Gara Gara 30 Ribu, Nenek di Surabaya Dipenjara

SURABAYA, (Kabarjatim.id)- Mempunyai beberapa kamar namun tidak diperuntukkan sebagaimana mestinya, Nenek di Surabaya ini berurusan dengan unit PPA satreskrim Polrestabes Surabaya.

Diketahui Nenek yang tinggal di Eks lokalisasi Jarak Dolly tersebut menyewakan kamar-kamarnya untuk jasa layanan seksual bagi beberapa pekerja seks komersial (PSK).

Nenek itu bernama, Yunarsih (69) warga Jalan Putat Jaya, Sawahan Surabaya dan diamankan pada, 16 Mei 2019, lalu.

Tersangka memiliki kamar kost yang salah satu kamarnya digunakan untuk kegiatan prostitusi. Apabila ada pekérja seksual yang membawa tamu, tersangka langsung mempersilahkan masuk.

Kanit PPA, AKP Ruth Yeni mengatakan, adanya informasi masih maraknya persewaan tempat atau kamar langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan untuk memastikan kebenarannya.

Diketahui, pelaku menyewakan tempat di Eks lokalisasi Dolly untuk mengambil keuntungan guna untuk menyambung hidup.

“Dia ini punya 5 kamar disitu, kalau durasi bebas artinya sebutuhnya tamu yang datang kalau dia butuh rata-rata sekali main relatif itu jamnya bisa setengah jam dan dipatok 25 sampai 30.000 ribu sewanya,” sebut Ruth Yeni, Minggu (19/5/2019).

Aktifitas tersebut sudah dilakoni oleh Nenek satu cucu ini kurang lebih selama 1 sampai 2 tahun.

Barang bukti yang ikut diamankan, uang tunai Rp.150.000, 1 buah sarung, 1 buah kipas (bambu).

Pelakunya akan dijerat Pasal 2 UU RI No. 21 tahun 2007 tentang
TPPO dan atau 296 dan atau 506 KUHP. (Ekoyono)

Teks foto : Nenek yang ditangkap sewakan kamar untuk PSK.

Editor : Budi

Terkait


Artikel yang berjudul “Gara Gara 30 Ribu, Nenek di Surabaya Dipenjara” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Guru di Sumenep Terancam Denda 1 M, atau Penjara 6 Tahun

SURABAYA, (Kabarjatim.id)-
Polisi Polda Jatim tangkap pemilik Akun Facebook (FB) Putra Kurniawan yang telah melakukan ujaran kebencian.

Akun milik Hairil Anwar asal Dsn. Pangele, Desa. Pragaan, Kec. Prenduan, Kab. Sumenep Jatim ini telah memposting konten berisi ujaran kebencian yang bemuatan Sara dan penghinaan terhadap pejabat Negara atau penguasa.

posting yang dilakukan Hairil Anwar

Hairil Anwar ini memposting hinaan terhadap Presiden Jokowi
pada, Kamis 16 Mei 2019. Guru honorer Sekolah Dasar ini diduga telah mempostng konten yang bemuatan ujaran kebencian mengandung Penghinaan Pencemaran nama baik.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, berdasarkan postingan dan juga berita Bohong/Hoax tersebut yang mendasari anggota Cyber Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan analisa.

Hingga pada Sabtu, 18 Mei 2019 sekira pukul 07.30 WIB, didukung Satreskrim Polres Sumenep, telah berhasil mengamankan terduga pemilk akun Facebook Putra Kurniawan atas nama Hairil Anwar.

“Pemilik akun ini ditangkap ketika sedang mengajar di salah satu Sekolah Dasar karena akunnya melakukan penginaan terhadap Presiden dan beberapa tokoh pejabat,” kata Barung, Minggu (19/5/2019).

Dalam tulisan salah satu akunnya, dia juga menulis jika menantang pihak berwajib yang akan menangkapnya agar segera melakukan penangkapan.

Pelakunya kini ditahan dan akan dijerat UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 Ayat (2).

Pasal 28 ayat (2), dengan ancaman pidana penjara paling
lama 6 (enam) tahun dan/atau denda banyak Rp 1 milyar rupiah.

Sementara pelaku Hairil Anwar sendiri menyesali perbuatannya usai berhadapan dengan pihak Kepolisian. Dia hanya tertunduk dan tidak segarang ucapannya yang menantang pihak Kepolsian untuk menangkapnya.

“Saya mengikuti ramainya kancah politik yang sedang ramai
dengan dua calon,” singkatnya.

Dan ketika ditanya, apakah dia pendukung salah satu paslon, Hairil Anwar mengiyakan. (Ekoyono)

Teks foto : Pelaku diapit Kabid Humas Polda Jatim.

Editor : Budi

Terkait


Artikel yang berjudul “Guru di Sumenep Terancam Denda 1 M, atau Penjara 6 Tahun” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Respon Cepat Masyarakat Kledung Bayar PBB, Bertepuk Sebelah Tangan

PACITAN, (Kabarjatim.id)- Sungguh malang nasib warga masyarakat Desa Kledung, Kecamatan Bandar, Pacitan. Bagaimana tidak, disaat ada himbauan untuk membayar pajak bumi bangunan (PBB), warga masyarakat dengan antusiasnya segera membayar.

Namun, respon cepat yang dilakukan warga masyarakat di Desa Kledung tersebut tidak terbalaskan sesuai dengan angan-angan dan harapan.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Sigit Susilohardi, Kepala Desa Kledung, saat ditemui kabarjatim.id di ruang kerjanya, Kamis (16/05/2019) siang.

“Pajak PBB sewilayah Kecamatan Bandar, kita selalu ranking satu. Tapi kondisi seperti itu tidak sesuai harapan, kewajiban kami selalu berusaha untuk memenuhi, tapi hak-hak kami yang ada di desa sangat berkurang. Contohnya jalan PU rusak,di wilayah kami kondisi ini tidak bisa disembunyikan dan bisa di cek keberadaannya,” ungkapnya.

Sigit mengatakan, dalam kurun waktu lima tahun mulai 2014 hingga sekarang, jalan kabupaten belum pernah tersentuh pemeliharaan. Dengan kondisi tersebut, semakin lama sudah barang tentu sangat memprihatinkan.

“Selama ini, Desa Kledung belum pernah merasakan pemerataan pembangunan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan, terutama jalan. Padahal, hak rakyat sama soal pemerataan,” ujarnya.

Sebenarnya, lanjut Sigit, pemerintah desa sudah mengajukan proposal ke intansi terkait, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan harapan agar segera ada perbaikan jalan. Akan tetapi, tidak ada respon sedikitpun layaknya dianak tirikan.

“Proposal sudah berulang-ulang, tapi kenyataannya mungkin belum kebagian dana atau bagaimana, kami sendiri juga tidak tahu,” imbuhnya.

Selaku Kepala Desa, pihaknya mewakili seluruh warga Desa Kledung sangat berharap, agar pihak Pemkab Pacitan segera mendengar jeritan hati masyarakat.

“Masyarakat sangat berharap jalan ini segera diperbaiki, biar perekonomian di Desa Kledung ini tidak lumpuh lagi saat musim hujan datang,” harap Sigit.

Sementara, ditemui di tempat berbeda Harto (40), salah satu warga Desa Kledung yang berprofesi sebagai sopir angkutan atau andongan desa membenarkan pernyataan kepala desanya tersebut.

Menurutnya, waktu musim hujan kondisi jalan poros penghubung antara Desa Kledung, Kecamatan Bandar menuju ke Desa Ploso, Kecamatan Tegalombo sangat licin, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melaluinya, sehingga perekonomian warga masyarakat pun lumpuh.

Jika musim hujan jalan di tempat, warga tidak dapat bekerja. Tidak berani keluar, karena kondisi jalannya parah dan tidak bisa dipaksakan.

“Kami selaku rakyat kecil sangat berharap jalan ini segera dapat perbaikan, semoga saja pemerintah di atas mendengar dan segera menindaklanjuti,” ungkap Harto.
(Yuan)

Teks foto : Jalanan Desa Kledung.

Editor : Eko

Terkait


Artikel yang berjudul “Respon Cepat Masyarakat Kledung Bayar PBB, Bertepuk Sebelah Tangan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Respon Cepat Masyarakat Kledung Bayar PBB, Bertepuk Sebelah Tangan

PACITAN, (Kabarjatim.id)- Sungguh malang nasib warga masyarakat Desa Kledung, Kecamatan Bandar, Pacitan. Bagaimana tidak, disaat ada himbauan untuk membayar pajak bumi bangunan (PBB), warga masyarakat dengan antusiasnya segera membayar.

Namun, respon cepat yang dilakukan warga masyarakat di Desa Kledung tersebut tidak terbalaskan sesuai dengan angan-angan dan harapan.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Sigit Susilohardi, Kepala Desa Kledung, saat ditemui kabarjatim.id di ruang kerjanya, Kamis (16/05/2019) siang.

“Pajak PBB sewilayah Kecamatan Bandar, kita selalu ranking satu. Tapi kondisi seperti itu tidak sesuai harapan, kewajiban kami selalu berusaha untuk memenuhi, tapi hak-hak kami yang ada di desa sangat berkurang. Contohnya jalan PU rusak,di wilayah kami kondisi ini tidak bisa disembunyikan dan bisa di cek keberadaannya,” ungkapnya.

Sigit mengatakan, dalam kurun waktu lima tahun mulai 2014 hingga sekarang, jalan kabupaten belum pernah tersentuh pemeliharaan. Dengan kondisi tersebut, semakin lama sudah barang tentu sangat memprihatinkan.

“Selama ini, Desa Kledung belum pernah merasakan pemerataan pembangunan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan, terutama jalan. Padahal, hak rakyat sama soal pemerataan,” ujarnya.

Sebenarnya, lanjut Sigit, pemerintah desa sudah mengajukan proposal ke intansi terkait, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan harapan agar segera ada perbaikan jalan. Akan tetapi, tidak ada respon sedikitpun layaknya dianak tirikan.

“Proposal sudah berulang-ulang, tapi kenyataannya mungkin belum kebagian dana atau bagaimana, kami sendiri juga tidak tahu,” imbuhnya.

Selaku Kepala Desa, pihaknya mewakili seluruh warga Desa Kledung sangat berharap, agar pihak Pemkab Pacitan segera mendengar jeritan hati masyarakat.

“Masyarakat sangat berharap jalan ini segera diperbaiki, biar perekonomian di Desa Kledung ini tidak lumpuh lagi saat musim hujan datang,” harap Sigit.

Sementara, ditemui di tempat berbeda Harto (40), salah satu warga Desa Kledung yang berprofesi sebagai sopir angkutan atau andongan desa membenarkan pernyataan kepala desanya tersebut.

Menurutnya, waktu musim hujan kondisi jalan poros penghubung antara Desa Kledung, Kecamatan Bandar menuju ke Desa Ploso, Kecamatan Tegalombo sangat licin, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melaluinya, sehingga perekonomian warga masyarakat pun lumpuh.

Jika musim hujan jalan di tempat, warga tidak dapat bekerja. Tidak berani keluar, karena kondisi jalannya parah dan tidak bisa dipaksakan.

“Kami selaku rakyat kecil sangat berharap jalan ini segera dapat perbaikan, semoga saja pemerintah di atas mendengar dan segera menindaklanjuti,” ungkap Harto.
(Yuan)

Teks foto : Jalanan Desa Kledung.

Editor : Eko

Terkait


Artikel yang berjudul “Respon Cepat Masyarakat Kledung Bayar PBB, Bertepuk Sebelah Tangan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Ainur Rohim Jabat Ketua PWI Jatim Gantikan Akhmad Munir

SURABAYA (Kabarjawatimur.com)
Tampuk pimpinan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Timur berganti. Sabtu (18/05/2019) sore, Ainur Rohim secara resmi menjadi pengganti Akhmad Munir yang sudah sejak bulan September 2018 menjadi pengurus PWI Pusat.

Ainur Rohim terpilih sebagai Ketu PWI Jatim setelah melalui rapat pleno penetapan sebagai ketua menggantikan Akhmad Munir yang secara resmi dipercaya sebagai Ketua Bidang Pengembangan Daerah PWI Pusat.

“Selamat kepada Pak Ainur Rohim dan semoga bisa membawa PWI Jatim menjadi lebih baik,” ujar Sekretaris PWI Jatim Eko Pamuji selaku pemimpin rapat pleno.

Ainur Rohim ditetapkan sebagai orang nomor satu di PWI Jatim periode 2019-2021. Pada rapat pleno yang dihadiri pengurus dan mayoritas ketua PWI kabupaten/kota se-Jatim tersebut, turut hadir langsung Akhmad Munir yang saat ini menjabat Direktur Pemberitaan LKBN Antara di Jakarta.

Menurut dia, sesuai aturan organisasi ditetapkan bahwa pengurus tidak boleh rangkap jabatan sehingga posisinya sebagai ketua PWI Jatim harus ditinggalkan.

“Sejak Februari 2018 saya sudah di Jakarta. Kemudian September 2018 berada di jajaran pengurus PWI Pusat, maka ketua PWI Jatim harus berganti. Saya percaya Pak Ainur Rohim akan menjadi ketua yang hebat dan lebih baik,” harapnya.

Munir sangat berterima kasih dan mohon maaf kepada seluruh pengurus provinsi, pengurus daerah serta masyarakat pers Jatim yang selama 7,5 tahun mendukungnya selama ini.

Di kesempatan sama, Ainur Rohim berterima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya dan berharap dukungan dari seluruh pengurus, baik tingkat provinsi maupun daerah untuk bersama-sama memajukan pers Jatim.

Program-program yang sudah berjalan selama ini, kata dia, akan dilanjutkan dan program lainnya terus dikembangkan demi kemajuan pers di wilayah setempat.

Ia mencontohkan di bidang organisasi yang ke depan harus didirikan pengurus di daerah yang belum ada, seperti Magetan, Kabupaten/Kota Madiun dan beberapa daerah lainnya.

“Untuk bidang pendidikan, kami berkomitmen melanjutkan UKW bagi jurnalis di Jatim agar semakin berkualitas. Begitu pun di bidang kerja sama, bidang olahraga maupun lainnya,” pungkas Ainur.

Teks foto: Ainur Rohim (dua dari kiri) menerima mandat dari Akhmad Munir.

Reporter: */Boy
Editor: Rizky Rahim

Terkait


Artikel yang berjudul “Ainur Rohim Jabat Ketua PWI Jatim Gantikan Akhmad Munir” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Imigrasi Surabaya Buka Pembuatan Paspor Hari Sabtu

SIDOARJO (Kabarjawatimur.com)

Sebagai upaya mendekatkan diri kepada masyarakat dengan memberikan pelayanan terbaik, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya membuka pelayanan pembuatan paspor pada hari Sabtu.

Pada pelayanan perdana, Sabtu (18/05/2019), program bertema ‘Paspor Simpatik’ ini terpantau lancar. Layanan ini akan dilaksanakan setiap hari Sabtu sampai bulan Juli 2019.

Suasana di ruang pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Jalan Juanda, Sidoarjo.

“Pelayanan dimulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 12.00. Khusus hari Sabtu, kami melayani kuota antrean online sebanyak 30 pemohon,” ujar Kasi Paspor Angga Mahardika.

Lanjut Angga, pelayanan perdana tadi pagi, imigrasi melayani 18 pemohon dari 30 kuota yang sudah disediakan.

“Ini merupakan langkah Direktorat Jenderal Imigrasi dalam meningkatkan pelayanan permohonan paspor. Dengan adanya peningkatan kapasitas permohonan paspor, diharapkan dapat membantu pemohon khususnya bagi yang berhalangan pada hari kerja,” sambung Angga mendampingi Kabid Dokumen Perjalanan dan Izin Tinggal Keimigrasian Ramdhani.

Untuk itu, ia berharap agar masyarakat bisa memanfaatkan program ini dengan sebaik mungkin. Layanan ini memang dikhususkan bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan izin keluar dari kantornya pada hari Senin sampai hari Jumat.

Pelayanan ‘Paspor Simpatik’ ini, juga diberlakukan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi di beberapa kantor imigrasi di DKI Jakarta, Batam, Surabaya, Medan, Tangerang, Bogor, Bekasi dan Depok.

Teks foto: Petugas sedang melayani pemohon di meja pengecekan berkas-berkas yang harus dilengkapi.

Reporter: Boy

Editor: Rizky Rahim

Terkait


Artikel yang berjudul “Imigrasi Surabaya Buka Pembuatan Paspor Hari Sabtu” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Emil Optimis ITS Mampu Kembangkan Teknologi Kelas Dunia

Gema Fakta.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengaku optimistis
bahwa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) mampu mewujudkan
perguruan tinggi berkelas dunia terutama dalam hal peningkatan dan
pengembangan teknologi.

Ia
mengatakan, dengan menjadikan ITS sebagai Perguruan Tinggi (PT) kelas
dunia, maka akan membuat prestasi dan kebanggan bagi tumbuh dan majunya
kualitas pendidikan di Indonesia, bahkan Asia. 

Jika
hal itu terwujud, dirinya  menginginkan agar ITS dapat memainkan
perannya dan tidak lagi ada batas-batas kewarganegaraan yang melakukan
study di ITS. 

“Kita
ingin melihat lebih banyak lagi mahasiswa-mahasiswi dari luar negeri
yang melakukan riset dan penelitian di ITS,” ungkapnya. 

Pihaknya
yakin, jika ITS mampu fokus pada pengembangan teknologi terbaru akan
lebih banyak dosen-dosen pengajar dari luar negeri yang ingin melakukan
penelitian di ITS.  

“Jika
ITS sudah menjadi PT kelas dunia akan banyak dosen-dosen luar juga
menjadikan ITS sebagai tempat yang terbaik untuk melakukan riset nya. 
Kita tidak perlu takut Indonesia kalah karena kita sudah siap untuk
bersaing dengan peneliti dan akademisi dari luar negeri,” terangnya. 

Peran
ITS sendiri, tambah Emil telah dibuktikan lewat banyak penelitian atau
jurnal yang telah dilakukan memberi kontribusi bagi pembangunan di
Jatim. Semoga berkah di bulan Romadhon akan berkelanjutan bagi ITS dan
akan membawa kesuksesan bagi ITS. 

“Saya
sudah melihat bahwa judul-judul penelitian yang masuk di Dikti
tertinggi di ITS. Semoga bukan hanya kuantitas tapi juga kualitas yang
dihasilkan oleh peneliti-peneliti ITS bisa mencapai kepada level dunia.
Kami Pemprov Jatim siap menjadi mitra untuk memastikan penelitian
berkualitas tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya.[bdp]


Artikel yang berjudul “Emil Optimis ITS Mampu Kembangkan Teknologi Kelas Dunia” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Wagub Jatim Minta Media Siber Ikut Bergerak Lawan Hoax

Gema Fakta. Media siber dapat mengambil peran penting dalam upaya melawan penyebaran hoax yang kian masif di beragam platform media sosial. Harapan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak saat membuka Rapat Kerja Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) wilayah Jatim dan Seminar Nasional Media Siber Good Journalism vs Hoax di Era Post Truth di Hotel Harris Gubeng Surabaya, Sabtu (18/5).

Emil, sapaan akrab Wagub Jatim ini mengatakan, peran penting media siber itu terkait dengan aspek kredibilitas. Mengutip pidato Presiden Jokowi saat peringatan Hari Pers Nasional 2019 di Jatim lalu bahwa hasil survei mengatakan bahwa kepercayaan terhadap media konvensional meningkat ketimbang media sosial. Banyaknya hoax yang beredar di media sosial menyebabkan banyak orang merujuk ke media konvensional.

Lebih lanjut, Emil menguatkan posisi krusial media siber dengan merelasikannya dengan kondisi masyarakat Indonesia. Menurutnya, masyarakat Indonesia sudah tergolong dalam digital society dengan kepemilikan Kartu SIM sebanyak 355 juta, jauh melebihi jumlah penduduk tetapi sebagian besar masih percaya hoax.

“Kita melihatnya dari data Centre for International Governance Innovation (CIGI) IPSOS menunjukkan 65 % masyarakat indonesia masih percaya hoax. Angka ini menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia sebagai negara yang paling mudah percaya hoax. Selain itu, data dari dailysocial.id menyebutkan 44 % masyarakat indonesia belum bisa mendeteksi berita hoax,” paparnya.

Berdasar data tersebut, Emil mengundang segenap pelaku media siber untuk mengambil langkah nyata.

“Masyarakat indonesia membutuhkan sumber informasi alternatif terpercaya. Maka dalam hal ini lah, media siber yang mengusung konsep good journalism” dapat berperan,” katanya.

Dalam kesempatan ini Emil berharap pelaku media siber untuk meningkatkan kualitasnya. Media siber yang disebutnya sebagai masa depan media harus menghindari godaan memproduksi berita dengan judul yang clickbait dan sekadar mengejar kecepatan saja.

“Berkumpulnya seluruh media ini membuat saya berharap ada konsensus terkait aspek kecepatan dan akurasi ini. Dengan begitu media siber mampu berdiri kritis di tengah dan menjauhkan diri dari propaganda. Pada akhirnya kita bisa bersama membangun kemajuan Jawa Timur,” terangnya

Sementara itu Ketua AMSI Jatim, Arief Rahman, dalam sambutannya sejalan dengan pemikiran Emil Dardak. Menurutnya, saat ini begitu banyaknya informasi yang tidak terverifikasi dan tidak akurat yang membuat krisis kepercayaan di masyarakat. 

 “Ini harus menjadi pedoman kita anggota AMSI dalam menyebarluaskan informasi akurat karena hoax merusak sendi-sendi kehidupan dan kerukunan bangsa,” katanya. 


Artikel yang berjudul “Wagub Jatim Minta Media Siber Ikut Bergerak Lawan Hoax” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Gubernur Khofifah Kunjungi Bazar Ramadhan di Dinkop Jatim

Gema Fakta. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi bazar murah ramadhan yang digelar oleh Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Jatim, di halaman depan kantor Dinkop, Jl. Raya Bandara Juanda, Sidoarjo, Sabtu (18/05).

Bazar murah ramadhan ini digelar sejak hari Rabu tanggal 15 Mei hingga Minggu tanggal 20 Mei 2019, mulai pukul 15.00 sampai 22.00 WIB. Barang yang dijual pada bazar kali ini meliputi berbagai kebutuhan pokok. Diantaranya beras, telur ayam, daging sapi, ikan segar, susu, gula pasir, aneka biskuit, serta berbagai aksesoris lebaran.

Peserta yang mengikuti bazar kali ini, diantaranya yaitu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jatim, Dinas Kehutanan Prov. Jatim, Dinas Pertanian Prov. Jatim, Dinas Perkebunan Prov. Jatim, dan Dinas Peternakan Prov. Jatim.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyempatkan untuk berdialog dengan penjual di beberapa stand yang ada khususnya untuk harga bawang putih, beras atapun telur ayam. Harga bawang putih jenis sincu dijual per kilo hanya Rp. 25 ribu, beras medium di harga Rp. 10.500, dan beras premium seharga Rp.9.300, sedangkan telur ayam dijual Rp. 40.000 per tray, dan minyak goreng 900 ml Rp.9500.

“Semua bahan pangan mulai daging sapi, daging ayam, beras dan telur dalam kondisi sangat aman jelang lebaran hingga pasca lebaran. Karenanya masyarakat tidak perlu khawatir dan bisa memanfaatkan bazar ramadhan ini,” tukas Gubernur Khofifah.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah meminta Dinkop dan UMKM Prov. Jatim membuat produk andalan di ruang pamer atau gerainya. Hal ini sangat diperlukan agar ada ciri khas yang membuat pembelinya semakin banyak dan tertarik.

“Andalan produknya harus ada sehingga bisa lebih berkualitas dan bisa bersaing dengan produk-produk dari luar,” tutur gubernur perempuan pertama di Jatim ini sembari mengimbuhkan pemenuhan standar kualitas juga diperlukan untuk memastikan produk yang dijual berkualitas.

Selain itu, untuk meningkatkan kualitas produk bisa dilakukan lewat kerjasama dengan beberapa organisasi misalnya Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI). 

“Banyak sekali hasil-hasil kriya yang kualitasnya sudah sangat baik, salah satunya hasil dari siswa-siswi di SMKN 12,” ungkapnya.

Turut mendampingi pada kunjungan kali ini, Kepala Dinkop dan UMKM Prov. Jatim, Kepala Disperindag Prov. Jatim, Kepala BKD Prov. Jatim, Kepala Dinas Pertanian Prov. Jatim, Kepala Dinas Kehutanan Prov. Jatim, dan Kepala Dinas Perkebunan Prov. Jatim.[bdp]


Artikel yang berjudul “Gubernur Khofifah Kunjungi Bazar Ramadhan di Dinkop Jatim” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Jarak Bergeliat, Puluhan Botol Miras Diamankan

SURABAYA, (Kabarjatim.id)-
Untuk menjaga rasa kondusif pada bulan Suci Ramadhan, juga menjaga ketertiban lingkungan Eks Lokalisasi, petugas melakukan razia minuman keras (Miras).

Razia yang dilakukan oleh unit Reskrim Polsek Sawahan telah berhasil ungkap kasus Peredaran Miras tanpa ijin.

Tiga toko yang selama ini biasa menjual Miras diobok-obok, hasil puluhan botol Miras tanpa ijin diamankan oleh Petugas.

Di toko pojok Jalan Raya Jarak Surabaya, diamankan 16 botol terdiri dari, 6 botol Anggur merah, 3 botol Donal merah, 2 botol Donal putih, 2 botol Arak Beras, 1 botol Anggur Putih, 2 botol iceland Vodka Besar dan Kecil.

Di warkop 86, Jalan Raya Jarak No. 86 Surabaya, diamankan 10 botol Bir Bintang.

Di rumah Jalan Putat Jaya Gang. Lebar B no.47 Surabaya, diamankan, 29 botol terdiri dari 6 botol Mansion Vodka, 10 botol Mansion Wisky dan 13 botol Bir Hitam Guinnes.

Ketiga toko itu digrebek pada, Jum’at, 17 Mei 2019, pukul 22.10 WIB, dan dua orang ikut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Mereka yang diamankan, Sarun, asal Dsn. Sedapur Klagen Rt 02 Rw 01 Kec. Benjeng, Gresik, Irwan Susanto, warga Jalan Raya Jarak No. 86, Surabaya.

“Kedua Tersangka ini kedapatan menjual /mengedarkan minuman keras tanpa ijin edar,” kata Kompol Dwi Eko, Kapolsek Sawahan, Sabtu (18/5/2019).

Lanjut Kapolsek, berdasarkan info masyarakat tentang maraknya peredaran minuman keras di kawasan Jarak Dolly. Selanjutnya anggota melakukan penyelidikan.

Hasilnya, petugas melakukan penggeledahan dan penyitaan Miras berbagai jenis dan merk dari dua penjualnya.

Diketahui, kawasan Jarak Dolly ini sudah lama ditutup oleh Walikota Surabaya, namun mereka mokong masih saja nekat menjualnya.

Para pelakunya akhirnya menjalani penyidikan hingga tuntas. Mereka akan dikenakan Tidak Pidana Ringan (Tipiring).
(Ekoyono)

Teks foto : Puluhan Miras yang disita dari kawasan Jarak Dolly.

Editor : Budi

Terkait


Artikel yang berjudul “Jarak Bergeliat, Puluhan Botol Miras Diamankan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita