Saat Livienne Russellia Indonesian Beauty Queen Curhat Pengalamannya Menjadi Pebisnis Kosmetik Sukses

Kesuksesan memang tak pernah datang begitu saja, semuanya dibutuhkan sebuah kerja keras dan tekad yang tak pernah pantang menyerah, inilah yang membuat Livienne Russelia pemilik dan pendiri PT Cakra Daya Makmur yang bergerak di bidang berbagai produk kecantikan berhasil.

Mengawali cerita pada wartawan, perempuan kelahiran 1976 ini mengaku, langkahnya tersebut sebenarnya berawal dari ketidaksengajaan, karena kondisi sang suami yang tiba-tiba mengharuskannya untuk ikut bekerja, demi meringankan perekonomian keluarga.

“Situasi ekonomi saat itu menuntut saya harus keluar untuk ikut bekerja. Saat itu masih seorang ibu rumah tangga dan baru melahirkan. Tapi, di situlah mungkin tahap awal saya menemukan minat saya sebagai seorang pebisnis,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Segala bisnis pun mulai ia coba, seperti menjual makanan kecil, membuat dan menjual kue, sarung tangan, sepatu hingga baju dari modal sekecil-kecilnya. Dengan tak mudah putus asa dan tidak gengsi, Livienne melakoni semuanya dengan ulet.

Bahkan, dia harus menjual kacang di toples dan berkeliling memasukkannya ke beberapa pasar.

Dengan berbagai jaringan yang ia miliki dan rasa percaya diri yang tinggi Livienne terus berjuang hingga berhasil masuk ke bisnis produk kecantikan, meskipun masih bertaraf barang import.

“Tahun 2006 itu saya mulai bermain produk kecantikan import. Dengan modal awal kisaran ratusan juta, tapi saya masih harus gulung tikar karena saat itu pemerintah menetapkan peraturan import produk yang cukup ketat. Sebagai pebisnis saya tidak boleh pasrah. Setelah gagal, saya malah mau coba yang lebih besar,” ungkap ibu dua orang anak ini.

Saat itu, perempuan kelahiran Pontianak ini melihat tren produk kecantikan dengan bahan alami yang tengah diminati.

Peluang inilah yang lantas ia manfaatkan untuk kembali bangkit dari kegagalannya. Livienne melirik susu kambing dan berbagai bahan alami lainnya untuk membuat produk perawatan kulit pertamanya yang dinamakan Vienna.

Meski masih terbilang industri rumahan dan mengerjakan semuanya di sebuah ruko kecil dengan bantuan lima orang karyawan, bisnis ini semakin lama semakin tumbuh.

Hingga akhirnya pada 2010, Livienne meresmikan pabrik produk kecantikannya di kawasan Tangerang, Banten dengan tambahan ratusan karyawan.

Keseriusannya di industri kecantikan pun tak main-main. Sejak saat itulah, ia bertekad untuk terus belajar dan memperdalam ilmu mengenai bidang ini dengan meneruskan kuliah S2 farmasi kecantikan. Kebetulan, gelar S1 yang dia raih memang fokus di bidang bisnis.

Tak hanya Vienna yang berfokus pada perawatan tubuh, seperti body lotion, sabun, masker dan lainnya, bisnis ini pun semakin berkembang pesat dengan kehadiran XL Professionnel, brand yang berfokus pada perawatan rambut.

Setahun belakangan, PT Cakra Daya Makmur kembali meluncurkan brand ketiganya yakni Martinez Professionnel yang menyediakan ragam make up, mulai dari foundation, lipstik, bedak, eyeshadow hingga maskara dengan ragam shade yang cukup lengkap.

“Pemerintah saat itu memang support produk dalam negeri. Saya lihat di pasaran banyak produk kecantikan yang tidak aman, khususnya brand lokal. Banyak mengandung bahan berbahaya dan tidak dilindungi BPOM. Padahal Indonesia punya potensi. Karena itulah saya memanfaatkan peluang tersebut,” ungkapnya.

Inilah yang membuat Livienne terus menjaga kualitas produknya yang ditujukan untuk perempuan urban berusia 20-35 tahun dengan status ekonomi B-C atau menengah. Mulai dari penggunaan bahan-bahan alami yang aman dan berkualitas, mendapatkan sertifikasi halal dan dilindungi BPOM, hingga kandungan nutrisi yang selalu dimasukkan dalam produk kecantikan buatannya.

Kini, produk kecantikan PT Cakra Daya Makmur tak hanya mudah untuk ditemui di pasar Indonesia, namun juga sudah merambah ke berbagai negara lain, seperti Korea Selatan, Nigeria, Kamerun, Oman, hingga mengikuti berbagai pameran produk kecantikan di Dubai.

Menurutnya, kiat untuk menjadi pebisnis yang sukses adalah selalu berpikiran positif, bekerja keras dan menjaga integritas yang kita miliki. Karena kata dia, menjaga kepercayaan orang lain adalah hal yang sangat penting.

“Saya merasa saya punya kesempatan-kesempatan itu karena orang percaya sama saya. Skill bisa dipelajari, tapi dengan integritas orang bisa percaya, meski sepintar apapun kalau kita dipertanyakan orang, kita akan sulit untuk melangkah lagi,” tutup dia.

Kabinetijen Beberkan Siapa Saja Calon Menteri Pilihan Warganet 2019

JAKARTA, 30 Agustus 2019 – Siapa bilang banyak orang apatis dengan politik? Setelah proses Pemilu 2019 yang melelahkan dan menciptakan polarisasi pendukung, kepedulian masyarakat terhadap isu-isu politik terbilang masih tinggi.

Terlihat dari antusiasme publik untuk ikut membicarakan proses pergantian atau reshuffle kabinet yang bakal dilakukan Presiden Joko Widodo memasuki periode kedua pemerintahannya. Partisipasi aktif mereka ditunjukkan saat membicarakan profil kandidat-kandidat calon menteri yang potensial baik dengan mendukung figur lama maupun nama baru.

Sejak diluncurkannya game politik Kabinetijen di Opini.id pada 8 Agustus 2019 hingga berjalan selama sekitar 3 minggu, telah terbentuk lebih dari 2.200 susunan kabinet versi netizen. Setiap orang bisa memilih nama kabinetnya berikut keterangan singkat visi misinya kemudian memilih nama calon menteri di setiap pos kementerian.

“Sejumlah nama menteri yang masih menjabat saat ini masih menjadi favorit pilihan netizen. Namun, tidak sedikit yang mengusulkan nama-nama kandidat baru yang dianggap lebih cocok mengisi pos kementerian tertentu”, ucap Risang B. Dhananto, selaku VP Marketing dari Opini.id melalui rilis, Sabtu (31/8/2019).

Menteri kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi tokoh yang paling favorit dipilih warganet di antara kandidat menteri yang ada. Kebijakannya menenggelamkan kapal ilegal pencuri ikan masih mendapat apresiasi positif meskipun ada yang mengkritik sejumlah kebijakannya seperti larangan penggunaan alat tangkap cantrang dan kinerja sektor perikanan yang belum juga melonjak drastis di tengah penegakan hukum dan perbaikan regulasi.

Sementara itu nama menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyono, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, dan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar juga masuk dalam daftar teratas kandidat favorit.

“Yang menarik adalah banyaknya nama-nama baru yang dipilih netizen untuk masuk kabinet. Antara lain mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir dan Wishnutama Kusubandio yang mengawal kampanye Jokowi selama Pilpres 2019 berlangsung,” ungkap Tri Wahono, Pemimpin Redaksi Opini.id.

Harapan netizen agar Presiden Jokowi memasukkan lebih banyak tokoh dari kalangan profesioal ke kabinet juga tampak dari usulan nama-nama baru yang muncul. Antara lain Ilham Habibie, Direktur KAI Edi Sukmoro, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Rhenald Kasali, Yenny Wahid, dan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Jamhari.

Beberapa nama kepala daerah dan mantan kepala daerah juga jadi favorit netizen. Misalnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan mantan Bupati Purwakarta Dedy Mulyadi. Dalam beberapa kesempatan Jokowi sempat menyebut akan memilih salah satu kepala daerah ke dalam jajaran kabinetnya.

Beberapa tokoh partai juga favorit jadi calon menteri. Ada nama politisi PDI-P Budiman Sujatmiko, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie, dan mantan Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) yang kini menjadi politisi Nasdem Emmy Hafild.

Tidak hanya tokoh-tokoh pendukung Jokowi, netizen juga banyak yang mengusulkan tokoh oposisi ke dalam kabinet. Misalnya Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono. Kemungkinan masuknya PAN atau Gerindra ke dalam koalisi partai pendukung pemerintah memang sempat disinggung apalagi setelah pertemuan antara Jokowi dan Prabowo Subianto. Namun,, Jokowi sempat menyebut bahwa peluang ini sagat tergantung kesepakatan dari koalisi partai yang mengusungnya saat Pilpres 2019.

Ada yang membuka kesempatan seperti PDI-P dan ada yang menolak seperti Nasdem. Nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau BTP pun muncul di peringkat atas calon menteri favorit netizen. Bahkan berada di peringkat 3 kandidat tervaforit setelah Susi Pudjiastuti dan Sri Mulyani. Ahok paling banyak diusulkan menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Namun, peluang Ahok masuk kabinet sepertinya bakal terbentur Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara yang mengatur bahwa untuk diangkat menjadi menteri tidak boleh pernah menjalani hukuman dengan ancaman lima tahun atau lebih. Meski dihukum 2 tahun karena kasus penistaan agama, BTP diancam pidana dengan hukuman maksimal 5 tahun. Bakal perlu terobosan hukum dan perlakuan istimewa jika Jokowi ingin memasukkan Ahok ke dalam kabinet.

Daftar Menteri Favorit Netizen 2019

Berikut adalah daftar nama calon menteri favorit Kabinet Jokowi Pilihan Netizen 2019 (dari 2200+). Urutan sesuai persentase favorit netizen.

  1. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti ( Popularitas 90,00%)
  2. Menteri Keuangan: Sri Mulyani Indrawati (81,21%)
  3. Menteri Luar Negeri: Retno LP Marsudi (66,71%)
  4. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi: Ilham Habibie (64,66%)
  5. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono (61,38%)
  6. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Basuki Tjahaja Purnama (54,59%)
  7. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Arcandra Tahar (43,79%)
  8. Kepala BEKRAF: Wishnutama Kusubandio (43,09%)
  9. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Emmy Hafild (42,98%)
  10. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional: Bambang Brodjonegoro (42,02%)
  11. Menteri Badan Usaha Milik Negara: Erick Thohir (41,98%)
  12. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi: Budiman Sudjatmiko (41,68%)
  13. Menteri Komunikasi dan Informatika: Nadiem Makarim (41,44%)
  14. Menteri Sosial: Yenny Wahid (41,31%)
  15. Menteri Pertahanan: Andika Perkasa (37,90%)
  16. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Rhenald Kasali (36,98%)
  17. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia: Yusril Ihza Mahendra (36,96%)
  18. Menteri Pertanian: Jamhari (36,41%)
  19. Menteri Kesehatan: Nila Moeloek (36,22%)
  20. Menteri Perhubungan: Edi Sukmoro (36,15%)
  21. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya: Desi Albert Mamahit (34,90%)
  22. Menteri Sekretaris Negara: Pramono Anung (33,60%)
  23. Menteri Perdagangan: Sandiaga Uno (32,78%)
  24. Menteri Ketenagakerjaan: Dita Indah Sari (32,67%)
  25. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan: Moeldoko (31,84%)
  26. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Grace Natalie (31,46%)
  27. Menteri Perindustrian: Airlangga Hartarto (27,76%)
  28. Menteri Dalam Negeri: Djarot Saiful Hidayat (27,73%)
  29. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah: Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga (27,14%)
  30. Menteri Agraria dan Tata Ruang: Dedi Mulyadi (26,97%)
  31. Menteri Pemuda dan Olahraga: Agus Harimurti Yudhoyono (24,22%)
  32. Menteri Agama: Mahfud MD (23,72%)
  33. Menteri Investasi: Thomas Lembong (23,26%)
  34. Menteri Pariwisata: Ridwan Kamil (21,97%)
  35. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Soekarwo (21,45%)
  36. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Darmin Nasution (15,76%)

Kandidat Menteri Terpopuler

  1. Susi Pudjiastuti (3,38 %)
  2. Sri Mulyani Indrawati (3,08%)
  3. Basuki Tjahaja Purnama (2,57%)
  4. Erick Thohir (2,42%)
  5. Tri Rismaharini (2,18%)
  6. Nadiem Makarim (2,08%)
  7. Ilham Habibie (1,94%)
  8. Yenny Wahid (1,94%) 9. Basuki Hadimuljono (1,93%)
  9. Retno LP Marsudi (1,90%)
  10. Mahfud MD (1,83%)
  11. Budiman Sujatmiko (1,66%)
  12. Ridwan Kamil (1,63%)
  13. Agus Harimurti Yudhoyono (1,62%)
  14. Dedy Mulyadi (1,58%)
  15. Arcandra Tahar (1,56%)
  16. Wishnutama Kusubandio (1,50%)
  17. Sandiaga Uno (1,48%)
  18. Yusril Ihza Mahendra (1,43%)
  19. Grace Natalie (1,42%)

Game Kabinetijen akan berlangsung hingga 30 September 2019. Netizen masih antusias untuk dapat menyusun kabinet versi mereka sendiri.

Ada hadiah mingguan untuk 2 netizen terpilih masing-masing voucher Gopay sebesar Rp 50.000 dan 2 smartphone Oppo F5 untuk 2 pemenang di akhir periode.

Yuk buat kabinet versimu, pilih menterinya dan pamerkan di Opini.id/kabinetijen #kabinetijen #KaloGuePresiden

Tentang Opini.id

Opini.id adalah media perspektif yang kritis, kreatif, tajam dan berani dalam mengangkat hal sosial, politik dan budaya. Opini.id fokus dalam menyajikan konten-kontennya secara kreatif dan inspiratif untuk disebar luaskan kepada masyarakat melalui beragam platform yang disediakan.

Opini dapat diakses melalui: Website: www.opini.id https://instagram.com/opiniid/ https://www.facebook.com/Opinidotid https://www.youtube.com/opiniid https://twitter.com/OPINI_id Line: @Opini.id

Tentang Kabinetijen Game interaktif yang memungkinkan user untuk membuat kabinet negaranya sendiri. Disini mereka memiliki kebebasan untuk menentukan nama kabinet, visi misi kabinet bahkan mengusulkan nama menterinya sendiri. Selain itu user juga diajak untuk mengetahui profil lengkap calon menteri Indonesia.

Info seputar Kabinetijen:
Yusti Maredzki
Yusti.maredzki@gvmnetworks.com
081536653376

Mengapa Anisha Putri Ingin Membantu Pariwisata Lombok?

Anisha Putri, pegiat wisata Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat tercenung usai bencana yang melanda daerahnya. Gempa bumi pada Juli dan Agustus 2018 lalu tak hanya merusak infrastruktur, tapi juga memukul sektor wisata yang menjadi andalan.

“Saat itu, semuanya hancur, para wisatawan diimbau untuk tidak berada di Lombok dan mereka banyak yang meninggalkan Lombok dan kembali ke negaranya,” kata Anisha, di Mataram, pertengahan Juli 2019.

Akibatnya kunjungan wisatawan terjun bebas. Investor lokal apalagi asing pun takut menanamkan modalnya di Lombok. Senjakala wisata Lombok pun menghantui.

Namun, Anisha Putri dan para pegiat wisata lain tak mau terpuruk. Mereka terus menerus mempromosikan pulau yang memiliki segudang keindahan ini. Semangatnya agar Lombok ramai dikunjungi wisatawan dan investor, seperti masa sebelumnya.

Berbagai cara dilakukan untuk mengangkat kembali angka kunjungan wisata dan memulihkan pariwisata agar para investor bisa dengan mudah dan tidak khawatir untuk berinvestasi.

Pertama-tama yang dilakukan adalah dengan mengajak para investor dan teman dekat yang dikenalinya untuk membantu korban gempa.”Kami mengajak semua memberikan bantuan kepada korban ,” kata Anisha.

Setelah beberapa bulan berlalu, ia kemudian mengirimkan pesan kepada teman-temannya di luar negeri bahwa Lombok sudah aman dan meminta mereka untuk berkunjung ke Lombok.

“Semua teman-teman saya yang kerap investasi saya arahkan untuk kembali di Lombok. Ada yang mau ada yang tidak, dan kebanyakan dari mereka mau berinvestasi kembali namun menunggu Lombok benar-benar sudah pulih,” kata Anisha.

Segenap koleganya juga membantu sosialisasi bahwa Lombok sudah aman. Pemerintah setempat juga menggencarkan mitigasi dan tempat wisata sudah ditata kembali.

Saat ini, hampir setahun berlalu, perlahan Lombok mulai berbenah. Beberapa investor yang dihubungi mulai menjajaki bisnis dengannya seperti mencari lahan untuk membangun vila, atau perhotelan.

Dalam waktu dekat, puluhan teman investor dari Singapura dijadwalkan akan berkunjung ke Lombok. “Kemungkinan mereka akan berinvestasi di Lombok karena banyak yang sudah tahu bahwa Lombok sudah aman,” kata Anisha Putri.

Mahfud MD Katakan Tuhan Saja Toleransi, Kita Juga Harus Bisa

Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD kembali mengingatkan sikap toleransi dan saling menghormati antar sesama warga Indonesia. Sikap ini sesuai semangat konstitusi yang dipancang para pendiri bangsa.

“Sudah ditegaskan bahwa Indonesia adalah berkat Tuhan. Karena itu kita merujuk ajaran Tuhan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya saat membuka acara Bincang Seru Mahfud di Auditorium Universitas Al-Azhar, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Ajaran ketuhanan yang mendasar adalah bagaimana bertoleransi terhadap pemeluk agama lain. Mahfud menjelaskan, ajaran itu terwujud dalam agama-agama.

“Agama saya Islam. Setahu saya dalam ajaran Islam yang saya pahami ini sikap toleransi sangat ditekankan. Tuhan saja sangat toleran, masak kita tidak,” jelas  Anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila itu.

Karena itu, Mahfud menegaskan, jangan ada pemaksaan atau tindakan semena-mena kehendak mayoritas. “Jangan sampai pecah dan perang antar saudara sendiri. Cerita dari negara-negara konflik itu sangat menyedihkan dan terpuruk,” katanya.

Untuk mendorong nilai toleransi dan nilai-nilai lain Pancasila, kata dia, pihaknya akan terus intensif menginisiasi diskusi-diskusi kepancasilaan di berbagai kampus dan komunitas. Topik yang dibahas tentang penguatan nilai Pancasila dan pelaksanaannya.

Salah satu pembicara dalam kesempatan ini, Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia Asep Saefuddin mengatakan bahwa Indonesia adalah negara percontohan dalam toleransi dan demokrasi.

“Negara-negara Timur Tengah menjadikan Indonesia sebagai percontohan bagaimana Indonesia dengan umat muslim mayoritas tetap bisa merangkul pemeluk agama lain. Mereka memuji Indonesia sebagai kodel pluralisme,” katanya.

“Keragaman itu sudah fitrah, tidak bisa dipertentangkan, bukan alat perpecahan,” ujarnya.

Menurut dia, potensi perpecahan sebagai imbas Pemilu bisa dihindari. Saat ini sudah tidak lagi menonjol kelompok paslon 1 atau 2 tapi sudah kembali menyatu.

Pembicara lain komika Ari Kriting dengan moderator Inayah Wahid, ditutup dengan stand up jenaka Cak Lontong membuat acara lebih segar meski topiknya serius.

Halal Untuk Hidup yang Lebih Baik

Muhammad Isa Indrawan

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari lebih kurang 16.056 pulau, dengan populasi jumlah penduduk berkisar 267 juta jiwa. Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan merupakan negara Muslim terbesar di seluruh dunia. Meskipun 88% penduduknya beragama Islam berkisar 234,960.000 orang, Indonesia bukanlah negara Islam.

Sementara untuk Provinsi Sumatera Utara jumlah penduduk tahun 2018 mencapai 14.415.400 jiwa. Sumatera Utara berada di peringkat ke 4 (empat) sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Untuk penduduk Muslim di Sumatera Utara diperkirakan lebih kurang 63,91%, yakni berkisar 9.212.882 juta jiwa.

Apabila dipetakan menurut kabupaten/kota, daerah dengan jumlah penduduk tertinggi di Sumatera Utara yakni Kota Medan dengan penduduk mencapai 2.229.408. Lalu diikuti Kabupaten Deli Serdang 2.072.521, ketiga Kabupaten Langkat dengan penduduk mencapai 1.021.208, dan daerah-daerah Kabupaten/Kota lainnya yang ada di Sumatera Utara.

Sebagai pintu gerbang wilayah Barat Indonesia, Sumatera Utara merupakan barometer wilayah lainnya. Jadi kalau Sumut ini maju, wilayah barat juga akan terdongkrak maju. Kalau Sumatera Utara ada persoalan, pasti wilayah barat akan ada persoalan. Karena memang berbagai potensi ada di sini (Sumatera Utara).

Selain itu, Sumatera Utara juga mempunyai dua pelabuhan berstandar internasional, dimana Pelabuhan laut Belawan dan Peti Kemas Kuala Tanjung. Sumatera Utara juga sangat didukung oleh Bandara Internasional Kualanamu dan Bandara Silangit yang langsung mempunyai penerbangan ke Singapura dan negara lainnya.

Indonesia melalui Kementerian Pariwisata membidik sebesar 25% atau sekitar 5 juta orang dari target wisatawan mancanegara yang sebanyak 20 juta orang masuk ke pasar pariwisata halal Indonesia di tahun ini. Sepanjang tahun lalu, kontribusi pariwasata halal dalam menyumbang kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 20% dari total perolehan wisman tahun 2018 yang mencapai 15,8 juta kunjungan.

Kontribusi itu meningkat dari perolehan wisatawan halal pada 2017 yang sebesar 18% dari total kunjungan wisman ke Indonesia 14,2 juta wisman atau sekitar 2,7 juta kunjungan. Pada tahun 2016 jumlah wisman muslim yang berwisata halal di Tanah Air mencapai 2,4 juta, naik dari tahun sebelumnya yang mencapai 2 juta kunjungan.

Memang kita akui, perolehan wisman yang muslim hanya 20% di tahun lalu. Memang kunjungan wisman untuk wisata halal ke Indonesia masih kalah dengan negara lain yang non muslim seperti  Thailand. Tahun 2019 ini setidaknya ada target naik menjadi 25% untuk pariwisata halal.

Wisman masuk ke Sumut melalui Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA) Kabupaten Deliserdang, Bandara Silangit Internasional Airport di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Pelabuhan Belawan, Kota Medan dan Pelabuhan Tanjungbalai-Asahan. Selama 2018, jumlah wisman yang berkunjung di Sumut tercatat sebanyak 200.530 kunjungan.

Sementara di 2017, jumlah kunjungan mencapai 242.150. khusus di bulan November 2018, wisman berkunjung ke Sumut ?mencapai 13.571 kunjungan. Jumlah itu, mengalami penurunan 25.79 persen dibanding pada bulan Oktober 2018 yang mencapai 18.288 kunjungan.

Menurut data BPS bahwa pada November 2018, Wisman dari Malaysia menjadi pengunjung terbanyak. Totalnya, ada 9.327 kunjungan atau 68.73 persen dari total wisman yang berkunjung di Sumut. ?Untuk mendorong pariwisata halal Tanah Air, lanjutnya, diperlukan eksplorasi wisata yang cocok untuk wisatawan muslim.

Selain itu, ada keengganan daerah di Indonesia untuk mendeklarasikan diri sebagai destinasi wisata halal.Pasalnya, ada ketakutan daerah dan pelaku usaha apabila mendeklarasikan sebagai destinasi wisata halal maka turis dari Eropa, Amerika, Australia dan lain sebagainya yang non-muslim enggan datang ke Indonesia lagi.

Padahal kalau daerah mendeklarasikan diri sebagai wisata halal itu enggak apa-apa. Dengan deklarasi ini tentu membuat pariwisata halal ini meningkat Muslim di Indonesia juga dikenal dengan sifatnya yang moderat dan toleran. Selain Indonesia, negara berpenduduk muslim terbesar yakni, Pakistan, India, Bangladesh, Turki, Iran, Mesir, Nigeria, Al-Jazair, Maroko dan lain sebagainya.

Sebagai negara yang berpenduduk mayoritas  pemeluk beragama islam, tentunya pelaksananaan jaminan produk halal, baik makanan dan minuman harus dikedepankan. Namun selama ini terlihat masih kurang penerapannya, Oleh karena itu perlu kesadaran dari berbagai pihak untuk menggarap produk Halal. Dunia Usaha sangat mendukung penerapan produk Halal pada semua produk yang mengandung unsur kehalalan termasuk produk makanan & minuman yang beredar di Indonesia.

Dari sisi produsen, kewajiban pencantuman label produk halal sebenarnya merupakan peluang pasar yg sangat luas untuk digarap baik pasar di dalam negeri maupun untuk ekspor ke negara-negara yang berpenduduk mayoritas muslim. Dari sisi konsumen, penerapan label halal yang memenuhi ketentuan agama dan perundang-undangan akan menimbulkan rasa aman dan menghilangkan keraguan dalam mengkonsumsi dan menggunakan produk-produk tersebut.

Dengan demikian, tentunya perlu terus menerus berbagai pihak membuat kegiatan yang terkait tentang berbagai jenis produk dan jasa yang halal dikonsumsi dan atau digunakan oleh konsumen.

Mencermati berbagai hal diatas dalam pengembangan produk halal, terlihat bahwa Pemerintah memegang peranan yang sangat besar sebagai regulator dan fasilitator agar industri halal dapat berkembang dengan pesat dan berdaya saing. Sebagai mitra Pemerintah dan Wadah Dunia Usaha, KADIN Sumatera Utara berkepentingan memajukan produk halal Indonesia, khususnya produk di Sumatera Utara agar dapat berdaya saing di pasar global.

Sebagai perbandingan, jumlah penduduk Malaysia saat ini berkisar lebih kurang 32,4 juta jiwa. Dengan jumlah penduduk yang notabenenya jauh lebih kecil dari jumlah penduduk Indonesia, tetapi untuk urusan halal, dapat dikatakan mereka lebih maju selangkah. Hal ini dikarenakan Pemerintah dan kalangan dunia usaha di Malaysia sangat konsen dan mendukung secara penuh  terhadap permasalahan halal.

 Kalau kita bandingkan lagi dengan jumlah penduduk Arab Saudi 28,7 juta jiwa, Uni Emirat Arab 9,1 juta jiwa, Turki 79,8 juta jiwa, dan Kuwait berkisar 4,2 juta jiwa, dimana dari keempat negara tersebut jika digabung hanya mencapai sekitar 121,8 juta jiwa. Coba kita bayangkan, dengan jumlah penduduk muslim di Indonesia yang lebih kurang 267 juta Jiwa, sudah seharusnya kita menjadi kiblat bagi produk halal.

Selain itu, kita berharap dapat menjadi tuan rumah dinegeri sendiri terhadap produk halal. Jangan pasar yang potensial ini, dijadikan pasar oleh produk-produk luar. Sehingga kita hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Belum lagi kita bicara bagaimana negara Jepang dan Korea yang sangat konsen dan bersungguh dalam masalah produk Halal dinegaranya masing-masing.

Dengan populasi muslim yang sangat besar, Indonesia tidak hanya potensial bagi pasar produk halal, tapi juga bisa pantas dijadikan kiblat bagi komunitas halal dunia.Saat ini masyarakat Indonesia dapat dikatakan semakin sadar dalam persoalan halal. “tingkat kesadaran penduduk Indonesia akan pemakaian produk halal juga meningkat. Peningkatan ini merupakan suatu kemajuan yang sangat baik sehingga Indonesia harus menjadi pemimpin dalam sertifikasi halal internasional nantinya.

Malaysia dan Thailand sudah lebih maju dalam mengantisipasi hal tersebut. Kalau kita terus berdiam diri, maka kita akan semakin tertinggal. Padahal kita mempunyai pasar dalam negeri sendiri yang sangat potensial. Dengan latar belakang tersebut Kadin secara serius dan sangat antusias dalam mewujudkan produk-produk berlabel Halal.

Dengan demikian diharapkan para stakeholders dapat bekerjasama dalam mewujudkan sertifikasi halal pada semua produk yang tentunya lebih baik lagi dari yang sudah ada saat ini. Namun perlu ditegaskan, bahwa urusan halal bukan hanya semata-mata urusan umat muslim.

Umat non muslim juga sudah banyak yang peduli dan paham akan konsep Halal untuk hidup yang lebih baik. Karena Halal menyangkut untuk menjadi sehat dan hidup yang lebih baik. Produk halal bukan hanya kebutuhan bagi umat islam, tetapi merupakan kebutuhan bagi kita semua, untuk mendapatkan hidup yang lebih baik.

Dalam kaitan ini ada dua pilihan dalam jaminan ketersediaan produk halal. Pertama, mengingat telah ada Undang-Undang Perlindungan Konsumen, maka untuk memastikan ketersediaan produk yang benar-benar terjamin kehalalannya bagi konsumen muslim, maka penerbitan Peraturan Pemerintah terkait dengan ketersediaan produk halal sangat membantu para pengusaha dan juga lembaga yang mengurusi masalah ini.

Keberadaan sebuah payung hukum yang menjamin konsumen muslim dalam memperoleh produk halal menjadi keharusan. Secara konstitusional hal tersebut menjadi hak bagi setiap warga negara untuk menjalankan syariat agamanya. Kadin sebagai Mitra Pemerintah dan wadah dunia usaha, tak henti-hentinya terus mendorong berbagai pihak untuk konsen terhadap permasalahan Halal ini.

Kadin senantiasa berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mendukung agar Pemerintah dan pihak swasta yang kompeten mempunyai perhatian khusus terhadap pelaku usaha yang akan memakai logo Halal untuk produk makanan maupun minumannya. Khusunya bagi kalangan UMKM yang memang harus mendapat pendampingan dalam permasalahan Halal. Ini.

Kedepannya, Kadin akan senantiasa bersenergi dengan Pemerintah melalui instansi maupun dinas-dinas terkait yang mengurusi permasalahan Halal Ini. Halal bukan hanya untuk umat Muslim, tapi halal untuk Hidup yang lebih baik. Apalagi saat ini kita berada di bulan suci Ramadhan, bulan dimana umat Islam menjalankan ibadah Puasa, maka sudah tidak dapat ditawar lagi, bahwa masalah Halal harus dikedepankan.

Penulis: Muhammad Isa Indrawan/Wakil Ketua Umum Kadin Sumatera Utara Bidang Industri dan Perdagangan Halal.

 
 

 


Artikel yang berjudul “Halal Untuk Hidup yang Lebih Baik” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Tujuh Pesawat Tempur Prancis Mendarat Darurat di Aceh

BANDA ACEH, Gema Bangsa | Tujuh pesawat tempur Angkatan Laut Prancis jenis Rafale mendarat darurat di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda (Lanud SIM), Aceh Besar, Sabtu (18/5/2019).

Pendaratan tujuh pesawat tempur Rafale itu dilakukan pada pukul 11.45 WIB karena di sekitar kapal induk Charles De Gaule yang menjadi base pesawat dan berada di 100 newton meter barat Sumatera diselimuti cuaca buruk.

Sesuai prosedur penerbangan dan alasan keselamatan, pesawat melaksanakan pengalihan (divert) ke bandara atau pangkalan terdekat, yaitu Lanud SIM. Kedatangan tujuh pesawat direspon dengan sigap jajaran Lanud SIM yang dipimpin Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Hendro Arief H.

Danlanud SIM menyampaikan bahwa prosedur pengamanan dilaksanakan oleh pihaknya dengan melakukan pemeriksaan terhadap crew Rafale.

Identitas mereka masing-masing Bob/Captain Adeleus Thomas (Rafale 38), Captain Duboin Jean (Rafale 39), Captain Dennis Pierre (Rafale 45), Captain Hetier Hubert (Rafale 6), Squid/Captain Denis Guiluame (Rafale 21), Lea/Captain Droz Bartholet (Rafale 31), dan Choco/Captain Bon Camile (Rafale 42).

Dari pemeriksaan yang dilakukan jajaran Lanud SIM, jelas Hendro, diketahui pesawat sedang melaksanakan exercise air to air dengan rute ship (Charles De Gaule) – area – ship.

Hasil pemeriksaan fisik diketahui bahwa crew Rafale tidak membawa senjata perorangan, hanya di salah satu pesawat dengan tail number 39 terdapat peluru kendali dummy jenis MICA (Missile Interception Combat Arien).

“Lakukan pengamanan dan pemeriksaan sesuai SOP yang berlaku dengan tetap koordinasi dan bekerja sama pihak terkait,” ujar Danlanud SIM Kolonel Pnb Hendro Arief H seraya memantau kegiatan pengamanan berlangsung aman dan lancar karena crew kooperatif selama pemeriksaan.

Hingga berita ini ditayangkan, empat pesawat sudah kembali ke kapal induk. Sementara tiga pesawat lainnya dalam pemeriksaan teknis (technical check) di Lanud SIM. [KM-01/ACEHKITA]

 
 

 


Artikel yang berjudul “Tujuh Pesawat Tempur Prancis Mendarat Darurat di Aceh” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Tokoh Agama dan Masyarakat Asahan Serukan Tolak Aksi People Power

ASAHAN, Gema Bangsa | Gerakan People Power yang dikemukakan oleh para pendukung pasangan calon Presiden Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, mendapat tanggapan dari sejumlah elemen masyarakat di Indonesia. Di Kabupaten Asahan Sumatera Utara, gerakan people power ditolak oleh sejumlah tokoh Masyarakat dan Agama.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Asahan, H. Humaidy Syamsuri Pane, menghimbau masyarakat tidak ikut serta dalam menyebar ujaran kebencian, hoax, terlebih tindakan tindakan anarkis yang dapat menimbulkan kegaduhan di Negara Republik Indonesia.

“Jika ada yang mau menyampaikan sesuatu hal, silahkan saja disampaikan pada tempat nya dan tentu nya harus sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku. Jangan berbuat anarkis, karena hal tersebut yang di inginkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, dengan tujuan untuk memecah belah kesatuan bangsa. Mari sama-sama bergandengan tangan dalam satu persepsi agar Negara Republik Indonesia tetap aman, damai dan sejahtera,” katanya, Sabtu (18/5/2019).

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Asahan, H. Salman Abdullah Tanjung, M.A. Salman, mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing ataupun menyebarkan isu SARA, tidak melakukan makar dan tindakan-tindakan inskonstitusional.

“Kita harus saling menjaga ucapan dan tindakan terhadap sesama dalam kehidupan bermasyarakat. Mari jalin kesatuan dan persatuan demi terjaga nya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai,” pesannya.

Hal senada juga dikatakan Ketua DPD IPK Kabupaten Asahan, H. Abdul Halim, S.Ag dan Ketua MPC PP Kabupaten Asahan, DR. Donal Panjaitan.

Mereka menyerukan kepada masyarakat agar menolak gerakan people power, karena hal tersebut dikategorikan sebagai perbuatan makar.

“Mari kita bersama-sama menjaga kesatuan Republik Indonesia. Jangan mau di provokasi, hindari menyebar ujaran kebencian dan hoax. Mari kita tetap menjaga keamanan dan kedamaian di Indonesia, khususnya di Kabupaten Asahan ini,” pungkasnya. [KM-03]

 
 

 


Artikel yang berjudul “Tokoh Agama dan Masyarakat Asahan Serukan Tolak Aksi People Power” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Modus Tanya Alamat, Pria ini Jambret Tas Korbannya

MEDAN, Gema Bangsa | Petugas Polsek Medan Baru menangkap Johensen (35) warga Jalan PWS, Medan Petisah, karena melakukan pencurian tas dengan modus berpura-pura menanyakan alamat.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing mengatakan, kejadian berawal saat korban Debby Fatimah (65) hendak kerumah anak angkatnya di Jalan PWS, Kecamatan Medan Petisah dengan berjalan kaki, pada Selasa (30/4/2019).

Tiba-tiba pelaku mendekati korban. Disitu pelaku berpura-pura menanyakan alamat sembil memberikan selmebar kertas. “Korban yang takut menghiraukan pelaku,” katanya, Jumat (3/5/2019).

Melihat adanya kesempatan, pelaku kemudian merampas tas korban yang berisi berisi 1 unit HP dan uang. Korban pun meneriaki pelaku maling.

“Petugas kita yang kebetulan melakukan patroli di sekitar lokasi langsung menangkap pelaku,” ujarnya.

Dari pelaku disita tas milik korban yang berisi 1 unit HP dan uang Rp 9000. “Modus pelaku berpura-pura menanyakan alamat lalu merampas tas korbannya,” jelasnya.

Saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan petugas. “Pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” pungkasnya. [KM-03]

 
 
 

 
 

 

Gema Bangsa merupakan media siber yang telah terverifikasi faktual oleh Dewan Pers Indonesia., dan diakses rata-rata 100.000 pembaca setiap hari. Untuk pemasangan iklan/advertorial pemerintahan, swasta, dan korporasi silahkan hubungi bagian marketing kami melalui Telepon/WhatsApp : 0811671002 / 0819613506


Artikel yang berjudul “Modus Tanya Alamat, Pria ini Jambret Tas Korbannya” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Jelang Ramadhan, Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil di Sergai

SERGAI,Gema Bangsa | Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1440 H, Bupati Sergai Provinsi Sumatera Utara, Ir. H. Soekirman bersama Kapolres dan unsur OPD melakukan survey harga kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Sei Rampah, Jumat (03/05/2019).

Selain melakukan survey harga kebutuhan, Bupati juga melepas tim Operasi Pasar Pemkab Sergai yang diturunkan dibeberapa Kecamatan untuk melayani masyarakat sama menjelang puasa Ramadhan.

“Survey ini dilakukan untuk mengendalikan inflasi harga-harga komoditi pokok di daerah serta untuk mengetahui ketersediaan kebutuhan sembako bagi masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan”, kata Bupati Soekirman disela-sela kegiatan.

Dipilihnya pasar Sei Rampah ini, kata Dia, karena menjadi pasar rakyat yang terdapat di Ibu Kota Kabupaten Sergai sehingga dapat menjadi gambaran kegiatan perekonomian yang terjadi disuatu daerah.

“Menjelang Ramadhan tahun ini, stok sembako cukup, bahkan kalau dilihat sebenarnya berlebih. Untuk harga bahan-bahan pokok stok aman dan harganya tergolong normal”, ucapnya.

Dikesempatan ini pula lanjutnya, digelar pasar murah tetapi tidak difokuskan ke satu tempat ini saja, selain di Pasar Sei Rampah juga digelar di Pasar Pekan Tanjung Beringin sehingga masyarakat bisa menjangkau tanpa harus mengeluarkan ongkos transportasi lagi.

“Dalam operasi pasar murah ini beras dengan harga di pasar Rp 5.000 kita lepas dengan harga Rp 51.000/5 kg, gula pasir Rp13.000 menjadi Rp10.500/kg. Direncanakan pada bulan Ramadhan 1440 H nanti, operasi pasar juga diadakan di 17 kecamatan se-Kabupaten Sergai”, jelasnya.

Sementara itu dari hasil peninjauan di pasar tradisional Sei Rampah, beberapa bahan pokok masih relatif stabil seperti, beras ir 64 Rp10.500/kg, minyak goreng kuning Rp10.000/kg, ayam boiler Rp 26.000/kg, ayam kampong Rp 35.000/kg, telur ayam buras Rp1.300/butir dan telur itik Rp 1.700/butir.

Sedangkan cabai merah masih dikisaran harga Rp 38.000/kg, cabai kecil Rp 35.000/kg, cabai hijau Rp 30.000/kg. Sementara untuk bawang merah Rp 33.000/kg, bawang putih Rp 70.000/kg, kentang Rp 9.000/kg, tomat Rp12.000/kg. Kemudian harga ikan tongkol Rp 24.000/kg, ikan gembung Rp 30.000/kg, daging sapi Rp 120.000/kg, daging kambing Rp 85.000/kg.[KM-04]

 
 
 

 
 

 


Artikel yang berjudul “Jelang Ramadhan, Harga Kebutuhan Pokok Relatif Stabil di Sergai” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

THR Cair 24 Mei 2019

JAKARTA, Gema Bangsa | Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Syafruddin menyatakan, Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) akan cair pada 24 Mei 2019. Hal tersebut telah diputuskan dalam rapat terbatas.

“Sudah diputuskan, tanggal 24 Mei 2019 THR Cair,” katanya, Jumat (3/5/2019).

Diketahui, pemberian THR telah diamanatkan sebagai salah satu kebijakan dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) yang tertuang pada Nota Keuangan dan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2019.

Untuk gaji ke 13 ASN, ia mengaku belum bisa memastikan kapan tanggal pencairan akan dilakukan pemerintah. Ia meminta jurnalis untuk menanyakan lebih rinci kepada Kementerian Keuangan.

“Saya enggak ngerti itu. Beliau yang tahu,” pungkasnya. [KM-03]

 
 
 

 
 

 

Gema Bangsa merupakan media siber yang telah terverifikasi faktual oleh Dewan Pers Indonesia., dan diakses rata-rata 100.000 pembaca setiap hari. Untuk pemasangan iklan/advertorial pemerintahan, swasta, dan korporasi silahkan hubungi bagian marketing kami melalui Telepon/WhatsApp : 0811671002 / 0819613506


Artikel yang berjudul “THR Cair 24 Mei 2019” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita