BPOM Luncurkan 2D Barcode, Masyarakat Bisa Cegah Makanan dan Obat Ilegal

JAKARTA (Harapan News): Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta agar masyarakat berperan aktif dalam proses pengawasan obat dan makanan. Untuk itu,  BPOM meresmikan layanan dalam jaringan (daring/ online) terkait pengendalian produk farmasi dan pangan bernama 2D Barcode.

Lewat fitur pada aplikasi yang bisa diunduh di Play Store tersebut masyarakat bisa mengidentifikasi legalitas nomor izin edar produk.

“Aplikasi ini memudahkan masyarakat melakukan identifikasi dan otentifikasi produk melalui pemindaian dengan gadget dalam genggaman,” kata Kepala BPOM Penny Lukito dalam acara peresmian 2D Barcode di kawasan Car Free Day (CFD), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (10/2). Dalam kesempatan itu BPOM juga merayakan hari jadi yang ke-18.

Penny mengatakan seiring hari jadi BPOM yang ke-18, badan yang dipimpinnya itu kini memiliki sub laman khusus Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) http://clearinghouse.pom.go.id/IstanaUMKM/id. Laman istana UMKM itu dibuat sebagai upaya kolaborasi, sinergi dan inovasi di antara kementerian/ lembaga dan industri terkait pangan.

“Subsite ini merupakan sarana edukasi, sarana komunikasi dan sarana promosi yang menyediakan informasi tentang UMKM dan produk yang dihasilkan,” katanya.

Selain dua fitur daring BPOM itu, juga dipromosikan mengenai aplikasi Siapik untuk mempercepat persetujuan iklan obat melalui penerapan tiga jalur permohonan dan tanda tangan elektronik (TTE).

Kemudian terdapat aplikasi Notifkos-New yang mempunyai fitur verifikasi mandiri untuk memandirikan pelaku usaha dalam menilai data produk serta mengurangi kesalahan pengisian data.

Selanjutnya, terdapat pengembangan Surat Keterangan Ekspor (SKE) yang kini memiliki fitur TTE sehingga proses penerbitan SKE menjadi lebih efektif dan efisien.

Lalu, ada aplikasi New-AERO yang dilengkapi modul untuk variasi dan renewal serta penerapan TTE, aplikasi e-sertifikasi Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB) dan CDOB terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS).

“Semua aplikasi tersebut diciptakan untuk mendukung kemudahan berusaha, transparansi dan efektif serta memberikan layanan publik yang prima bagi masyarakat luas,” kata Penny. (dianw/C).

 


Artikel yang berjudul “BPOM Luncurkan 2D Barcode, Masyarakat Bisa Cegah Makanan dan Obat Ilegal” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *