Begini Caranya Sukses Berbisnis Kosmetik Ala Livienne Russellia Indonesian Beauty Queen

Kesuksesan memang tak pernah datang begitu saja, semuanya dibutuhkan sebuah kerja keras dan tekad yang tak pernah pantang menyerah, inilah yang membuat Livienne Russelia pemilik dan pendiri PT Cakra Daya Makmur yang bergerak di bidang berbagai produk kecantikan berhasil.

Mengawali cerita pada wartawan, perempuan kelahiran 1976 ini mengaku, langkahnya tersebut sebenarnya berawal dari ketidaksengajaan, karena kondisi sang suami yang tiba-tiba mengharuskannya untuk ikut bekerja, demi meringankan perekonomian keluarga.

“Situasi ekonomi saat itu menuntut saya harus keluar untuk ikut bekerja. Saat itu masih seorang ibu rumah tangga dan baru melahirkan. Tapi, di situlah mungkin tahap awal saya menemukan minat saya sebagai seorang pebisnis,” jelasnya beberapa waktu lalu.

Segala bisnis pun mulai ia coba, seperti menjual makanan kecil, membuat dan menjual kue, sarung tangan, sepatu hingga baju dari modal sekecil-kecilnya. Dengan tak mudah putus asa dan tidak gengsi, Livienne melakoni semuanya dengan ulet.

Bahkan, dia harus menjual kacang di toples dan berkeliling memasukkannya ke beberapa pasar.

Dengan berbagai jaringan yang ia miliki dan rasa percaya diri yang tinggi Livienne terus berjuang hingga berhasil masuk ke bisnis produk kecantikan, meskipun masih bertaraf barang import.

“Tahun 2006 itu saya mulai bermain produk kecantikan import. Dengan modal awal kisaran ratusan juta, tapi saya masih harus gulung tikar karena saat itu pemerintah menetapkan peraturan import produk yang cukup ketat. Sebagai pebisnis saya tidak boleh pasrah. Setelah gagal, saya malah mau coba yang lebih besar,” ungkap ibu dua orang anak ini.

Saat itu, perempuan kelahiran Pontianak ini melihat tren produk kecantikan dengan bahan alami yang tengah diminati.

Peluang inilah yang lantas ia manfaatkan untuk kembali bangkit dari kegagalannya. Livienne melirik susu kambing dan berbagai bahan alami lainnya untuk membuat produk perawatan kulit pertamanya yang dinamakan Vienna.

Meski masih terbilang industri rumahan dan mengerjakan semuanya di sebuah ruko kecil dengan bantuan lima orang karyawan, bisnis ini semakin lama semakin tumbuh.

Hingga akhirnya pada 2010, Livienne meresmikan pabrik produk kecantikannya di kawasan Tangerang, Banten dengan tambahan ratusan karyawan.

Keseriusannya di industri kecantikan pun tak main-main. Sejak saat itulah, ia bertekad untuk terus belajar dan memperdalam ilmu mengenai bidang ini dengan meneruskan kuliah S2 farmasi kecantikan. Kebetulan, gelar S1 yang dia raih memang fokus di bidang bisnis.

Tak hanya Vienna yang berfokus pada perawatan tubuh, seperti body lotion, sabun, masker dan lainnya, bisnis ini pun semakin berkembang pesat dengan kehadiran XL Professionnel, brand yang berfokus pada perawatan rambut.

Setahun belakangan, PT Cakra Daya Makmur kembali meluncurkan brand ketiganya yakni Martinez Professionnel yang menyediakan ragam make up, mulai dari foundation, lipstik, bedak, eyeshadow hingga maskara dengan ragam shade yang cukup lengkap.

“Pemerintah saat itu memang support produk dalam negeri. Saya lihat di pasaran banyak produk kecantikan yang tidak aman, khususnya brand lokal. Banyak mengandung bahan berbahaya dan tidak dilindungi BPOM. Padahal Indonesia punya potensi. Karena itulah saya memanfaatkan peluang tersebut,” ungkapnya.

Inilah yang membuat Livienne terus menjaga kualitas produknya yang ditujukan untuk perempuan urban berusia 20-35 tahun dengan status ekonomi B-C atau menengah. Mulai dari penggunaan bahan-bahan alami yang aman dan berkualitas, mendapatkan sertifikasi halal dan dilindungi BPOM, hingga kandungan nutrisi yang selalu dimasukkan dalam produk kecantikan buatannya.

Kini, produk kecantikan PT Cakra Daya Makmur tak hanya mudah untuk ditemui di pasar Indonesia, namun juga sudah merambah ke berbagai negara lain, seperti Korea Selatan, Nigeria, Kamerun, Oman, hingga mengikuti berbagai pameran produk kecantikan di Dubai.

Menurutnya, kiat untuk menjadi pebisnis yang sukses adalah selalu berpikiran positif, bekerja keras dan menjaga integritas yang kita miliki. Karena kata dia, menjaga kepercayaan orang lain adalah hal yang sangat penting.

“Saya merasa saya punya kesempatan-kesempatan itu karena orang percaya sama saya. Skill bisa dipelajari, tapi dengan integritas orang bisa percaya, meski sepintar apapun kalau kita dipertanyakan orang, kita akan sulit untuk melangkah lagi,” tutup dia.

Daftar Calon Menteri Pilihan Netizen 2019 Menurut Kabinetijen

JAKARTA, 30 Agustus 2019 – Siapa bilang banyak orang apatis dengan politik? Setelah proses Pemilu 2019 yang melelahkan dan menciptakan polarisasi pendukung, kepedulian masyarakat terhadap isu-isu politik terbilang masih tinggi.

Terlihat dari antusiasme publik untuk ikut membicarakan proses pergantian atau reshuffle kabinet yang bakal dilakukan Presiden Joko Widodo memasuki periode kedua pemerintahannya. Partisipasi aktif mereka ditunjukkan saat membicarakan profil kandidat-kandidat calon menteri yang potensial baik dengan mendukung figur lama maupun nama baru.

Sejak diluncurkannya game politik Kabinetijen di Opini.id pada 8 Agustus 2019 hingga berjalan selama sekitar 3 minggu, telah terbentuk lebih dari 2.200 susunan kabinet versi netizen. Setiap orang bisa memilih nama kabinetnya berikut keterangan singkat visi misinya kemudian memilih nama calon menteri di setiap pos kementerian.

“Sejumlah nama menteri yang masih menjabat saat ini masih menjadi favorit pilihan netizen. Namun, tidak sedikit yang mengusulkan nama-nama kandidat baru yang dianggap lebih cocok mengisi pos kementerian tertentu”, ucap Risang B. Dhananto, selaku VP Marketing dari Opini.id melalui rilis, Sabtu (31/8/2019).

Menteri kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi tokoh yang paling favorit dipilih warganet di antara kandidat menteri yang ada. Kebijakannya menenggelamkan kapal ilegal pencuri ikan masih mendapat apresiasi positif meskipun ada yang mengkritik sejumlah kebijakannya seperti larangan penggunaan alat tangkap cantrang dan kinerja sektor perikanan yang belum juga melonjak drastis di tengah penegakan hukum dan perbaikan regulasi.

Sementara itu nama menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyono, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, dan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar juga masuk dalam daftar teratas kandidat favorit.

“Yang menarik adalah banyaknya nama-nama baru yang dipilih netizen untuk masuk kabinet. Antara lain mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir dan Wishnutama Kusubandio yang mengawal kampanye Jokowi selama Pilpres 2019 berlangsung,” ungkap Tri Wahono, Pemimpin Redaksi Opini.id.

Harapan netizen agar Presiden Jokowi memasukkan lebih banyak tokoh dari kalangan profesioal ke kabinet juga tampak dari usulan nama-nama baru yang muncul. Antara lain Ilham Habibie, Direktur KAI Edi Sukmoro, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Rhenald Kasali, Yenny Wahid, dan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Jamhari.

Beberapa nama kepala daerah dan mantan kepala daerah juga jadi favorit netizen. Misalnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan mantan Bupati Purwakarta Dedy Mulyadi. Dalam beberapa kesempatan Jokowi sempat menyebut akan memilih salah satu kepala daerah ke dalam jajaran kabinetnya.

Beberapa tokoh partai juga favorit jadi calon menteri. Ada nama politisi PDI-P Budiman Sujatmiko, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie, dan mantan Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) yang kini menjadi politisi Nasdem Emmy Hafild.

Tidak hanya tokoh-tokoh pendukung Jokowi, netizen juga banyak yang mengusulkan tokoh oposisi ke dalam kabinet. Misalnya Sandiaga Uno dan Agus Harimurti Yudhoyono. Kemungkinan masuknya PAN atau Gerindra ke dalam koalisi partai pendukung pemerintah memang sempat disinggung apalagi setelah pertemuan antara Jokowi dan Prabowo Subianto. Namun,, Jokowi sempat menyebut bahwa peluang ini sagat tergantung kesepakatan dari koalisi partai yang mengusungnya saat Pilpres 2019.

Ada yang membuka kesempatan seperti PDI-P dan ada yang menolak seperti Nasdem. Nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau BTP pun muncul di peringkat atas calon menteri favorit netizen. Bahkan berada di peringkat 3 kandidat tervaforit setelah Susi Pudjiastuti dan Sri Mulyani. Ahok paling banyak diusulkan menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Namun, peluang Ahok masuk kabinet sepertinya bakal terbentur Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara yang mengatur bahwa untuk diangkat menjadi menteri tidak boleh pernah menjalani hukuman dengan ancaman lima tahun atau lebih. Meski dihukum 2 tahun karena kasus penistaan agama, BTP diancam pidana dengan hukuman maksimal 5 tahun. Bakal perlu terobosan hukum dan perlakuan istimewa jika Jokowi ingin memasukkan Ahok ke dalam kabinet.

Daftar Menteri Favorit Netizen 2019

Berikut adalah daftar nama calon menteri favorit Kabinet Jokowi Pilihan Netizen 2019 (dari 2200+). Urutan sesuai persentase favorit netizen.

  1. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti ( Popularitas 90,00%)
  2. Menteri Keuangan: Sri Mulyani Indrawati (81,21%)
  3. Menteri Luar Negeri: Retno LP Marsudi (66,71%)
  4. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi: Ilham Habibie (64,66%)
  5. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono (61,38%)
  6. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Basuki Tjahaja Purnama (54,59%)
  7. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Arcandra Tahar (43,79%)
  8. Kepala BEKRAF: Wishnutama Kusubandio (43,09%)
  9. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Emmy Hafild (42,98%)
  10. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional: Bambang Brodjonegoro (42,02%)
  11. Menteri Badan Usaha Milik Negara: Erick Thohir (41,98%)
  12. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi: Budiman Sudjatmiko (41,68%)
  13. Menteri Komunikasi dan Informatika: Nadiem Makarim (41,44%)
  14. Menteri Sosial: Yenny Wahid (41,31%)
  15. Menteri Pertahanan: Andika Perkasa (37,90%)
  16. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Rhenald Kasali (36,98%)
  17. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia: Yusril Ihza Mahendra (36,96%)
  18. Menteri Pertanian: Jamhari (36,41%)
  19. Menteri Kesehatan: Nila Moeloek (36,22%)
  20. Menteri Perhubungan: Edi Sukmoro (36,15%)
  21. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya: Desi Albert Mamahit (34,90%)
  22. Menteri Sekretaris Negara: Pramono Anung (33,60%)
  23. Menteri Perdagangan: Sandiaga Uno (32,78%)
  24. Menteri Ketenagakerjaan: Dita Indah Sari (32,67%)
  25. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan: Moeldoko (31,84%)
  26. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Grace Natalie (31,46%)
  27. Menteri Perindustrian: Airlangga Hartarto (27,76%)
  28. Menteri Dalam Negeri: Djarot Saiful Hidayat (27,73%)
  29. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah: Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga (27,14%)
  30. Menteri Agraria dan Tata Ruang: Dedi Mulyadi (26,97%)
  31. Menteri Pemuda dan Olahraga: Agus Harimurti Yudhoyono (24,22%)
  32. Menteri Agama: Mahfud MD (23,72%)
  33. Menteri Investasi: Thomas Lembong (23,26%)
  34. Menteri Pariwisata: Ridwan Kamil (21,97%)
  35. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Soekarwo (21,45%)
  36. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Darmin Nasution (15,76%)

Kandidat Menteri Terpopuler

  1. Susi Pudjiastuti (3,38 %)
  2. Sri Mulyani Indrawati (3,08%)
  3. Basuki Tjahaja Purnama (2,57%)
  4. Erick Thohir (2,42%)
  5. Tri Rismaharini (2,18%)
  6. Nadiem Makarim (2,08%)
  7. Ilham Habibie (1,94%)
  8. Yenny Wahid (1,94%) 9. Basuki Hadimuljono (1,93%)
  9. Retno LP Marsudi (1,90%)
  10. Mahfud MD (1,83%)
  11. Budiman Sujatmiko (1,66%)
  12. Ridwan Kamil (1,63%)
  13. Agus Harimurti Yudhoyono (1,62%)
  14. Dedy Mulyadi (1,58%)
  15. Arcandra Tahar (1,56%)
  16. Wishnutama Kusubandio (1,50%)
  17. Sandiaga Uno (1,48%)
  18. Yusril Ihza Mahendra (1,43%)
  19. Grace Natalie (1,42%)

Game Kabinetijen akan berlangsung hingga 30 September 2019. Netizen masih antusias untuk dapat menyusun kabinet versi mereka sendiri.

Ada hadiah mingguan untuk 2 netizen terpilih masing-masing voucher Gopay sebesar Rp 50.000 dan 2 smartphone Oppo F5 untuk 2 pemenang di akhir periode.

Yuk buat kabinet versimu, pilih menterinya dan pamerkan di Opini.id/kabinetijen #kabinetijen #KaloGuePresiden

Tentang Opini.id

Opini.id adalah media perspektif yang kritis, kreatif, tajam dan berani dalam mengangkat hal sosial, politik dan budaya. Opini.id fokus dalam menyajikan konten-kontennya secara kreatif dan inspiratif untuk disebar luaskan kepada masyarakat melalui beragam platform yang disediakan.

Opini dapat diakses melalui: Website: www.opini.id https://instagram.com/opiniid/ https://www.facebook.com/Opinidotid https://www.youtube.com/opiniid https://twitter.com/OPINI_id Line: @Opini.id

Tentang Kabinetijen Game interaktif yang memungkinkan user untuk membuat kabinet negaranya sendiri. Disini mereka memiliki kebebasan untuk menentukan nama kabinet, visi misi kabinet bahkan mengusulkan nama menterinya sendiri. Selain itu user juga diajak untuk mengetahui profil lengkap calon menteri Indonesia.

Info seputar Kabinetijen:
Yusti Maredzki
Yusti.maredzki@gvmnetworks.com
081536653376

Kiprah Anisha Putri terhadap Pariwisata Lombok

Anisha Putri, pegiat wisata Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat tercenung usai bencana yang melanda daerahnya. Gempa bumi pada Juli dan Agustus 2018 lalu tak hanya merusak infrastruktur, tapi juga memukul sektor wisata yang menjadi andalan.

“Saat itu, semuanya hancur, para wisatawan diimbau untuk tidak berada di Lombok dan mereka banyak yang meninggalkan Lombok dan kembali ke negaranya,” kata Anisha, di Mataram, pertengahan Juli 2019.

Akibatnya kunjungan wisatawan terjun bebas. Investor lokal apalagi asing pun takut menanamkan modalnya di Lombok. Senjakala wisata Lombok pun menghantui.

Namun, Anisha Putri dan para pegiat wisata lain tak mau terpuruk. Mereka terus menerus mempromosikan pulau yang memiliki segudang keindahan ini. Semangatnya agar Lombok ramai dikunjungi wisatawan dan investor, seperti masa sebelumnya.

Berbagai cara dilakukan untuk mengangkat kembali angka kunjungan wisata dan memulihkan pariwisata agar para investor bisa dengan mudah dan tidak khawatir untuk berinvestasi.

Pertama-tama yang dilakukan adalah dengan mengajak para investor dan teman dekat yang dikenalinya untuk membantu korban gempa.”Kami mengajak semua memberikan bantuan kepada korban ,” kata Anisha.

Setelah beberapa bulan berlalu, ia kemudian mengirimkan pesan kepada teman-temannya di luar negeri bahwa Lombok sudah aman dan meminta mereka untuk berkunjung ke Lombok.

“Semua teman-teman saya yang kerap investasi saya arahkan untuk kembali di Lombok. Ada yang mau ada yang tidak, dan kebanyakan dari mereka mau berinvestasi kembali namun menunggu Lombok benar-benar sudah pulih,” kata Anisha.

Segenap koleganya juga membantu sosialisasi bahwa Lombok sudah aman. Pemerintah setempat juga menggencarkan mitigasi dan tempat wisata sudah ditata kembali.

Saat ini, hampir setahun berlalu, perlahan Lombok mulai berbenah. Beberapa investor yang dihubungi mulai menjajaki bisnis dengannya seperti mencari lahan untuk membangun vila, atau perhotelan.

Dalam waktu dekat, puluhan teman investor dari Singapura dijadwalkan akan berkunjung ke Lombok. “Kemungkinan mereka akan berinvestasi di Lombok karena banyak yang sudah tahu bahwa Lombok sudah aman,” kata Anisha Putri.

Mahfud MD Katakan Tuhan Saja Toleransi, Kita Juga Harus Bisa

Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD kembali mengingatkan sikap toleransi dan saling menghormati antar sesama warga Indonesia. Sikap ini sesuai semangat konstitusi yang dipancang para pendiri bangsa.

“Sudah ditegaskan bahwa Indonesia adalah berkat Tuhan. Karena itu kita merujuk ajaran Tuhan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya saat membuka acara Bincang Seru Mahfud di Auditorium Universitas Al-Azhar, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Ajaran ketuhanan yang mendasar adalah bagaimana bertoleransi terhadap pemeluk agama lain. Mahfud menjelaskan, ajaran itu terwujud dalam agama-agama.

“Agama saya Islam. Setahu saya dalam ajaran Islam yang saya pahami ini sikap toleransi sangat ditekankan. Tuhan saja sangat toleran, masak kita tidak,” jelas  Anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila itu.

Karena itu, Mahfud menegaskan, jangan ada pemaksaan atau tindakan semena-mena kehendak mayoritas. “Jangan sampai pecah dan perang antar saudara sendiri. Cerita dari negara-negara konflik itu sangat menyedihkan dan terpuruk,” katanya.

Untuk mendorong nilai toleransi dan nilai-nilai lain Pancasila, kata dia, pihaknya akan terus intensif menginisiasi diskusi-diskusi kepancasilaan di berbagai kampus dan komunitas. Topik yang dibahas tentang penguatan nilai Pancasila dan pelaksanaannya.

Salah satu pembicara dalam kesempatan ini, Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia Asep Saefuddin mengatakan bahwa Indonesia adalah negara percontohan dalam toleransi dan demokrasi.

“Negara-negara Timur Tengah menjadikan Indonesia sebagai percontohan bagaimana Indonesia dengan umat muslim mayoritas tetap bisa merangkul pemeluk agama lain. Mereka memuji Indonesia sebagai kodel pluralisme,” katanya.

“Keragaman itu sudah fitrah, tidak bisa dipertentangkan, bukan alat perpecahan,” ujarnya.

Menurut dia, potensi perpecahan sebagai imbas Pemilu bisa dihindari. Saat ini sudah tidak lagi menonjol kelompok paslon 1 atau 2 tapi sudah kembali menyatu.

Pembicara lain komika Ari Kriting dengan moderator Inayah Wahid, ditutup dengan stand up jenaka Cak Lontong membuat acara lebih segar meski topiknya serius.

Pernyataan Sikap AHY Bukti Prabowo Tak Layak Didukung

Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta capaian pemimpin Indonesia terdahulu wajib diapresiasi oleh siapapun.

“Yang jelas bagi saya, setiap yang dilakukan generasi dahulu wajib diapresiasi segala yang baik, apalagi kalau itu memang terasa oleh rakyat kita,” katanya di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4).

Pernyataan AHY itu, saat ditanya komentarnya mengenai pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di debat segmen kedua yang mengatakan kebijakan ekonomi Indonesia salah arah.

AHY mengharapkan semua pihak di Indonesia melihat secara objektif soal capaian dari para pemimpin bangsa terdahulu. Karena menurutnya setiap generasi kepemimpinan pasti telah melakukan berbagai capaian di berbagai bidang baik ekonomi, politik, keamanan kesejahteraan rakyat dan sebagainya.

“Saya tidak ingin mengomentari lebih jauh, yang pasti kita harus objektif dan mengapresiasi berbagai capaian pemimpin sebelumnya di berbagai bidang. Tapi tentu karena masa kepemimpinan yang dibatasi UU, ada hal yang belum tuntas dan sempurna itulah tugas pemimpin selanjutnya untuk memperbaiki. Artinya yang sebaiknya kita inginkan para pemimpin terus menghargai para pendahulu dengan semangat menjadi lebih baik dari pendahulunya,” tutupnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto saat berdebat soal kondisi ekonomi Indonesia yang dinilainya salah jalan, menyinggung presiden sebelumnya. Prabowo mengaku tidak menyalahkan Jokowi. Namun ini merupakan salah semua pihak, termasuk kesalahan presiden sebelum Jokowi.

“Saya terus terang saja, saya tidak menyalahkan Pak Jokowi, saya tidak menyalahkan, Ini masalah kesalahan kita sebagai bangsa dan sudah berjalan belasan bahkan puluhan tahun, tapi kita harus berani mengoreksi diri, kita salah jalan. Jadi saya tidak menyalahkan Bapak, karena ini kesalahan besar, kesalahan besar presiden-presiden sebelum bapak, kita semua harus bertanggung jawab. Benar, itu pendapat saya,” ujar Prabowo.

AHY Sebut Pemilu 2019 Tak Untungkan Partai Demokrat

Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengakui Pemilu 2019 yang dilakukan serentak untuk pileg maupun pilpres tak menguntungkan bagi partainya.

Hal itu, kata AHY, karena parpolnya tergolong partai yang tak punya kader utama dalam kontestasi Pilpres 2019 sehingga kurang mendapatkan efek elektoral.

“Pemilu yang menggabungkan legislatif dan presiden memang kurang menguntungkan, hanya parpol yang punya kader utama yang mendapatkan efek elektoral signifikan,” ujar AHY saat menyampaikan pidato politik di DBL Arena, Surabaya, Sabtu (13/4).

Meskipun begitu, kata AHY, pihaknya optimistis dengan militansi kader di lapangan maka Demokrat bisa sukses dalam Pileg 2019 dengan menempatkan kader-kadernya di parlemen.

“Saya juga dapat laporan dari DPD tentang bangkitnya semangat kader untuk menang di pemilu ini, hasil enggak pernah mengkhianati usaha. Semoga hasil suara mencapai target yang kita harapkan,” ujar AHY.

Atas dasar itu, jika bisa sukses dalam Pileg 2019, AHY menegaskan Partai Demokrat bakal membidik untuk menjadi peserta dalam Pilpres 2024, lima tahun mendatang.

“Siap bertarung untuk 2024?” tanya AHY kepada para kader dan simpatisan Demokrat yang lalu menjawab ‘siap’.

“Untuk itu, saya ingatkan untuk bertarung 2024, kita harus menang di 2019 dengan gemilang,” kata putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Dalam Pemilu 2019 sendiri sebetulnya Demokrat bukanlah partai penonton seperti sikap yang diambil pada Pilpres 2014. Pada pilpres tahun ini, Demokrat menjadi salah satu partai pengusung paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dukungan Demokrat kepada Prabowo-Sandiaga itu sendiri diumumkan pada hari terakhir pendaftaran bakal calon peserta Pilpres 2019 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 10 Agustur 2018.

Prabowo-Sandi mendaftar ke KPU diusung empat parpol dalam parlemen yakni Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat. Selain itu, Prabowo-Sandi didukung pula oleh parpol di luar parlemen yakni Partai Berkarya yang bergabung dalam koalisi Adil dan Makmur.

Prabowo adalah Ketua Umum Gerindra, sementara itu Sandiaga yang memutuskan mundur dari kursi Wagub DKI demi Pilpres 2019 pun sebelumnya adalah kader parpol tersebut.

Sementara itu rival Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019 adalah capres petahana Joko Widodo (Jokowi) yang bersanding dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin.

Saat mendaftar ke KPU, Jokowi-Ma’ruf Amin diusung enam parpol: PDIP, Golkar, NasDem, PKB, PPP, Hanura. Sementara itu di luar parlemen, Jokowi-Ma’ruf didukung pula oleh PKPI, PSI, dan Perindo. Jokowi adalah kader PDIP, sementara Ma’ruf nonparpol.

Prabowo: Surabaya hingga Merauke akan Tenggelam

Capres Prabowo Subianto menyebut saat ini Indonesia menghadapi tantangan perubahan iklim yang mengancam wilayah Jakarta, Pantura Jawa, Surabaya sampai Merauke akan tenggelam. Lalu bagaimana kata pakar?

Pakar Geologi ITS Amin Widodo mengatakan belum pernah mendengar laporan yang disebut oleh Prabowo. Namun ia tidak menampik dalam beberapa tahun terakhir ini ada perubahan iklim.

“Saya belum pernah dengar. Tapi memang begini. Sepengetahuan saya memang di beberapa tahun ini ada perubahan iklim. Jadi sudah ada tanda-tanda perubahan iklim dan suhu (bumi) naik. Karena suhu naik maka itu bisa menimbulkan cuaca menjadi ekstrem,” kata Amin saat dihubungi detikcom, Jumat (12/4/2019).

“Jadi misalnya hujan menjadi ekstrem, panas menjadi ekstrem, dingin menjadi ekstrem, angin menjadi ekstrem jadi lebih cepat. Terus ombak menjadi ekstrem. itu adalah tanda-tanda peningkatan suhu tadi,” tambahnya.

Sedangkan untuk peningkatan permukaan laut naik 5 meter yang disebut Prabowo. Amin kembali tidak menampiknya. Sebab memang saat ini sudah ada kenaikan sekitar 1,5 derajat.

“Nah, itu salah satunya kalau nanti suhu sekarang itu sudah diperkirakan naik 1,5 derajat. Nah kalau sudah naik 2 derajat itu es bisa meleleh. Bisa menyebabkan air laut naik. Tapi misalnya 5 meter ya itu baru (tenggelam) sekitar tahun 2100,” terang Amin.

Tapi, terang Amin, tenggelamnya suatu wilayah di tahun 2100 itu dengan catatan jika manusia tidak melakukan sesuatu. Artinya ada upaya untuk mengurangi karbondioksida dengan upaya seperti penanaman pohon dan mengganti bahan bakar migas.

“Jadi kalau kita tidak melakukan sesuatu dari para ahli kita melakukan segera melakukan penurunan karbon tadi ini akan terjadi kenaikan air laut sehingga bisa menimbulkan tadi banyak pulau yang tenggelam. Itu diperkirakan di 2100. (Itu) kalau naiknya tiap hari hanya nambah 0,33 centimeter pertahun,” jelasnya.

Menurutnya, kebijakan soal lingkungan tidak bisa dibebankan pada satu negara saja seperti Indonesia. Sebab lingkungan merupakan kebijakan global. Jadi tidak bisa hanya Indonesia.

“Ini kebijakan global jadi tidak bisa jadi tidak hanya pemerintah saja. Tapi memang Indonesia itu pokok memang nomor satu yang harus dilakukan itu penghutanan kembali atau menanam pohon sebanyak-banyaknya,” beber Amin.

“Tapi orang sudah mulai berubah kan semua sudah pakai elektrik semua. Itu mobil-mobil semua sudah elektrik sampai di Norwegia itu sudah nggak ada butuh migas lagi. Jadi harus demikian,

Sebelumnya capres Prabowo Subianto lagi-lagi bicara soal wilayah Indonesia yang akan tenggelam. Wilayah tersebut mulai dari Jakarta, Pantai Utara Jawa, hingga Merauke.

Prabowo mulanya bicara soal tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini. Salah satunya tantangan cuaca iklim yang sudah mendesak.

“Kita juga menghadapi tantangan cuaca iklim Ini tantangan yang sangat mendesak, tapi elite di Jakarta tidak berpikir ke situ kalau kita lihat di peta ini yang berasal dari Center for Remote Sensing of Ice Sheet,” kata Prabowo saat pidato kebangsaan di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4/2019).

Perekam Video Surat Tercoblos Meminta Pencoblos Meninggalkan Tempat

Ada 2 video rekaman penggerebekan dalam kejadian surat suara tercoblos di Malaysia yang membuka kedok dari kubu oposisi. Video yang dimaksud bukan video yang ada si Bram kader PD yang ikut memviralkan video ini.

Semakin dianalisis, semakin diteliti maka akan terlihak kedok dan sesuatu yang busuk yang mereka tutupi tapi akhirnya terbongkar juga.

Nah, video yang viral yaitu video pertama yang menampilkan penggerebekan yang sudah beredar, nampak pria berkemeja putih dan bertubuh agak gemuk dan berjenggot sedikit di dagunya sedang memegang HP dan kabel merah yang dipegang bersama di tangan kananya

Dalam video itu ada yang merekamnya lalu dia berbicara dan menunjukkan bukti surat suara yang tercoblos dan berserakan di lantai. Nampak pemandangan kantong hitam suara yang ada di dalam ruangan itu. Meyakinkan sekali akting dan skenarionya.

Dia lagi-lagi memungut kertas suara yang diduga tercoblos lalu menunjukkan ke perekamnya dan terlihat dia lagi-lagi memegang HP berwarna hitam dan kabel merah terlihat jelas. Investigasi yang luar biasa. Video yang viral ini membuat kubu oposisi makin yakin terjadi kecurangan yang masif dan seperti sudah mereka prediksikan.

Lalu dalam video yang kedua, terlihat ada pria yang berbicara memergoki beberapa ibu yang terlihat asyik mencoblos. Tak ada ketakutan atau kekagetan dari para perempuan-peremuan yang sedang mencoblos itu. Ada pria yang di sekitar situ juga yang terlihat santai dan tak merasa terganggu.

Videonya masih beredar di Twitter, susah didisplay di sini, bisa dicek di https://twitter.com/Alitingting2/status/1116563591954436096

Seharusnya kalau benar-benar penggerebekan, maka akan terjadi kepanikan atau kondisi dalam ruangan pasti akan terlihat rusuh. Tapi semuanya berjalan dengan santai, tenang. Jadi kehadiran orang ini bisa jadi familiar.

Tiba-tiba pria di video yang kedua ini menunjuk-nunjuk jarinya ke arah ibu-ibu itu. Terlihat di tangannya itu ada kabel merah yang sama. Eng, ing , eng. Pria ini lantas berbicara kepada para ibu itu dengan suara untuk meminta mereka pergi.

Bukan menghardik atau memarahi tapi malah dengan sopannya menyuruh pergi dengan mengatakan,”Ibu, jangan di sini, polisi akan datang, sebentar lagi, keluar, keluar, polisi akan datang”.

Saat dia berbicara,”Polisi akan datang,” maka terlihat jari di tangan kirinya menunjuk-nunjuk. Maka terlihat kembali penampakan kabel merah itu secara eksplisit.

Lalu ke mana HPnya? Jelas HP yang dipakai kali ini adalah HP-nya sendiri. Kesimpulannya, ada dua HP yang dipakai yang isinya ada si pria yang memegang kabel ini. Lalu pria dengan membawa kabel itu dipastikan orangnya sama. Siapa dia?

Terbongkar, pria yang merekam dan menyuruh p[ergi ibu-ibu itu bernama Parlaungan Laung Laung. Tinggal di Kuala Selangor, Malaysia. Asalnya dari Riau.

*Lalu ada yang menarik, terkuak pria ini adalah pendukung….02 alias pendukung fanatik Prabowo-Sandi. Dalam status terkahirnya dia mengatakan ,” Sahabat..

Seperti yang Selalu Saya Katakan Jangan Ada Dusta Diantara Kita” di akun Facebooknya*

Alamat akun Facebooknya adalah : https://www.facebook.com/parlaungan.laung.

Pada tanggal 10 April dia masih mengupdate soal info pencoblosan di Malaysia dan ditujukan secara umum, bukan hanya ke pendukung paslon tertentu. Kelihatan netral, bukan? Tak ada yang aneh atau mencurigakan. Tapi pria ini kalau dalam penggerebekan dengan para teman oposisi bisa terjadi mereka adalah satu komplotan.

Tapi penulis melihat ada hubunganya si pria ini dengan si Yazza Ketua Panwaslu di Kuala Lumpur. Karena si Parlaungan ini memposting poster berisi himbauan memilih dari PPLN Kuala Lumpur. Jadi bisa saja mereka punya grup medsos dan itu pasti.

Sesama kubu pendukung 02 pasti sudah berkomunikasi, berkordinasi sehingga dalam penggerebekan maka yang menjadi pelaku penggerebekan hanyalah kelompok mereka sendiri. Tak ada saksi atau pihak dari 01 yang dilibatkan.

Bau bangkai makin tercium dari sandiwara ini. Yazza si Ketua Panwaslu pasti kenal dengannya apalagi sesama pendukung 02 yang ikut menghadiri deklarasi dukungan

Ditambah si Brem yang adalah kader Demokrat. Maka terjadilah jalinan kerjasama dan kolaborasi di antara mereka. Plus ibu-ibu yang menemani si Yazza saat wawancara dengan presenter TVOne, makin kelihatan kolaborasi besar di antara mereka.

Pihak Bawaslu harus menyelidiki keterlibatan pria ini, kok bisa tahu tempat atau lokasi pencoblosan surat suara yang masif. Apalagi pria ini kenal dengan Panwaslu Kuala Lumpur. Makin terlihat apa sesuatu yang disembunyikan Panwaslu ini.

Silakan Bawaslu boleh saja bertamnya ke Panwaslu Kuala Lumpur tapi jangan percaya 100 persen. Inidkasi keterlibatannya sebagai pendukung Prabowo sudah sangat vulgar dan ditambah dengan geger gelagapan dan gagapnya dia menjawab terbata-bata saat wawancara dengan presenter TVOne makin membuka peluang settingan narasi hoaks dari pihak mereka. Bongkar habis #HoaxSelangor.

Pencoblosan Surat Suara di Malaysia Merupakan Skenario Hoax Kubu Prabowo-Sandiaga

Beragam keanehan dan kejanggalan menunjukkan bahwa peristiwa tercoblosnya surat suara di Selangor, Malaysia merupakan skenario kubu paslon 02 Prabowo-Sandiaga, untuk menyudutkan petahana.

Hingga kini, elektabilitas Prabowo-Sandiaga belum bisa mengungguli lawannya sehingga kubu 02 menjadi makin panik dan putus asa terhadap besarnya peluang kekalahan di Pilpres 2019.

Temuan tercoblosnya surat suara tersebut memiliki banyak kejanggalan, yakni penggrebekan tidak ditemani aparat kepolisian maupun KPU atau Bawaslu, dilakukan oleh kader Partai Demokrat dan semua yang ada dilokasi adalah murni pendukung paslon 02 serta plastik yang dituding berisi surat suara tercoblos tidak dibongkar semuanya.

Tidak kalah aneh, bahwa surat tercoblos pun ditemukan dalam jumlah besar di dalam sebuah ruko yang letaknya di luar kedutaan Indonesia di Malaysia.

Selain itu, dalam video juga terlihat amplop surat suara yang ada belum terkirim tetapi sudah dicoblos. Logikanya jika amplop sampai ke tangan penerima tentu akan muncul persoalan.

Kubu 02 membuat sandiwara ceritanya sendiri, menggrebek sendiri, memviralkan sendiri dan heboh sendiri. Hal ini memperlihatkan kejadian di Malaysia sudah didesain sedemikian rupa oleh kubu 02, hanya untuk menyerang lawannya. Mereka tidak peduli akan akibatnya terhadap proses pemilu, apalagi peduli kepadarakyat yang meninginkan Pemilu berjalan dengan aman dan damai.

Hoax, Fitnah dan Sandiwara memang sudah sangat identik melekat pada paslon Prabowo-Sandiaga. Berbagai carapun dilegalkan hingga cara yang paling busuk, dengan tujuan untuk meraih kemenangan atau mencari kambing hitam jika mereka kalah nanti.

Desa Pancawati Terisolir, Ferdinand Hutahaean Tebar Hoax

Ferdinand Hutahaean ‘menyentil’ Presiden Joko Widodo dengan melaporkan Desa Pancawati, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang terisolir.

Sentilan itu dihaturkan oleh politikus Partai Demokrat sekaligus anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandi melalui akun Twitter, @Ferdinand_Haean.

Ferdinand Hutahaean juga menyindir pernyataan Jokowi yang mengklaim telah membangun 191 ribu kilometer jalan pertanian di desa-desa.

“Pak @jokowi, Desa Pancawati, Kabupaten Bogor, ini terisolir tidak bisa masuk mobil. Hanya bisa dilalui motor itupun lewat tengah sawah. Yang 191 ribu kilometer itu di mana pak?” cuit Ferdinand Hutahaean.

Tak hanya itu, Ferdinand Hutahaean juga mengunggah rekaman video dirinya ketika menyusuri jalan setapak desa sambil membonceng sepeda motor.

Tampak, pemandangan sawah nan hijau di sebelah kanan dan kiri jalan tersebut. Terlihat, beberapa konvoi sepeda motor yang ‘mengawal’ Ferdinand Hutahaean.

Kendati demikian, pernyataan Ferdinand Hutahaean diskakmat warganet melalui temuan-temuan di mesin pencari Google.

“Gw bukan orang Bogor, coba browsing di mbah Google, ternyata Desa Pancawati adalah desa wisata yang bagus dan maju, banyak villa dan hotel, kalau lu ke sawah lalu tanya jalan bagus, ya ngak nyambung,” cuit akun @masterjejeng.

“Silakan Anda browsing di google kata kunci ‘Desa Pancawati Bogor’ lihat apa yang keluar. Mana ada desa Pancawati terisolir,” kicau akun @kangmeirza.

“Aku baru googling. Woww ternyata itu daerah villa mewah. Wahh recommended banget buat honeymoon. Insya Allah saya dan keluarga kecil saya akan ke outbond areanya,” cuit akun @diansukawati.

Berdasarkan penelusuran Suara.com, ketika dicari di Google dengan kata kunci ‘Desa Pancawati Bogor’, muncul profil Desa Pancawati yang muncul di Wikipedia.

Disebutkan bahwa Pancawati adalah desa di kecamatan Caringin, Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Tempat terkenal dengan villa dan outbound, menjadikan pancawati menjadi tempat ke dua setelah puncak.

Aksesnya disebut hanya berjarak 4 kilometer dari exit tol Ciawi – Bogor, kemudian masuk ke Pasar Cikereteg menuju Desa Pancawati.

Bukan cuma itu, sejumlah warganet mempertanyakan alasan Ferdinand Hutahaean menyusuri pematang sawah ketimbang memilih jalan lain.

“Pematang sawah minta diaspal? Jalan yang benar ngapain lewat situ,” cuit akun @KadhangBayu.

“Itu galengan (pematang sawah) namanya. Batas antara petak sawah. Kalo jalanannya bukan lewat situ. Salah jalan, tong!” kicau akun @heniunique.