The Lodge Foundation, Australia, dan Unpar Bangun Biodigester…

Adi HaryantoMinggu, 19 Mei 2019 – 07:30 WIBThe Lodge Foundation, Australia, dan Unpar Bangun Biodigester di CibodasBiodigester di Kampung Sukamulya, Desa Cibodas, Lembang, KBB, merupakan pilot project Australia Grant Scheme, The Lodge Foundation, Hima dan Prodi Teknik Kimia, Unpar. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto

BANDUNG BARAT – Pemerintah Australia melalui Australia Grant Scheme, The Lodge Foundation, Hima dan Prodi Teknik Kimia Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), bekerja sama mengembangkan biodigester.

Pilot project program ini diterapkan di salah satu rumah peternak sapi di Kampung Sukamulya, RT 03/02, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Teknologi biodigister bisa menghasilkan energi biogas dengan memanfaatkan kotoran sapi yang diproduksi melalui proses fermentasi anaerobik, sehingga menjadi alternatif solusi kebutuhan energi bagi masyarakat.

Kepala Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Unpar, Jenny Novianti Muliarahayu Soetedjo mengatakan, dalam pembuatannya bekerja sama dengan berbagai pihak serta melibatkan mahasiswa.

“Sudah tiga tahun kami memiliki program campus come to community dan kebetulan sekarang fokusnya ke energi dalam pengembangan biodigester. Kebetulan project ini mendapatkan dukungan CSR dari Australia Grant Scheme melalui alumni-alumni mahasiswanya yang pernah kuliah di sana,” terang Jenny saat ditemui di Desa Cibodas, Maribaya Lembang, Sabtu (18/5/2019) sore.

Dipilihnya project biodigester yang menghasilkan biogas dari kotoran sapi, karena berdasarkan pertimbangan bahwa di wilayah Kecamatan Lembang masih ada 180 ton kotoran sapi/hari yang bisa mencemari sungai.

Pihaknya berupaya untuk mengurangi pencemaran kotoran sapi dengan mengolahnya menjadi energi. Sehingga selain menciptakan energi alternatif bagi masyarakat project ini turut membantu program Citarum Harum yang digalakan pemerintah.

“Ketika ini sukses dan manfaatnya dirasakan masyarakat, maka ke depannya kami ingin pasang instalasi biodigester di beberapa titik. Bukan tidak mungkin jika nanti PJU juga bisa menggunakan energi dari biogas ini,” ucapnya.

Produsen Biodigester dari CV Primary Indonesia, Dandi Budiman menyebutkan, instalasi reaktor atau bak tampung biodigester yang dibangun memiliki kapasitas 5.000 liter/hari.

Dengan input kohe 100 liter/hari maka bisa menghasilkan output biogas 1.000 liter/hari. Teknologi ini terbukti ramah lingkungan, pasalnya residu dari kotoran ternak bisa diolah kembali menjadi pupuk atau makanan ikan.

“Instalasi biodigester ini berbahan dasar fiber bukan tembok cor dari semen, sehingga lebih fleksibel. Pernah teruji coba saat gempa di Lombok dan biodigester dari fiber ini tahan guncangan tidak mengalami retak/belah,” terangnya.

(awd)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)


Artikel yang berjudul “The Lodge Foundation, Australia, dan Unpar Bangun Biodigester…” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Keluarga Besar KKI Buka Puasa Bareng 400 Yatim Piatu

Adi HaryantoMinggu, 19 Mei 2019 – 06:00 WIBKeluarga Besar KKI Buka Puasa Bareng 400 Yatim PiatuKeluarga besar KKI Internasional dan perwakilan dojo foto bersama seusai buka bersama 400 yatim piatu di GOR Bung Tomo Disjasad, Kota Cimahi, Sabtu (18/5/2019). Foto/SINDOnews/Adi Haryanto

CIMAHI – Keluarga besar Vira Prakarsa Yudha Sawa Dojo, Kushinryu M Karatedo Indonesia (KKI) buka puasa bersaman 400 anak yatim piatu dan dhuafa di GOR Bung Tomo Disjasad, Kota Cimahi, Sabtu (18/5/2019).

Acara ini dihadiri oleh Presiden KKI Internasional/Guru Besar KKI Indonesia Shoke Horyu Matsuzaki dan Pelatih Vira Prakasa Yudha Sawa Dojo yang juga juara dunia karate lima kali berturut-turut, Sensei Sawanori Matsuzaki.

“Buka bersama ini sebagai ajang agar setiap dojo-dojo bisa ketemu, sekaligus berbagi dengan anak-anak kurang mampu,” kata Sensei Sawanori Matsuzaki seusai buka bersama, Sabtu (18/5/2019) malam.

Dia ingin budaya silaturahmi ini terus dibina oleh setiap dojo di daerah. Tujuannya untuk membangun hubungan emosional serta mengabarkan berbagai perkembangan terbaru mengingat olahraga ini berkembang sangat pesat di Indonesia. Sehingga diharapkan murid dari setiap dojo baik dari kalangan umum, yatim piatu, termasuk prajurit, bisa cepat mengadopsi ilmu-ilmu terbaru.

Terkait fasilitas Vira Prakarsa Yudha Sawa Dojo Disjasad yang berada di Baros Cimahi, dia menilai sudah sangat lengkap dan bagus. Tinggal bagaimana individu anak atau murid, apakah memiliki disiplin dan kemauan yang kuat untuk maju bersaing. Oleh sebab itu orang tua atau keluarga harus mensupport penuh ketika anaknya berlatih sejak dini. Jangan buang waktu anak hanya untuk bermain yang tidak ada manfaatnya.

“Perkembangan olahraga ini di Indonesia bagus, di Bandung saja dojo ada di Ujungberung, Kosambi, Kejaksaan, termasuk di Disjasad. Kami juga banyak melatih TNI hingga anak yatim piatu, yang jika tidak mampu, mereka tidak perlu bayar, asalkan kemauannya kuat,” ucapnya.

Sementara Presiden KKI Internasional/Guru Besar KKI Indonesia, Shoke Horyu Matsuzaki meminta setiap dojo untuk kompak jangan ribut. Di KKI selalu ditanamkan jiwa sportivitas dan kepedulian terhadap sesama. Sehingga adanya kegiatan buka bersama dengan anak yatim piatu dan dhuafa menjadi wujud dari kepedulian dari setiap dojo dalam membantu masyarakat.

“Saya melihat di Indonesia fasilitas dojo bagus, kompak, percaya diri. Itu jadi modal bisa bersaing karena orang Indonesia punya kemampuan termasuk prajuritnya dalam membangun bangsa,” kata dia.

Pada acara ini juga sekaligus dilakukan peresmian secara simbolis monumen Gor Sasakawa yang dibangun di Jalan Padjadjaran, Bandung. Tamu undangan yang tampak hadir seperti Ketua Umum KONI Jabar, Sekjen KKI Pusat, Ketum Forki Jabar, Wali Kota Cimahi, Wakil Wali Kota Cimahi, Kasubdisbinor Disjasad, Ketum Forki Kota Cimahi dan pengurus, serta perwakilan pengurus perguruan-perguruan yang ada di Cimahi.

(awd)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)


Artikel yang berjudul “Keluarga Besar KKI Buka Puasa Bareng 400 Yatim Piatu” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Api Ludeskan Isi Basement Pasar Kosambi

Agus WarsudiMinggu, 19 Mei 2019 – 04:55 WIBApi Ludeskan Isi Basement Pasar KosambiPemadam kebakaran dari Diskar PB Kota Bandung berjibaku menjinakkan api yang meludeskan basement Pasar Kosambi. Foto/Istimewa

BANDUNG – Api meludeskan seluruh isi lantai dasar atau basement yang merupakan blok pedagang sayuran dan ikan di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, Sabtu (18/5/2019) itu, diduga akibat hubungan arus pendek listrik.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, api diketahui sekitar pukul 21.30 WIB. Saksi yang melihat kepulan asap di basement Pasar Kosambi lantas melapor ke Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung.

Namun api cepat membesar. Sehingga saat petugas pemadam tiba, sebagian besar kios dan lapak di dalam basement sudah ludes terbakar. Di basement ini terdapat 178 meja lapak sayuran dan 35 kios. Untuk memadamkan api, Diskar PB Kota Bandung mengerahkan sekitar 30 unit pemadam kebakaran.

Bahkan hingga pukul 03.00 WIB Minggu (19/5/2019), bara api masih menyala di dalam basement. Kepulan asap tebal keluar dari pintu selatan dan timur. Petugas Diskar PB Kota Bandung terus berjibaku memadamkan bara api dan melakukan pendinginan.

Kapolsek Sumur Bandung Komisaris Polisi Achmad Choerudin mengatakan, berdasarkan keterangan saksi kebakaran diketahui dengan terlihatnya kepulan asap di basement Pasar Kosambi.

“Saksi sedang membersihkan teras basement, melihat kepulan asap. Dugaan sementara, api berasal dari hubungan arus pendek di kios penjual kelapa,” kata Achmad.

Achmad mengemukakan, api cepat membesar. Titik awal mula api baru diketahui sekitar pukul 00.30 WIB. Peristiwa ini tak menimbulkan korban, baik luka maupun jiwa. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Prasarana Diskar PB Kota Bandung Adriani Sinaga mengatakan, pihaknya meminta bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Cimahi untuk membantu proses pemadaman api.

Sebab hingga pukul 00.00 WIB, api masih menyala di beberapa bagian basement. Terdapat kendala dalam proses pemadaman api. Titik api sulit dijangkau karena berada di basement.

“Sempat tadi ada anggota kami yang kehilangan kesadaran karena peralatan tak memadai. Peralatan yang dibutuhkan ini adalah self contained breathing apparatus yang hanya dipakai beberapa anggota saja. Padahal seluruh anggota membutuhkan peralatan ini untuk membantu pernapasan dalam pemadaman api,” kata Andriani.

Selain itu mobil pemadam kebakaran yang sudah cukup tua juga ikut menjadi hambatan dalam pemadaman api ini. “Banyak mobil damkar yang usianya sudah 20 tahunan. tentu ini juga jadi penghambat pemadaman api. Jadi karena perlu perawatan khusus maka proses pemberangkatan tadi ke lokasi butuh waktu lama. Ditambah lagi tak tersedia hidran air di lokasi kejadian,” ujar dia.

Adriani juga mewanti-wanti pada anggota agar tidak masuk ke dalam basement. “Ini berisiko karena bisa saja gedung Pasar Kosambi rusak fondasinya karena terbakar, lalu ambruk. Apalagi beberapa waktu lalu ada anggota damkar yang meninggal karena tertimpa beton saat pendinginan,” tutur Andriani.

Pada peristiwa kebakaran tersebut anggota damkar Kota Bandung menurunkan semua personelnya. Bahkan personel damkar yang masih berstatus tenaga harian lepas pun diturunkan. Termasuk juga dari PMI Kota Bandung yang berjaga-jaga demi keselamatan anggota.

(awd)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)


Artikel yang berjudul “Api Ludeskan Isi Basement Pasar Kosambi” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Sikapi Situasi Bangsa, Majelis Rektor Keluarkan 7 Pernyataan…

Agus WarsudiSabtu, 18 Mei 2019 – 23:06 WIBSikapi Situasi Bangsa, Majelis Rektor Keluarkan 7 Pernyataan SikapKetua Umum MRPTNI Rektor ITB Kadarsah Kadarsah Suryadi membacakan pernyataan sikap majelis rektor. Foto/Istimewa

BANDUNG – Majelis Rektor Perguruan Tingi Negeri Indonesia (MRPTNI) menyiapi kondisi terkini, terutama terkait kisruh pasca-Pemilu 2019.

Khawatir terjadi hal-hal tak diinginkan terhadap bangsa Indonesia sekaligus mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), MRPTNI mengeluarkan tujuh pernyataan sikap yang ditandatangani oleh Ketua Umum MRPTNI Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Dr Kadarsah Suryadi DEA, Sekretaris Jenderal (Sekjen) MRPTNI Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA, Bendahara MRPTNI Retor Unkhair Prof Dr Husen Alting SH MH, dan Wakil Sekjen MRPTNI Rektor Umrah Prof Dr Syafsir Akhlus MSc.

Serta 87 anggota MRPTNI seluruh rektor perguruan tinggi negari di Indonesia plus Ketua Forum Politeknik Negeri Dr Rachmat Imbang Tritjahjono. Pembacaan pernyataan sikap berlangsung di depan Gedung Rektorat ITB Jalan Tamansari, Kota Bandung, Sabtu (18/5/2019). 

Teks pernyataan sikap dibacakan oleh Ketua MRPTNI Rektor ITB Prof Dr Kadarsah Suryadi DEA.

“Pernyataan Majelis Rektor Perguruan Tingi Negeri Indonesia tentang Pentingnya Menjaga dan Memelihara Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia Nomor 007/MRPTNI/V/2019,” kata Kadarsah mengawali pembacaan pernyataan sikap.

Sesuai amanat pembukaan Undang-undang Dasar 1945 tentang tujuan Negara Indonesia untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Maka bersama ini kami Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia menyatakan bahwa:

(1) Seluruh tujuan luhur negara Indonesia tersebut hanya bisa diwujudkan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kuat dan utuh.

(2) Kebangkitan Bangsa Indonesia untuk mewujudkan masa depan yang makmur, berkemajuan, berkeadilan, berdaulat dan bermartabat hanya dapat dicapai melalui terpeliharanya persatuan dan kesatuan bangsa yang dilandasi semangat persaudaraan di antara seluruh elemen Bangsa.

(3) Segala bentuk perbedaan pendapat maupun sikap politik tetap dalam koridor Negara Hukum berdasarkan Pancasila dan Konstitusi Negara Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

(4) Kita harus menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan.

(5) Masa depan Bangsa Indonesia yang lebih makmur, berkemajuan, berkeadilan, berdaulat dan bermartabat hanya dapat diwujudkan melalui penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya.

(6) Penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya sebagai prasyarat bagi terwujudnya masa depan Bangsa Indonesia yang lebih baik tersebut hanya dapat diakselerasi dalam suasana kebangsaan yang penuh kerukunan dan kedamaian.

(7) Oleh karena itu, kami Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia menghimbau seluruh elemen Bangsa Indonesia untuk senantiasa mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan Bangsa; menghormati perjuangan serta pengorbanan jiwa raga para pahlawan bangsa dan menjunjung tinggi amanat para pahlawan bangsa yang telah mewujudkan persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia

“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, serta memberkahi Bangsa Indonesia dengan semangat kerukunan dan persaudaraan sebagai modal dasar untuk meraih masa depan Bangsa yang adil, makmur, damai dan sejahtera. Amin Ya Rabbal Alamin,” ujar Rektor ITB.

(awd)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)


Artikel yang berjudul “Sikapi Situasi Bangsa, Majelis Rektor Keluarkan 7 Pernyataan…” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Kelompok Cipayung Nilai People Power Inkonstitusional

Agus WarsudiSabtu, 18 Mei 2019 – 20:02 WIBKelompok Cipayung Nilai People Power InkonstitusionalKetua Umum PB HMI Saddam Al Jihad didampingi Ketua Umum GMNI, GMKI, PMII, PMKRI, dan lain-lain saat membacakan deklarasi Gerakan Indonesia Damai di Tugu Proklamasi, Jakarta, Sabtu (18/5/2019). Foto/Istimewa

JAKARTA – Puluhan Ketua Umum Organisasi Kepemudaan Indonesia (OKP) dan aktivis Cipayung Plus berkumpul dalam acara buka bersama di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/5/2019).

Hadir pada acara tersebut, Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshidiqie, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Masdar F Mas’udi, Bursah Zarnubi, Maruarar Sirait, Ray Rangkuty, Adi Prayitno, aktivis kolompok Cipayung Plus dan mahasiswa.

Mereka mendeklarasikan Gerakan Indonesia Damai menjelang Pengumuman Pemenang Pemilihan Presiden-Wakil Presiden pada 22 Mei 2019 mendatang. Tema deklarasi adalah “Merajut Persatuan, Memperkokoh Demokrasi Kontitusional”.

Teks deklarasi dibacakan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Saddam Al Jihad. Terdapat sembilan poin pernyataan sikap dalam deklarasi tersebut. 

Berikut 9 poin pernyataan sikap Gerakan Indonesia Damai:

Jaga Persatuan dan Kedamaian dengan Menjujung Tinggi Hukum.

Kami elemen generasi muda yang tergabung dalam Gerakan Indonesia Damai, setelah mencermati dinamika politik menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh KPU pada 22 Mei 2019, menyampaikan pernyataan sebagai berikut:

1. Mengimbau segenap elemen bangsa agar selalu menjaga kerukunan dan persatuan bangsa. Mari kita hiasi bulan Ramadhan yang suci ini dengan memperkuat silaturahmi antaranak bangsa, memperbanyak amal kebajikan, dan menyetop narasi-narasi bernuansa kebencian yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

2. Sebagai bangsa, kita patut bersyukur telah dapat melaksanakan Pemilu 2019 secara damai, aman, dan jurdil. Partisipasi pemilih juga sangat tinggi, di atas 80 persen. Sejauh ini dunia internasional memberikan penilaian positif terhadap pelaksanaan Pemilu 2019 di Indonesia yang disebut sebagai pemilu terumit di dunia karena menggabungkan secara serentak pemilu presiden dan pemilu legislatif dari tingkat pusat sampai tingkat daerah. Sukses Pemilu 2019 semakin memperteguh posisi Indonesia sebagai role model negara berpenduduk mayoritas Islam yang berhasil menerapkan demokrasi dengan baik.

3. Kami memberikan apresiasi kepada jajaran KPU dan Bawaslu, dari tingkat pusat sampai pelosok daerah, karena secara umum telah berhasil menyelenggarakan Pemilu 2019 dengan jurdil dan transparan. Apresiasi juga layak diberikan kepada jajaran TNI-Polri yang telah mengawal jalannya Pemilu 2019 sehingga berlangsung aman dan lancar sejak masa kampanye hingga proses perhitungan saat ini.

4. Meskipun Pemilu 2019 secara umum berjalan baik, sebagai pewaris masa depan bangsa kami merasa risau melihat sejumlah masalah dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Berbagai penyakit lama yang menyertai pemilu di Indonesia masih marak terjadi, mulai dari praktik politik uang, penggelembungan suara, hingga aparat negara yang tidak netral. Kami menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan mendalam atas 400 lebih petugas KPPS yang wafat serta hampir 4000 petugas KPPS yang harus dirawat karena sakit akibat beban tugas yang berat. Berbagai masalah ini harus segera dievaluasi secara konprehensif untuk menyempurnakan Pemilu mendatang agar dapat dilaksanakan dengan lebih baik.

5. Mengimbau para peserta Pemilu 2019 agar dapat menyikapi hasil pemilu dengan bijak, sesuai komitmen Siap Menang dan Siap Kalah yang telah dideklarasikan sebelum pelaksanaan masa kampanye. Pemilu adalah jalan demokrasi, jalan damai bagi masyarakat untuk memilih pemimpin berdasarkan hukum dan aturan yang telah ditetapkan. Ujian keberhasilan Pemilu bukan hanya diukur dari prosesnya, tapi juga terletak pada kesediaan para pihak yang mengikuti kontestasi untuk menerima hasil pemilu sebagai perwujudan dari kedaulatan rakyat.

6. Menolak upaya delegitimasi terhadap KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu yang dibentuk sesuai amanat Undang-undang. Para peserta Pemilu 2019 yang merasa dicurangi atau diperlakukan tidak adil, sepatutnya menggugat atau menyelesaikan masalahnya dengan menggunakan mekanisme konstitusional seperti Bawaslu, DKPP, dan Mahkahmah Konstitusi (MK). Bukan melakukan people power dengan mengerahkan massa dalam jumlah besar ke jalanan.

7. People power dalam bentuk mengerahkan massa ke jalanan untuk menolak hasil Pemilu, apalagi jika ditujukan sebagai bentuk pembangkangan terhadap pemerintahan yang sah, adalah langkah inkonstitusional. Kami menolak langkah people power seperti dimaksud karena berpotensi menimbulkan konflik horizontal di tengah masyarakat, dapat memicu terjadinya adu kekuatan massa di jalanan yang jelas sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan negara hukum.

8. Mari kita jaga kedamaian pasca-Pemilu 2019 dengan menjunjung tinggi norma hukum dan terus memperkuat solidaritas antaranak bangsa.

9. Kami percaya bahwa seluruh jajaran TNI-Polri akan selalu solid bersatu menjaga ketertiban umum, memberi rasa aman di tengah masyarakat, mengawal konstitusi, dan menjaga keutuhan NKRI.

(awd)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)


Artikel yang berjudul “Kelompok Cipayung Nilai People Power Inkonstitusional” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Kisah Hijrah Anak Punk Depok, Menangis saat Kembali Baca Alquran

R Ratna PurnamaSabtu, 18 Mei 2019 – 13:01 WIBKisah Hijrah Anak Punk Depok, Menangis saat Kembali Baca AlquranMengaji, salah satu aktivitas di Komunitas Seniman Terminal (Senter), dekat Terminal Depok, Jawa Barat. Foto/SINDOnews/ R Ratna Purnama

DEPOK – Menjadi anak punk memang sudah pilihan Leonardo atau akrab disapa Edo. Pria asal Padang, Sumatera Barat itu telah 10 tahun menjalani kehidupan di jalanan bersama komunitas punk di Depok, Jawa Barat. Dia berkelana naik turun angkot dan mengamen demi untuk mendapatkan uang makan. Semua itu dilakukan agar bisa bertahan hidup.

Dari penampilannya yang terkesan lusuh, tak ada yang menyangka dahulu Edo hafal empat juz Alquran dan menjadi penceramah di berbagai acara. Namun, kecintaan pada punk membuat Edo akhirnya memilih hidup di jalanan. Dia meninggalkan kampung halamannya dan bergabung dengan anak punk di Depok. Berbagai situasi dia alami selama menjadi anak punk. “Mulai dari dikejar Satpol PP sampai dikira penjahat,” katanya.

Dia tak menampik penampilan yang acak-acakan memang kerap membuat orang menstigmakan negatif terhadapnya. Selama 10 tahun menjalani hidup di jalanan, dalam hati Edo pun meminta agar ada kehidupan lebih baik baginya. “Sekarang sudah punya keluarga, jadi nggak mau di jalanan mulu. Mau punya penghasilan lagi kayak dulu. Mau lebih baik lagi,” paparnya.

Sampai akhirnya Edo bergabung dengan Komunitas Seniman Terminal (Senter) di dekat Terminal Depok. Di sana dia bersama temannya diajak untuk mengaji dan mendalami ilmu agama. “Pertama kali baca Alquran lagi menangis. Saya nyesal dan mau hijrah,” ucapnya.

Edo merasa beruntung bisa bertemu dengan Komunitas Senter sehingga kini hidupnya lebih terarah. Perlahan dia memiliki harapan agar memiliki penghasilan yang lebih baik daripada hidup di jalanan. “Sekarang saya mau balik lagi. Mau kembali belajar agama lagi. Saya merasa lebih tenang,” katanya.

Komunitas Senter dibentuk oleh Wirawan Yosh pada tahun 2010. Tujuannyam mengajak anak punk untuk hijrah adalah agar mereka bisa terangkat derajatnya. Dia memiliki harapan agar masyarakat tidak memandang rendah anak punk. Perlahan tapi pasti, Wawan mengajak anak punk menuju jalan Tuhan. Wawan mengakui bahwa hal itu memang tidak mudah. Perlu strategi tersendiri agar anak-anak punk itu mau datang berkumpul dan akhirnya belajar agama.

“Pertama saya pakai metode sebar beras. Jadi saya carter gerobak bakso dan saya panggil anak-anak itu. Terus mereka ngumpul di kelas dan saya panggil ustaz. Nah mulailah mereka dikenalkan dengan agama perlahan-lahan,” katanya.

Pertama kali anak punk ikut belajar agama, kata Wawan, banyak tingkah mereka yang seenaknya. Namun, hal itu dibiarkan Wawan karena kalau dilarang mereka bisa bubar.

“Namanya anak jalanan. Pas di kelas ada yang tiduran ada yang sambil ngelakuin apa aja. Tapi saya bilang ke ustaznya ini jihad kita dan Alhamdulillah dimengerti,” kenangnya.

Dari yang semula mengharap makanan setelah mengaji, lama kelamaan anak punk itu merasa bahwa mengaji menjadi kebutuhan mereka. Kegiatan mengaji ini pun rutin digelar dan  berkembang pesat.

“Namun di tahun 2014- 2015 terjadi kendala. Sehingga saya meminta mereka untuk kembali sendiri-sendiri. Mereka ada yang ke jalanan lagi dan dengan kehidupan yang lalu. Di tahun 2018 kemarin ternyata mereka rindu untuk belajar agama lagi. Mereka meminta saya untuk kembali mengaktifkan pengajian. Dan dengan Bismillah kami jalan lagi sampai sekarang,” katanya.

Aktivitas mengaji Komunitas Senter ini mulanya digelar pada Kamis malam di Masjid Sekolah Terminal (Master) Depok. Di sana mereka bersama-sama membaca Surat Yasin. Namun, sekarang pengajian digelar pada Jumat malam. Mereka sama-sama membaca AlQuran dengan dibimbing oleh relawan. “Alhamdulillah ada beberapa relawan yang dengan sukarela mau berbagi ilmu dengan teman-teman di sini,” ucapnya.

Selain mengaji, Komunitas Senter ini juga memiliki segudang kegiatan keagamaan. Mulai dari buka bersama, berbagi takjil, santunan dan zakat. Wawan memiliki harapan agar jejak kecil yang dilakukannya bersama teman-temanya ini bisa bermanfaat bagi anak-anak yang hidup di jalanan, kemudian dapat mengubah pandangan masyarakat bahwa anak punk itu menyeramkan dan cenderung kriminal.

“Ini yang kami ingin ubah mengenai stigma negatif anak punk. Kalau kita sudah bergaul dengan mereka, kita bisa mendapatkan nilai positifnya, solidaritas mereka sangat kental dan bisa bertahan hidup dengan kondisi apa pun itu. Ini yang seharusnya kita ambil pelajaran dari mereka,” paparnya.

Kata Wawan, mengajarkan Alquran pada anak-anak tersebut memang bukan hal mudah. Sehingga, harus dilakukan secara perlahan. Namun, setidaknya anak-anak jalanan tersebut sudah memiliki niat dan kemauan untuk hijrah ke jalan yang lebih baik.

“Kami juga ada kerja sama dengan komunitas lain. Kami ada program hapus tato dengan syarat bayar dengan hafalan Surat Ar Rahman. Intinya kami ingin membawa mereka ke jalan lebih baik,” pungkasnya.

(zik)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)


Artikel yang berjudul “Kisah Hijrah Anak Punk Depok, Menangis saat Kembali Baca Alquran” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Sejarah Berdirinya Masjid Agung Al-Imam Majalengka

Inin NastainSabtu, 18 Mei 2019 – 07:30 WIBSejarah Berdirinya Masjid Agung Al-Imam MajalengkaMasjid Agung Al-Imam Majalengka. Foto/Dok SINDOnews

MAJALENGKA – Persis di depan Pendopo Majalengka, Jawa Barat, terdapat alun-alun tempat aktivitas masyarakat umum. Di sebelah alun-alun atau bagian kiri dari arah Pendopo, terdapat sebuah masjid, yang diberi nama Masjid Agung Al-Imam.

Diakui, tidak banyak yang mengetahui tentang perjalanan masjid tersebut. Bahkan, pihak pengurus masjid pun mengaku tidak mengetahui persis tentang sejarah masjid itu sejak lahir hingga saat ini. Pihak masjid justru merujuk dari salah satu blog.

Dikutip dari Madjalengkatiheula.blogspot, keberadaan Masjid Agung Al-Imam tidak terlepas dari kemurahhatian KH Imam Safari, kakek dari Pahlawan Nasional KH Abdul Halim yang mewakafkan tanah untuk masjid. Nama Al-Imam untuk Masjid Agung Al-Imam itu pun sebagai bentuk penghormatan kepada sang wakif atau pemberi wakaf.

Masjid Agung Al-Imam pada periode awal atau sekitar 1884 tak lebih hanya bangunan masjid kecil. Awalnya, secara fisik, masjid tersebut berbentuk panggung. Di Balik Berdirinya Masjid Agung Al-Imam Majalengka

Keberadaan Masjid Agung Al-Imam dalam bentuk panggung berakhir hingga sekitar tahun 1900, masa pemerintahan Bupati Raden Mas Salam Salmon. Saat itu, ketika dilakukan renovasi, bangunan masjid benar-benar diubah secara total. Saat itu, masjid yang sebelumnya berupa panggung, berubah menjadi lantai.

Selang 67 tahun kemudian yakni tahun 1967, kembali dilakukan renovasi. Masjid yang sebelumnya hanya satu lantai diubah menjadi dua lantai. Proses renovasi dengan menambah lantai ini dilakukan saat masa Bupati Kolonel Rd. Anwar Sutisna yang dilanjutkan oleh Rd. Saleh Sediana, memakan waktu hingga 1977.

Perbaikan kembali dilakukan pada 1984, saat Kabupaten Majalengka dipimpin Rd E Djaelani. Pada masa ini, sekaligus dilakukan pelebaran. Tahun 1990, masjid itu mendapat sentuhan di bagian atas dengan dibuatkan kubah.

Bupati saat itu, Tutty Hayati Anwar, kembali mempercantik masjid pada 2003. Saat itu, selain kubah utama, ada juga penambahan kubah-kubah kecil di setiap sudut.

Kini, 16 tahun kemudian, masjid tersebut kembali mendapat polesan. “Mulai direnovasi lagi Juni 2018. Yang direnov itu momolo (kubah), diubah, menggunakan keramik. Sebelumnya ada lubang udara, sekarang ditutup,” kata Wakil Sekretaris DKM Masjid Agung Al-Imam Achsanul Fikri saat berbincang dengan SINDOnews.

Selain momolo, renovasi juga diakukan pada bagian lantai, dari sebelumnya menggunakan keramik, diganti dengan marmer. Beberapa tiang yang sebelumnya tembok biasa, diubah dengan keramik. “Ada juga beberapa bagian yang dibuang, seperti tangga, yang sebelumnya ada dua, dibuang satu. Penampilannya lebih kekinian lah,” kata dia.

Untuk diketahui, luas lahan masjid ini 2.475 meter per segi dengan kapasitas 2.500 jamaah. Selama Bulan Ramadhan ini, jelas dia, terdapat beberapa aktivitas rutin yang digelar pihak pengurus. Buka bersama, tarawih dan tadarus, adalah aktivitas rutin Ramadhan yang juga dilaksanakan di Masjid Agung.

“Ada takjil, pun makan. Tiap hari minimal 50 porsi makan berat. Lalu setiap zuhur ada kultum. Nanti juga ada peringatan Nuzulul Quran,” jelas dia.

(zik)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)


Artikel yang berjudul “Sejarah Berdirinya Masjid Agung Al-Imam Majalengka” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

50 Kaum Dhuafa dan Yatim Piatu di KBB Terima Santunan dari PWI

Adi HaryantoJum’at, 17 Mei 2019 – 18:23 WIB50 Kaum Dhuafa dan Yatim Piatu di KBB Terima Santunan dari PWIBupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna memberikan bantuan santunan dari PWI Jabar kepada sebanyak 50 anak dhuafa dan yatim piatu perwakilan dari 16 kecamatan di Masjid Agung Batujajar. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto

BANDUNG BARAT – Sebanyak 50 anak dhuafa dan yatim piatu perwakilan dari 16 kecamatan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mendapatkan santunan dari pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) KBB. Santunan yang berasal PWI Jawa Barat ini diberikan kepada 10 kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat dan KBB menjadi salah satu kabupaten yang penyerahan santunannya berbarengan dengan acara Safari Ramadhan Pemda KBB.

“Bantuan santunan ini dari Ketua PWI Jabar (Hilman Hidayat) sebanyak 500 paket yang disalurkan ke-10 PWI (pengurus kota/kabupaten) di Jabar,” kata Bendahara PWI Jabar Ati Suprihatin seusai penyerahan bantuan, Jumat (17/5/2019).

Ati menyebutkan, selain KBB yang mendapat santunan tersebut adalah PWI Kabupaten Bandung, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Garut, Kabupaten Majalengka dan Kota Bogor. Terkait teknis penyalurannya, semua diserahkan kepada pengurus masing-masing di daerah.

“Pak Hilman hanya berpesan agar bantuan ini diserahkan jangan lewat dari tanggal 28 Mei 2019, serta memohon doa agar istrinya, Nurina Muslimah yang sedang dirawat di rumah sakit, diberikan kesembuhan,” sambungnya.

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna yang hadir pada kegiatan ini menyambut baik penyaluran santunan dari PWI Jabar. Dia mengucapkan terima kasih atas kepedulian Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat yang mau berbagi dengan kaum dhuafa dan yatim piatu di KBB. Apalagi, ini bulan Ramadhan yang merupakan momentum tepat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

“Saya ucapkan terima kasih atas bantuan ini semoga bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para penerima. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa diikuti oleh organisasi maupun warga lainnya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PWI KBB Heni Suhaeni berterima kasih atas kepercayaan dari PWI Jabar kepada PWI KBB untuk menyalurkan zakat mal tersebut. Penyalurannya sengaja dipilih bersatu dengan acara Safari Ramadhan Nada dan Dakwah Bupati Bandung Barat, karena momentumnya cukup tepat. Untuk itu pihaknya berterima kasih atas kemitraan yang terbangun baik dengan Pemda KBB.

“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran dan mampu meringankan beban kaum dhuafa dan anak-anak yatim piatu,” pungkasnya.

(zik)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)


Artikel yang berjudul “50 Kaum Dhuafa dan Yatim Piatu di KBB Terima Santunan dari PWI” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

RSHS Siapkan Tim dan Ruang Isolasi untuk Pasien Monkeypox

Arif BudiantoJum’at, 17 Mei 2019 – 17:45 WIBRSHS Siapkan Tim dan Ruang Isolasi untuk Pasien MonkeypoxTim ahli dan spesialis RSHS menyatakan kesiapannya menangani virus monkeypox. Foto/SINDOnews/Arif Budianto

BANDUNG – Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menyatakan kesiapannya mengantisipasi adanya pasien terkena virus monkeypox di wilayah Jawa Barat.

Dirut RSHS Nina Susana Dewi mengaku, RSHS memiliki tim yang solid untuk penyakit infeksi, seperti monkeypox. Khusus untuk antisipasi pasien ini, pihaknya menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, seperti delapan ruangan isolasi untuk dewasa dan anak, ahli, dokter, dan tenaga perawat yang telah terlatih.

Tenaga medis di IGD dan poliklinik juga telah dibekali pengetahuan mengantisipasi bila ada pasien yang terindikasi terkena virus dari Afrika Barat dan Tengah itu. “Kami memiliki ahli dan dokter spesialis yang siap dan biasa menangani kasus seperti ini,” kata Nina di RSHS, Kota Bandung, Jumat (17/5/2019).

Proses awal penanganan pasien terduga terinfeksi virus yaitu melakukan screening, kemudian mengambil sampel spesimen. Sampel itu kemudian akan dikirim ke Litbangkes di Jakarta untuk diteliti  apakah positif terkena monkeypox atau tidak. Sementara, pasien akan menjalani perawatan di RSHS.

Diketahui, virus monkeypox ramai diperbincangkan setelah munculnya kasus di Singapura. Virus mirip cacar ini akan akan menunjukkan gelembung pada kulit, layaknya cacar air. Sayangnya, belum ada obat untuk penyakit ini.

Spesialis penyakit dalam RSHS Emmy Hermiyanti Pranggono mengatakan, masyarakat diminta tidak terlalu panik atas virus tersebut. Karena penyebarannya tidak melalui terpapar dan terhirup, namun lebih dominan kontak langsung dengan pengidap, melalui cairan, terbawa binatang yang dimakan, dan lainnya.

“Kalau untuk binatang, kita bersyukur binatang ini jarang dimakan masyarakat Indonesia. Seperti daging monyet, tikus, jenis mamalia lainnya. Kalaupun kita makan daging sapi (impor) harus dimasak secara matang. Karena virus bisa mati pada suhu tinggi,” beber dia.

Spesialis Kulit dan Kelamin RSHS Oki Suwarsa mengatakan, antisipasi penyebaran virus melalui kontak langsung dilakukan bila warga tersebut baru bepergian dari Afrika Barat dan Tengah, atau negara lain yang terkena. Masyarakat jangan langsung memvonis bila ada warga terkena mirip monkeypox. Karena, bisa jadi dia terkena cacar air.

(zik)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)


Artikel yang berjudul “RSHS Siapkan Tim dan Ruang Isolasi untuk Pasien Monkeypox” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Pesan Ridwan Kamil kepada Plt Bupati Cirebon Imron Rosyadi

Agung Bakti SarasaJum’at, 17 Mei 2019 – 16:40 WIBPesan Ridwan Kamil kepada Plt Bupati Cirebon Imron RosyadiGubernur Jabar Ridwan Kamil. Foto/Dok SINDOnews

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengingatkan Plt Bupati Cirebon Imron Rosyadi serta jajarannya mampu menjalankan amanah sebaik-baiknya. Terlebih, kata gubernur yang akrab disapa Emil ini, dalam lima tahun ke depan, tantangan dalam membangun Jabar, khususnya Cirebon akan sangat besar menyusul rencana pengembangan kawasan ekonomi Segitiga Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati).

“Alhamdulillah kabar baik, akan disetujui dan Insya Allah kawasan paling canggih, paling maju, dalam lima atau sepuluh tahun ke depan ada di zona Cirebon,” kata Emil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (17/5/2019).

Apabila terwujud, lanjut Emil, kawasan Segitiga Rebana pada 2030 mendatang diprediksi mampu menciptakan lebih dari lima juta lapangan pekerjaan. Karena itu, Emil berpesan agar para pemimpin di Kabupaten Cirebon menjadi teladan masyarakat, teladan dari lisannya, sikap, keluarga, hingga keputusan yang diambilnya.

“Kami titip, khususnya kepada Plt Bupati agar betul-betul menjadi teladan karena masyarakat itu bagaimana pemimpinnya. Pemimpin harus menjadi cerminan masyarakatnya. Apalagi masyarakat Cirebon dikenal sangat religius, tentu pemimpinnya juga harus punya nilai religius,” tutur Emil.

Emil pun terus menyerukan tiga nilai yang harus dimiliki seorang pemimpin, yakni integritas, melayani dengan hati, dan profesional. Emil menekankan, integritas sebagai benteng tidak boleh jebol karena akan menjadi fondasi sebuah pembangunan.

“Layani rakyat dengan sepenuh hati. Kita ini pelayan rakyat, bukan minta dilayani rakyat. Jangan emosi, jangan marah-marah terhadap dinamika-dinamika bersama rakyat,” katanya.

Emil juga berharap, Kabupaten Cirebon bangkit dengan profesional. Karenanya, Emil meminta Plt Bupati Cirebon dan para pegawai Pemkab Cirebon rajin berinovasi dan menciptakan gagasan baru.

“Jangan business as usual, jangan bisnis biasa-biasa saja. Cirebon terlalu istimewa untuk menjadi biasa-biasa saja. Kabupaten Cirebon harus menjadi luar biasa,” ujarnya.

Emil menambahkan, sesuai arahan KPK dan Kemendagri, Kabupaten Cirebon akan diberikan perhatian khusus untuk memastikan roda pemerintahan berjalan lancar. “Kita akan berikan atensi khusus, bimbingan, sehingga Cirebon harus kita pastikan lancar dan tidak ada rongrongan atau hal negatif yang mengganggu kepemimpinan berikutnya,” pungkas Emil.

(zik)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)


Artikel yang berjudul “Pesan Ridwan Kamil kepada Plt Bupati Cirebon Imron Rosyadi” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita