BI Gelar Capacity Building KUPVA Dan PTD BB

DIREKTUR Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumut, Andiwiana menyerahkan secara simbolis, logo baru KUPVA Berizin kepada salah satu pengelola KUPVA di Medan. Harapan News/SugiartoDIREKTUR Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumut, Andiwiana menyerahkan secara simbolis, logo baru KUPVA Berizin kepada salah satu pengelola KUPVA di Medan. Harapan News/Sugiarto

MEDAN (Harapan News): Bank Indonesia bekerjasama dengan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menggelar kegiatan Capacity Building kepada para pengusaha di bidang Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) dan Pembayaran Transfer Dana Bukan Bank (PTD BB), di gedung BI Medan, Kamis (7/2).

Kegiatan tersebut diisi dengan sharing informasi terkait dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) oleh Ditreskrimsus Poldasu yang disampaikan oleh Kombes Pol Rony Samtana, SIK, MTCP. Kemudian penyampaikan materi mengenai Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan yang Baik & Benar oleh Dosen Fakuktas Ekonomi & Bisnis USU Keulana Erwin.

Direktur Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumut, Andiwiana menyebutkan, kegiatan ini merupakan pertemuan rutin yang diadakan BI guna melakukan penyegaran kepada pemilik, pengurus, pengelola penukaran uang asing di Kota Medan dan sekitarnya, agar tetap update dengan peraturan-peraturan terbaru mengenai penukaran uang.

“Selain itu kita juga memberikan meteri mengenai keuangan dan sebagainya. Dimana kali ini kita bekerjasama dengan Polda Sumut sebagai bentuk komitmen dari penegak hukum untuk melindungi usaha-usaha yang resmi dan juga menertibkan usaha-usaha yang tidak resmi,” ujarnya.

Dia menyebutkan, selama 2018, BI telah menertibkan sepuluh usaha penukaran valuta asing yang ada di Kota Medan. “Selama ini, KUPVA tersebut tidak melaporkan kepada BI dan tidak bisa menunjukkan aktivitasnya, serta susah dihubungi, sehingga kita untuk melindungi kepentingan masyarakat dan kepastian hukum, maka kita tutup,” ujarnya.

Andi menegaskan, kalau nantinya ada yang tidak patuh dan melakukan tindakan-tindakan seperti pencucian uang, pihaknya akan melakukan tindakan tegas.

“Saat ini belum ada ditemukan. Namun dengan adanya 10 KUPVA yang ditutup dan dicabut izinnya, itu membuat pengusaha KUPVA lainnya untuk lebih berhati-hati,” ujarnya.

Kombes Pol Rony Samtana yang merupakan Direktur Ditreskrimsus Poldasu mengapresiasi kegiatan yang dilakukan BI tersebut dan menggandeng aparat penegak hukum untuk memberikan edukasi kepada pengusaha penukaran uang asing atau money changer.

“Kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah, bagaimana sektor wisata yang merupakan andalan program pemerintah dalam menghasilkan devisa, dan para usahawan money changer merupakan salah satu yang menjadi pilar utamanya,” ujarnya.

Terkait dengan pencucian uang, lanjutnya, pengusaha money changer merupakan pilar utama dalam mencegah terjadinya pencucian uang. Untuk itu, pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada BI, karena diberikan kesempatan untuk memberikan edukasi kepada para pengusaha money changer.

“Ini tidak bisa kita pungkiri, karena money changer merupakan salah satu media yang mudah digunakan bagi para pelaku kejahatan untuk melakukan pencucian uang, ataupun aset yang berasal dari tindak kejahatan pidana,” tegasnya.

Disebutkan, sosialisasi mengenai TPPU ini bertujuan agar para pengusaha money changer bisa mengetahui definisi pencucian uang dan unsur-unsur tindak pidana pencucian uang dengan mengidentifikasi tahapan-tahapannya.

Kemudian, mengetahui indikasi terjadinya tindak pidana pencucianuang sehingga dapat melaporkannya, serta mengetahui berbagai jenis, modus operandi dan metode yang digunakan oleh para pelaku tindak pidana pencucian uang. (m41)


Artikel yang berjudul “BI Gelar Capacity Building KUPVA Dan PTD BB” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *