Totti Nikmati Permainan Roma Era Paulo Fonseca

Roma,- Performa AS Roma saat menang 4-2 atas Sassuolo mendapat pujian dari legenda hidup klub, Francesco Totti. Ia mengaku sangat menikmati permainan yang diterapkan pelatih Paulo Fonseca.

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Olimpico itu empat gol Roma dicetak Edin Dzeko, Bryan Cristante, Henrikh Mkhitaryan, dan Justin Kluivert. Hasil 4-2 sekaligus jadi kemenangan pertama mereka musim ini.

Bagi Francesco Totti, penampilan Edin Dzeko dkk sangat sempurna. Ia pun yakin klubnya itu bisa melewati musim ini dengan mudah jika mampu mempertahankan performa seperti saat menghadapi Sassuolo.

“Pertandingan ini berjalan sangat menyenangkan, terutama di babak pertama saat kami mendapat banyak peluang untuk mencetak gol. Saya sangat menikmati performa tim. Permainan inilah yang jadi keunggulan Fonseca selama ini,” ujar Totti seperti dilansir, Selasa (17/9/2019).

“Saya pikir kami akan melewati pertandingan dengan mudah jika kami mampu bermain seperti ini setiap saat. Tapi musim ini masih sangat panjang dan semua kemungkinan masih bisa terjadi,” sambungnya.

Lebih lanjut, pria yang sepanjang kariernya hanya memperkuat AS Roma ini percaya dengan kans mantan klubnya. Bahkan posisi empat besar akan berada dalam genggaman.

“Kami selalu ingin berada di atas dan saya percaya kami musim ini bisa mencapai empat besar. Kami mampu mendapatkan tiga pemain penting yang akan meningkatkan performa tim. Mereka akan memberikan kontribusi besar,” tutup Francesco Totti.


Artikel yang berjudul “Totti Nikmati Permainan Roma Era Paulo Fonseca” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Pemprov dan KI Sumut Komitmen Tingkatkan Keterbukaan Informasi

Medan,- Untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bersama dengan Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumut berkomitmen untuk meningkatkan katerbukaan informasi, baik di lingkungan Pemprov Sumut maupun di tingkat kabupaten/kota.

Hal ini terungkap saat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Sabrina menerima Ketua KI Sumut Robinson Simbolon, beserta rombongan di ruang kerja Sekdaprov, lantai 9, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (17/9).

“Transparansi atau keterbukaan merupakan suatu keharusan di era digital saat ini. Termasuk pemerintah, wajib membuka akses informasi bagi masyarakat seperti yang disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,” ucap Sabrina.

Sabrina menilai, meningkatnya keterbukaan informasi tentu akan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap program-program pembangunan. Dengan demikian, masyarakat juga turut berpartisipasi baik melalui pengawasan atau memberikan rekomendasi. “Sehingga, mereka kan tidak bertanya-tanya itu, apa yang dikerjakan pemerintah sebenarnya,” ujarnya.

Terkait monitoring keterbukaan informasi, Sabrina mengatakan perlu dilakukan tindak lanjut bagi OPD atau kabupaten/kota yang tidak serius mengikuti tahapan monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi publik. Jika ada kesulitan, akan dibantu dengan program pelatihan maupun sosialisasi.

“Selain itu, perihal keterbukaan informasi ini juga, perlu kita lakukan komunikasi dan koordinasi berkala untuk menyamakan persepsi terkait informasi seperti apa yang bisa dipublikasikan atau tidak. Sehingga, tidak ada nanti kebingungan-kebingungan antar OPD yang satu dengan yang lain atau kabupaten/kota,” tegas Sabrina.

Sebelumnya, Ketua KI Sumut Robinson Simbolon menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumut yang telah mengalami peningkatan keterbukaan informasi publik secara signifikan di masing-masing OPD. “OPD di tingkat Pemprov Sumut sudah memperlihatkan peningkatakan implementasi KIP secara signifikan. Dari 41 OPD di jajaran Pemprov, 39 telah menyerahkan kuesioner dan melakukan presentasi. Sedangkan 33 kabupaten/kota, 30 sudah berpartisipasi mengembalikan kuesioner dan presentasi,” jelas Robin, yang hadir bersama Wakil Ketua KI Sumut Eddy Syahputra Sormin, dan Kepala Divisi Kelembagaan KI Sumut Ramdeswati Pohan.

Sepakat dengan Sekdaprov Sumut, Robin berharap upaya peningkatan KIP terus terlaksana. Selain memberi banyak manfaat untuk masyarakat, juga untuk mewujudkan Pemprov Sumut sebagai salah satu pemerintahan yang informatif pada Anugerah KIP 2019.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Asisten Administrasi Umum dan Aset Setdaprov Sumut M Fitriyus, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika M Ayub, dan Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Hendra Dermawan.


Artikel yang berjudul “Pemprov dan KI Sumut Komitmen Tingkatkan Keterbukaan Informasi” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Nawal Lubis Ajak Perangi Stunting

Medan,- Ratusan anak dari berbagai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Medan bergembira bersama di Aula Raja Inal Siregar, Lantai 2 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No 30 Medan, Selasa (17/9). Mereka bermain kuis, bernyanyi dan menari dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Sumatera Utara (Sumut).

Acara yang mengusung tema “Gemar Makan Ikan dan Cinta Laut untuk Cegah Stunting dan Membangun Cinta NKRI” tersebut berlangsung santai dan meriah hingga akhir. Hadir Ketua TP PKK Sumut yang juga Bunda PAUD Sumut Nawal Edy Rahmayadi, Ketua HIMPAUDI Sumut Aminah Yunus Rasyid, ketua dan anggota HIMPAUDI kabupaten/kota se-Sumut, anggota Dharma Wanita dan TP PKK Sumut.

Nawal Edy Rahmayadi mengapresiasi pemilihan tema yang diangkat dalam peringatan HUT tersebut. Katanya, hal itu membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya stunting sekaligus ajakan untuk memerangi stunting.

“Sebagai perwakilan orang tua, kita juga harus turut memperhatikan gizi anak-anak PAUD yang kita didik. Sosialisasi gemar makan ikan harus gencar dilakukan juga diinformasikan kepada para orang tua. Sehingga, tak ada yang namanya gagal tumbuh karena kekurangan gizi,” ujar Nawal.

Untuk memerangi stunting, Nawal menceritakan bahwa beberapa bulan lalu dirinya bersama salah satu perusahaan ojek daring meluncurkan program bernama Fight Againts Stunting yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat melalui konten-konten kreatif.

“Saya berharap HIMPAUDI Sumut juga akan mengeluarkan terobosan-terobosan untuk memerangi stunting. Saya harap HIMPAUDI di kabupaten/kota agar bersinergi dengan TP PKK di kabupaten/kota masing-masing. Dengan bekerja sama pekerjaan akan lebih mudah dan ringan,” jelasnya.

Nawal kemudian mengucapkan selamat atas peringatan HUT HIMPAUDI. Peringatan HUT ditandai dengan pemotongan kue oleh Bunda PAUD Sumut Nawal Edy Rahmayadi didampingi Ketua HIMPAUDI Aminah Yunus Rasyid. Kemudian, dilanjutkan dengan acara hiburan berupa penampilan senam ratusan anak-anak PAUD.

Sebelumnya, Ketua HIMPAUDI Sumut Aminah Yunus Rasyid mengatakan bahwa untuk memerangi stunting dan kurang gizi, HIMPAUDI Sumut telah mengadakan perjanjian kerja sama antara Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia untuk menggalakkan program nasional Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN).

“Kepada Bunda PAUD kami ucapkan terima kasih atas bimbingan dan arahan yang selama ini kami terima, semoga harapan-harapan Bunda untuk memerangi stunting di Sumut bisa terwujud, salah satunya melalui aksi-aksi yang dilakukan oleh HIMPAUDI Sumut,” ucapnya.

Salah satu perwakilan HIMPAUDI kabupaten/kota yakni Penasehat Pengurus Daerah HIMPAUDI Asahan Safaruddin Nasution menyampaikan bahwa mereka siap menyahuti arahan Bunda PAUD Sumut untuk berkordinasi dengan TP PKK Asahan dalam memerangi stunting.


Artikel yang berjudul “Nawal Lubis Ajak Perangi Stunting” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

4 Personil Polsek Medan Area Diduga Jebak Terdakwa Irfandi Dihadirkan

Medan- Sidang lanjutan kasus kepemilikan sabu 0,20 Gram dengan terdakwa M Irfandi kembali berlangsung diruang Kartika Pengadilan Negeri Medan, Selasa (17/09). 

Kali ini menghadirkan empat saksi dari Polsek Medan Area, dimana keempat juga telah ditetapkan dalam kasus pemerasan dengan korbannya adalah terdakwa M Irfandi.

Para saksi merupakan oknum yang menangkap terdakwa M Irfandi dan teman wanitanya Putri Intan Sari Siregar (dalam BAP disebutkan masih DPO), yakni Bripka Jenli Damanik, Aiptu Jefri Panjaitan, Brigadir Akhiruddin Parinduri dan Aiptu Arifin Lumbangaol.

Dalam persidangan penuntut umum Emmy Khairani Siregar SH, mulai pertanyaan seputaran penangkapan terhadap terdakwa, sebagaiamana dalam keterangannya Jefri Panjaitan mengaku sebagai bertindak kepala tim (katim) dalam penangkapan tersebut. Terdakwa katanya masuk dalam Target Operasi (TO) Polsek Medan Area selama 2 bulan.

Timnya juga membenarkan kalau terdakwa M Irfandi ditangkap bersama teman wanitanya tersebut namun berhasil kabur.

Namun Maswan Tambak SH selaku penasehat hukum (PH) terdakwa melakukan protes (keberatan) atas keterangan saksi sebagai katim. Saksi diduga kuat memberikan keterangan palsu di persidangan yang terbuka untuk umum tersebut.

“Izin yang mulia, dari semua keterangan saksi ini hampir sebagian besar palsu dan kami keberatan ini dicatat di persidangan,” protes Maswan.kepada  majelis hakim diketuai Irwan Effendi SH,MH.

Maswan juga menanyakan apa yang membuat terdakwa harus menggeledah barang buktinya sendiri. Padahal sesuai SOP itu harus polisi yang menggeledah.

PH dari LBH Medan itu Maswan juga mencecar para saksi tentang alasan tidak membawa terdakwa ke Kantor Kepolisian Polsek Medan Area sesudah ditangkap. “Kenapa harus dibawa ke Jalan Gandhi? Urusan apa makanya terdakwa di bawa ke sana,” tanyanya dan dijawab Jefri merupakan bagian pengembangan kasus. Persisnya di salah satu Pos Kamling.

Sontak hal tersebut membuat gelak tawa seluruh pengunjung sidang hingga akhirnya. Hakim ketua Irwan Efendi terpaksa mengetuk palu sembari meminta pengunjung sidang tertib.

Dalam kesempatan tersebut, Maswan Tambak juga menanyakan kronologi sekitar buronnya teman wanita terdakwa tersebut padahal dijaga oleh tiga anggota saksi. 

Saksi lainnya kemudian. menguraikan, saat itu ramai orang dan hanya terdakwa Irfandi yang diborgol tangannya sedangkan Intan luput dari perhatian berhasil kabur sekira pukul 04.00 WIB.

Lagi-lagi jawaban tersebut membuat pengunjung kembali tertawa. Bahkan salah seorang hakim anggota spontan menanggapi. “Jam 4 subuh kan masih sepi kok bisa ramai dibilang,” ungkapnya dan keempat saksi hanya bisa bungkam. Irfandi kemudian membantah ada menelepon orang tua korban untuk meminta uang agar kasus terdakwa tidak diproses hukum. 

Ketika dikonfrontir, terdakwa Irfandi membantah beberapa hal keterangan para saksi polisi tersebut. Dirinya tidak ada memiliki sabu di kantong celananya. Kedua dirinya bukan ditempatkan di sebuah pos kamling namun di rumah kosong tepatnya sebuah rumah makan. 

Sementara mengutip dakwaan JPU, terdakwa bersama teman wanitanya bernama Putri Intan Sari Siregar (DPO) pada 26 Maret 2019 berencana hendak mengkonsumsi narkotika Golongan I jenis sabu. Sebelum tertangkap, terdakwa M Irfandi menyuruh teman wanitanya membeli narkotika dan memberikan uang Rp100 ribu. 

Selanjutnya mereka berboncengan sepeda motor Honda Scoopy warna hitam BK 3322 AEO. Namun ketika melintas di Jalan Gedung Arca Kecamatan Medan Kota, sekira pukul 04.00 WIB diberhentikan keempat saksi dari Polsek Medan Area tersebut. (dnalams)


Artikel yang berjudul “4 Personil Polsek Medan Area Diduga Jebak Terdakwa Irfandi Dihadirkan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Kemplang Pajak, Direktur PT Uni Palma Husin Dihukum 4 Tahun Penjara

Medan – Direktur PT Uni Palma, Husin dihukum empat tahun penjara oleh majelis hakim dalam persidangan yang berlangsung di Cakra 5 PN Medan, Selasa (16/09). Ia terbukti mengemplang pajak dengan menerbitkan faktur transaksi bisnis yang tidak sebenarnya.

Putusan yang dibacakan, Ketua Majelis Hakim Erintuah Damanik juga memberikan pidana tambahan kepada Husin untuk membayar denda sebesar 3 kali Rp107.914.286.966 (seharusnya menjadi pemasukan negara sektor pajak) sehingha total denda Rp323.742.860.898 atau digantikan dengan kurungan badan selama enam bulan bila tidak membayarnya selain terdakwa juga diperintahkan dalam tahanan.

Majelis hakim menyatakan terdakwa melanggar Pasal 43 Ayat (1) UU Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 16 Tahun 2009 Jo Pasal 64 ayat (1) KUH Pidana, telah terbukti.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih berat dari tuntutan jaksa karena sebelumnya menuntut terdakwa selama 3 tahun penjara dan mewajibkan denda 2 kali dari besaran pajak yang dikemplang (Rp107,9 miliar) menjadi Rp215,8 miliar bersama sama dengan Sutarmanto (berkas penuntutan terpisah), selaku Komisaris Utama PT Uni Palma.

Ketika dikonfrontir hakim ketua, tim PH terdakwa menyatakan pikir-pikir, apakah menerima atau melakukan upaya hukum.banding atas vonis majelis hakim tersebut.

Pantauan awak media, selama persidangan terdakwa Husin tampak gelisah. Beberapa kali dia berusaha duduk dalam posisi tegak menghadap majelis hakim. Sesekali juha mengusap kening dengan kedua telapak tangannya.

Sementara mengutip dakwaan JPU, terdakwa Husin bersama Sutarmanto mendirikan PT Uni Palma. Husin sebagai Direktur dan Sutarmanto sebagai komisaris. Terdakwa kemudian seolah menanamkan investasi Rp200 juta sedangkan Sutarmanto Rp50 juta.

Keduanya kemudian membuat laporan di atas kertas seolah ada melakukan transaksi jual beli minyak sawit mentah (CPO) dengan 9 perusahaan di Jakarta sejak Januari 2011 hingga Juni 2013. Akibat perbuatan terdakwa Husin dan Sutarmanto, negara tidak mendapatkan pemasukan di sektor pajak senilai Rp107,9 miliar. (dnalams)


Artikel yang berjudul “Kemplang Pajak, Direktur PT Uni Palma Husin Dihukum 4 Tahun Penjara” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

The Blues Keok di Stamford Bridge

London,- Chelsea harus menelan pil pahit jalani laga perdana babak fase grup Liga Champions. The Blues keok di markas sendiri, Stadion Stamford Bridge menghadapi Valencia, Rabu (18/9/2019).

Bermain di hadapan publiknya sendiri Chelsea sejak menit awal babak pertama cukup tegang. Meski sempat mengurung area pertahanan Valencia, sejumlah peluang Chelsea tak ada yang berbahaya.

Justru Valencia yang kemudian mencoba berbalik menekan di pertengahan babak pertama. Menit ke-20, Valencia mendapat peluang pertamanya lewat sundulan Jose Gaya. Berselang 11 menit gantian Willian yang mendapat peluang.

Sayang tendangan Willian masih melebar dari gawang Valencia. Menit ke-41, Willian kembali mendapat peluag emas. Tinggal berhadapan denga Cillessen, sepakan pemain Brasil itu masih melambung tinggi.

Skor tanpa gol pun jadi hasil akhir di babak pertama. Di babak kedua, Valencia berinisiatif mengambil skema serangan dan mencoba mengatur tempo di area tengah.

Sementara itu tim besutan Frank Lampard mencoba untuk mengimbangi pertarungan di lini tengah. Sejumlah peluang berhasil didapat The Blues salah satunya dari Pedro.

Terus menerus menekan, justru Chelsea menelan pil pahit setelah pada menit ke-74, Rodrigo Moreno berhasil menaklukkan Kepa. 1-0 Valencia memimpin. The Blues sebenarnya dapat peluang untuk menyamakan kedudukan.

Sayang sepakan penalti dari Ross Barkley tak berhasil menembus gawang Valencia. Skor tak berubah 1-0 untuk keunggulan Valencia.

Susunan pemain Chelsea vs Valencia:

Chelsea: Kepa Arrizabalaga; Fikayo Tomori, Andreas Christensen, Kurt Zouma; Cesar Azpilicueta, Jorginho, Mateo Kovacic, Marcos Alonso; Willian, Tammy Abraham, Mason Mount.

Kartu kuning: Jorginho
Kartu merah:

Pelatih: Frank Lampard

Valencia: Jasper Cillessen; Daniel Wass, Ezequiel Garay, Gabriel Paulista, Jose Gaya; Geoffrey Kondogbia, Francis Coquelin, Daniel Parejo (c), Denis Cheryshev; Rodrigo Moreno, Kevin Gameiro.

Kartu kuning: Coquelin
Kartu merah:

Pelatih: Albert Celades


Artikel yang berjudul “The Blues Keok di Stamford Bridge” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Inilah Amfibi Terbesar Dunia, Salamander Dari China Selatan

Amfibi yang disebutkan sebagai salamander terbesar dengan ukuran sekitar dua meter ditemukan, spesies yang terancam punah karena banyak ditangkap untuk disantap, demikian hasil penelitian DNA dari spesimen museum.

Salamander raksasa atau sejenis kadal di China Selatan sepanjang hampir dua meter ini terancam punah dan para ilmuwan menyebutkan perlu dilakukan upaya konservasi.

Penangkapan binatang untuk disantap sebagai sajian hewan eksotis membuat sejumlah spesies berkurang jumlahnya di China.

Sebelumnya salamander ini dianggap sebagai satu spesies, tetapi analisa spesimen mati dan masih hidup menunjukkan terdapat tiga spesies di sejumlah daerah di China.

Salamander China Selatan adalah yang terbesar dari ketiganya. Para peneliti memperkirakan hewan ini adalah amfibi terbesar yang masih hidup saat ini.

Profesor Samuel Turvey dari Zoological Society of London (ZSL) mengatakan penurunan jumlah di alam sebagai sebuah “bencana”.

“Kami berharap pemahaman terbaru tentang keragaman spesies ini dapat mendukung keberhasilan konservasi, tetapi langkah darurat diperlukan untuk melindungi populasi salamander raksasa yang kemungkinan masih ada,” katanya.

Peneliti lainnya, Melissa Marr, dari Natural History Museum London mengatakan sejumlah langkah harus ada untuk mempertahankan susunan gen dari masing-masing spesies yang berbeda.

“Berbagai spesies ini ditemukan dan perlu segera dilakukan tindakan untuk menyelamatkan salamander raksasa China di alam,” katanya.

Salamander raksasa sebelumnya pernah ditemukan di sejumlah tempat di China bagian tengah, timur dan selatan.

Penangkapan berlebihan meningkat dalam beberapa dekade terakhir, untuk memasok pasar makanan hewan yang dianggap eksotis di China.

Industri peternakan skala besar yang telah dikembangkan, dipandang dapat mengancam populasi di alam karena perburuan dan penyebaran penyakit menular.

Para peneliti menggunakan spesimen museum untuk mengkaji sejarah genetika salamander raksasa China, kelompok yang sangat kuno sehingga binatang ini dipandang sebagai “fosil hidup”.

Pemikiran bahwa salamander raksasa China Selatan sebagai spesies tersendiri pertama kali diusulkan pada tahun 1920-an, tetapi kemudian tidak ditindaklanjuti karena binatang tidak biasa ini dipelihara di Kebun Binatangan London.

Tim kemudian menggunakan binatang sama, yang sekarang diawetkan sebagai sebuah spesimen di Natural History Museum, untuk mengetahui sifat-sifat khas spesies baru.


Artikel yang berjudul “Inilah Amfibi Terbesar Dunia, Salamander Dari China Selatan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Waduhh…Gara-gara Mimpi Buruk Wanita Cantik ini Telan Cincin Tunangan

Seorang perempuan Amerika Serikat terpaksa menjalani operasi setelah menelan cincin pertunangan dalam tidurnya.

Jenna Evans, 29 tahun, mengatakan dia dan tunangannya Bobby berada dalam kereta yang melaju cepat dan dia dipaksa untuk menelan cincin itu untuk melindunginya dari “orang jahat”.

Dia terbangun di rumahnya di California dan menyadari bahwa apa yang baru saja dia alami adalah sebuah mimpi, namun dia mendapati cincin pertunangannya tak lagi ada di jari manisnya.

Dia mengatakan bahwa dia memahami apa yang baru saja terjadi. Setelah itu, dia membangunkan Bobby dan menjelaskan apa yang terjadi. Pasangan itu kemudian langsung beranjak ke rumah sakit.

Evans menuturkan bahwa dia kesulitan untuk mengingat situasi itu kepada petugas medis “karena saya tertawa/menangis dengan sangat keras”.

Hasil pemindaian X-ray mengindentifikasi cincin 2,4 karat di perutnya dan para dokter sepakat tidak bijaksana “untuk membiarkan alam bekerja dengan sendirinya”.

Evans yang tinggal di San Diego, California, kemudian menjalani prosedur untuk memindahkan cincin itu dari tubuhnya, namun dia diharuskan untuk menandatangani perjanjian yang menjelaskan penyebab kematiannya, jika operasi tersebut gagal.

“Saya kemudian menangis kencang karena saya sangat marah jika saya meninggal,” tuturnya. “Saya menunggu cincin pertunangan ini lama dan saya akan menikahi Bobby Howell.”

Prosedur itu akhirnya berhasil dan Evans menyebut dia terbangun “dengan tangisan histeris”.

“Saya sangat bahagia sebab saya tidak tahu apa saya bisa melihatnya dan menghargainya dengan cara yang sama,” ujarnya kepada saluran berita ABC.


Artikel yang berjudul “Waduhh…Gara-gara Mimpi Buruk Wanita Cantik ini Telan Cincin Tunangan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Di San Paolo, The Red Tumbang

San Paolo,-Juara bertahan Liga Champions musim lalu Liverpool harus mengakui kehebatan Napoli di Stadion San Paolo, Rabu (18/9/2019). Napoli vs Liverpool berakhir dengan skor 2-0 untuk keunggulan tim tuan rumah.

Pada babak pertama, sebagai tuan rumah Napoli berinisiatif untuk menekan terlebih dahulu. Hasilnya pada menit ke-7, hampir saja tim besutan Carlo Ancelotti itu unggul lewat aksi Fabian Ruiz.

Andrian jadi penyelemat gawang Liverpool gagalkan peluang yang didapat oleh Fabian Ruiz. The Reds baru mendapat peluang emas pada menit ke-20 lewat sepakan kaki kiri Sadio Mane dari dalam kotak penalti.

Namun kali ini giliran Alex Maret yang mengamankan gawang Napoli. Pertandingan kedua tim memasuki pertengahan babak pertama berlangsung cukup monoton. Kedua tim sama-sama berhati-hati membanguns skema serangan.

Duet Kostas Manolas dan Kalidou Koulibaly sangat sulit untuk bisa ditembus trio lini depan The Reds, Firmino, Salah, dan Mane. Hal sama juga dialami barisan lini depan Napoli yang kesulitan menjinakkan Virgil van Dijk dan Adrian di bawah mistar gawang.

Skor tanpa gol pun jadi hasil akhir di babak pertama. Memasuki babak kedua, skema kedua tim tak jauh berubah. Liverpool berusaha memancing duet Koulibaly dan Manolas namun tak berhasil.

Sedangkan Napoli justru lebih banyak menumpuk pemainnya di sepertiga area bertahan mereka dan hanya sesekali mengandalkan skema serangan bertahan.

Petaka datang bagi Liverpool pada menit ke-79 setelah pergerakan dari Callejon diganjal oleh Robertson di area terlarang. Wasit menunjuk titik putih dan Dries Mertens yang jadi algojo sukses buat Stadion San Paolo bergemuruh.

Liverpool harus bertekuk letut setelah pada injury time babak kedua, Fernando Llorente berhasil membuat Andrian memungut bola dari gawangnya untuk kali kedua.

Susunan pemain Napoli vs Liverpool:

Napoli (4-4-2): 1-Alex Meret; 22-Giovani Di Lorenzo, 44-Kostas Manolas, 26-Kalidou Koulibaly, 6-Mario Rui; 7-Jose Callejon, 4-Allan Marques, 24-Lorenzo Insigne; 11-Hirving Lozano, 14-Dries Mertens

Kartu kuning:
Kartu merah:

Pelatih: Carlo Ancelotti

Liverpool (4-3-3): 13-Adrian San Miguel; 66-Trent Alexander-Arnold, 32-Joel Matip, 4-Virgil van Dijk, 26-Andy Robertson; 14-Jordan Henderson, 3-Fabinho, 7-James Milner; 11-Mohamed Salah, 9-Roberto Firmino, 10-Sadio Mane

Kartu kuning: James Milner, Alexander-Arnold
Kartu merah:

Pelatih: Juergen Klopp

The post Di San Paolo, The Red Tumbang appeared first on DNAberita.


Artikel yang berjudul “Di San Paolo, The Red Tumbang” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Buron Setahun, Pembunuh Pasangan Suami Istri di Bogor Akhirnya Dibekuk

Bogor,- Buron selama 1 tahun, Pelaku pembunuhan pasutri Sadam (70) dan Tati (65) di Ciampea, Kabupaten Bogor pada 30 Mei 2018 lalu akhirnya berhasil diamankan. Pelaku berinisial RN (36) ditangkap pada Minggu (10/9) lalu di Solok, Sumatera Barat. Pelaku tidak melawan saat ditangkap polisi.

“Dari hasil pemeriksaan, pelaku melakukan pembunuhan terhadap pasangan suami istri SM dan T,” kata Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky.

Pelaku adalah tetangga yang tinggal mengontrak di sebelah rumah korban. Pelaku membunuh kedua korban karena tepergok hendak melakukan pencurian.

“Karena panik, ketahuan, pelaku mendorong dan mencekik korban hingga meninggal dunia. Dilanjutkan dengan istri korban,yang kebetulan dia juga ada di TKP,” jelas Dicky.

Tati didorong oleh pelaku hingga kepalanya terbentur. Korban juga dipukul di bagian kepala dan dicekik hingga meninggal dunia.

“Pelaku kemudian melarikan diri melalui eternit plafon rumah, lalu pindah ke kontrakan sebelahnya. Di mana pelaku tinggal di sebelah rumah korban,” imbuhnya.

Dicky tidak menyampaikan kesulitan polisi mengejar pelaku yang buron selama satu tahun. Namun, kasus pencurian kekerasan atau pembunuhan menjadi atensi jajarannya untuk diungkap.

“Pelaku melarikan diri, tapi komitmen kita untuk setiap kasus itu, apalagi kasus kekerasan akan kita kejar dan di mana pun akan kita ungkap,” tuturnya.

Atas perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 351 (3) KUHP tentang pembunuhan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang dengan ancaman hukuman 15 tahun dan atau 7 tahun.


Artikel yang berjudul “Buron Setahun, Pembunuh Pasangan Suami Istri di Bogor Akhirnya Dibekuk” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita