Pernyataan Sikap AHY Bukti Prabowo Tak Layak Didukung

Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta capaian pemimpin Indonesia terdahulu wajib diapresiasi oleh siapapun.

“Yang jelas bagi saya, setiap yang dilakukan generasi dahulu wajib diapresiasi segala yang baik, apalagi kalau itu memang terasa oleh rakyat kita,” katanya di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4).

Pernyataan AHY itu, saat ditanya komentarnya mengenai pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di debat segmen kedua yang mengatakan kebijakan ekonomi Indonesia salah arah.

AHY mengharapkan semua pihak di Indonesia melihat secara objektif soal capaian dari para pemimpin bangsa terdahulu. Karena menurutnya setiap generasi kepemimpinan pasti telah melakukan berbagai capaian di berbagai bidang baik ekonomi, politik, keamanan kesejahteraan rakyat dan sebagainya.

“Saya tidak ingin mengomentari lebih jauh, yang pasti kita harus objektif dan mengapresiasi berbagai capaian pemimpin sebelumnya di berbagai bidang. Tapi tentu karena masa kepemimpinan yang dibatasi UU, ada hal yang belum tuntas dan sempurna itulah tugas pemimpin selanjutnya untuk memperbaiki. Artinya yang sebaiknya kita inginkan para pemimpin terus menghargai para pendahulu dengan semangat menjadi lebih baik dari pendahulunya,” tutupnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto saat berdebat soal kondisi ekonomi Indonesia yang dinilainya salah jalan, menyinggung presiden sebelumnya. Prabowo mengaku tidak menyalahkan Jokowi. Namun ini merupakan salah semua pihak, termasuk kesalahan presiden sebelum Jokowi.

“Saya terus terang saja, saya tidak menyalahkan Pak Jokowi, saya tidak menyalahkan, Ini masalah kesalahan kita sebagai bangsa dan sudah berjalan belasan bahkan puluhan tahun, tapi kita harus berani mengoreksi diri, kita salah jalan. Jadi saya tidak menyalahkan Bapak, karena ini kesalahan besar, kesalahan besar presiden-presiden sebelum bapak, kita semua harus bertanggung jawab. Benar, itu pendapat saya,” ujar Prabowo.

AHY Sebut Pemilu 2019 Tak Untungkan Partai Demokrat

Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengakui Pemilu 2019 yang dilakukan serentak untuk pileg maupun pilpres tak menguntungkan bagi partainya.

Hal itu, kata AHY, karena parpolnya tergolong partai yang tak punya kader utama dalam kontestasi Pilpres 2019 sehingga kurang mendapatkan efek elektoral.

“Pemilu yang menggabungkan legislatif dan presiden memang kurang menguntungkan, hanya parpol yang punya kader utama yang mendapatkan efek elektoral signifikan,” ujar AHY saat menyampaikan pidato politik di DBL Arena, Surabaya, Sabtu (13/4).

Meskipun begitu, kata AHY, pihaknya optimistis dengan militansi kader di lapangan maka Demokrat bisa sukses dalam Pileg 2019 dengan menempatkan kader-kadernya di parlemen.

“Saya juga dapat laporan dari DPD tentang bangkitnya semangat kader untuk menang di pemilu ini, hasil enggak pernah mengkhianati usaha. Semoga hasil suara mencapai target yang kita harapkan,” ujar AHY.

Atas dasar itu, jika bisa sukses dalam Pileg 2019, AHY menegaskan Partai Demokrat bakal membidik untuk menjadi peserta dalam Pilpres 2024, lima tahun mendatang.

“Siap bertarung untuk 2024?” tanya AHY kepada para kader dan simpatisan Demokrat yang lalu menjawab ‘siap’.

“Untuk itu, saya ingatkan untuk bertarung 2024, kita harus menang di 2019 dengan gemilang,” kata putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Dalam Pemilu 2019 sendiri sebetulnya Demokrat bukanlah partai penonton seperti sikap yang diambil pada Pilpres 2014. Pada pilpres tahun ini, Demokrat menjadi salah satu partai pengusung paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dukungan Demokrat kepada Prabowo-Sandiaga itu sendiri diumumkan pada hari terakhir pendaftaran bakal calon peserta Pilpres 2019 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 10 Agustur 2018.

Prabowo-Sandi mendaftar ke KPU diusung empat parpol dalam parlemen yakni Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat. Selain itu, Prabowo-Sandi didukung pula oleh parpol di luar parlemen yakni Partai Berkarya yang bergabung dalam koalisi Adil dan Makmur.

Prabowo adalah Ketua Umum Gerindra, sementara itu Sandiaga yang memutuskan mundur dari kursi Wagub DKI demi Pilpres 2019 pun sebelumnya adalah kader parpol tersebut.

Sementara itu rival Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019 adalah capres petahana Joko Widodo (Jokowi) yang bersanding dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin.

Saat mendaftar ke KPU, Jokowi-Ma’ruf Amin diusung enam parpol: PDIP, Golkar, NasDem, PKB, PPP, Hanura. Sementara itu di luar parlemen, Jokowi-Ma’ruf didukung pula oleh PKPI, PSI, dan Perindo. Jokowi adalah kader PDIP, sementara Ma’ruf nonparpol.

Prabowo: Surabaya hingga Merauke akan Tenggelam

Capres Prabowo Subianto menyebut saat ini Indonesia menghadapi tantangan perubahan iklim yang mengancam wilayah Jakarta, Pantura Jawa, Surabaya sampai Merauke akan tenggelam. Lalu bagaimana kata pakar?

Pakar Geologi ITS Amin Widodo mengatakan belum pernah mendengar laporan yang disebut oleh Prabowo. Namun ia tidak menampik dalam beberapa tahun terakhir ini ada perubahan iklim.

“Saya belum pernah dengar. Tapi memang begini. Sepengetahuan saya memang di beberapa tahun ini ada perubahan iklim. Jadi sudah ada tanda-tanda perubahan iklim dan suhu (bumi) naik. Karena suhu naik maka itu bisa menimbulkan cuaca menjadi ekstrem,” kata Amin saat dihubungi detikcom, Jumat (12/4/2019).

“Jadi misalnya hujan menjadi ekstrem, panas menjadi ekstrem, dingin menjadi ekstrem, angin menjadi ekstrem jadi lebih cepat. Terus ombak menjadi ekstrem. itu adalah tanda-tanda peningkatan suhu tadi,” tambahnya.

Sedangkan untuk peningkatan permukaan laut naik 5 meter yang disebut Prabowo. Amin kembali tidak menampiknya. Sebab memang saat ini sudah ada kenaikan sekitar 1,5 derajat.

“Nah, itu salah satunya kalau nanti suhu sekarang itu sudah diperkirakan naik 1,5 derajat. Nah kalau sudah naik 2 derajat itu es bisa meleleh. Bisa menyebabkan air laut naik. Tapi misalnya 5 meter ya itu baru (tenggelam) sekitar tahun 2100,” terang Amin.

Tapi, terang Amin, tenggelamnya suatu wilayah di tahun 2100 itu dengan catatan jika manusia tidak melakukan sesuatu. Artinya ada upaya untuk mengurangi karbondioksida dengan upaya seperti penanaman pohon dan mengganti bahan bakar migas.

“Jadi kalau kita tidak melakukan sesuatu dari para ahli kita melakukan segera melakukan penurunan karbon tadi ini akan terjadi kenaikan air laut sehingga bisa menimbulkan tadi banyak pulau yang tenggelam. Itu diperkirakan di 2100. (Itu) kalau naiknya tiap hari hanya nambah 0,33 centimeter pertahun,” jelasnya.

Menurutnya, kebijakan soal lingkungan tidak bisa dibebankan pada satu negara saja seperti Indonesia. Sebab lingkungan merupakan kebijakan global. Jadi tidak bisa hanya Indonesia.

“Ini kebijakan global jadi tidak bisa jadi tidak hanya pemerintah saja. Tapi memang Indonesia itu pokok memang nomor satu yang harus dilakukan itu penghutanan kembali atau menanam pohon sebanyak-banyaknya,” beber Amin.

“Tapi orang sudah mulai berubah kan semua sudah pakai elektrik semua. Itu mobil-mobil semua sudah elektrik sampai di Norwegia itu sudah nggak ada butuh migas lagi. Jadi harus demikian,

Sebelumnya capres Prabowo Subianto lagi-lagi bicara soal wilayah Indonesia yang akan tenggelam. Wilayah tersebut mulai dari Jakarta, Pantai Utara Jawa, hingga Merauke.

Prabowo mulanya bicara soal tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini. Salah satunya tantangan cuaca iklim yang sudah mendesak.

“Kita juga menghadapi tantangan cuaca iklim Ini tantangan yang sangat mendesak, tapi elite di Jakarta tidak berpikir ke situ kalau kita lihat di peta ini yang berasal dari Center for Remote Sensing of Ice Sheet,” kata Prabowo saat pidato kebangsaan di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4/2019).

Perekam Video Surat Tercoblos Meminta Pencoblos Meninggalkan Tempat

Ada 2 video rekaman penggerebekan dalam kejadian surat suara tercoblos di Malaysia yang membuka kedok dari kubu oposisi. Video yang dimaksud bukan video yang ada si Bram kader PD yang ikut memviralkan video ini.

Semakin dianalisis, semakin diteliti maka akan terlihak kedok dan sesuatu yang busuk yang mereka tutupi tapi akhirnya terbongkar juga.

Nah, video yang viral yaitu video pertama yang menampilkan penggerebekan yang sudah beredar, nampak pria berkemeja putih dan bertubuh agak gemuk dan berjenggot sedikit di dagunya sedang memegang HP dan kabel merah yang dipegang bersama di tangan kananya

Dalam video itu ada yang merekamnya lalu dia berbicara dan menunjukkan bukti surat suara yang tercoblos dan berserakan di lantai. Nampak pemandangan kantong hitam suara yang ada di dalam ruangan itu. Meyakinkan sekali akting dan skenarionya.

Dia lagi-lagi memungut kertas suara yang diduga tercoblos lalu menunjukkan ke perekamnya dan terlihat dia lagi-lagi memegang HP berwarna hitam dan kabel merah terlihat jelas. Investigasi yang luar biasa. Video yang viral ini membuat kubu oposisi makin yakin terjadi kecurangan yang masif dan seperti sudah mereka prediksikan.

Lalu dalam video yang kedua, terlihat ada pria yang berbicara memergoki beberapa ibu yang terlihat asyik mencoblos. Tak ada ketakutan atau kekagetan dari para perempuan-peremuan yang sedang mencoblos itu. Ada pria yang di sekitar situ juga yang terlihat santai dan tak merasa terganggu.

Videonya masih beredar di Twitter, susah didisplay di sini, bisa dicek di https://twitter.com/Alitingting2/status/1116563591954436096

Seharusnya kalau benar-benar penggerebekan, maka akan terjadi kepanikan atau kondisi dalam ruangan pasti akan terlihat rusuh. Tapi semuanya berjalan dengan santai, tenang. Jadi kehadiran orang ini bisa jadi familiar.

Tiba-tiba pria di video yang kedua ini menunjuk-nunjuk jarinya ke arah ibu-ibu itu. Terlihat di tangannya itu ada kabel merah yang sama. Eng, ing , eng. Pria ini lantas berbicara kepada para ibu itu dengan suara untuk meminta mereka pergi.

Bukan menghardik atau memarahi tapi malah dengan sopannya menyuruh pergi dengan mengatakan,”Ibu, jangan di sini, polisi akan datang, sebentar lagi, keluar, keluar, polisi akan datang”.

Saat dia berbicara,”Polisi akan datang,” maka terlihat jari di tangan kirinya menunjuk-nunjuk. Maka terlihat kembali penampakan kabel merah itu secara eksplisit.

Lalu ke mana HPnya? Jelas HP yang dipakai kali ini adalah HP-nya sendiri. Kesimpulannya, ada dua HP yang dipakai yang isinya ada si pria yang memegang kabel ini. Lalu pria dengan membawa kabel itu dipastikan orangnya sama. Siapa dia?

Terbongkar, pria yang merekam dan menyuruh p[ergi ibu-ibu itu bernama Parlaungan Laung Laung. Tinggal di Kuala Selangor, Malaysia. Asalnya dari Riau.

*Lalu ada yang menarik, terkuak pria ini adalah pendukung….02 alias pendukung fanatik Prabowo-Sandi. Dalam status terkahirnya dia mengatakan ,” Sahabat..

Seperti yang Selalu Saya Katakan Jangan Ada Dusta Diantara Kita” di akun Facebooknya*

Alamat akun Facebooknya adalah : https://www.facebook.com/parlaungan.laung.

Pada tanggal 10 April dia masih mengupdate soal info pencoblosan di Malaysia dan ditujukan secara umum, bukan hanya ke pendukung paslon tertentu. Kelihatan netral, bukan? Tak ada yang aneh atau mencurigakan. Tapi pria ini kalau dalam penggerebekan dengan para teman oposisi bisa terjadi mereka adalah satu komplotan.

Tapi penulis melihat ada hubunganya si pria ini dengan si Yazza Ketua Panwaslu di Kuala Lumpur. Karena si Parlaungan ini memposting poster berisi himbauan memilih dari PPLN Kuala Lumpur. Jadi bisa saja mereka punya grup medsos dan itu pasti.

Sesama kubu pendukung 02 pasti sudah berkomunikasi, berkordinasi sehingga dalam penggerebekan maka yang menjadi pelaku penggerebekan hanyalah kelompok mereka sendiri. Tak ada saksi atau pihak dari 01 yang dilibatkan.

Bau bangkai makin tercium dari sandiwara ini. Yazza si Ketua Panwaslu pasti kenal dengannya apalagi sesama pendukung 02 yang ikut menghadiri deklarasi dukungan

Ditambah si Brem yang adalah kader Demokrat. Maka terjadilah jalinan kerjasama dan kolaborasi di antara mereka. Plus ibu-ibu yang menemani si Yazza saat wawancara dengan presenter TVOne, makin kelihatan kolaborasi besar di antara mereka.

Pihak Bawaslu harus menyelidiki keterlibatan pria ini, kok bisa tahu tempat atau lokasi pencoblosan surat suara yang masif. Apalagi pria ini kenal dengan Panwaslu Kuala Lumpur. Makin terlihat apa sesuatu yang disembunyikan Panwaslu ini.

Silakan Bawaslu boleh saja bertamnya ke Panwaslu Kuala Lumpur tapi jangan percaya 100 persen. Inidkasi keterlibatannya sebagai pendukung Prabowo sudah sangat vulgar dan ditambah dengan geger gelagapan dan gagapnya dia menjawab terbata-bata saat wawancara dengan presenter TVOne makin membuka peluang settingan narasi hoaks dari pihak mereka. Bongkar habis #HoaxSelangor.

Pencoblosan Surat Suara di Malaysia Merupakan Skenario Hoax Kubu Prabowo-Sandiaga

Beragam keanehan dan kejanggalan menunjukkan bahwa peristiwa tercoblosnya surat suara di Selangor, Malaysia merupakan skenario kubu paslon 02 Prabowo-Sandiaga, untuk menyudutkan petahana.

Hingga kini, elektabilitas Prabowo-Sandiaga belum bisa mengungguli lawannya sehingga kubu 02 menjadi makin panik dan putus asa terhadap besarnya peluang kekalahan di Pilpres 2019.

Temuan tercoblosnya surat suara tersebut memiliki banyak kejanggalan, yakni penggrebekan tidak ditemani aparat kepolisian maupun KPU atau Bawaslu, dilakukan oleh kader Partai Demokrat dan semua yang ada dilokasi adalah murni pendukung paslon 02 serta plastik yang dituding berisi surat suara tercoblos tidak dibongkar semuanya.

Tidak kalah aneh, bahwa surat tercoblos pun ditemukan dalam jumlah besar di dalam sebuah ruko yang letaknya di luar kedutaan Indonesia di Malaysia.

Selain itu, dalam video juga terlihat amplop surat suara yang ada belum terkirim tetapi sudah dicoblos. Logikanya jika amplop sampai ke tangan penerima tentu akan muncul persoalan.

Kubu 02 membuat sandiwara ceritanya sendiri, menggrebek sendiri, memviralkan sendiri dan heboh sendiri. Hal ini memperlihatkan kejadian di Malaysia sudah didesain sedemikian rupa oleh kubu 02, hanya untuk menyerang lawannya. Mereka tidak peduli akan akibatnya terhadap proses pemilu, apalagi peduli kepadarakyat yang meninginkan Pemilu berjalan dengan aman dan damai.

Hoax, Fitnah dan Sandiwara memang sudah sangat identik melekat pada paslon Prabowo-Sandiaga. Berbagai carapun dilegalkan hingga cara yang paling busuk, dengan tujuan untuk meraih kemenangan atau mencari kambing hitam jika mereka kalah nanti.

Desa Pancawati Terisolir, Ferdinand Hutahaean Tebar Hoax

Ferdinand Hutahaean ‘menyentil’ Presiden Joko Widodo dengan melaporkan Desa Pancawati, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang terisolir.

Sentilan itu dihaturkan oleh politikus Partai Demokrat sekaligus anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandi melalui akun Twitter, @Ferdinand_Haean.

Ferdinand Hutahaean juga menyindir pernyataan Jokowi yang mengklaim telah membangun 191 ribu kilometer jalan pertanian di desa-desa.

“Pak @jokowi, Desa Pancawati, Kabupaten Bogor, ini terisolir tidak bisa masuk mobil. Hanya bisa dilalui motor itupun lewat tengah sawah. Yang 191 ribu kilometer itu di mana pak?” cuit Ferdinand Hutahaean.

Tak hanya itu, Ferdinand Hutahaean juga mengunggah rekaman video dirinya ketika menyusuri jalan setapak desa sambil membonceng sepeda motor.

Tampak, pemandangan sawah nan hijau di sebelah kanan dan kiri jalan tersebut. Terlihat, beberapa konvoi sepeda motor yang ‘mengawal’ Ferdinand Hutahaean.

Kendati demikian, pernyataan Ferdinand Hutahaean diskakmat warganet melalui temuan-temuan di mesin pencari Google.

“Gw bukan orang Bogor, coba browsing di mbah Google, ternyata Desa Pancawati adalah desa wisata yang bagus dan maju, banyak villa dan hotel, kalau lu ke sawah lalu tanya jalan bagus, ya ngak nyambung,” cuit akun @masterjejeng.

“Silakan Anda browsing di google kata kunci ‘Desa Pancawati Bogor’ lihat apa yang keluar. Mana ada desa Pancawati terisolir,” kicau akun @kangmeirza.

“Aku baru googling. Woww ternyata itu daerah villa mewah. Wahh recommended banget buat honeymoon. Insya Allah saya dan keluarga kecil saya akan ke outbond areanya,” cuit akun @diansukawati.

Berdasarkan penelusuran Suara.com, ketika dicari di Google dengan kata kunci ‘Desa Pancawati Bogor’, muncul profil Desa Pancawati yang muncul di Wikipedia.

Disebutkan bahwa Pancawati adalah desa di kecamatan Caringin, Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Tempat terkenal dengan villa dan outbound, menjadikan pancawati menjadi tempat ke dua setelah puncak.

Aksesnya disebut hanya berjarak 4 kilometer dari exit tol Ciawi – Bogor, kemudian masuk ke Pasar Cikereteg menuju Desa Pancawati.

Bukan cuma itu, sejumlah warganet mempertanyakan alasan Ferdinand Hutahaean menyusuri pematang sawah ketimbang memilih jalan lain.

“Pematang sawah minta diaspal? Jalan yang benar ngapain lewat situ,” cuit akun @KadhangBayu.

“Itu galengan (pematang sawah) namanya. Batas antara petak sawah. Kalo jalanannya bukan lewat situ. Salah jalan, tong!” kicau akun @heniunique.

Kemenangan Prabowo di Hasil Survey AS Sustain Polling and Research adalah Hoaks

Sebuah lembaga survei internasional yang berkantor di Falk Auditorium, Massachussetts Avenue, Amerika Serikat bernama Sustain Polling and Research dalam surveinya yang dilaksanakan pada 12 s.d 26 Maret 2019 dengan responden sebanyak 1985 orang yang memiliki hak memilih dalam Pemilu 2019 di Indonesia menghasilkan bahwa Pilpres 2019 akan dimenangkan oleh Prabowo-Sandiaga Uno.

Menurut hasil survei yang dilakukan melalui telepon dengan interview yang dilakukan secara random menggunakan tenaga survei yang pengalaman di pusat telepon Sustain Polling and Research dengan margin of error kurang lebih 2,2% dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% menunjukkan sebanyak 54% responden menyakini Indonesia akan memiliki Presiden yang baru yaitu Prabowo Subianto, sedangkan sebanyak 37% responden menyakini Jokowi akan berhasil mempertahankan tahtanya.

“Bahkan dengan pertanyaan jika Pilpres 2019 diadakan hari ini, Anda akan memilih pasangan yang mana? Sebanyak 31% akan memilih Jokowi-Ma’ruf Amin, sedangkan sebanyak 46% responden akan menjatuhkan pilihannya kepada Prabowo-Sandiaga Uno, sehingga Pilpres 2019 akan dimenangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno,” tegas hasil survei Sustain Polling and Research tersebut.

DIsadur dari laman bernama Strategic Assessment yang beralamat di : https://www.centerofrisk-sia.com/prabowo-next-president-lembaga-sustain-amerika-prabowo-kalahkan-jokowi-mkgr-mendukung-prabowo/,

Adalah tim BPN sendiri yang menampilkan dua survei yang memenangkan telak ke media-media ini. Waketum Partai Gerindra Sugiono menjelaskan hasil survei memenangkan Prabowo itu di The Darmawangsa, Jalan Brawijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/4/2019).

Awalnya dia menyajikan hasil survei internal. “Kami punya survei internal 62 persen (Prabowo), 38 persen (Jokowi). Kita punya asesmen 62 persen. Terus yang selama ini beredar Prabowo-Sandi selalu di angka yang rendah,” kata Waketum Partai Gerindra Sugiono

Sugiono juga menayangkan hasil survei lembaga asing Sustain Polling and Research. Survei tersebut mengatakan, jika pilpres berlangsung hari ini, 46 persen responden memilih Prabowo-Sandiaga, 5 persen responden mungkin memilih Prabowo-Sandiaga, 31 persen pasti memilih Jokowi-Ma’ruf Amin, 5 persen mungkin memilih Jokowi-Ma’ruf, dan sisanya 13 persen undecided voters.

Nah, ketika ditanya jurnalis Detik ternyata Sugiono tak bisa menjelaskan secara detil lembaga survei AS yang mereka pakai.

“Saya juga nggak tahu. Itu ada di ini kan, bukan kita yang engage. Saya juga dapat itu dari tim. Ya saya kira, kalau ngomong akurasi, kita buktikan saja nanti benar apa tidak pada saat pilpres nanti,” tutup Sugiono saat ditanyai perihal hasil survei lembaga Sustain Polling and Research, yang sebelumnya dia tayangkan.

Tapi berikut penulis kupas kejangalan yang aneh tapi nyata dari lembaga survei abal-abal bernama Sustain Polling and Research ini:

Pertama, penulis sudah search kantor dari lembaga survei ini yang katanya ada di “Falk Auditorium, Massachussetts Avenue” + “Sustain Polling and Research”, kagak muncul juga. Tak ada laman atau media asing atau berbahasa Inggris yang menampilkan hasil survei dan nama lembaga ini..

Kedua, judul ditampilkan huruf kapital semua. PRABOWO-NEXT PRESIDENT-LEMBAGA SUSTAIN AMERIKA : PRABOWO KALAHKAN JOKOWI, MKGR MENDUKUNG PRABOWO. Tak lazim, ini mirip anak kecil belajar jadi blogger atau anak SD yang baru belajar nge-blog.

Ketiga, nama penulis artikelnya berbau-bau bule alias bernama kebarat-baratan biar kelihatan meyakinkan. Namanya “voler joergen”, penulis mencari identitasnya, ternyata anonim. Sudhah biasa akun atau buzzer 02 pakai nama anonim.

Keempat, nama dari laman ini “STRATEGIC ASSESSMENT” berbau-bau media Prabowo. Dulu masih ingat “ Independent Observer”, berbau asing kan? Ternyata tak hanya digawangi oleh orang Partai Gerindra, tapi juga dibiayai oleh Prabowo.

Kelima, tak ada tokoh atau orang dari lembaga survei Sustain ini yang seharusnya orang bule atau orang Amrik yang berbicara atau memvalidasi kebenaran atau menjelaskan hasil survei lembaga mereka. Tak ada juru bicara yang disebut berasal dari lembaga survei ini. Justru di laman Center of Risk.

Dari beberapa poin berikut, ditambah tidak terlihat satu pun kredibilitas atau informasi-informasi yang mendukung keberadaan lembaga survei ini benar-benar riil dan nyata, maka bisa dipastikan lembaga survei tersebut merupakaan lembaga rekaan dan data yang dipaparkan pun sama sekali tidak bisa dipercaya serta dijadikan landasan.

Penangkapan Ahmad Buchori Muslim (ABM)

Suhu politik menjelang Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif pada 17 April 2019 di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Kota Bekasi mulai memanas. Di Kota Patriot ini misalnya, saling serang antar calon lintas partai maupun sesama rekan dalam satu partai, mulai muncul.

Terbaru, Caleg Partai Amanat Nasional (PAN) Dapil Jabar VI, Nomor Urut 4, H. Ahmad Buchori Muslim, S Ag, SH, MA di laporkan ke Bawaslu Kota Bekasi. Pelaporan terhadap Ustadz Buchori Muslim yang juga Kadvi Humas Persaudaraan Alumni (PA) 212 ini diduga dilakukan oleh Caleg PAN sendiri yakni Idris Sandiya.

Idris Sandiya sendiri adalah Caleg PAN Dapil Jabar VI, Nomor Urut 1. “Kita menerima laporan dugaan pelanggaran kampanye oleh Ustad Buchori. Pelapornya dari internal PAN sendiri, timsesnya pak Idris (Idris Sandiya_red),” ujar salah seorang Komisioner Bawaslu Kota Bekasi Kamis (28/3).

Menurutnya, Ustad Buchori dilaporkan terkait kegiatan kampanye di tempat ibadah. Padahal, tempat ibadah dilarang untuk kegiatan kampanye dalam bentuk apapun.

“Laporan ke kita terkait kampanye di salah satu masjid di Bekasi. Kita tengah mendalami laporan tersebut,” tuturnya.

Salah seorang kader PAN Kota Bekasi mengaku kecewa dengan ulah timses Idris Sandiya ini. Sebab, dampak aksi ini merusak nama baik PAN.

“Kok kayak orang mabok ya, lapor sana, lapor sini. Inilah resikonya jadi caleg dropingan, nggak ngerti marwah partai. Mestinya, semua caleg itu menjaga nama partai,” tuturnya.

Namun demikian, dia memaklumi langkah Idris Sandiya ini yang melaporkan koleganya sesama partai. Soalnya, Idris Sandiya ini bukan kader PAN.

“Dia caleg comotan, entah dari negeri antah berantah. Kualitasnya sebagai caleg pun sangat diragukan. Saya belum pernah mendengar gagasan dari Idris ini. Dia hanya mengandalkan kekuatan uang saja,” tuturnya.

Menurutnya, tim pendukung Idris Sandiya memang kehabisan akal. Dengan gelontoran dana yang tidak terbatas, nama Idris Sandiya justru belum muncul ke tengah public.

“Jangankan dengan caleg dari eksternal, persaingan caleg internalpun, nama Idris nyaris tidak terdengar alias tidak masuk hitungan,” jelasnya.

Kondisi ini membuat timsesnya menggunakan jurus dewa mabuk. Tak hanya melaporkan rekannya ke Bawaslu, timses Idris juga secara terorganisir merusak Alat Peraga Kampanye (APK) milik rekannya sesama caleg PAN.

“Mulai ada indikasi merusak APK rekannya separtai yang diduga dilakukan oleh orang-orang bayaran Idris Sandiya,” tegasnya.

Sebelumnya, Konsorsium Pemilu Bersih Bekasi (KPBB), Zaenudin mendesak Bawaslu Kota Bekasi agar memeriksa Caleg PAN nomor urut satu, Idris sandiya karena diduga kuat melakukan politik uang.
Dari info yang didapat, Idris rutin membagikan uang kewarga yang datang setiap sosialisasi ke warga.

Hal tersebut juga diperkuat oleh pengakuan sejumlah warga yang pernah diberikan uang oleh Idris Sandiya.

“Kita ada bukti foto, dan rekaman pengakuan warga yang menerima sembako. Kita sedang mengumpulkan bukti yang akurat lagi. Dalam waktu satu atau dua hari ini, kita akan laporkan Idris ke Bawaslu,” tegasnya.

Senada, Muhaimin, warga Mustikajaya mengungkapkan dirinya pernah mendapatkan sembako dari tim Idris Sandiya yang didalamnya terdapat minyak goreng, lima bungkus mie, kopi dan teh.

“Ada amplopnya isinya 50 ribu,” pungkasnya.

Survei LSI dan CSIS: PDIP Masih Tertinggi

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA melakukan survei terhadap elektabilitas partai politik peserta Pileg 2019 menjelang pencoblosan. Hasilnya, PDIP masih berada di puncak, disusul Gerindra dan Golkar.

“PDIP di posisi pertama dengan 24,6 persen, disusul Partai Gerindra 13,4 persen, Golkar 11,8 persen, Demokrat 5,9 persen, PKB 5,8 persen,” kata peneliti LSI Rully Akbar dalam konferensi pers di kantor LSI, Graha Dua Rajawali, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (5/4/2019).

Survei ini berlangsung pada 18-26 Maret 2019 dengan 1.200 responden. Survei dilakukan di 34 provinsi dengan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini adalah 2,8 persen.

LSI Denny JA melakukan riset kualitatif dengan metode FGD, analisis media, dan indepth interview untuk memperkaya analisis survei. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA.

Rully mengatakan PDIP potensial menjadi juara pada Pemilu 2019. Posisi PDIP selalu di posisi pertama sejak survei bulan Agustus 2018 sampai Maret 2019.

“PDIP potensial menjadi juara di Pemilu 2019. Survei LSI Denny JA, sejak Agustus 2018 hingga Maret 2019, menunjukkan bahwa PDIP tetap konsisten di posisi pertama elektabilitas partai politik. Dan PDIP adalah satu-satunya partai politik yang hingga saat ini elektabilitasnya melampaui angka 20 persen,” tutur Rully.

“Gerindra dan Golkar bersaing untuk posisi kedua. Jika caleg Golkar lebih efektif dibanding caleg Gerindra, Golkar dapat merebut posisi kedua,” sambungnya.

Rully menambahkan, setidaknya ada lima parpol yang masih butuh kerja ekstra bila ingin lolos parliamentary threshold (PT) 4 persen. Kelima parpol itu adalah NasDem, PKS, PPP, PAN, dan Perindo.

“Perolehan kelima partai ini peluang lolos dan tak lolos yang sama besarnya,” ungkap dia.

Selain itu, LSI Denny JA melakukan survei pengaruh caleg terhadap elektabilitas partai. Rully menyebut hanya 25,8 persen publik menyatakan mengenal caleg yang dipilih, sementara 70,6 persen menyatakan tidak mengenal caleg yang akan dipilih.

“Meski faktor caleg cukup penting dalam menopang posisi dan dukungan partai politik, tak banyak caleg yang mampu menopang suara partai politik,” sebutnya.

Berikut hasil terbaru survei LSI Denny JA terkait elektabilitas partai politik peserta Pileg 2019:

PDIP: 24,6%
Gerindra: 13,4%
Golkar: 11,8%
Partai Demokrat: 5,9%
PKB: 5,8%
Perindo: 3,9%
PKS: 3,9%
PAN: 3,1%
PPP: 2,9%
Nasdem: 2,5%
Hanura: 0,9%
Partai Berkarya: 0,7%
PBB: 0,2%
PSI: 0,2%
PKPI: 0,1%
Garuda: 0,1%

Simpang Siur Alasan Batalnya Kegiatan Kampanye Prabowo di Pangkalpinang

Calon presiden Prabowo Subianto batal menghadiri kampanye akbar yang digelar di lapangan Bola Pasir Putih Kota Pangkalpinang, Pulau Bangka. Capres nomor urut 02 itu tidak bisa datang di kampanye akbar karena sakit.

“Bapak Prabowo berhalangan hadir karena sakit,” jelas Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo saat melakukan orasi di depan masyarakat, di Pangkalpinang, Babel, Kamis (4/4/2019).

Meskipun Prabowo tidak bisa menghadiri kampanye akbar di Kota Pangkalpinang, Hashim tetap mengingatkan kepada pendukung paslon 02, agar tidak lupa mencoblos Prabowo 17 April mendatang.

Dalam orasinya, Hashim juga menyinggung pada kepemimpinan sekarang, bahwa harga sembako, listrik, dan biaya pendidikan mahal.

“Prabowo-Sandi berjanji akan menurunkan harga makanan dan sembako, menurunkan harga listrik, telur, daging ayam dan sapi, biaya pengobatan dan pendidikan, serta akan menciptakan lapangan kerja se-Indonesia, termasuk kaum milenial,” sebutnya dalam orasi.

Pantauan detikcom, Kamis (4/4) masa pendukung capres dan cawapres Prabowo-Sandi mulai berkumpul sejak pukul 08.30 WIB.

Dengan membawa bendera dari beberapa partai pengusung massa cukup antusias meski di bawah terik matahari demi menghindari kampanye akbar Prabowo-Sandi.

Menurut jadwal, pada kampanye akbar Prabowo-Sandi akan dihadiri sekitar 10 ribu kader dan partisipan pendukung capres 02.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menjelaskan alasan sang capres batal menghadiri kampanye akbar di Pangkalpinang, Pulau Bangka. Bukan karena sakit, BPN mengungkapkan, Prabowo berhalangan hadir lantaran ada agenda konsolidasi di Hambalang.

“Pak Prabowo nggak sakit. Pak Prabowo lagi istirahat sekaligus ada agenda internal konsolidasi untuk persiapan pencoblosan,” ujar juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, kepada wartawan, Kamis (4/4/2019).

Politikus Gerindra itu mengatakan, selain ada agenda internal, Prabowo tengah beristirahat di rumah.

“Jadi ada agendanya dua di Hambalang. Istirahat dan nanti juga ada rapat internal, rapat kecil di Hambalang. Makanya nggak bisa hadirin kampanye,” katanya.

Prabowo sebelumnya dijadwalkan menghadiri kampanye akbar yang digelar di lapangan Bola Pasir Putih Kota Pangkalpinang, Pulau Bangka, hari ini. Namun Prabowo disebut batal hadir karena sakit.

“Bapak Prabowo berhalangan hadir karena sakit,” jelas Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra yang juga adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, saat melakukan orasi di depan masyarakat, di Pangkalpinang, Babel.