Wali Kota Apresiasi Kolaborasi Pemko Medan dan Gojek Gelar GFF 2019

Medan,-Medan merupakan kota yang terkenal akan cita rasa kulinernya yang lezat. Kekayaan kuliner menjadi salah satu daya tarik yang dimiliki Kota Medan. Untuk itulah Gojek bersama Pemko Medan menggelar Grand Launching Go-Food Festival (GFF) 2019 yang diadakan di Centre Point Mall, Senin (15/7).

Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin MSi, berharap dengan digelarnya GFF ini dapat menjadi ajang kolaborasi Pemko Medan bersama Gojek untuk membantu memajukan ekonomi warga, melalui pengembangan usaha kuliner di ibukota Provinsi Sumatera Utara.

Harapan ini disampaikan Wali Kota diwakili Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan Dammikrot Harahap S Sos M Si, ketika membuka Grand Launching GFF Medan 2019. Dikatakannya, kegiatan yang bertujuan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi warga Medan ini digelar tanpa memungut biaya sepeser pun dan diikuti sekitar 20 unit usaha kuliner yang ada di Kota Medan.

Dalam sambutannya, Wali Kota sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar Gojek tersebut. Sebab, Gojek merupakan salah satu perusahaan di bidang startup yang turut serta secara nyata memajukan pembangunan di Indonesia. Disadari atau tidak, sangat banyak tenaga kerja yang berhasil diberdayakan oleh Gojek sejak kehadiran mereka beberapa tahun silam. Unicorn karya anak bangsa ini terbukti mampu menjadi salah satu solusi dalam mengangkat ekonomi bangsa Indonesia.

“Hari ini, kita kembali menjadi saksi salah satu kreativitas yang diinisiasi oleh Gojek. Acara Grand Launching Go-Food Festival di Kota Medan hari ini merupakan salah satu cara yang ditempuh Gojek untuk memberdayakan ekonomi warga Kota Medan. Apalagi kekayaan kuliner merupakan salah satu daya tarik yang dimiliki Kota Medan,” kata Dammikrot membacakan pidato tertulis Wali Kota.

Acara yang diadakan hingga satu bulan ke depan ini mengusung tema “Satu tempat, serba nikmat” Gojek ingin menawarkan satu konsep baru bagi para petualang kuliner untuk mencicipi lezatnya makanan khas Kota Medan di satu tempat saja.

“Kami berharap Gojek dapat memberikan satu makna baru di dunia kuliner, dengan adanya Go-Food Festival ini kami berharap dapat memanjakan petualang kuliner untuk dapat merasakan makanan Kota Medan di satu tempat saja,” kata Vice President for Food Gojek, Rosel Lavina.

Pembukaan Grand Launching GFF 2019 yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB ditandai dengan pemukulan alat masak yang dilakukan Kadis Perdangangan Kota Medan Dammikrot Harahap bersama Vice President for Food Gojek Rosel Lavina. Direncanakan, GFF 2019 akan berlangsung 16 Juli-6 Agustus mendatang mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.


Artikel yang berjudul “Wali Kota Apresiasi Kolaborasi Pemko Medan dan Gojek Gelar GFF 2019” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Dua Meninggal, 2.000 Mengungsi Pascagempa Maluku Utara

Jakarta – Gempa bumi magnitudo 7,2 yang terjadi pada Minggu (14/7) mengakibatkan dua orang meninggal dunia (MD). Lebih dari 2.000 mengungsi di 14 titik pengungsian.

Dua korban meninggal teridentifikasi berasal dari Desa Gane Luar dan Desa Papaceda, sedangkan pengungsian terbanyak berada di Kecamatan Bacan Selatan. Jumlah penyintas di titik tersebut mencapai 1.000 orang.

Sementara itu, para korban telah mendapatkan penanganan darurat dari pemerintah daerah dan institusi terkait lainnya. Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari, terhitung 15 – 21 Juli 2019.

Sebagaimana disampaikan Plh. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Dr. Agus Wibowo, M.Sc, dalam siaran persnya, Senin (15/07) mengatakan gempa juga berdampak pada kerusakan bangunan dan infrastruktur lain. 

Kerusakan unit rumah di Desa Ranga ranga, Kecamatan Gane Timur 20 unit, Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat 28 unit, dan Desa Dolik, Kecamatan Gane Barat Utara 6 unit. Ketiga desa ini berada di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan. Kerusakan rumah di Desa Kluting Jaya, Kecamatan, Weda Selatan, Halmahera Tengah 5 unit, sedangkan kerusakan 2 unit jembatan terjadi di Desa Saketa.

Hingga kini beberapa kendala dihadapi dalam penanganan darurat. Akses jalan ke lokasi terdampak hanya melalui laut dikarenakan akses jalan darat masih belum terbangun. Rute yang dapat ditempuh yaitu rute Ternate – Sofifi melalui speed boat dan dilanjutkan perjalanan darat dari Sofifi menuju ke Saketa. 

Kemudian Ternate ke Labuha dengan pesawat atau kapal ferry. Labuha menuju ke Saketa membutuhkan waktu 5 jam dengan speed boat.

Laporan BPBD Halmahera Selatan menginformasikan masyarakat pesisir pantai masih mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi. Beberapa gempa susulan tercatat setelah gempa bermagnitudo 7,2 tersebut. 

BMKG mencatat 65 kali gempa susulan dengan kedalaman rata-rata 10 km hingga 15 Juli 2019, pukul 07.00 WIB.

Gempa yang terjadi pada pukul 16.10 WIB ini dirasakan dengan lokasi berada pada 0.59 LS,128.06 BT (62 km Timur Laut Labuha – Maluku Utara) dengan kedalaman 10 Km.

Goncangan kuat sebesar V MMI di daerah Obi, III MMI di Labuha, II – III MMI di Manado dan Ambon, dan II MMI di wilayah Ternate, Namlea, Gorontalo, Raja Ampat, Sorong, dan Bolaang Mongondow.

Sementara itu, PVMBG melaporkan pada Minggu (14/7) gempa dirasakan dengan sekala II-III MMI di Pos Pengamatan G. Gamalama dan II MMI di Pos Pengamatan G. Dukono.

Gempa dirasakan kuat di Kota Ternate selama 2-4 detik, masyarakat terlihat panik dan berhamburan keluar rumah. BPBD Halmahera melaporkan bahwa gempa dirasakan kuat di Kabupaten Halmahera selatan selama 2-5 detik dan masyarakat panik berhamburan keluar rumah. 
Berdasarkan pantauan PVMBG, lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif yang berada di daerah tersebut. Pusat gempa bumi berada di darat. Wilayah-wilayah yang dekat dengan sumber gempa disusun oleh batuan vulkanik dan sedimen berumur Tersier yang dapat bersifat urai, lepas, dan belum kompak (unconsolidated) sehingga memperkuat efek guncangan gempa bumi.

Masyarakat di Ternate dan Kabupaten Halmahera Selatan tetap dapat menikmati layanan Telkomsel secara normal baik layanan Voice, SMS maupun layanan data dikarenakan tidak ada gangguan yang bersifat massif.

Sebelumnya, BTS sempat mengalami gangguan, namun sudah normal kembali sejalan dengan pulihnya aliran listrik di wilayah tersebut. Serta sarana dan fasilitas penyaluran BBM dan Elpiji Pertamina tidak mengalami kerusakan akibat gempa, sehingga layanan komoditas energi tersebut masih berjalan normal.(dna/ams/rel)


Artikel yang berjudul “Dua Meninggal, 2.000 Mengungsi Pascagempa Maluku Utara” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Tim Gabungan ‘Hancurkan’ Tembok Bangunan Tanpa IMB

Medan,-Tim gabungan Pemerintah Kota Medan melakukan penertiban terhadap bangunan yang tidak memiliki Surat Izin Bangunan (IMB) di Jalan Rahmadsyah gang Amse Kelurahan Kota Matsum I Kecamatan Medan Area, Senin (15/7).

Seperti halnya bangunan 3 rumah ini yang masing-masing memiliki 2 lantai masih dalam tahap pembangunan ini nantinya akan diperuntukkan sebagai tempat tinggal sendiri. Sebelumnya tim terpadu sudah mengirimkan surat pemberitahuan untuk dapat melengkapi izin, namun pemilik bangunan tidak juga menghiraukan surat pemberitahuan tersebut dan masih melanjutkan pembangunan tersebut.

Penertiban dimulai pukul 11.00 Wib, sebelumnya tim gabungan berkumpul di Kantor Camat Medan Area lalu langsung bergerak ke lokasi penertiban. Seperti yang dilihat oleh tim, tidak ada plank IMB terpasang didepan bangunan tersebut.

Sebelum dilakukan penertiban, pemilik sempat menolak pembongkaran bangunan ini, pasalnya pemilik rumah mengaku sudah mengurus, namun karena ada kendala di pengurusan PBB sehingga pemilik rumah kesulitan dalam mengurus surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Tetapi dengan penjelasan dari pihak terkait, pemilik dengan terpaksa mengizinkan pembongkaran bangunan ini.

Peneritiban yang dipimpin Kasi Pengawasan dan Penyidikan Satpol PP Kota Medan M Irvan P Lubis SE MM menjelaskan bahwa peraturan pemilik bangunan harus mengantongi dulu SIMB baru melaksanakan pembangunan, namun kenyataan nya seperti yang saat ini terjadi, pemilik malah membangun dulu baru mengurus izin.

“Beberapa bangunan yang ada di Kota Medan seharusnya memiliki IMB dulu baru membangun bangunan tersebut tetapi kenyataannya yang terjadi saat ini adalah mereka malah membangun bangunan itu baru mengurus IMB nya,” ujarnya.

Maka dari itu, Irvan meminta kepada pemilik bangunan untuk segera melengkapi surat-surat IMB agar pemilik bangunan dengan mudah mendirikan bangunan tanpa ada halangan apapun.

“Saya minta kepada pemilik bangunan agar segera melengkapi surat-surat untuk mendirikan bangunan, sebelum surat-surat lengkap jangan sekalipun melanjutkan bangunan ini,” tegasnya.

Diakhir penertiban, pemilik rumah membuat surat pernyataan untuk segera mengurus IMB secepatnga. Sebelum izin keluar pemiliki rumah dilarang melanjutkan pekerjaan bangunan tersebut sampai surat-surat mendirikan bangunan dilengkapi.


Artikel yang berjudul “Tim Gabungan ‘Hancurkan’ Tembok Bangunan Tanpa IMB” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Kunjungan Wisatawan India ke Sumut Diharapkan Semakin Meningkat

Medan,-Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Musa Rajekhsah menerima kunjungan Konsul Jenderal (Konjen) India Raghu Gururaj, di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Kota Medan, Senin (15/7). Pertemuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kerja sama di bidang partiwisata dan perdagangan.

Wagub menyampaikan, Sumut memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Banyak destinasi wisata yang menarik dikunjungi oleh wisatawan mancanegara, termasuk dari India. Seperti Danau Toba, Tangkahan, Bukit Lawang dan destinasi wisata menarik lainnya.

Wagub pun berharap, ke depan, melalui peningkatan kerja sama Pemprov Sumut dan India dapat semakin meningkatkan kunjungan wisatawan India ke daerah ini. “Kita harapkan kunjungan wisatawan dari Negara India juga meningkat ke Sumut,” ujarnya.

Selain itu, kata Wagub, Sumut memiliki potensi pertanian dan hasil bumi yang melimpah, yang dapat diekspor ke India. “Ke depannya kita juga lihat apa saja hasil bumi dari Sumut yang bisa kita ekspor ke sana,” ujar Musa Rajekshah.

Pada kesempatan itu, Musa Rajekshah juga memaparkan, bahwa saat ini sedang fokus untuk membangun insfrastruktur. Seperti LRT Medan-Binjai-Deliserdang Karo (Mebidangro) dan proyek infrastruktur lainnya.

“Saat ini kami membuka diri untuk menjalin kerja sama dengan beberapa negara, kita juga ingin menjalin hubungan baik dengan India. Kita sedang mempersiapkan proyek besar membangun LRT Medan-Binjai-Deliserdang Karo (Mebidangro) dan terfokus pada pembangunan infrastruktur,” ujar Wagub Musa Rajekshah.

Konjen India Raghu Gururaj menyampaikan, kedatangannya ke Sumut antara lain untuk menjajaki peningkatan kerja sama. “Kami datang untuk mambangun networking dan mengeksplor potensi-potensi kerja sama,” katanya.

Menurut Raghu, banyak sekali potensi yang dilihatnya di daerah ini, khususnya dalam hal infrastruktur seperti perluasan bandara, pelabuhan, pembangunan maupun renovasi rumah sakit. Selain itu, pihaknya juga sangat tertarik untuk memperkuat jalin kerja sama di bidang universitas lokal di Sumut.

“Tadi kita juga membicarakan potensi untuk meningkatkan wisatawan India ke Sumut. Ini lah beberapa area yang kita diskusikan dan akan kita tindak lanjuti di masa depan dalam bentuk proposal yang lebih detail,” terangnya, usai pertemuan.

Raghu juga menyampaikan, tindak lanjut pertemuan ini sangat penting. “Delegasi kami akan datang, mungkin setelah tiga atau empat bulan kita akan memiliki gambaran kerja sama yang lebih baik dan konkret setelah pertemuan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Berdasarkan data dari BPS, tercatat kunjungan wisatawan India ke Sumut hingga triwulan I-2019 tercatat 876 kunjungan atau 1,50% dari total kunjungan wisatawan mancaneraga ke Sumut sebanyak 55.101 kunjungan.

Malaysia masih mendominasi jumlah wisman yang datang ke Sumut, yakni 59,97% atau 30.003 kunjungan. Sementara Singapura berkontribusi 8,97% atau 4.098 kunjungan, Cina 4,55% atau 1.976 kunjungan, Jerman 2,37% atau 592 kunjungan, Amerika Serikat 2,06% atau 886 kunjungan, Australia 1,98% atau 939 kunjungan, Taiwan 1,74% atau 1.976 kunjungan, Hongkong 1,72% atau 559 kunjungan, dan Perancis 1,30% atau 592 kunjungan.

Turut hadir pada pertemuan itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayann Perizinan Terpadu Satu Pintu Arief Sudarto dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut Zonny Waldi.


Artikel yang berjudul “Kunjungan Wisatawan India ke Sumut Diharapkan Semakin Meningkat” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Silaturahmi Bersama OJK, Wagub Berharap Akses Keuangan di Daerah Meningkat

Medan,- Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah menerima kunjungan silaturahmi dari Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional V Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Yusuf Ansori beserta rombongan, di ruang kerjanya, lantai 9, Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro No 30 Medan, Senin (15/7). Berbagai program khususnya yang meyangkut percepatan akses keuangan di daerah-daerah menjadi pembahasan.

“Tadi saya sudah mendengar program-program yang dilaksanankan oleh Tim Percepatan Keuangan Daerah (TPKAD) di Sumut. Saya akui program-program yang disampaikan sangat menarik dan banyak yang bermanfaat untuk masyarakat. Kalau bisa sosialisasi terkait akses keuangan tersebut ditingkatkan di seluruh kabupaten/kota Sumut,” ucap Wagub Musa Rajekshah.

Salah satu program TPKAD yang dimaksud Wagub adalah Laku Pandai, yakni program layanan keuangan tanpa kantor. Berupa agen-agen bank di tengah masyarakat yang memberikan kemudahan untuk melakukan transaksi perbankan. Sistem keuangan inklusif ini memungkinkan masyarakat membuka rekening tabungan, menabung, menarik dana, kredit mikro, dan lainnya melalui perantara agen bank.

“Agen bank yang berasal dari masyarakat itu sendiri tentunya memberikan rasa nyaman bagi masyarakat untuk tidak takut melakukan layanan keuangan. Tidak bisa kita pungkiri, masih banyak masyarakat yang tidak akrab dengan perbankan dan takut untuk mencoba layanan bank. Padahal, banyak program yang bisa mendukung usaha-usaha masyarakat,” ujar Wagub.

Selain itu, penguatan Swasembada Pangan lewat akselarasi pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang juga memberikan jaminan asuransi bagi petani dan peternak, menurut Wagub juga penting. Begitu juga dengan optimalisasi poros maritim lewat pemberian jaminan asuransi bagi nelayan.

“Saya akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan dinas-dinas terkait agar semakin gencar turut membantu sosialisasi program-program askses keuangan ini kepada dinas-dinas kabupaten/kota Sumut. Sehingga mereka di daerah bisa menikmati layanan ini, mungkin banyak yang belum tahu,” katanya.

Sementara itu, Kepala OJK Regional V Sumbagut Yusuf Ansori membenarkan bahwa tingkat kepesertaan masyarakat khususnya kabupaten perlu ditingkatkan lagi. Seperti program Laku Pandai, tingkat partisipasi masyarakat Sumut masih 55,23 % per Juni tahun 2019. Sementara, target dan harapan harus mencapai 75 persen.

“Tapi Alhamdulillah, usaha-usaha ini sudah lumayan menunjukkan hasil dan dinilai berjalan baik. Kita masuk nominasi award September nanti. Mudah-mudahan kita menjadi salah satu yang menerima penghargaan,” harap Yusuf.

Yusuf juga membahas tentang rencana potensi penerbitan obligasi daerah, yakni pendanaan di pasar modal sebagai pembiayaan alternatif di luar APBD dalam melakukan pembangunan. Terkait hal tersebut, akan dibahas lebih lanjut pada rapat High Level Meeting. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Plt Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan, yang juga Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Nouval Makhyar dan Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Ernita Bangun.


Artikel yang berjudul “Silaturahmi Bersama OJK, Wagub Berharap Akses Keuangan di Daerah Meningkat” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Hari ini PN Medan ‘Sunyi’ Ini Penyebabnya

Medan – Pengadilan Negeri (PN) Medan dari pagi hingga petang, Senin (15/7/2019), tampak sepi sebagaimama hari biasanya yang disebutkan dengan aktifitas jaksa dan pengawal tahanan yang hilir mudik membawa tahanan untuk disidangkan.

Dari keseluruhan ruang sidang atau sebutkan Cakra 1 hingga 9 plus ruang kartika dan perikanan tampak sepi. Hanya saja beberapa sidang perdata yang digelar.

Biasanya lagi, setidak ada dua pengangkutan tahanan yang parkir di samping ruang tahanan gedung Pengadilan Negeri Medan juga tidak tampak dari pagi hingga sore.

Sepi persidangan dimungkin adanya kegiatan Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-59 dan HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) ke-19 sekaligus menggelar sejumlah kegiatan olahraga yang dipusatkan di halaman Kantor Kejatisu Jalan AH Nasution Medan.

Sementara Humas PN Medan Djamaluddin SH,MH saat dikonfirmasikan awak media di ruangan kerjanya membenarkan tentang sepinya suasana persidangan, khususnya perkara-perkara pidana.
“Hari ini persidangan memang agak sepi. Pidananya saja barangkali. Tapi sidang perkara-perkara perdata tetap jalan,” katanya.

Juru bicara PN Medan tersebut menambahkan, tidak ada menerima pemberitahuan secara resmi dari institusi kejaksaan tentang tidak adanya tahanan yang dibawa ke pengadilan guna disidangkan.

“Kemungkinan besar penuntut umumnya sudah menyampaikan langsung kepada majelis hakimnya di persidangan sebelumnya mengenai tidak bisanya persidangan dilanjutkan pada hari ini,” pungkasnya. (dnalams)


Artikel yang berjudul “Hari ini PN Medan ‘Sunyi’ Ini Penyebabnya” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Disaksikan Menristek Dikti, PLN Berikan Layanan Renewable Energy dan Prioritas pada Pemkab Dairi

Sidikalang – Electrifying Lifestyle menjadi kampanye yang saat ini digaungkan PLN dalam mengajak masyarakat hidup serba listrik. 

Selain mendukung Go Green, Electrifying Lifestyle ini juga membuat masyarakat lebih hemat energi bahan bakar fosil yang saat ini sudah semakin menipis.

Tidak hanya di Ibukota Provinsi, PLN pun menerapkan kampanye ini di seluruh Kota dan Kabupaten di Sumatera Utara. Hal ini dibuktikan melalui Penandatanganan MoU PLN bersama Pemkab Dairi pada Sabtu, (13/07) bersamaan dengan Ristek Expo 2019 yang diadakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Republik Indonesia di Kota Sidikalang.

Manager PLN UP3 Bukit Barisan Hiro Pangkir Pardede mengungkapkan, MoU ini merupakan bentuk kerjasama dalam percepatan penagihan

rekening listrik serta penggunaan Listrik Prabayar serta Layanan Premium Energy.

“Dimana nantinya Pemkab Dairi mendapat layanan listrik berasal dari Pembangkit Green Energy, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Mini Hidro (PLTMH) diantaranya PLTA Renun (1 x 30 MW), PLTMH Kombih 1 (1 x 5 MW) serta PLTMH Kombih 2 (1 x 5 MW) dengan total 40 MW, di mana pasokan listrik Green Energy ini sudah sangat mampu dan surplus untuk melistriki kebutuhan listrik sebesar 10 MW di Kabupaten Dairi,” terangnya.

Melalui MoU ini juga, lanjut Hiro, Pemkab Dairi juga mendapat sertifikat Green Energy, yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarat di Pemkab Dairi karena produk-produk yang akan ditawarkan memiliki daya saing dengan branding Green Energy.

“Dalam MoU ini, PLN bekerjasama dengan Pemkab Dairi dalam pertumbuhan rasio elektrifikasi baik melalui Listrik Pedesaan, penggunaan peralatan serba listrik, serta kehandalan jaringan listrik di daerah Dairi. Penandatanganan MoU ini juga menjadi ajang penandatanganan Layanan Prioritas untuk kantor Pemkab Dairi.

Disaksikan langsung Menteri Ristek Dikti RI Mohammad Nasir, deklarasi Green Energy ini menjadi terobosan bersama dalam meningkatkan

kemajuan perekonomian dan kesejahteraan Kabupaten Dairi yang memiliki potensi wisata yang tak kalah menarik, penghasil kopi, jagung dan kemenyan, serta mengajak masyarakat untuk hidup serba listrik.

Dalam arahannya Nasir mengharapkan industri rumah tangga berkembang baik dengan adanya MoU bersama ini. 

“Kita berharap dengan adanya listrik yang diberikan PLN kepada masyarakat, kesejahteraan hidup bisa meningkat di Kabupaten Dairi,” ujar Nasir pada saat mengunjungi Booth PLN.

Selain penandatanganan MoU, PLN juga mengadakan acara Lomba Memasak menggunakan Kompor Induksi yang diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari ASN Pemkab Dairi.(dna/ams/rel)


Artikel yang berjudul “Disaksikan Menristek Dikti, PLN Berikan Layanan Renewable Energy dan Prioritas pada Pemkab Dairi” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Bayi Kembar Siam Adam dan Malik Dioperasi 23 Juli

Medan – Rumah Sakit Umum pusat (RSUP) H. Adam Malik Medan segera melaksanakan pemisahan operasi bayi kembar siam, yakni Adam dan Malik berusia lebih dari 7 bulan asal Tarutung Sumatera Utara yang dijadwalkan pada tanggal 23 juli 2019, mendatang.

Sebagaimana disampaikan Direktur medik dan keperawatan RSUP Haji Adam Malik, Dr Zainal Safri didampingi oleh ketua tim operasi pemisahan bayi kembar siam Dr Guslihan dan juga Dr H.Erjan Fikri, dalam temu persnya mengatakan kondisi bayi kembar, siam Adam dan Malik yang usianya 7 bulan 23 hari itu, sudah cukup baik dan layak untuk bisa segera dioperasi.

Lebih lanjut Dr Zainal Safri, mengatakan RSUP H Adam Malik Medan sudah memiliki SDM yang handal dan ahli di berbagai bidang penyakit.

Sehingga kami pastikan,operasi pemisahan Adam dan Malik, seluruhnya dilakukan oleh Tim Dokter dan Paramedis RSUP H. Adam Malik, dan tidak mendatangkan dokter dari luar.

Menjawab pertanyaan tentang biaya,dan masa waktu operasi,kata Dr Zainal Safri, hampir seperti pemisahan bayi kembar sebelumnya, diperkirakan mendekati Rp 700 juta, dan memakan waktu sekitar tujuh jam.

Dari pantauan wartawan di RSUO H.Adam Malik, Senin sore (15/7) kondisi bayi kembar jenis kelamin laki laki, Adam dan Malik, saat ini cukup baik dan berada di ruang isolasi dan dijaga tim dokter serta pengamanan internal rumah sakit. 

Dr  Rizal Safri mengharapkan doa dari seluruh warga masyarakat di Sumatera Utara, agar pelaksanaan operasi pemisahan bayi kembar siam Adam dan Malik dapat berlangsung dengan baik ,dan lancar dengan hasil yang memuaskan.(dnalams)


Artikel yang berjudul “Bayi Kembar Siam Adam dan Malik Dioperasi 23 Juli” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Kemplang Pajak Rp107 Milliar, Pendemo Minta Hakim ‘Miskinkan’ Dirut PT Uni Palma

Medan – Puluhan orang pengunjukrasa masyarakat yang bergabung dalam wadah Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (Gemak) melakukan aksi unjukrasa ke Pengadilan Negeri Medan, Senin (15/07). 

GEMAK yang merupakan gabungan dari Gerakan Anti Mahasiswa Anti Korupsi, Barisan Muda Nusantara dan LSM Sentral Monitoring Informasi, meminta agar majelis hakim agar ‘memiskinkan’ Husin yang merupakan terdakwa pengemplang pajak sebesar Rp107 Milliar, pada putusan nanti menyita seluruh aset dan menghukum pelaku seberat-beratnya.

Dalam orasi, Koordinator aksi, Fandi Ginting menyebutkan bahwa Husin merupakan otak pelaku pengemplangan pajak sedangkan Kok An Harun dan Sutarmananto (berkas terpisah, red) keduanya telah dihukum masing-masing empat tahun dan dua tahun penjara merupakan korban konspirasi dari permainan mafia pajak yang dilakukan oleh Harun.

Terdakwa yang merupakan Direktur PT UNI PALMA, telah sengaja mengelabui Sutarmananto dan Kok An Harun dengan menerbitkan dan menggunakan faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya. Kegiatan ini dilakukannya  dalam kurun waktu Januari 2011 hingga Juni 2013 yang disampaikan ke KPP Medan Polonia.

Sementara itu, Humas PN Medan Hakim Jamaluddin menerima aspirasi pengunjukrasa, mengatakan bahwa terdakwa bernama Husin tengah menjalani persidangan dan terdakwa ditahan. Sedangkan soal sita itu tentunya dilihat dari proses sewaktu penyidikan maupun penuntutan apakah mengajukan sita atau tidak.

Begitu juga nantinya saat membacakan putusan apakah menyatakan sita berdasarkan dakwaan maupun persidangan. Usai disambut dan diberikan pengarahan oleh Humas PN Medan, Jamaluddin maka para pengunjukrasa membubarkan aksinya dengan pengawal petugas kepolisian dari Polsek Medan Baru.(dnalams)


Artikel yang berjudul “Kemplang Pajak Rp107 Milliar, Pendemo Minta Hakim ‘Miskinkan’ Dirut PT Uni Palma” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Pohon di Medan Harus Diremajakan

Medan,-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan meminta Pemerintah Kota Medan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan peremajaan terhadap pohon-pohon  yang ada di Kota Medan.

“Peremajaan itu tidak hanya dilakukan terhadap pepohonan yang ada di jalanan, tempat umum dan tempat sosial saja, tapi pepohonan yang ada di kantor-kantor instansi pemerintah juga harus diremajakan,” saran Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Medan, Ilhamsyah, menjawab wartawan, Kamis (11/7/2019)  terkait kondisi pepohonan yang ada di Kota Medan.

Seperti pepohonan yang ada di sepanjang Jalan Putri Hijau hingga ke Jalan H Adam Malik, sebut Ilhamsyah, mencontohkan merupakan pepohonan yang sudah tua, sehingga rentan tumbang.

“Pepohonan di sepanjang jalan itu rata-rata pohon mahoni. Pohon mahoni itu memang tanaman keras, namun kalau sudah tua dia kopong di tengah dan rapuh. Kondisi itu membuat pohon rentan tumbang, apalagi kondisi angin di Kota Medan saat ini terlihat agak kencang,” katanya.

Soal peremajaan ini, sebut Ketua Fraksi Partai Golkar ini, tidak serta merta menjadi tanggungjawab Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan semata, namun juga menjadi tanggungjawab masyarakat secara keseluruhan.

Maksudnya, sambung Ilhamsyah, masyarakat juga harus melaporkan ke DKP jika ada pepohonan yang hendak dipotong ataupun di remajakan.

“Ini menjadi tanggungjawab bersama. Namanya juga Medab Rumah Kita, ya kita harus menjaganya bersama-sama,” ucapnya.

Apalagi, tambah Ilhamsyah, pepohonan itu merupakan makhluk hidup yang sifatnya berubah dan tumbuh setiap saat. “Makanya, orang terdekat yang berada dengan pepohonan itu juga harus ikut menjaganya dengan melaporkan ke DKP untuk dipangkas, dipotong ataupun diremajakan,” tandasnya.

Diketahui, menjelang pukul 12.00 WIB pohon di areal parkir depan Kantor Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan di Jalan AH Nasution patah di bagian tengah dan menimpa 2 unit mobil yang parkir di areal itu.

Peristiwa itu sempat membuat heboh pegawai dan orang-orang yang sedang berurusan ke Kantor BPPRD. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian materil dialami pemilik mobil.


Artikel yang berjudul “Pohon di Medan Harus Diremajakan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita