo kepada Jokowi” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Gagal Mempermainkan Prabowo Penumpang Gelap Gelagapan

1 Pemirsa

Pertemuan Jokowi-Prabowo dampaknya sangat luar biasa terutama bagi eks-pendukung Prabowo golongan penumpang gelap.

Bagi mereka, pertemuan Jokowi-Prabowo adalah lenyapnya kesempatan untuk melanjutkan agenda kelompok mereka masing-masing. Jika Jokowi-Prabowo bertemu, perseteruan akan berakhir, kedamaian dan kondusivitas politik akan terjalin, dan mereka pun harus memulai strategi baru untuk melanjutkan agendanya.

Golongan penumpang gelap ini pastinya tidak tenang menyaksikan negeri ini damai. Impian mereka adalah keadaan negara dalam kondisi gawat darurat. Sebab hanya dengan keadaan negara seperti itulah mereka punya kesempatan untuk mewujudkan agenda.

Yang sangat menyakitkan bagi mereka, pertemuan Jokowi-Prabowo berarti hilangnya alat, boneka, mainan, dan sarana untuk menghantam negeri ini. Sebab selama ini mereka menempatkan Prabowo sebagai panutan dan junjungan. Mereka mengangkat Prabowo setinggi-tingginya agar bisa mengambil manfaat dari mantan Danjen Kopassus itu.

Lalu siapakan para penumpang gelap pendukung Prabowo itu? Mereka adalah para tokoh radikalis agama destruktif, para pemuja khilafah dan antek-antek teroris. Radikalis agamis destruktif adalah mereka yang mau menjalankan agamanya secara murni tetapi memaksa orang lain mengikuti jalannya serta menganggap yang lain sesat dan harus disingkirkan karena dianggap sebagai perusak agama.

Tak ada lagi tempat bersembunyi bagi HTI yang selama ini berada di belakang Prabowo, demikian juga untuk para teroris dan antek-anteknya. Maka tidak heran jika golongan tersebut kemudian berbalik menyerang Prabowo ketika bertemu dengan Jokowi.

Setidaknya, dengan mencaci-maki Prabowo, mereka punya peluang untuk tetap memanaskan suasana. walaupun sebenarnya mereka sedang menunjukkan siapa jati diri sebenarnya.

Menurut Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98) Willy Prakarsa mengatakan bahwa Prabowo harus diselamatkan dari penumpang gelap atau pembisik yang berusaha menungganginya.
Mereka berasal dari barisan sakit hati terhadap tindakan pemerintah yang seakan mendiskreditkan kelompoknya.

“Menurut saya Prabowo harus diselamatkan dari penumpang “gelap”. Para pembisik-pembisiknya itu berbahaya sekali,” kata Willy dalam diskusi bertajuk ‘Waspada Penumpang Gelap di Penghujung Pengumuman Hasil Pemilu 2019’, di kawasan Cikini, Menteng Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019).

Willy meyakini Prabowo adalah sosok gentlemen dan bisa legowo.


Artikel yang berjudul “Gagal Mempermainkan Prabowo Penumpang Gelap Gelagapan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Pertemuan Jokowi-Prabowo Bentuk Sikap Negarawan PDIP: Yang Tak Suka Adalah Anti Persatuan

6 Pemirsa

Politikus PDI perjuangan Charles Honoris menyebut rekonsiliasi antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto telah melampaui kepentingan politik praktis, seperti keputusan koalisi atau oposisi sekalipun.
Charles menilai keduanya hanya ingin rakyat Indonesia kembali bersatu, tidak ada lagi cebong dan kampret pasca-polarisasi yang tajam dalam Pilpres 2019.

“Oleh karenanya, jika ada pihak-pihak yang tidak suka dengan rekonsiliasi dua negarawan tersebut, berarti mereka anti-Persatuan Indonesia dan anti-Pancasila. Dengan kata lain, mereka hanyalah orang-orang yang ingin dan senang kalau Indonesia rusak dan terus terbelah, agar kepentingan jangka pendek mereka tercapai,” ungkapnya kepada wartawan Minggu (14/7/2019).

Pasca pertemuan Jokowi-Prabowo di Stasiun MRT Lebak Bulus Sabtu 13 Juli 2019 kemarin, kekecewaan atas pertemuan itu terus menyeruak dilontarkan oleh sejumlah pihak.

Menurut Charles rekonsiliasi yang dilakukan Jokowi dan Prabowo adalah bentuk nyata sikap dua negarawan, sehingga hal itu patut dicontoh oleh pendukung masing-masing di akar rumput.

Ia pun menduga ada ideologi trans-nasional yang bermain di balik pihak-pihak yang tidak suka dengan rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo.

Karena itu siapapun yang masih mencintai Indonesia dengan segala ke-bhinekaan-nya, pastilah setuju dengan semangat Persatuan Indonesia yang diserukan Jokowi dan Prabowo.

“Pada akhirnya, marilah kita segenap anak bangsa jangan pernah lelah untuk mencintai Indonesia, dengan terus bekerja dan bergotong-royong membangun bangsa. Sebaliknya, kita harus terus waspada terhadap kekuatan-kekuatan yang ingin merongrong dan merusak NKRI. Indonesia tidak boleh kalah dengan kekuatan-kekuatan anti-Pancasila dalam bentuk apapun,” tegas dia.


Artikel yang berjudul “Pertemuan Jokowi-Prabowo Bentuk Sikap Negarawan PDIP: Yang Tak Suka Adalah Anti Persatuan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Untuk Apa Kecewa dengan Pertemuan Jokowi-Prabowo dan Gelar Ijtima Ulama

6 Pemirsa

Ada yang bahagia dan bersyukur, adapula yang kecewa atas pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Prabowo Subianto di stasiun MRT Lebak Bulus kemarin.

Dari banyaknya masyarakat yang mengapresiasi pertemuan itu, ternyata Persaudaraan Alumni atau PA 212 merasa kecewa dengan itikad baik yang membawa persatuan bangsa itu.

Juru bicara PA 212 Novel Bamukmin menyatakan berencana menggelar Ijtima Ulama keempat untuk menentukan sikap politik pascapertemuan Jokowi dan Prabowo.

Novel mengatakan pihaknya menolak rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo. Tak cuma PA 212, dia mengatakan sejumlah elemen masyarakat yang mendukung Prabowo juga menolak rekonsiliasi itu. Di antaranya, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama, Forum Umat Islam dan Front Pembela Islam.

“Insya Allah segera diadakan ijtima ulama ke-4 sebagai sikap tegas dari PA 212 dan simpatisannya,” kata Novel, Sabtu, 13 Juli 2019.

Lagi-lagi karena kekcewaan itu PA 212 kembali mengemas agama sebagai ajang politik demi kepentingan kelompoknya.

Ijtima Ulama seharusnya digelar untuk kemaslahatan umat bukan individu.

Dengan menggelar Ijtima Ulama 4 menjelaskan bahwa seolah-olah Ijtima Ulama hanya milik pendukung Prabowo dan PA 212. Stigma ini jelas salah kaprah dan memberikan pelajaran buruk di masyarakat.

Masyarakat kini sudah cerdas dan umat ISlam secara khusus juga menolak tegas Ijtima Ulama keempat ataupun politisasi agama dalam bentuk lain oleh PA 212. Karena umat Islam ingin kedamaian, bukan lagi perpecahan atau keributan akibat Pilpres 2019.


Artikel yang berjudul “Untuk Apa Kecewa dengan Pertemuan Jokowi-Prabowo dan Gelar Ijtima Ulama” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Dalam Visi Indonesia Maju Jokowi Sebut Fenomena Global Penuh Kejutan dan Resiko

8 Pemirsa

Visi RI 1 Jokowi: Kita Tinggalkan Cara Lama dan Ciptakan Inovasi
Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan visi Indonesia di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Minggu (14/7/2019).

Dalam kesempatan itu Jokowi mengatakan, seluruh pihak saat ini harus menyadari bahwa bangsa Indonesia hidup di lingkungan global yang sangat dinamis. Dimana fenomena global penuh dengan perubahan, kecepatan, risiko serta kompleksitas.

“Penuh kejutan-kejutan yang sering jauh dari kalkulasi dan hitungan kita,” kata Jokowi dalam Pidato Visi RI 1.

Untuk itu, kata Jokowi, bangsa Indonesia harus mencari model, cara, dan nilai baru untuk solusi menghadapi masalah yang dihadapi.

Jokowi mendorong semua pihak meninggalkan cara dan pola lama dalam organisasi lembaga dan pemerintahan yang tidak efektif serta efisien. Menurutnya bangsa Indonesia harus menciptakan inovasi.

“Yang sudah tidak efektif kita buat menjadi efektif. Yang tidak efisien kita buat jadi efisien, Manajemen yang seperti ini lah yang kita perlukan sekarang ini,” kata Jokowi.

“Kita harus menuju sebagai negara yang lebih produktif, yang memiliki daya saing, yang memiliki fleksibilitas yang tinggi,” imbuhnya.

Setidaknya ada lima poin penting yang disampaikan dalam pidato visi Indonesia Jokowi.

Karena itu, dalam pemerintahannya kelak, Jokowi menyiapkan tahapan-tahapan besar:

Infrastrukutur terus berlanjut dengan cepat dan tersambung ke pelabuhan, bandara. “Sambungkn ekonomi, pariwisata, persawahan, hutan, tambak.”Pembangunan SDM priority sebagai kunci Indonesia kedepan “Dengan menjamin ibu hamil, bayi, anak-anak kita harus dijaga jangan ada kematian ibu dan stunting.”

Selain itu pentingnya kualitas pedidikan untuk menciptakan vocational, dengan membangun lembaga talenta memberi dukungan kepada Diaspora untuk membawa Indonesia ke kancah global.

Membuka investasi seluas-luasnya. Jokowi menyebut jangan alergi terhadap investasi. MEnurutnya yang menghambat investasi harus dipangkas. Kedepan kata Jokowi yang berbelit-belit, lambat, diingatkan untuk hati-hati karena Jokowi memastikan akan mengejar, mengontrol, cek kalau perlu Jokowi akan menghajar. “Karena ini kunci lapangan kerja seluas luasnya.”Reformasi birokrasi. Jokowi mengatakan akan membuat Organisasi semakin sederhana, semakin lincah. “Kalo mindset tdk berubah akan dipangkas. Keceptan melayani menjadi kunci reformasi birokrasi. Akan terus cek. dan saya pastikan kalau tidak pejabatnya saya copot.”

Untuk itu Jokowi mengatakan butuh Menteri Menteri yang berani. Sehingga jika ada lembaga yang tidak bermanfaat akan dibubarkan. “Tidak ada lagi pola pikir lama. Pola kerja rutin, hanya zona nyaman, harus berubah dan bangun nilai-nilai baru.”

Menjamin penggunaan APBN harus fokus dan memberi manfaat ekonomi kesejahteraan rakyat. Dan untuk mewujudkan mimpi besar itu menurutnya masyarakat harus bersatu, optimis dan percaya diri.

“Negara kita besar, geografi, aneka ragam, harus berani dan kita yakin menjadi salah satu negara maju dunia.”

Jokowi juga tak lupa mengatakan bahwa Pancasila satu-satunya pemersatu. Karena Pancasila adalah rumah bersama. Sehinga tidak ada toleransi yang mengganggu Pancasila. Yang mempersalahkan Pancasila.

“Tidak ada lagi orang yang tidak menghormati perbedaan dalam Pancasila. Indonesia maju, adil dan makmur.

Terakhir kata Jokowi ini bukan tentang aku atau kamu, kita atau mereka. Bukan soal Barat dan Timur. Tapi ini tentang bangsa kita bersama. Karena itu jangan ragu untuk maju karena kita bersatu.


Artikel yang berjudul “Dalam Visi Indonesia Maju Jokowi Sebut Fenomena Global Penuh Kejutan dan Resiko” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

“Sudah 10 Bulan Saya Menjabat Masak Masalah Air Bersih Tak Bisa Teratasi” – Kilas Pembaruan


Wagub Sumut Musa Rajekshah menerima kunjungan Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Lantai 9, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Kota Medan, Senin (15/7). 

sentralberita|Medan~Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekshah menyambut baik keinginan  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memperbaharui kerja sama Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional yang telah kedaluwarsa. Diharapkan kerja sama tersebut dapat menjadi solusi persoalan air bersih di daerah ini.

“Tujuan kita ini adalah masyarakat, kita harus bergerak dan jangan lama lama, kasihan masyarakat yang belum mendapat air bersih. Saya sepakat dengan Pak  Menteri, sudah sepuluh bulan saya menjabat masak masalah air bersih tak juga bisa teratasi, masalah yang terjadi di masyarakat, air ini penting, bila perlu kita cari sumber air yang baru,” ucap Wagub ketika menerima kunjungan dari Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Lantai 9, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Kota Medan, Senin (15/7).

Wagub menegaskan, bahwa program ini harus segera dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat. Namun harus tetap mengikuti aturan yang berlaku. “Yang penting tidak menyalahi aturan. Kalau bisa minggu ini sudah ada sounding dengan Tim Binjai, Deliserdang dan Pemko Medan,” tambah Musa Rajekshah.

Sebelumnya, Agus Ahyar, Direktur Pengembangan SPAM Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR  menyampaikan tiga point pada Wagub Sumut. “Pertama untuk percepatan SPAM Regional daerah  Medan-Binjai-Deliserdang, lalu program mempercepat penyediaan air untuk Medan bagian Utara, dan terakhir hibah air minum untuk PDAM Tirtanadi dari Kemenkeu untuk masyarakat berpenghasilan rendah, ini akan mengoptimalkan SPAM yang sudah ada sekarang,” ucap Agus.

Agus menjelaskan, bahwa dahulu ada kesepahaman antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah Medan-Binjai-Deliserdang tentang pembangunan SPAM Regional yang berlaku sampai Januari 2019 lalu. “Itu yang akan kita perbaharui dalam waktu dekat ini,”ujarnya.

Pemerintah pusat pun menaruh perhatian terhadap pelaksanaan program ini, karena sudah terbengkalai selama delapan tahun. “Program ini sudah delapan tahun belum terlaksana juga, mudah mudahan dengan semangat dari Pak Wagub ini bisa cepat direalisasikan, karena masih banyak warga yang belum mendapatkan air bersih,” tambah Agus.

Direktur Utama PDAM Tirtanadi Trisno Sumantri juga mengaminkan, bahwa Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional adalah program lama. Jadi pihak pusat hadir ke mari untuk menindaklanjuti dan mencari tahu apa kendalanya, sehingga pengerjaan ini dapat segera dilaksanakan. “Untuk itu kami harus duduk bersama juga dengan pemerintah daerah,” ucap Trisno. (SB/01)

Comments

Artikel yang berjudul ““Sudah 10 Bulan Saya Menjabat Masak Masalah Air Bersih Tak Bisa Teratasi” – Kilas Pembaruan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Gemak Libatkan Emak dan Anak Unjukrasa di PN Medan – Kilas Pembaruan

sentralberita|Medan~Massa aksi yang menggelar aksi demonstran di depan Pengadilan Negeri (PN) Medan dipertanyakan humas Djamaluddin selaku Juru Bicara PN Medan.

Diketahui, puluhan massa mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (Gemak) menggelar aksi didepan gedung PN Medan, Senin (15/7),juga melibatkan emak – emak dan anak -anak.

Kedatangan massa yang lengkap membawa spanduk itu meminta agar hakim yang memimpin sidang terdakwa kasus dugaan pengemplangan pajak ratusan milyar bernama Husin agar benar-benar membongkar praktek permainan mafia pajak dan meminta agar menyita seluruh aset terdakwa Husin.

Namun sesaat humas Djamaluddin selesai mendengar pernyataan sikap yang dibacakan kordinator aksi bernama Fandi Ginting, Djamaludin sempat bertanya tentang status massa yang berunjuk rasa. “Jadi kalau saya melihat ini adalah Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (Gemak) apakah yang ada hari ini disini, mahasiswa semuanya? Atau bagaimana?,” tanya Djamaluddin. Fandi menjawab pertanyaan Djamal dengan tenang. “Jadi ini ada tiga lembaga. Gemak, Barisan Mahasiswa Nusantara dan LSM Sentral Monitoring,” jawab Fandi.

Mendengar jawaban Fandi, Djamal akhirnya memahami setelah disebut bahwasanya ada tiga elemen yang menggelar aksi serentak tersebut. Menyikapi pernyataan sikap massa, Djamal mengatakan kasus tersebut belum disidangkan pengadilan. 

“Mengenai tuntutan massa supaya dihukum berat (terdakwa Husin), saya hanya bisa menyampaikan, pengadilan hanyalah sebagian institusi penegakan hukum. Jadi, kalau pengadilan tergantung apa yang didakwakan oleh jaksa. Sepanjang jaksa bisa membuktikan apa yang didakwakannya dipersidangan, maka hakim akan menghukum dia bersalah. Tapi kalau jaksa tidak bisa membuktikan, maka hakim akan membebaskan,” ucap Djamaludin dihadapan massa aksi. 

Aksi massa yang dimulai sejak pukul 13.00 hingga pukul 15.00 wib berlangsung damai. Arus lalu lintas tidak terganggu. Pantauan wartawan, tampak puluhan ibu-ibu rentan dan anak-anak ikut dalam aksi itu. (SB/FS

Comments

Artikel yang berjudul “Gemak Libatkan Emak dan Anak Unjukrasa di PN Medan – Kilas Pembaruan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Kejaksaan Ulang Tahun, Sidang di PN Medan Ditiadakan Sepihak – Kilas Pembaruan

sentralberita|Medan ~Rangkaian kegiatan dalam rangka HUT Adhyaksa tahun 2019 berdampak pada gelaran persidangan di Pengadilan Negeri ( PN ) Medan.Kejari Medan meniadakan sepihak persidangan di PN Medan

Tidak seperti biasanya,hingga pukul 14.30 wib,tahanan dari Rumah tahanan Tanjung Gusta Medan belum juga nampak hadir dibawa petugas pengawal tahanan.

Biasanya,tahanan telah hadir setidaknya pukul 12.30 – 13.00 Wib,namun pada Senin ( 15/7/2019),tidak satupun Jaksa baik dari Kejari Medan maupun Kejatisu yang terlihat hadir untuk bersidang.

Ruang sidang pun tampak sepi begitu juga dengan ruang sel sementara tahanan tidak satupun Waltah maupun pengawal tahanan yang dapat dijumpai.

Terkait hal ini,Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Medan Parada Situmorang  yang dihubungi via WhatsApp mengatakan alasan penundaan sidang adalah berkaitan dengan digelarnya pekan olahraga bakti Adhyaksa tahun 2019 di Kejatisu.

Namun ketika ditanya apakah penundaan sidang sudah melalui kesepakatan dengan hakim PN Medan,Parada tidak lagi menjawab.

Sementara Humas PN Medan Djamaluddin kepada wartawan mengungkapkan tidak ada pemberitahuan resmi dari pihak Kejaksaan Negeri Medan,terkaitan peniadaan sidang.

PN Medan tidak ada menerima pemberitahuan resmi dari Kejari Medan,terkait peniadaan sidang hari ini ( 15/7),kalau kita kan sifatnya menunggu kalau mereka bawa tahanan,ya kita sidangkan,kita menunggu sifatnyatandas Djamal.

Amatan wartawan,baik sel sementara maupun ruangan sidang sama sekali kosong tidak ada acara persidangan khususnya pidana umum.Sedangkan hanya terlihat satu dua sidang kasus perdata.(SB/FS)

Comments

Artikel yang berjudul “Kejaksaan Ulang Tahun, Sidang di PN Medan Ditiadakan Sepihak – Kilas Pembaruan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Wakil Wali Kota Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter – Kilas Pembaruan

sentralberita|Medan~ Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi bertindak sebagai pembina upacara pada hari pertama masuk sekolah di SMP Negeri 27 Medan, Jalan Pancing Pasar IV, Kecamatan Medan Tembung, Senin (15/7). 

Seluruh siswa diharapkan semakin semangat menuntut ilmu guna menjadi generasi penerus bangsa yang unggul dan berdaya saing sehingga mampu memberi kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara, khususnya Kota Medan.

Upacara yang berlangsung tertib dan penuh khidmat itu turut dihadiri Kadis Pendidikan Kota Medan Marasutan Siregar, Kabag Humas Alrahman Pane, Camat Medan Tembung Ahmad Barli Nasution beserta para lurah dan kepling, Kepala Sekolah SMPN 27 Sawalina serta seluruh tenaga pengajar.

Ketika memberikan arahan, Wakil Wali Kota menekankan akan pentingnya mengajarkan dan menanamkan pendidikan karakter sejak usia sekolah. Hal tersebut guna membentuk karakter siswa menjadi pribadi yang bertanggung jawab, baik bagi diri sendiri maupun orang lain, terlebih pada penanaman karakter bersih dan disiplin.

Selama ini ungkap Wakil Wali Kota, pendidikan yang dilakukan fokus pada pemahaman tentang mata pelajaran semata sehingga lupa dengan penanaman karakter. Padahal penanaman karakter sangat penting bagi seluruh anak didik sehingga terbentuk pribadi yang berkarakter.

“Penanaman karakter harus diajarkan kepada semua peserta didik agar terbentuk pribadi yang berkarakter, sehingga peserta didik nantinya dapat memberi dan menjadi contoh baik bagi yang lainnya, terkhusus dalam karakter disiplin dan bersih. Dengan demikian dimana pun mereka berada, karakter akan tetap tertanam dalam diri masing-masing,” kata Wakil Wali Kota.

Selanjutnya Wakil Wali Kota berharap agar para siswa mampu menjadi teladan yang baik tidak hanya di lingkungan sekolah tapi juga di mana saja. Oleh karenanya tegasnya, membentuk karakter para peserta dididik, terlebih di tahun ajaran baru ini menjadi tugas dan tantangan bagi para guru.

 ‘’Momentum tahun ajaran baru menjadi awal untuk lebih meningkatkan mutu pengajaran dan pendidikan di Kota Medan. Yang paling penting kembali harus diingat adalah penanaman karakter. Terhitung sejak hari ini, kita harus komitmen untuk melakukannya agar Kota Medan diisi dengan generasi berakhlak dan berkarakter yang peduli pada kedisiplinan dan  kebersihan,’’ tegasnya.

Diingatkan Wakil Wali Kota, penanaman karakter penting dilakukan sejak golden age (usia emas) karena para siswa merupakan investasi bagi Kota Medan. Untuk itu kepada seluruh guru, Akhyar mengimbau dan menekankan agar dapat menjadi contoh atau suri tauladan bagi para siswa sehingga kebersihan tidak hanya sekedar teori tapi juga implementasi.

‘’Terkhusus bagi para guru, saya menekankan agar dapat menjadi contoh bagi para siswanya. Kebersihan menjadi tugas kita semua, sebab sehebat apapun fasilitas yang telah disediakan Pemko Medan namun jika tidak didukung dengan perilaku masyarakatnya, maka mustahil kebersihan Kota Medan akan terjaga. Mari membiasakan buang sampah pada tempatnya, apalagi sampah dari jajanan yang dibeli,’’ pesannya.

Terakhir, Wakil Wali Kota memotivasi siswa agar tetap semangat dalam belajar sehingga siap menghadapi tantangan di masa depan. ‘’Selamat belajar anak-anakku sekalian karena kalian adalah masa depan Indonesia. Rajinlah belajar dan tingkatkan kecerdasan serta tanamkan karakter-karakter baik dalam diri kalian. Sebab, tantangan hidup ke depan tidak bisa hanya dihadapi dengan kecerdasan dan kepintaran, tetapi juga karakter memiliki peran menentukan masa depan kalian,’’ ungkapnya.

Usai upacara, Wakil Wali Kota selanjutnya meninjau sekolah, terutama bagian belakang sekolah. Betapa kecewanya orang nomor dua di Pemko Medan tersebut, sebab terlihat banyak sampah berserakan. Akhyar langsung menginstruksikan Kepsek SMPN 27 Medan untuk membersihkannya dengan melibatkan seluruh siswa sebelum proses belajar mengajar dimulai. “Jika lingkungan sekolah bersih, siswa akan merasa tenang dan nyaman serta terhindar dari bibit penyakit,” pungkasnya. (SB/01/H/KU)

Comments

Artikel yang berjudul “Wakil Wali Kota Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter – Kilas Pembaruan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita