Gara Gara 30 Ribu, Nenek di Surabaya Dipenjara

SURABAYA, (Kabarjatim.id)- Mempunyai beberapa kamar namun tidak diperuntukkan sebagaimana mestinya, Nenek di Surabaya ini berurusan dengan unit PPA satreskrim Polrestabes Surabaya.

Diketahui Nenek yang tinggal di Eks lokalisasi Jarak Dolly tersebut menyewakan kamar-kamarnya untuk jasa layanan seksual bagi beberapa pekerja seks komersial (PSK).

Nenek itu bernama, Yunarsih (69) warga Jalan Putat Jaya, Sawahan Surabaya dan diamankan pada, 16 Mei 2019, lalu.

Tersangka memiliki kamar kost yang salah satu kamarnya digunakan untuk kegiatan prostitusi. Apabila ada pekérja seksual yang membawa tamu, tersangka langsung mempersilahkan masuk.

Kanit PPA, AKP Ruth Yeni mengatakan, adanya informasi masih maraknya persewaan tempat atau kamar langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan untuk memastikan kebenarannya.

Diketahui, pelaku menyewakan tempat di Eks lokalisasi Dolly untuk mengambil keuntungan guna untuk menyambung hidup.

“Dia ini punya 5 kamar disitu, kalau durasi bebas artinya sebutuhnya tamu yang datang kalau dia butuh rata-rata sekali main relatif itu jamnya bisa setengah jam dan dipatok 25 sampai 30.000 ribu sewanya,” sebut Ruth Yeni, Minggu (19/5/2019).

Aktifitas tersebut sudah dilakoni oleh Nenek satu cucu ini kurang lebih selama 1 sampai 2 tahun.

Barang bukti yang ikut diamankan, uang tunai Rp.150.000, 1 buah sarung, 1 buah kipas (bambu).

Pelakunya akan dijerat Pasal 2 UU RI No. 21 tahun 2007 tentang
TPPO dan atau 296 dan atau 506 KUHP. (Ekoyono)

Teks foto : Nenek yang ditangkap sewakan kamar untuk PSK.

Editor : Budi

Terkait


Artikel yang berjudul “Gara Gara 30 Ribu, Nenek di Surabaya Dipenjara” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

TNI-Polri Siap Mengamankan Rekapitulasi Suara di KPU

TNI-Polri Siap Mengamankan Rekapitulasi Suara di KPU

2 Pemirsa

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan, TNI-Polri sudah siap mengamankan wilayah-wilayah di Indonesia terutama di DKI Jakarta saat pengumuman rekapitulasi hasil Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dijadwalkan 22 Mei.

TNI-Polri telah mempersiapkan pengamanan di wilayah yang kemungkinan besar akan didatangi massa.

“Ya kita tentunya dengan adanya informasi-informasi akan adanya aksi ya, kita harus menyiapkan semuanya. menyiapkan di wilayah-wilayah yang kemungkinan besar akan didatangi. KPU, Bawaslu kemudian di Senayan, termasuk Istana,” jelasnya di rumah dinasnya, kawasan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat malam (18/5).

Hadi menyebut, serangkaian pengamanan ini sudah disiapkan jauh-jauh hari. Sebab, tempat-tempat tersebut adalah simbol negara yang harus dijaga. Termasuk menghalau segala bentuk ancaman di Pemilu 2019.

“Protap itu adalah simbol-simbol negara yang harus diamankan oleh TNI-Polri,” ujarnya.

Sebelumnya, Gerakan Suluh Kebangsaan yang dipimpin oleh Mahfud MD dan para tokoh serta cendikiawan lainnya melakukan silaturahmi ke kediaman Panglima TNI.

Dalam pertemuan itu, Hadi yakin para tokoh mendukung TNI-Polri dalam menjaga kondisi stabilitas nasional.

“Saya yakin, beliau-beliau juga paham dan terus mendukung apa yang dilakukan oleh TNI, termasuk Polri untuk menjaga stabilitas keamanan di negara kita yang sangat kita cintai, sampai tahapan nanti tanggal 22 Mei dan seterusnya sampai tanggal 20 Oktober 2019,” kata Hadi.


Artikel yang berjudul “TNI-Polri Siap Mengamankan Rekapitulasi Suara di KPU” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

MUI Jabar ajak ulama jaga umat agar selalu rukun

Bandung (ANTARA) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat Rachmat Syafei juga mengajak para ulama di Jawa Barat untuk terlibat dalam menjaga umat agar selalu rukun atau menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Mantapkanlah tugas kita sesuai dengan fungsi masing-masing. Tadi dimohonkan agar para kiai, para ulama, para ustadz dengan segala kharismatiknya, dimohonkan untuk menjaga kerukunan ini,” kata Rachmat Syafei dalam siaran pers Humas Pemprov Jabar, Minggu.

Rachmat menuturkan dengan kharisma dan ilmu keagamaannya pihaknya optimistis para ulama diyakini akan mampu mengajak umat untuk tetap rukun dan damai.
 
“Sebarkan kerukunan, hubungkan kasih sayang dan salat malam sementara orang-orang sedang tidur. Ini adalah kesempatan kita pada bulan puasa ini,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil menggelar silaturahim dengan para ulama terkemuka Jawa Barat di Gedung Negara Pakuan Bandung.
 

Dalam acara tersebut Gubernur Emil ini memaparkan sejumlah perkembangan Jawa Barat selama delapan bulan di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum.
 
Menurutnya banyak program telah digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat terutama program-program yang berkaitan dengan pembangunan spiritualitas atau batin, sesuai dengan visi Jawa Barat Juara Lahir dan Batin.
 
“Saya ingin melaporkan situasi terkini perkembangan di Jawa Barat sampai bulan Mei. Saya sampaikan 90 persen hal yang baik,” kata Emil.
 
Ia mengambil contoh bahwa saat ini Jawa Barat menjadi daerah tujuan bagi banyak investor luar negeri. Tahun lalu saja Jawa Barat berhasil menjadi provinsi dengan penanaman investasi terbesar secara nasional yang mencapai Rp162 triliun.
 
Emil mengaku dirinya hari ini diwawancara oleh salah satu media yang menjadi referensi media internasional.

Wartawan dari media itu mengatakan bahwa setiap pergi ke berbagai negara atau bertemu dengan para duta besar negara sahabat, apabila berbicara tentang Indonesia mereka selalu antusias ingin menjalin hubungan dengan Jawa Barat.
 
“Apa akibat dari itu? Rezeki turun banyak, tahun lalu rezeki (investasi) Rp162 triliun. Dari 23 negara ingin memakmurkan Jawa Barat,” ungkapnya.
 
Emil juga memaparkan sejumlah program spiritualitas yang telah berhasil menelurkan para ulama yang siap mempromosikan Islam damai ke seluruh dunia. 

Emil mengatakan program pelatihan Bahasa Inggris gelombang satu bagi pemuka agama atau program “English for Ulama” berhasil mencetak kader ulama Jawa Barat.
 
“Maka dalam waktu dua atau tiga bulan kami persiapkan mereka dakwah ke Eropa. Ini sebuah langkah dakwah baru dari Jawa Barat mungkin di provinsi lain tidak, karena kami fasilitasi dan sedang kami pilih topik-topik (dakwahnya),” ujar Emil.
 
“Nah, kami butuh masukan (materi) kira-kira kalau nanti para ulama ini pergi ke Eropa materi apa yang akan diceritakan kepada komunitas masyarakat di sana, tapi kami ingin bercerita kalau ingin melihat Islam yang rahmatan lil’alamin, yang kondusif, yang damai, silakan ke Jawa Barat saja,” katanya.
 
Emil juga menekankan pentingnya kolaborasi para ulama dan umaro dalam menjaga kondusivitas dan kerukunan umat. 

Dia menuturkan jangan sampai nasib NKRI menjadi negara yang terpecah belah. Salah satu nikmat yang mesti disyukuri adalah nikmat berbangsa dan bernegara, yang belum tentu bisa dirasakan oleh semua negara di dunia ini.

Baca juga: MUI Jabar : ‘People Power” sama dengan haram

Baca juga: MUI Jabar imbau ormas tidak razia warung makan saat puasa
 

 


Artikel yang berjudul “MUI Jabar ajak ulama jaga umat agar selalu rukun” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

FJPI Serahkan 50 Paket Sembako – Kilas Pembaruan


Ketua FJPI Sumut, Lia Anggia Nasution (kiri) menyerahkan bingkisan kepada salah seorang warga di Masjid Al-Mukhlisin Jalan Cempaka V, Medan Helvetia, Jumat (17/5).

sentralberita|Medan~ Forum Jurnalis Perempuan Indonesia Sumatera Utara (FJPI Sumut) menyerahkan sebanyak 50 paket sembako kepada 50 orang kaum dhuafa yang berada di kawasan Medan Helvetia bertempat di Masjid Al-Mukhlisin Jalan Cempaka V, Medan Helvetia, Jumat (17/5).

Kegiatan FJPI berbagi itu diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran dan sari tilawah. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sembako secara simbolis kepada empat orang kaum dhuafa, tausiyah oleh Ustaz Haitami Lubis SAg, doa dan berbuka puasa bersama.

Ketua Panitia, Khairunnisak Lubis mengatakan kegiatan berbagi tersebut rutin dilakukan oleh FJPI setiap tahunnya di bulan Ramadan dan telah menjadi agenda rutin.

“Saya ucapkan terimakasih kepada rekan-rekan FJPI atas dukungannya dalam mensukseskan acara ini. Tidak lupa juga saya ucapkan terimakasih kepada perwakilan sponsor yang telah berkenan hadir dalam acara ini serta BKM Masjid Al-Mukhlisin yang telah memfasilitasi lokasi acara,” ujarnya.

Ketua FJPI Sumut, Lia Anggia Nasution juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada para sponsor yang telah ikut berpartisipasi dan mendukung acara itu. Diantaranya, Unibis, PTPN IV, Indofood, Wong Solo, Coca-Cola, Telkom, UMSU dan UISU.

“Alhamdulillah ini adalah tahun ke-8 dilakukannya acara FJPI berbagi sejak tahun 2011. Kami sangat bersyukur karena program berbagi ini dapat terus terlaksana. Mungkin bantuan yang kami berikan ini tidak banyak nilainya. Tapi kami berharap mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat bagi para kaum dhuafa untuk merayakan hari Lebaran nanti,” tandasnya.

Lurah Helvetia Tengah, Baritua Laut mengatakan, ia sangat berterimakasih karena FJPI telah memberi perhatian kepada warganya. Ia berharap bantuan yang diberikan tidak sampai disitu saja dan dapat berkelanjutan ke depannya.

Humas Coca-Cola, Ahmad Nasoha didampingi Corporate Affairs Regional Manager West Indonesia, Yayan Sopian menyebutkan, pihaknya sangat senang dapat berpartisipasi dalam acara itu. Ia berharap pihaknya bisa terus ikut dilibatkan dalam acara serupa.

Selain penyaluran bantuan itu, selanjutnya FJPI Sumut juga akan menyalurkan bantuan sembako yang sama kepada kaum dhuafa lainnya di beberapa titik di Kota Medan. Penyaluran tersebut akan terus dilakukan hingga seminggu menjelang Lebaran. (SB/wie)

Comments

Artikel yang berjudul “FJPI Serahkan 50 Paket Sembako – Kilas Pembaruan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Film ‘The Lawyers’ Sisi Lucu Dari Dunia Hukum

JAKARTA – Film bertajuk The Lawyers (Pokrol Bambu) tentang kehidupan lawyers atau pengacara tengah diputar di bioskop tanah air.

Film bergenre komedi satire garapan sutradara Azar Fanny  yang diperankan aktor senior Roy Marten, Dicky Chandra, Rina Hassim, Kartika Berliana, Jerio Jeffry, Musdalifah Basri, Mugi Elman dan lainya, ini menjadi tontonan pilihan ditengah banjirnya genre horor di bioskop.

Produser Erwin Kallo mengatakan, film produksinya tersebut berusaha menghadirkan sisi lain dari keseriusan hukum, yaitu sisi lucu yang jarang diangkat ke industri hiburan oleh kreator Indonesia

“Film ini kami buat sebagai gambaran situasi nyata dunia hukum dan kehidupan lawyer yang lucu saat ini, yang dibalut dalam cerita komedi satir. The Lawyer berusaha membuka tabir kehidupan para pengacara apa adanya. Dialognya digarap dengan komedi cerdas, kami mengkritik dunia hukum dengan cara guyon,” ujar Erwin Kallo.

Menurutnya, produksi The Lawyers menyita waktu selama 2 tahun dan dari durasi 7 jam dibabat menjadi 3 jam.

“Proses produksinya sudah jalan sejak tahun 2017 lalu, jadi udah lama banget ya. Kami ok aja ketika LSF menyensor banyak adegan, karena dari durasi 7 jam yang kami buat, dipangkas jadi 3 jam saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Roy Marten yang berperan sebagai pengacara bernama RM Wicaksono, mengaku sangat terkesan dengan perannya itu.

“Gue suka banget ya, ceritanya sisi lain dari dunia hukum,” ungkap Roy. “Gue banyak belajar dari temen-temen pengacara sebelum syuting,” tandasnya.(ali/tri)


Artikel yang berjudul “Film ‘The Lawyers’ Sisi Lucu Dari Dunia Hukum” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Jaksa Agung: Penerapan Pasal Makar Terhadap Pengancam Presiden Jokowi Sudah Tepat

Jaksa Agung: Penerapan Pasal Makar Terhadap Pengancam Presiden Jokowi Sudah Tepat

1 Pemirsa

Jaksa Agung HM Prasetyo menilai pasal makar yang menjerat tersangka pengancam pemenggal kepala Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah tepat.

Meski mengatakan khilaf dan menyesal saat mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi, tersangka HS disebutnya tetap harus menerima konsekuensi atas tindakannya.

“Sama makar juga kan mengancam memenggal kepala presiden, gimana sih. Baca pasal 104 KUHP jelas disitu mengancam memenggal, makanya harus hati-hati bicara itu,” tegasnya di Kompleks Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Jaksa Agung menyebut, ancaman yang dilakukan pelaku sudah memenuhi delik pidana dan saat ini penyidik perlu mengumpulkan bukti yang sesuai dengan pasal makar.

“Dari situ jaksa menilai lagi, kalau memang layak diteruskan kami limpahkan ke pengadilan. Kami serahkan keputusan hakim. Tidak ada obral-obralan pasal makar, semua berangkat dari bukti yang ada,” kata Prasetyo.

Berita sebelumyaPerusahaan Korea Butuh Ribuan Tenaga Terampil

Artikel yang berjudul “Jaksa Agung: Penerapan Pasal Makar Terhadap Pengancam Presiden Jokowi Sudah Tepat” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Polisi Selidiki Penemuan Mayat Wanita Dalam Karung Beras

Jakarta – Aparat Polsek Penjaringan terus berupaya mengungkap kasus penemuan mayat wanita dalam karung di Waduk Plui

Petugas berharap ada petunjuk yang bisa mengarah kepada identitas korban melalui hasil visum otopsi jasad wanita yang diperkirakan berusia 20 tahun tersebut.

“Kita cukup sulit mengungkap data diri korban karena sidik jari sudah rusak. Sementara dari hasil otopsi ditemukan gelang silver pada kaki dan anting pada telinga korban,” kata Kanit Reskrim Polsek Penjaringan Kompol Mustakim,Minggu (19/5/2019).

Ditambahkan Kompol Mustakim, korban memiliki ciri fisik tinggi sekitar 149 sentimeter dan usia antara 20-22 tahun. “Kalau ada masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya bisa menghubungi Polsek Penjaringan,” ujar Kompol Mustakim lagi.

Sementara dari barang bukti yang ditemukan, petugas memperlihatkan kaos wanita berukuran kecil warna gelap, celana jins, celana dalam putih, kaos dan seprai orange dan sebuah karung beras berukuran 25 kilogram yang digunakan untuk membungkus mayat korban.

Sebelumnya warga di sekitar Waduk Pluit, Penjaringan digegerkan penemuan karung berisi mayat wanita yang sudah membusuk, Rabu (15/5/2019). Mayat tersebut ditemukan di sisi utara waduk .

Salah satu warga yang melintas di lokasi kejadian, Agus Susanto (28) menuturkan, mayat ditemukan sekira pukul 15.00 WIB. Saat itu, Agus kaget ketika melihat kerumunan warga sedang berkumpul di tepi waduk itu.

Saat ditemukan, tak ada identitas melekat pada wanita itu.”Waktu ditemukan hanya jenazah itu saja, tanpa identitas dan barang lainnya. Posisinya dalam karung di tumpukan sampah,” ucapnya.Kondisi mayat itu sudah membusuk dengan ciri-ciri berambut panjang.(dna/hpmj)


Artikel yang berjudul “Polisi Selidiki Penemuan Mayat Wanita Dalam Karung Beras” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Vihara Dharma Bhakti Bagi Makanan dan Takjil Gratis untuk Berbuka Puasa

JAKARTA – Vihara Dharma Bhakti, Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat, membagikan takjil dan makanan gratis untuk para umat Muslim berbuka puasa di sekitar vihara.

Kegiatan ini merupakan bentuk toleransi antar umat agama yang dilakukan oleh para umat di vihara tertua di Jakarta ini.

“Ya intinya kalau di umat Buddhist juga diajarkan welas kasih ya. Jadi dalam bulan suci ramadan ini kita adakan untuk buka puasa gratis secara bersama ini intinya ya menjaga toleransi sesama umat beragama. Jadi itulah rangkaian Bhinneka Tunggal Ika,” ucap perwakilan relawan, Lucas kepada Poskotanews.com di lokasi, Minggu (19/5/2019).

Lucas melanjutkan, kegiatan ini sudah mereka lakukan sejak tahun 2018. Ide tersebut muncul pertama kali dari Mujammad Yusuf Hamka, seorang Tionghoa Muslim Indonesia.

takjil

Vihara Dharma Bhakti, Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat, menyiapkan takjil berbuka puasa.(ist)

“Terus kalau tahun ini kita sudah memasuki tahun kedua. Kita mulainya hari kedua bulan suci ramadan tanggal 7 sampai tanggal 29 mei,” katanya.

Lebih jauh, kata Lucas, kegiatan berbagi takjil dan makanan ini dilakukannya setiap hari. Dalam setiap harinya, mereka dapat menyediakan sekitar 300 sampai 500 porsi makanan dan minuman.

“Kita kalau porsi makanan dan minuman kurang lebih dari 300 sampai 500 porsi. Ya sehari-harinya seperti itu,” paparnya.

Soal dana, lanjut Lucas, mereka mengumpulkan uang secara swadaya dari para umat di Vihara Dharma Bhakti. Mereka ini juga kebanyakan pedagang dari Tanah Abang, Jatinegara dan Cipulir yang mayoritas merupakan etnis Tionghoa.

Selain itu, semua makanan dan minuman yang disediakan di Vihara Dharma Bhakti tersebut mereka beli dari pedagang-pegadang sekitar vihara. Tujuannya agar omzet mereka tetap stabil dengan adanya kegiatan berbagi makanan itu.

“Makanan membudidayakan warung-warung sekitar vihara biar omzet mereka tetap stabil,” tandasnya. (cw6/tri)

 


Artikel yang berjudul “Vihara Dharma Bhakti Bagi Makanan dan Takjil Gratis untuk Berbuka Puasa” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Beda Politik, Adian Napitupulu dan Desmond J Mahesa Reunian

BOGOR –  Politisi PDI Perjuangan dan Desmond J Mahesa, politisi Partai Gerindra reunian di acara merajut dan merawat kenangan, yang berlangsung di Graha Pena 98, Sabtu (18/5/2019).

Turut hadir dalam suasana acara yang akrab ini anggota Wantimpres, Sidarto Danusubroto. Dalam candaannya, mantan pengawal Bung Karno ini menilai Adian Napitupulu pantas masuk kabinet Jokowi periode 2019 – 2024.

Bahkan Sidarto Danusubroto memberi sinyal akan membisikkan langsung ke telinga presiden Jokowi.

“Saya usulkan Adian menteri. Boleh dong. Boleh dong saya membisikkan. Menteri peranan apa boleh dong usul,” kata Sidarto Danusubroto kepada  Adian dan Desmond serta sejumlah aktivis 98 lainnya.

Bagi Sidarto Danusubroto, Adian Yunus Yusak Napitupulu pastinya tak asing lagi didengar masyarakat sekarang ini.

Menurut Sidarto, anggota DPR RI, Adian merupakan sosok aktivis atau pejuang muda yang tetap konsisten terhadap garis perjuangan.

“Iya pak Sidarto Danusubroto hadir di reuni saya dan bung Desmond. Kami berdua aktivis 98. Kami nostalgia tentang perjuangan era awal reformasi,” kata Adian Minggu (19/5/2019).

Selain Sidarto, hadir juga dalam reuni dua sahabat ini yakni politisi senior PDI Perjuangan, Panda Nababan, serta aktivis 98 yang aktif bersama adian di Lembaga Bantuan Hukum Nusantara (LBHN).

Menurut Adian, apapun perbedaannya, berbeda partai, beda pilihan politik tidak boleh kemudian seluruh kenangan masa lalu dilupakan.

“Kantor kita berdua pernah digerebek tiga kali dan di penggerebekan kedua saya sudah bilang sama Pak Desmond, ‘Pak Dir, kita harus pindah.’ Tapi dia keras kepala. Dia bilang, ‘Ini negara hukum.’ Saya masih ingat dia bilang seperti itu. Saya mau bertahan di kantor kita. Dan saya pergi. Saya pergi menggelandang,” kata Adian Napitupulu mengenang kisah lalu bersama Desmond. (yopi/tri)


Artikel yang berjudul “Beda Politik, Adian Napitupulu dan Desmond J Mahesa Reunian” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Sun Life Dan Dompet Dhuafa Luncurkan Produk ‘Salam Proteksi Amanah’ – Kilas Pembaruan


Norman Nugraha, Chief Sharia Business Sun Life (kiri) bersama Drg. Imam Rulyawan, Presiden Direktur Dompet Dhuafa Philanthrophy (kanan), dan Zee Zee Shahab, Public Figure (tengah) pada peluncuran ‘Salam Proteksi Amanah’ di Jakarta kemarin.

sentralberita|Medan~Di momen bulan suci Ramadhan ini, PT Sun Life Financial Indonesia (“Sun Life”) berkolaborasi dengan Dompet Dhuafa meluncurkan produk terbaru ‘Salam Proteksi Amanah’.

Melalui produk ini, masyarakat disuguhkan dengan pilihan baru dalam berdonasi, melalui kontribusi asuransi. Hadir dengan 2 pilihan kontribusi yang terjangkau, kini setiap orang dapat berdonasi sekaligus memberi manfaat proteksi dari asuransi kepada kaum dhuafa.

Peluncuran produk ditandai dengan pemberian polis secara simbolis oleh Norman Nugraha, Chief Sharia Business Sun Life dan disaksikan Drg Imam Rulyawan, Presiden Direktur Dompet Dhuafa Philanthrophy dan Zee Zee Shahab, Public Figure – kepada perwakilan dhuafa dari Dompet Dhuafa.

Elin Waty, Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia menyampaikan data terbaru dari World Giving Index Report 2018 menyebut Indonesia sebagai negara paling murah hati di dunia. Fakta ini mencerminkan masyarakat Indonesia memiliki kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Berkaca pada fakta tersebut, Sun Life menghadirkan solusi baru dalam berdonasi, melalui kehadiran produk ‘Salam Proteksi Amanah’.

“Bersama mitra terpercaya kami, Dompet Dhuafa, kami berharap produk ini dapat menjadi alternatif yang dipilih masyarakat dalam menyalurkan donasi, sekaligus memberi perlindungan asuransi jangka panjang bagi kaum yang membutuhkan,” katanya.

Masih berdasarkan data World Giving Index Report 2018, terdapat tiga indikator yang menjadi faktor penilaian survei, dengan skor yang diraih Indonesia di masing-masing kategori adalah: 1) Menolong orang asing 47 persen, 2) Mendonasikan uang 78 persen dan 3) Meluangkan waktu untuk kegiatan sosial 53 persen.

Data ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia rela mengalokasikan dana tertentu untuk aktivitas donasi. Sejalan dengan data tersebut, hasil riset Alvara Research Center pada Desember 2016 menunjukkan milenial Indonesia secara rutin mengalokasikan 4,8 persen pendapatan mereka untuk berdonasi. Tingginya keinginan masyarakat untuk berbagi, memantik motivasi Sun Life dan Dompet Dhuafa untuk menghadirkan alternatif baru bagi masyarakat dalam berdonasi, yaitu melalui produk asuransi ‘Salam Proteksi Amanah’.

Drg Imam Rulyawan, Presiden Direktur Dompet Dhuafa Philanthrophy menambahkan bagi kaum dhuafa, asuransi masih menjadi barang mahal, sehingga belum menjadi prioritas utama mereka. Padahal, kaum dhuafa justru sangat membutuhkan perlindungan asuransi, sehingga apabila terjadi sesuatu pada pemilik polis, ahli waris yang ditinggalkan akan mendapat manfaat yang nantinya dapat digunakan untuk melanjutkan masa depan mereka.

“Jadi, manfaat yang diraih bukan sekedar saat ini dan untuk diri sendiri, tapi juga untuk keluarga di masa datang,” katanya.

Norman Nugraha, Chief Sharia Business Sun Life menambahkan pihaknya

mendobrak pandangan masyarakat yang menganggap asuransi sebagai barang mahal, serta kebiasaan berdonasi yang baru sebatas pemberian uang tunai. (SB/wie/rel)

Comments

Artikel yang berjudul “Sun Life Dan Dompet Dhuafa Luncurkan Produk ‘Salam Proteksi Amanah’ – Kilas Pembaruan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita