Mahfud MD Katakan Tuhan Saja Toleransi, Kita Juga Harus Bisa

Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD kembali mengingatkan sikap toleransi dan saling menghormati antar sesama warga Indonesia. Sikap ini sesuai semangat konstitusi yang dipancang para pendiri bangsa.

“Sudah ditegaskan bahwa Indonesia adalah berkat Tuhan. Karena itu kita merujuk ajaran Tuhan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya saat membuka acara Bincang Seru Mahfud di Auditorium Universitas Al-Azhar, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Ajaran ketuhanan yang mendasar adalah bagaimana bertoleransi terhadap pemeluk agama lain. Mahfud menjelaskan, ajaran itu terwujud dalam agama-agama.

“Agama saya Islam. Setahu saya dalam ajaran Islam yang saya pahami ini sikap toleransi sangat ditekankan. Tuhan saja sangat toleran, masak kita tidak,” jelas  Anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila itu.

Karena itu, Mahfud menegaskan, jangan ada pemaksaan atau tindakan semena-mena kehendak mayoritas. “Jangan sampai pecah dan perang antar saudara sendiri. Cerita dari negara-negara konflik itu sangat menyedihkan dan terpuruk,” katanya.

Untuk mendorong nilai toleransi dan nilai-nilai lain Pancasila, kata dia, pihaknya akan terus intensif menginisiasi diskusi-diskusi kepancasilaan di berbagai kampus dan komunitas. Topik yang dibahas tentang penguatan nilai Pancasila dan pelaksanaannya.

Salah satu pembicara dalam kesempatan ini, Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia Asep Saefuddin mengatakan bahwa Indonesia adalah negara percontohan dalam toleransi dan demokrasi.

“Negara-negara Timur Tengah menjadikan Indonesia sebagai percontohan bagaimana Indonesia dengan umat muslim mayoritas tetap bisa merangkul pemeluk agama lain. Mereka memuji Indonesia sebagai kodel pluralisme,” katanya.

“Keragaman itu sudah fitrah, tidak bisa dipertentangkan, bukan alat perpecahan,” ujarnya.

Menurut dia, potensi perpecahan sebagai imbas Pemilu bisa dihindari. Saat ini sudah tidak lagi menonjol kelompok paslon 1 atau 2 tapi sudah kembali menyatu.

Pembicara lain komika Ari Kriting dengan moderator Inayah Wahid, ditutup dengan stand up jenaka Cak Lontong membuat acara lebih segar meski topiknya serius.

Halal Untuk Hidup yang Lebih Baik

Muhammad Isa Indrawan

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari lebih kurang 16.056 pulau, dengan populasi jumlah penduduk berkisar 267 juta jiwa. Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan merupakan negara Muslim terbesar di seluruh dunia. Meskipun 88% penduduknya beragama Islam berkisar 234,960.000 orang, Indonesia bukanlah negara Islam.

Sementara untuk Provinsi Sumatera Utara jumlah penduduk tahun 2018 mencapai 14.415.400 jiwa. Sumatera Utara berada di peringkat ke 4 (empat) sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Untuk penduduk Muslim di Sumatera Utara diperkirakan lebih kurang 63,91%, yakni berkisar 9.212.882 juta jiwa.

Apabila dipetakan menurut kabupaten/kota, daerah dengan jumlah penduduk tertinggi di Sumatera Utara yakni Kota Medan dengan penduduk mencapai 2.229.408. Lalu diikuti Kabupaten Deli Serdang 2.072.521, ketiga Kabupaten Langkat dengan penduduk mencapai 1.021.208, dan daerah-daerah Kabupaten/Kota lainnya yang ada di Sumatera Utara.

Sebagai pintu gerbang wilayah Barat Indonesia, Sumatera Utara merupakan barometer wilayah lainnya. Jadi kalau Sumut ini maju, wilayah barat juga akan terdongkrak maju. Kalau Sumatera Utara ada persoalan, pasti wilayah barat akan ada persoalan. Karena memang berbagai potensi ada di sini (Sumatera Utara).

Selain itu, Sumatera Utara juga mempunyai dua pelabuhan berstandar internasional, dimana Pelabuhan laut Belawan dan Peti Kemas Kuala Tanjung. Sumatera Utara juga sangat didukung oleh Bandara Internasional Kualanamu dan Bandara Silangit yang langsung mempunyai penerbangan ke Singapura dan negara lainnya.

Indonesia melalui Kementerian Pariwisata membidik sebesar 25% atau sekitar 5 juta orang dari target wisatawan mancanegara yang sebanyak 20 juta orang masuk ke pasar pariwisata halal Indonesia di tahun ini. Sepanjang tahun lalu, kontribusi pariwasata halal dalam menyumbang kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 20% dari total perolehan wisman tahun 2018 yang mencapai 15,8 juta kunjungan.

Kontribusi itu meningkat dari perolehan wisatawan halal pada 2017 yang sebesar 18% dari total kunjungan wisman ke Indonesia 14,2 juta wisman atau sekitar 2,7 juta kunjungan. Pada tahun 2016 jumlah wisman muslim yang berwisata halal di Tanah Air mencapai 2,4 juta, naik dari tahun sebelumnya yang mencapai 2 juta kunjungan.

Memang kita akui, perolehan wisman yang muslim hanya 20% di tahun lalu. Memang kunjungan wisman untuk wisata halal ke Indonesia masih kalah dengan negara lain yang non muslim seperti  Thailand. Tahun 2019 ini setidaknya ada target naik menjadi 25% untuk pariwisata halal.

Wisman masuk ke Sumut melalui Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA) Kabupaten Deliserdang, Bandara Silangit Internasional Airport di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Pelabuhan Belawan, Kota Medan dan Pelabuhan Tanjungbalai-Asahan. Selama 2018, jumlah wisman yang berkunjung di Sumut tercatat sebanyak 200.530 kunjungan.

Sementara di 2017, jumlah kunjungan mencapai 242.150. khusus di bulan November 2018, wisman berkunjung ke Sumut ?mencapai 13.571 kunjungan. Jumlah itu, mengalami penurunan 25.79 persen dibanding pada bulan Oktober 2018 yang mencapai 18.288 kunjungan.

Menurut data BPS bahwa pada November 2018, Wisman dari Malaysia menjadi pengunjung terbanyak. Totalnya, ada 9.327 kunjungan atau 68.73 persen dari total wisman yang berkunjung di Sumut. ?Untuk mendorong pariwisata halal Tanah Air, lanjutnya, diperlukan eksplorasi wisata yang cocok untuk wisatawan muslim.

Selain itu, ada keengganan daerah di Indonesia untuk mendeklarasikan diri sebagai destinasi wisata halal.Pasalnya, ada ketakutan daerah dan pelaku usaha apabila mendeklarasikan sebagai destinasi wisata halal maka turis dari Eropa, Amerika, Australia dan lain sebagainya yang non-muslim enggan datang ke Indonesia lagi.

Padahal kalau daerah mendeklarasikan diri sebagai wisata halal itu enggak apa-apa. Dengan deklarasi ini tentu membuat pariwisata halal ini meningkat Muslim di Indonesia juga dikenal dengan sifatnya yang moderat dan toleran. Selain Indonesia, negara berpenduduk muslim terbesar yakni, Pakistan, India, Bangladesh, Turki, Iran, Mesir, Nigeria, Al-Jazair, Maroko dan lain sebagainya.

Sebagai negara yang berpenduduk mayoritas  pemeluk beragama islam, tentunya pelaksananaan jaminan produk halal, baik makanan dan minuman harus dikedepankan. Namun selama ini terlihat masih kurang penerapannya, Oleh karena itu perlu kesadaran dari berbagai pihak untuk menggarap produk Halal. Dunia Usaha sangat mendukung penerapan produk Halal pada semua produk yang mengandung unsur kehalalan termasuk produk makanan & minuman yang beredar di Indonesia.

Dari sisi produsen, kewajiban pencantuman label produk halal sebenarnya merupakan peluang pasar yg sangat luas untuk digarap baik pasar di dalam negeri maupun untuk ekspor ke negara-negara yang berpenduduk mayoritas muslim. Dari sisi konsumen, penerapan label halal yang memenuhi ketentuan agama dan perundang-undangan akan menimbulkan rasa aman dan menghilangkan keraguan dalam mengkonsumsi dan menggunakan produk-produk tersebut.

Dengan demikian, tentunya perlu terus menerus berbagai pihak membuat kegiatan yang terkait tentang berbagai jenis produk dan jasa yang halal dikonsumsi dan atau digunakan oleh konsumen.

Mencermati berbagai hal diatas dalam pengembangan produk halal, terlihat bahwa Pemerintah memegang peranan yang sangat besar sebagai regulator dan fasilitator agar industri halal dapat berkembang dengan pesat dan berdaya saing. Sebagai mitra Pemerintah dan Wadah Dunia Usaha, KADIN Sumatera Utara berkepentingan memajukan produk halal Indonesia, khususnya produk di Sumatera Utara agar dapat berdaya saing di pasar global.

Sebagai perbandingan, jumlah penduduk Malaysia saat ini berkisar lebih kurang 32,4 juta jiwa. Dengan jumlah penduduk yang notabenenya jauh lebih kecil dari jumlah penduduk Indonesia, tetapi untuk urusan halal, dapat dikatakan mereka lebih maju selangkah. Hal ini dikarenakan Pemerintah dan kalangan dunia usaha di Malaysia sangat konsen dan mendukung secara penuh  terhadap permasalahan halal.

 Kalau kita bandingkan lagi dengan jumlah penduduk Arab Saudi 28,7 juta jiwa, Uni Emirat Arab 9,1 juta jiwa, Turki 79,8 juta jiwa, dan Kuwait berkisar 4,2 juta jiwa, dimana dari keempat negara tersebut jika digabung hanya mencapai sekitar 121,8 juta jiwa. Coba kita bayangkan, dengan jumlah penduduk muslim di Indonesia yang lebih kurang 267 juta Jiwa, sudah seharusnya kita menjadi kiblat bagi produk halal.

Selain itu, kita berharap dapat menjadi tuan rumah dinegeri sendiri terhadap produk halal. Jangan pasar yang potensial ini, dijadikan pasar oleh produk-produk luar. Sehingga kita hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Belum lagi kita bicara bagaimana negara Jepang dan Korea yang sangat konsen dan bersungguh dalam masalah produk Halal dinegaranya masing-masing.

Dengan populasi muslim yang sangat besar, Indonesia tidak hanya potensial bagi pasar produk halal, tapi juga bisa pantas dijadikan kiblat bagi komunitas halal dunia.Saat ini masyarakat Indonesia dapat dikatakan semakin sadar dalam persoalan halal. “tingkat kesadaran penduduk Indonesia akan pemakaian produk halal juga meningkat. Peningkatan ini merupakan suatu kemajuan yang sangat baik sehingga Indonesia harus menjadi pemimpin dalam sertifikasi halal internasional nantinya.

Malaysia dan Thailand sudah lebih maju dalam mengantisipasi hal tersebut. Kalau kita terus berdiam diri, maka kita akan semakin tertinggal. Padahal kita mempunyai pasar dalam negeri sendiri yang sangat potensial. Dengan latar belakang tersebut Kadin secara serius dan sangat antusias dalam mewujudkan produk-produk berlabel Halal.

Dengan demikian diharapkan para stakeholders dapat bekerjasama dalam mewujudkan sertifikasi halal pada semua produk yang tentunya lebih baik lagi dari yang sudah ada saat ini. Namun perlu ditegaskan, bahwa urusan halal bukan hanya semata-mata urusan umat muslim.

Umat non muslim juga sudah banyak yang peduli dan paham akan konsep Halal untuk hidup yang lebih baik. Karena Halal menyangkut untuk menjadi sehat dan hidup yang lebih baik. Produk halal bukan hanya kebutuhan bagi umat islam, tetapi merupakan kebutuhan bagi kita semua, untuk mendapatkan hidup yang lebih baik.

Dalam kaitan ini ada dua pilihan dalam jaminan ketersediaan produk halal. Pertama, mengingat telah ada Undang-Undang Perlindungan Konsumen, maka untuk memastikan ketersediaan produk yang benar-benar terjamin kehalalannya bagi konsumen muslim, maka penerbitan Peraturan Pemerintah terkait dengan ketersediaan produk halal sangat membantu para pengusaha dan juga lembaga yang mengurusi masalah ini.

Keberadaan sebuah payung hukum yang menjamin konsumen muslim dalam memperoleh produk halal menjadi keharusan. Secara konstitusional hal tersebut menjadi hak bagi setiap warga negara untuk menjalankan syariat agamanya. Kadin sebagai Mitra Pemerintah dan wadah dunia usaha, tak henti-hentinya terus mendorong berbagai pihak untuk konsen terhadap permasalahan Halal ini.

Kadin senantiasa berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mendukung agar Pemerintah dan pihak swasta yang kompeten mempunyai perhatian khusus terhadap pelaku usaha yang akan memakai logo Halal untuk produk makanan maupun minumannya. Khusunya bagi kalangan UMKM yang memang harus mendapat pendampingan dalam permasalahan Halal. Ini.

Kedepannya, Kadin akan senantiasa bersenergi dengan Pemerintah melalui instansi maupun dinas-dinas terkait yang mengurusi permasalahan Halal Ini. Halal bukan hanya untuk umat Muslim, tapi halal untuk Hidup yang lebih baik. Apalagi saat ini kita berada di bulan suci Ramadhan, bulan dimana umat Islam menjalankan ibadah Puasa, maka sudah tidak dapat ditawar lagi, bahwa masalah Halal harus dikedepankan.

Penulis: Muhammad Isa Indrawan/Wakil Ketua Umum Kadin Sumatera Utara Bidang Industri dan Perdagangan Halal.

 
 

 


Artikel yang berjudul “Halal Untuk Hidup yang Lebih Baik” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Tujuh Pesawat Tempur Prancis Mendarat Darurat di Aceh

BANDA ACEH, Gema Bangsa | Tujuh pesawat tempur Angkatan Laut Prancis jenis Rafale mendarat darurat di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda (Lanud SIM), Aceh Besar, Sabtu (18/5/2019).

Pendaratan tujuh pesawat tempur Rafale itu dilakukan pada pukul 11.45 WIB karena di sekitar kapal induk Charles De Gaule yang menjadi base pesawat dan berada di 100 newton meter barat Sumatera diselimuti cuaca buruk.

Sesuai prosedur penerbangan dan alasan keselamatan, pesawat melaksanakan pengalihan (divert) ke bandara atau pangkalan terdekat, yaitu Lanud SIM. Kedatangan tujuh pesawat direspon dengan sigap jajaran Lanud SIM yang dipimpin Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Hendro Arief H.

Danlanud SIM menyampaikan bahwa prosedur pengamanan dilaksanakan oleh pihaknya dengan melakukan pemeriksaan terhadap crew Rafale.

Identitas mereka masing-masing Bob/Captain Adeleus Thomas (Rafale 38), Captain Duboin Jean (Rafale 39), Captain Dennis Pierre (Rafale 45), Captain Hetier Hubert (Rafale 6), Squid/Captain Denis Guiluame (Rafale 21), Lea/Captain Droz Bartholet (Rafale 31), dan Choco/Captain Bon Camile (Rafale 42).

Dari pemeriksaan yang dilakukan jajaran Lanud SIM, jelas Hendro, diketahui pesawat sedang melaksanakan exercise air to air dengan rute ship (Charles De Gaule) – area – ship.

Hasil pemeriksaan fisik diketahui bahwa crew Rafale tidak membawa senjata perorangan, hanya di salah satu pesawat dengan tail number 39 terdapat peluru kendali dummy jenis MICA (Missile Interception Combat Arien).

“Lakukan pengamanan dan pemeriksaan sesuai SOP yang berlaku dengan tetap koordinasi dan bekerja sama pihak terkait,” ujar Danlanud SIM Kolonel Pnb Hendro Arief H seraya memantau kegiatan pengamanan berlangsung aman dan lancar karena crew kooperatif selama pemeriksaan.

Hingga berita ini ditayangkan, empat pesawat sudah kembali ke kapal induk. Sementara tiga pesawat lainnya dalam pemeriksaan teknis (technical check) di Lanud SIM. [KM-01/ACEHKITA]

 
 

 


Artikel yang berjudul “Tujuh Pesawat Tempur Prancis Mendarat Darurat di Aceh” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Tokoh Agama dan Masyarakat Asahan Serukan Tolak Aksi People Power

ASAHAN, Gema Bangsa | Gerakan People Power yang dikemukakan oleh para pendukung pasangan calon Presiden Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, mendapat tanggapan dari sejumlah elemen masyarakat di Indonesia. Di Kabupaten Asahan Sumatera Utara, gerakan people power ditolak oleh sejumlah tokoh Masyarakat dan Agama.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Asahan, H. Humaidy Syamsuri Pane, menghimbau masyarakat tidak ikut serta dalam menyebar ujaran kebencian, hoax, terlebih tindakan tindakan anarkis yang dapat menimbulkan kegaduhan di Negara Republik Indonesia.

“Jika ada yang mau menyampaikan sesuatu hal, silahkan saja disampaikan pada tempat nya dan tentu nya harus sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku. Jangan berbuat anarkis, karena hal tersebut yang di inginkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, dengan tujuan untuk memecah belah kesatuan bangsa. Mari sama-sama bergandengan tangan dalam satu persepsi agar Negara Republik Indonesia tetap aman, damai dan sejahtera,” katanya, Sabtu (18/5/2019).

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Asahan, H. Salman Abdullah Tanjung, M.A. Salman, mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing ataupun menyebarkan isu SARA, tidak melakukan makar dan tindakan-tindakan inskonstitusional.

“Kita harus saling menjaga ucapan dan tindakan terhadap sesama dalam kehidupan bermasyarakat. Mari jalin kesatuan dan persatuan demi terjaga nya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai,” pesannya.

Hal senada juga dikatakan Ketua DPD IPK Kabupaten Asahan, H. Abdul Halim, S.Ag dan Ketua MPC PP Kabupaten Asahan, DR. Donal Panjaitan.

Mereka menyerukan kepada masyarakat agar menolak gerakan people power, karena hal tersebut dikategorikan sebagai perbuatan makar.

“Mari kita bersama-sama menjaga kesatuan Republik Indonesia. Jangan mau di provokasi, hindari menyebar ujaran kebencian dan hoax. Mari kita tetap menjaga keamanan dan kedamaian di Indonesia, khususnya di Kabupaten Asahan ini,” pungkasnya. [KM-03]

 
 

 


Artikel yang berjudul “Tokoh Agama dan Masyarakat Asahan Serukan Tolak Aksi People Power” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Modus Tanya Alamat, Pria ini Jambret Tas Korbannya

MEDAN, Gema Bangsa | Petugas Polsek Medan Baru menangkap Johensen (35) warga Jalan PWS, Medan Petisah, karena melakukan pencurian tas dengan modus berpura-pura menanyakan alamat.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing mengatakan, kejadian berawal saat korban Debby Fatimah (65) hendak kerumah anak angkatnya di Jalan PWS, Kecamatan Medan Petisah dengan berjalan kaki, pada Selasa (30/4/2019).

Tiba-tiba pelaku mendekati korban. Disitu pelaku berpura-pura menanyakan alamat sembil memberikan selmebar kertas. “Korban yang takut menghiraukan pelaku,” katanya, Jumat (3/5/2019).

Melihat adanya kesempatan, pelaku kemudian merampas tas korban yang berisi berisi 1 unit HP dan uang. Korban pun meneriaki pelaku maling.

“Petugas kita yang kebetulan melakukan patroli di sekitar lokasi langsung menangkap pelaku,” ujarnya.

Dari pelaku disita tas milik korban yang berisi 1 unit HP dan uang Rp 9000. “Modus pelaku berpura-pura menanyakan alamat lalu merampas tas korbannya,” jelasnya.

Saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan petugas. “Pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” pungkasnya. [KM-03]

 
 
 

 
 

 

Gema Bangsa merupakan media siber yang telah terverifikasi faktual oleh Dewan Pers Indonesia., dan diakses rata-rata 100.000 pembaca setiap hari. Untuk pemasangan iklan/advertorial pemerintahan, swasta, dan korporasi silahkan hubungi bagian marketing kami melalui Telepon/WhatsApp : 0811671002 / 0819613506


Artikel yang berjudul “Modus Tanya Alamat, Pria ini Jambret Tas Korbannya” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Jelang Ramadhan, Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil di Sergai

SERGAI,Gema Bangsa | Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1440 H, Bupati Sergai Provinsi Sumatera Utara, Ir. H. Soekirman bersama Kapolres dan unsur OPD melakukan survey harga kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Sei Rampah, Jumat (03/05/2019).

Selain melakukan survey harga kebutuhan, Bupati juga melepas tim Operasi Pasar Pemkab Sergai yang diturunkan dibeberapa Kecamatan untuk melayani masyarakat sama menjelang puasa Ramadhan.

“Survey ini dilakukan untuk mengendalikan inflasi harga-harga komoditi pokok di daerah serta untuk mengetahui ketersediaan kebutuhan sembako bagi masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan”, kata Bupati Soekirman disela-sela kegiatan.

Dipilihnya pasar Sei Rampah ini, kata Dia, karena menjadi pasar rakyat yang terdapat di Ibu Kota Kabupaten Sergai sehingga dapat menjadi gambaran kegiatan perekonomian yang terjadi disuatu daerah.

“Menjelang Ramadhan tahun ini, stok sembako cukup, bahkan kalau dilihat sebenarnya berlebih. Untuk harga bahan-bahan pokok stok aman dan harganya tergolong normal”, ucapnya.

Dikesempatan ini pula lanjutnya, digelar pasar murah tetapi tidak difokuskan ke satu tempat ini saja, selain di Pasar Sei Rampah juga digelar di Pasar Pekan Tanjung Beringin sehingga masyarakat bisa menjangkau tanpa harus mengeluarkan ongkos transportasi lagi.

“Dalam operasi pasar murah ini beras dengan harga di pasar Rp 5.000 kita lepas dengan harga Rp 51.000/5 kg, gula pasir Rp13.000 menjadi Rp10.500/kg. Direncanakan pada bulan Ramadhan 1440 H nanti, operasi pasar juga diadakan di 17 kecamatan se-Kabupaten Sergai”, jelasnya.

Sementara itu dari hasil peninjauan di pasar tradisional Sei Rampah, beberapa bahan pokok masih relatif stabil seperti, beras ir 64 Rp10.500/kg, minyak goreng kuning Rp10.000/kg, ayam boiler Rp 26.000/kg, ayam kampong Rp 35.000/kg, telur ayam buras Rp1.300/butir dan telur itik Rp 1.700/butir.

Sedangkan cabai merah masih dikisaran harga Rp 38.000/kg, cabai kecil Rp 35.000/kg, cabai hijau Rp 30.000/kg. Sementara untuk bawang merah Rp 33.000/kg, bawang putih Rp 70.000/kg, kentang Rp 9.000/kg, tomat Rp12.000/kg. Kemudian harga ikan tongkol Rp 24.000/kg, ikan gembung Rp 30.000/kg, daging sapi Rp 120.000/kg, daging kambing Rp 85.000/kg.[KM-04]

 
 
 

 
 

 


Artikel yang berjudul “Jelang Ramadhan, Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil di Sergai” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

THR Cair 24 Mei 2019

JAKARTA, Gema Bangsa | Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Syafruddin menyatakan, Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) akan cair pada 24 Mei 2019. Hal tersebut telah diputuskan dalam rapat terbatas.

“Sudah diputuskan, tanggal 24 Mei 2019 THR Cair,” katanya, Jumat (3/5/2019).

Diketahui, pemberian THR telah diamanatkan sebagai salah satu kebijakan dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) yang tertuang pada Nota Keuangan dan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2019.

Untuk gaji ke 13 ASN, ia mengaku belum bisa memastikan kapan tanggal pencairan akan dilakukan pemerintah. Ia meminta jurnalis untuk menanyakan lebih rinci kepada Kementerian Keuangan.

“Saya enggak ngerti itu. Beliau yang tahu,” pungkasnya. [KM-03]

 
 
 

 
 

 

Gema Bangsa merupakan media siber yang telah terverifikasi faktual oleh Dewan Pers Indonesia., dan diakses rata-rata 100.000 pembaca setiap hari. Untuk pemasangan iklan/advertorial pemerintahan, swasta, dan korporasi silahkan hubungi bagian marketing kami melalui Telepon/WhatsApp : 0811671002 / 0819613506


Artikel yang berjudul “THR Cair 24 Mei 2019” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Ini Fitur Menarik Google Pixel 3a dan Pixel 3a XL

JAKARTA, Gema Bangsa | Google diketahui sedang menyiapkan ponsel terbarunya. Ponsel Google Pixel 3a dan Google Pixel 3x XL dibebutkan segera dirilis.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedua ponsel tersebut akan diluncurkan di ajang Google di I/O 2019 pada 7 Mei 2019. Salah satu gambar di poster mengonfirmasi bahwa fitur-fitur kamera yang luar biasa, fast charging 15 menit untuk penggunaan 7 jam, dan Google Assistant.

Kedua ponsel akan dibekali dengan mode kamera Night Sight, mode yang memungkinkan menangkap gambar di cahaya rendah tanpa menggunakan flash.

Beberapa fitur kamera yang dikonfirmasi termasuk Portrait Mode, Motion Auto Focus dan sebuah kabar gembira, penyimpanan Google Photos yang unlimited!

Duo Google Pixel 3a juga akan mendapatkan pembaruan keamanan dan OS yang terbaru selama 3 tahun. Karena ponsel diluncurkan dengan membawa Android Pie, maka tiga tahun pembaruan berarti dapat mencicipi Android Q, Android R, Android S, dan jika kita beruntung, Android T.

Ponsel Google Pixel 3a akan dilengkapi dengan chip keamanan Titan M untuk menjaga data ponsel agar tetap aman. Render resmi yang beredar mengonfirmasi bahwa Pixel 3a dan Pixel 3a XL akan menyediakan 3 warna untuk pengguna.

Ada warna Clearly White yang memiliki tombol power oranye, Purple-ish yang tombol powernya lemon green, dan Quite Black dengan tombol power merah.

Dilansir dari Gizmochina, Google Pixel 3a diprediksi akan dibanderol dengan harga 399 dolar AS atau Rp 5,7 juta. Sementara ponsel Google Pixel 3a XL diharapkan akan datang dengan harga 479 dolar AS atau Rp 6,8 juta.

Setelah diluncurkan di AS kedua ponsel juga akan diluncurkan di India pada 8 Mei 2019. Ponsel Google Pixel 3a mempunyai layar 5,6 inci sementara Pixel 3 XL memiliki layar 6,0 inci.

Kedua ponsel akan membawa spesifikasi seperti RAM 4 GB, memori internal 64 GB, kamera belakang Dual Pixel 12.2MP, dan kamera depan 8 MP.

Google Pixel 3a dikabarkan mempunyai baterai berkapasitas 3.000 mAh sementara Google Pixel 3 XL membawa batera berkapasitas 3.700 mAh. [KM-03]

 
 
 

 
 

 


Artikel yang berjudul “Ini Fitur Menarik Google Pixel 3a dan Pixel 3a XL” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Geber Motor, Fadli Ditikam Pengemudi Mobil

MEDAN, Gema Bangsa | Seorang mahasiswa bernama Ilham Fadli Piliang (20) terpaksa dilarikan ke rumah sakit, karena ditikam di Komplek MMTC Pancing, Jalan Selamat Ketaren, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Informasi dihimpun, kejadian berawal saat korban bersama rekannya dengan menggunakan sepeda motor melintas di kawasan kampus Unimed menuju Jalan Pancing. Lantaran jalanan macet korban menggeberkan sepeda motornya, Kamis (2/5/2019) sore.

Ternyata aksi korban yang menggeber sepeda motor membuat kesal pengendara mobil Toyota Avanza. Pria yang di dalam mobil pun juga menggeber mobilnya.

Salah seorang yang berada di dalam mobil lalu turun, sehingga membuat teman korban berbalik arah dan memukul kaca spion mobil. Mereka pun melarikan diri ke arah Jalan Selamat Ketaren.

Tak terima, pria yang berada di dalam mobil mengejar dan memepet sepeda motor korban di komplek MMTC. Disitu, pelaku lalu memukul teman korban.

“Korban yang melihat temannya dipukul berupaya menolong. Salah satu pelaku lalu menusuk punggung korban menggunakan pisau,” kata  Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu MK Daulay, Jumat (3/5/2019).

Petugas yang mendapat laporan turun ke lokasi dan menangkap salah satu pelaku bernama Andrean Panjaitan (22) warga Jalan I, Gang Manggis, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan.

“Korban sudah dibawa ke rumah sakit. Satu pelaku sudah diamankan. Pelaku juga mahasiswa.Saat ini petugas masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya,” pungkasnya. [KM-03]

 
 
 

 
 

 


Artikel yang berjudul “Geber Motor, Fadli Ditikam Pengemudi Mobil” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Sambut Ramadhan, Telkomsel Luncurkan Serial Negeri 5 Menara

JAKARTA, Gema Bangsa | Menyambut Ramadhan dan Idul Fitri 1440H, Telkomsel melalui aplikasi video streaming MAXstream berkolaborasi dengan Melon dan rumah produksi E-Motion, meluncurkan serial drama religi berjudul “Negeri 5 Menara” untuk menemani para pelanggan.

Serial yang dikemas dalam 30 episode mulai tayang perdana per episode nya setiap hari selama bulan Ramadhan pada pukul 17:00 WIB.

Diangkat dari kisah novel dengan judul yang sama, alur cerita mengikuti perjalanan Alif dan lima sahabat masa kecilnya yang membentuk pertemanan di pesantren dan berjanji di bawah menara masjid pesantren bahwa suatu hari nanti ketika mereka sudah dewasa, mereka akan bertemu kembali di Trafalgar Square, London-Inggris.

Saat beranjak dewasa, Alif yang tengah menuntut ilmu di Amerika, datang ke Inggris untuk memenuhi janji dengan teman-teman alumni pondok pesantren. Tak dinyana usaha keenam sahabat ini untuk merealisasikan janjinya ternyata tidak semudah membalikan telapak tangan. Cerita bergulir ke masa sebelumnya. Alif masuk ke pondok pesantren karena mengikuti kemauan ibunya yang ingin Alif seperti Buya Hamka.

Dalam kegalauan sekolah di pesantren Alif menemukan kata-kata dari Ustadz Salman, “Man Jadda Wa Jada”, siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Ibarat mantra, keenam sahabat ini berusaha keras untuk menggapai impian mereka.

Kisah Negeri 5 Menara merupakan hasil karya Sutradara Reka Wijaya (Bajaj Bajuri) dan Produser Avesina Soebli (Laskar Pelangi, Garuda di Dadaku). Melalui serial ini, penonton diajak untuk merefleksikan tujuan hidup dan tetap memupuk semangat tabah mengejar mimpi.

Serial ini dibintangi Prilly Latuconsina, Ajil Ditto, Chand Kelvin, Jennifer Coppen, Doni Damara, Farandika, Damara Finch, Difa Riansyah, Naufal Azhar, Arif Alfiansyah, Fay Nabila, Ariyo Wahab, David Khalid, Zaskia Adya Mecca, Tasman Taher serta Mario Irwinsyah.

Serial inspiratif Negeri 5 Menara dibungkus dengan konsep interaktif. Di setiap akhir episode, pelanggan Telkomsel dapat berpartisipasi pada kuis untuk menjawab pertanyaan seputar episode yang baru tayang dengan mengakses UMB Telkomsel Siaga *123# (bebas biaya pulsa). Jawaban yang benar akan mendapatkan 5 kupon undian program Ramadhan & Idul Fitri Telkomsel. Pelanggan juga bisa mendapatkan konten behind the scene dengan menghubungi *500*175#.

Head of Digital Lifestyle Telkomsel, Crispin Tristram mengatakan, “Kami sangat antusias menghadirkan konten bertema religi dalam MAXstream Original. Sebagai layanan video streaming, MAXstream menyajikan tayangan pilihan yang mendukung sineas lokal dan menginspirasi masyarakat melalui nilai-nilai positif. Strategi kami untuk mengangkat konten lokal sesuai dengan visi kami untuk menjadi pengembang ekosistem digital di Indonesia, kali ini melalui melalui MAXstream sebagai bagian dari layanan digital lifestyle experience.”

Direktur PT Melon Indonesia, Dedi Suherman mengungkapkan rasa bangganya dalam peluncuran serial ini.

“Kami memilih buku Negeri 5 Menara untuk diadaptasi karena memiliki pesan yang religius dan sesuai dengan momen Ramadhan dan Idul Fitri. Selain itu, pesan moral dalam cerita ini sangat relevan pada masyarakat lintas generasi. Proyek ini merupakan upaya baru Melon untuk berekspansi dari musik digital ke konten video digital,” katanya, Jumat (3/5/2019).

Direktur PT E-Motion Entertainment, Arnold J. Limasnax menceritakan bahwa mengadaptasi buku best seller karya Ahmad Fuadi merupakan tantangan tersendiri.

“Negeri 5 Menara selain menjadi best seller, juga pernah menjadi film box office di Indonesia. Melihat animo publik yang menggemari serial extended universe, kami ingin menggali lagi kisah – kisah di luar cerita novel dan film. Tentu kami sadar akan ekspektasi tinggi yang telah ada, namun disitu kami melihat peluang untuk memberi yang terbaik. “Man Jadda Wa Jada”, kalau menurut novelnya,” ujarnya.

MAXstream sebelumnya telah menghadirkan serial MAXstream Original lainnya yaitu serial horror berjudul “Nawangsih” karya Melly Goeslaw yang ditonton lebih dari 2,3 juta kali. Selain itu, MAXstream Original yang mendapatkan perhatian cukup tinggi adalah Brata yang ber-genre action, Critical Eleven yang ber-genre drama dan Pulang Pulang Ganteng yang ber-genre komedi.

Selain memproduksi serial orisinil dengan cita rasa lokal, MAXstream juga menyediakan konten lain seperti film, TV show, olahraga (English Premier League, Italian Serie A, France Ligue 1, Spanish La Liga, dan lain-lain), maupun kartun dari berbagai saluran TV lokal dan internasional, serta layanan video-on-demand. Sejak diluncurkan di tahun 2018, MAXstream telah menjadi salah satu layanan video yang paling diminati masyarakat Indonesia dengan lebih dari 14 juta unduhan.

“Permintaan masyarakat akan bentuk layanan yang lebih beragam memotivasi kami untuk terus mengembangkan berbagai layanan baru di luar core business kami. Sebagai digital telco company, Telkomsel mengembangkan platform video streaming MAXstream serta mendorong konten produksi lokal dalam upaya menciptakan ekosistem digital yang mampu melayani kebutuhan berbagai lapisan masyarakat,” pungkasnya. [KM-03]

 
 
 

 
 

 


Artikel yang berjudul “Sambut Ramadhan, Telkomsel Luncurkan Serial Negeri 5 Menara” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita