Kondisinya Terus Membaik, Risma Dipindahkan dari ICU ke Ruang Rawat Inap

Gema Fakta. Tim dokter RSUD Dr Soetomo memastikan kondisi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat ini sudah sangat baik dan stabil. Bahkan, tim dokter yang menanganinya sudah memutuskan untuk memindahkan Wali Kota Risma dari ruangan ICU Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) ke ruang rawat inap di Graha Amerta.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Surabaya M. Fikser memastikan bahwa kondisi Wali Kota Risma saat ini sudah sangat baik dibanding hari-hari sebelumnya. Hingga akhirnya, sore ini dipindahkan ke ruang rawat inap.

Sore ini sekitar pukul 15.30 WIB, Bu Wali sudah dipindahkan ke ruang rawat inap di Graha Amerta, karena kondisinya sudah membaik,” kata Fikser dikutip kantor berita Gema Fakta di sela-sela menunggu Wali Kota Risma di Graha Amerta, Minggu (30/6).

Oleh karena itu, Fikser memastikan bahwa apabila ada foto yang beredar tentang kondisi Wali Kota Risma yang kritis pada saat dijenguk oleh Presiden Jokowi, ia memastikan itu hoax atau tidak benar. Sebab, kondisi Wali Kota Risma saat dijenguk hingga saat ini menunjukkan tren lebih baik dan stabil, hingga akhirnya dipindahkan ke ruang rawat inap.

Jadi, kalau dijenguk oleh Presiden Jokowi kemarin malam itu betul. Memang Pak Presiden menjenguk Bu Wali. Tapi pada saat dijenguk itu kondisi Bu Wali memang sudah membaik, dan terus membaik hingga saat ini, jadi tidak benar kalau kondisi Bu Wali kritis, buktinya beliau diperbolehkan pindah ruangan,” tegasnya.


Artikel yang berjudul “Kondisinya Terus Membaik, Risma Dipindahkan dari ICU ke Ruang Rawat Inap” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

ACT dan 5 LSM internasional raih penghargaan dari Pemda Sigi

Jakarta (ANTARA) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan lima lembaga swadaya masyarakat (LSM) internasional mendapat penghargaan dari pemerintah daerah Sigi atas bantuan kemanusiaan dalam penanggulangan korban gempa bumi dan likuifaksi yang terjadi pada September 2018.

Bupati Sigi, Mohamad Irwan Lapata mengatakan penghargaan yang diberikan kepada ACT dan LSM lainnya sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah Sigi atas bantuan yang telah dilaksanakan dalam penanganan korban bencana alam baik saat bencana hingga pasca bencana.

Berdasarkan keterangan rilis yang diterima Terkini News di Jakarta, Minggu, penyerahan penghargaan tersebut diberikan langsung oleh pemerintah Kabupaten Sigi pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Sigi yang ke-11 di Desa Pakuli Utara, Kecamatan Gumbasa, Sigi pada Sabtu (29/6).

Lima lembaga swadaya internasional yang menerima penghargaan dari pemerintah daerah Sigi adalah UNDP, UNICEF, JICA, Islam Relief, dan KUN Internasional.

Mohamad menyebutkan berdasarkan hasil perhitungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPEDA), kerugian infrastruktur yang dialami Kabupaten Sigi akibat bencana alam tersebut kurang lebih Rp11,1 triliun.

Dia mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Sigi agar kembali pulih, semakin maju, mandiri, dan dapat bersaing dengan daerah lainnya untuk kemajuan ekonomi Indonesia.

Selain menyalurkan paket pangan, ACT telah membangun hunian sementara, masjid permanen, sekolah hingga pemulihan ekonomi masyarakat.

Di Kabupaten Sigi, ACT telah membangun lima Kompleks Hunian Nyaman Terpadu atau Integrated Community Shelter (ICS) yang tersebar di Desa Sibalaya, Soulowe, Langaleso dan Lolu serta Desa Sidera.

Kepala Cabang ACT Sulawesi, Nurmarjani Loulembah mengatakan LSM tersebut membantu tercapainya program-program kemanusiaan secara maksimal.

Apa yang telah diberikan melalui lembaga ini membantu kami dalam memaksimalkan program-program kerja yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat. Sehingga, manfaat tersebut dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan bantuan dan terdistribusi dengan baik,” tambahnya.

Selain itu, ACT berharap semakin banyak kerjasama yang terus dapat dibangun tidak hanya kepada pemerintah tapi partener lainnya baik dalam negeri dan global.

Baca juga: Kurban dari Indonesia sampai ke desa prasejahtera di Ethiopia

Baca juga: Gredu bersama GW-ACT sebarkan manfaat wakaf melalui digitalisasi pendidikan

 


Artikel yang berjudul “ACT dan 5 LSM internasional raih penghargaan dari Pemda Sigi” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Penyuap Aspidum Kejati DKI Menyerahkan Diri ke KPK

JAKARTA – Penyuap Asisten Bidang Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi (Aspidum Kejati) DKI Jakarta Agus Winoto menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“SPE menyerahkan diri ke kantor KPK sekitar sebelum pukul tiga sore,” ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Minggu (30/6/2019).

KPK telah menetapkan Sendy Perico sebagai tersangka pemberi suap Rp200 juta ke Agus terkait penanganan perkara. diduga, suap diberikan agar jaksa memberi tututan ringan kepada yang terdakwa kasus penipuan

Sebelumnya, Ketua KPK Laode M Syarif menyebutkan perkara ini diawali saat Sendy melaporkan seseorang yang menipu dan melarikan uang investasi Rp11 miliar. Nakun sebelum tuntutan dibacakan, Sendy dan pengacara Alvin Suherman menyiapkan uang untuk diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum.

Uang ini yang diduga ditujukan untuk memperberat tuntutan kepada penipu Sendy.

Selagi tengan proses pengadilan di PN Jakarta Barat, Sendy berdamai dengan yang dituntutnya pada Mei 2019. Sendy pun diminta agar tuntutan diringankan, hanya satu tahun.

Alvin kemudian mendekati jaksa. Ia menyiapkan Rp200 juta dan dokumen perdamaian jika ingin tuntutannya berkurang menjadi satu tahun. uang pun diberikan pada 28 Juni karena didang rencananya digelar 1 Juli 2019.

Uang diserahkan Alvin ke Kasubsi Penuntutan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Yadi Herdianto, di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Jaksa Yadi adalah salah satu yang kena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Dua lainnya namun kemudian tak berstatus tersangka adalah Kasi Kamnegtibum TPUL Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Yuniar Sinar Pamungkas. (cw6/yp)


Artikel yang berjudul “Penyuap Aspidum Kejati DKI Menyerahkan Diri ke KPK” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Hari Pertama Lomba STQN XXV Pontianak, Kafilah Sumut Berupaya Tampil Terbaik – Kilas Pembaruan

sentralberita|Medan~Setelah resmi dibuka Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, babak penyisihan perlombaan Seleksi Tilawatil Quran Nasional (STQN) XXV tahun 2019 di Pontianak, dimulai Minggu (30/6). Pada hari pertama ini sebanyak 7 peserta asal Sumut yang mengikuti berbagai kategori lomba berupaya untuk tampil terbaik.

Adapun tujuh peserta yang mengikuti perlombaan tersebut yakni Nanda Al-Hazmi kategori Tahfidz10 juz putra, Fika Amanda kategori Tahfidz 10 juz putri, Khairani kategori hapalan 100 hadis putri, Zulakbar Pratama kategori tafsir Bahasa Arab, Khoirotun Hisan kategori Tahfidz 5 juz putri, Hidayatullah PA kategori hapalan 500 hadis putra dan M Salim kategori Tilaawatil Quran dewasa putra.

“Kafilah kita dalam even ini mengikuti keseluruhan kategori lomba. Semuanya kita unggulkan karena sebelumnya kita sudah berupaya berlatih agar mereka dapat tampil maksimal dan memberikan hasil yang terbaik,” ujar Ketua Kafilah Provinsi Sumut Palit Muda Harahap, Minggu (30/6).

Dijelaskan Palit, secara keseluruhan sebanyak 20 peserta STQN tahun 2019 asal Sumut tersebut berasal dari berbagai daerah yakni dari Medan, Binjai, Tanjung Balai, Madina, Samosir, Paluta dan Sergai. Di antara kafilah tersebut ada yang memang sudah pernah mengikuti event nasional dan ada yang baru pertama kali.

 “Di antara mereka memang ada yang sudah mengikuti tingkat nasional dan meraih juara dua dan tiga, mereka ikut kembali tahun ini, tapi ada juga yang baru pertama ikut untuk tingkat nasional,” jelas Palit.

Dalam perlombaan tersebut, terdapat satu kategori lomba yang baru pertama digelar dalam ajang STQN, yakni kategori lomba hapalan hadis. “Meski baru pertama sekali kategori lomba ini digelar, namun alhamdulillah tadi kafilah kita baik putra dan putri memberikan penampilan yang baik, mudah-mudahan hasilnya nanti juga baik dan mengharumkan nama Sumatera Utara,” harap Palit.

Di tempat yang sama, seorang peserta asal Sumut, Khairani yang berasal dari Tanjung Balai terlihat menangis haru usai mengikuti lomba hapalan 100 hadis putri di gedung IAIN Pontianak. Khairani tidak mampu menahan rasa harunya karena ini merupakan pengalaman pertama kalinya membawa nama Sumut pada ajang nasional.

Saat tampil di hadapan dewan hakim dan penonton, Khairani terlihat lancar dalam menjawab acak soal yang diberikan. Bahkan dia mampu menjawab lima soal secara mulus tanpa ada sekalipun terdengar bel peringatan.

“Alhamdulillah tadi bisa menjawab, rasanya senang dan lega karena ini baru pertama saya ikut di ajang nasional,” ujar Khairani.

Sebelum ikut lomba, Khairani mengaku setiap hari sering mengulang-ulang hapalan hadis agar semakin lancar. “Setiap hari kalau ada waktu luang usai kerja, saya ulang-ulangi hapalannya,” kata Khairani yang merupakan honorer pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Pemko Tanjung Balai ini.

Perlombaan STQN tahun 2019 ini untuk tahap penyisihan berlangsung mulai 30 Juni dan berakhir   3 Juli 2019. Setelah itu akan digelar babak final  4 Juli kemudian  5 Juli rapat pleno dan penutupan sekaligus pengumuman pemenang.(SB/01)

Comments

Artikel yang berjudul “Hari Pertama Lomba STQN XXV Pontianak, Kafilah Sumut Berupaya Tampil Terbaik – Kilas Pembaruan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Yusril: Mustahil Bawa Kasus MK ke Mahkamah Internasional

Yusril- Mustahil Bawa Kasus MK ke Mahkamah Internasional

1 Pemirsa

Jakarta – Ketua Tim Hukum Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra mencibir wacana yang beredar ihwal kemungkinan membawa sengketa pilpres ke mahkamah internasional. Wacana ini berhembus setelah Mahkamah Konstitusi menolak permohonan sengketa pilpres yang diajukan kubu Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Memang ada dua mahkamah internasional di dunia ini, yakni International Court of Justice dan International Criminal Court. ICJ berwenang mengadili sengketa antarnegara. Jika kubu Prabowo -Sandiaga membawa sengketa pilpres ke ICJ, kata Yusril, jelas mahkamah internasional itu akan menolak permohonan karena bukan yurisdiksi mereka.

“Jadi kalau Pak Prabowo mau daftar, silakan saja. Tapi kami enggak tahu apa kami dikasih kuasa atau tidak oleh Pak Jokowi untuk menghadapi sengketa di sana. Rasanya ya, tidak mungkin,” ujar Yusril sambil tertawa, dalam konferensi pers yang digelar di Posko Cemara, Jakarta pada Jumat, 28 Juni 2019.

Sementara ICC, kata Yusril, berwenang mengadili kejahatan genosida, kejahatan kemanusiaan, kejahatan perang dan kejahatan melakukan agresi terhadap negara lain. “Mengingat yurisdiksi kedua mahkamah ini, mustahil membawa sengketa pemilu ini ke sana. Tapi kita tunggu saja, karena masih wacana, kan,” ujar bekas Menteri Kehakiman itu.

Yusril kemudian berkelakar, ada orang-orang yang berkata, lepas pengadilan di dunia ini menolak permohonan Prabowo – Sandiaga, maka pengadilan akhirat yang akan berbicara. “Ya kalau itu soal lain lah. Kami juga tidak tahu apakah jasa kami dipakai di akhirat,” ujar Ketua Umum PBB ini, lagi-lagi tertawa.

Sebelumnya, meski menyatakan menghormati putusan MK, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan akan segera berkonsultasi untuk mencari langkah hukum lain yang bisa ditempuh.

“Kami serahkan sepenuhnya kebenaran dan keadilan yang hakiki pada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Tentunya setelah ini kami akan segara konsultasi dengan tim hukum untuk minta saran dan pendapat apakah masih ada langkah hukum dan konstitusional lain yang mungkin bisa ditempuh,” kata Prabowo dalam jumpa pers di kediamannya, Jalan Kartanegara, Jakarta, Kamis malam, 27 Juni 2019.


Artikel yang berjudul “Yusril: Mustahil Bawa Kasus MK ke Mahkamah Internasional” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Tidak Hadiri Penetapan, Prabowo Tidak Legowo

Prabowo – Sandi Tidak Hadiri Penetapan, Prabowo Tidak Legowo

3 Pemirsa

Jakarta – Capres-cawapres Prabowo Subianto- Sandiaga Uno berencana tidak akan hadir saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Joko Widodo ( Jokowi)- Ma’ruf Amin sebagai capres-cawapres terpilih pada Minggu 30 Juni 2019.

Ketidakhadiran Prabowo-Sandiaga dalam penetapan Capres-Cawapres terpilih menunjukkan sikap tidak legowo dan ksatria dalam menerima kekalahan. Sikap tersebut bukanlah sikap seorang negarawan dan menjadi preseden buruk dalam kontestasi politik.

Sekretaris Jendral Partai Gerindra, Ahmad Muzani menjelaskan, belum pernah melihat capres dan cawapres yang menang atau kalah hadir di KPU.

“Pak Prabowo dengan Pak Sandi rasanya tidak hadir di KPU,” katanya di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta Selatan, Jumat (28/6).

Terkait apakah perwakilan dari koalisi partai akan hadir, dia mengatakan, pihaknya serta para sekjen akan membicarakan kembali.

“Kita semua akan terus berkomunikasi dalam suasana kekeluargaan yang sudah terbentuk dengan baik dalam suasana keguyuban yang sudah kadung menjadi sebuah keluarga besar,” ujarnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera menetapkan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin sebagai capres-cawapres terpilih. Seluruh peserta pemilu akan diundang dalam penetapan tersebut.

“Tindak lanjut sesudah putusan, pertama, kami akan lakukan rapat pleno terbuka penetapan pasangan terpilih pada Minggu, 30 Juni 2019, di kantor KPU pukul 15.30 WIB, rangkaian acara pukul 15.30 WIB,” ucap Ketua KPU Arief Budiman kepada wartawan di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (27/6).

KPU akan mengundang Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Selain itu, KPU mengundang partai politik, penyelenggara pemilu, dan lembaga lainnya. Adapun Ketidakhadiran Prabowo-Sandi menunjukkan persatuan Indonesia masih susah terwujud akibat sikap keras kubu 02 yang tidak ingin berdamai dengan kubu 01.


Artikel yang berjudul “Tidak Hadiri Penetapan, Prabowo Tidak Legowo” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

‘Sebuah Perjalanan’, Oleh-oleh Fotografer dari Petualangannya

Inin NastainMinggu, 30 Juni 2019 – 21:49 WIBSebuah Perjalanan, Oleh-oleh Fotografer dari PetualangannyaSang fotografer Djuli Pamungkas (belakang) menemani pengunjung. Insert: Foto-foto karya Djuli dan Deni. Foto/Istimewa-SINDOnews/Inin Nastain

SUMEDANG – Bagi seorang potografer, melancong dan bekerja merupakan proses sekaligus modal untuk melahirkan karya foto bernilai.

Di tangan fotografer momen-momen indah akan tetap ‘bicara’ hingga puluhan tahun bahkan ratusan tahun mendatang.

Fotografer andal Djuli Pamungkas dan Deni Permana menyajikan karya foto mereka lewat pameran bertajuk “Sebuah Perjalanan” di Lembur Tumaritis Studio, Jalan Sindang Taman, Desa Cipanas, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Sumedang, 29-30 Juni itu.

Dua potografer dari latar belakang berbeda ini mengajak pengunjung berselancar ke beberapa belahan dunia, menelisik hal-hal yang mungkin luput dari perhatian banyak orang.

Djuli Pamungkas, mantan fotografer KORAN SINDO mencoba untuk berbagi oleh-oleh saat melancong ke bagian sudut di Kota Oslo, Norwegia.

Foto-foto indah dan menarik sekaligus “bicara” itu dilahirkan Djuli saat mendapat kepercayaan merekam perjalanan Timnas Indonesia di Homeless World Cup 2017 di Oslo, Norwegia.

Dia sukses membingkai langkah Timnas dalam karya foto hingga berhasil menempati posisi ke 5 dari 32 peserta. Dalam sejumlah karya foto yang dipamerkan, Djuli merekam ekspresi para pemain di lapangan dan raut wajah para pendukung.

Perjalanan Timnas dalam kejuaraan bukan satu-satunya yang direkam Djuli. Kondisi sekitar tempat tinggalnya selama di Oslo, Norwegia pun tak luput dari bidikan kamerannya.

Dermaga Oslo atau Oslo Fjord, adalah salah satu obyek yang diabadikan Djuli dengan apik. Tidak hanya tempat, Djuli juga “melukis” aktivitas warga Oslo. Rollersky, adalah adalah aktivitas olahraga warga Oslo yang mengisi ruang memori kamera Djuli.

“Di sana ada beberapa tempat yang menjadi icon seperti Oslo Fjord, Radhusplassen. Kata warga setempat sangat populer di Oslo. Itu saya ambil di masa jeda kompetisi (Homeless World Cuap 2017),” kata Djuli di tempat pameran.

Sebuah Perjalanan, Oleh-oleh Fotografer dari Petualangannya

Berbeda dengan Djuli, fotografer Deni Permana mengabadikan setiap emosi dan momen yang terjadi saat prosesi pernikahan. Deni memang seorang fotografer wedding.

Lewat skill fotografi, karya foto pernikahan Deni terasa tak biasa. Dia tak melulu mengabadikan momen alakadar pernikahan seperti mempelai menunjukan dua buku nikah atau saat mempelai foto bersama keluarga, kerabat, dan handai taulan.

Raut wajah mempelai pria yang terlihat tegang. Tetesan air mata membasahi pipi saat sungkem kepada orang tua. Air muka berbinar kedua mempelai setalah melewati masa-masa krusial ijab qabul, menjadi cerita sendiri dari hajat pernikahan yang mungkin lepas dari perhatian kebanyakan fotografer wedding.

“Weeding tradisional kan sudah jelas susunannya. Kadang momen dan emosinya berbeda-beda. Setiap wedding pasti ada nyawanya sendiri. Dari semua rangkaian, pasti ada jepretan satu atau dua yang benar-benar mewakili semua prosesi perkawinan,” ungkap Deni.

Di kalangan fotografer weeding, ada semacam rumus yang kerap dipakai, 70 persen beauty dan 30 moment. Namun, Deni mencoba keluar dari ‘aturan main’ itu.

“Kembali ke sudut pandang ya. Ada moment-moment yang justru itu akan diingat dalam waktu lama. Saya pegang 70 persen moment, dan 30 beauty,” ujar dia.

Sebuah Perjalanan, Oleh-oleh Fotografer dari Petualangannya

(awd)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)


Artikel yang berjudul “‘Sebuah Perjalanan’, Oleh-oleh Fotografer dari Petualangannya” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Wanita Bawa Anjing Marah-marah di Masjid, Cari Suaminya

BOGOR  – Seorang perempuan diamankan polisi, Minggu (30/6/2019) sekitar pukul 14.00 WIB. Perempuan yang diketahui bernama SM 52, ini diamankan di Masjid Al Munawaroh Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, setelah marah-marah dan membawa anjing.

Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena mengatakan, perempuan berinisial SM  tersebut  beralamat di Sentul, Bogor. Keterangan AKP Ita, SM   memasuki  masjid Al Munawaroh dengan membawa hewan piaraan anjing dengan tujuan mencari suaminya.

Karena membawa hewan piaraan, oleh jamaah, SM diusir keluar mesjid. Tidak lama kemudian petugas Polsek Babakan Madang datang ke TKP dan mengamankan SM.

“SM kemudian dibawa ke Polres Bogor untuk dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. Polres Bogor sudah mengumpulkan 4 orang saksi dari DKM dan jamaah mesjid al Munawaroh untuk dimintai keterangan,” kata AKP Ita.

Informasi di lapangan menyebutkan, SM datang ke masjid  Sentul City yang mengarah ke wahana rekreasi Jungleland. Warga Sentul City membenarkan kejadian tersebut. Warga mengatakan, wanita ini marah-marah Minggu siang sekitar pukul 13.00 WIB.

“Si ibu yang marah2 itu, dapat kabar suaminya akan melangsungkan ijab qobul di masjid ini. Ibu itu marah kepada setiap orang yang berada di masjid yg ditemuinya,” kata satu warga.

“Warga Sentul City yang beragama Katolik, memohon maaf atas kelakuan ibu SM yang stress tidak pada tempatnya di masjid Al Munawaroh siang tadi,” ujarnya lagi.

Dugaan SM membawa masuk anjingnya ke dalam masjid, dengan berpikir bisa mengendus keberadaan suaminya jika benar ada disana.  Persoalannya tengah ditangani.
SM diduga stress berat. Ucapannya juga provokatif sekali.

Dia marah kepada setiap orang di masjid. Kondisi masjid Al Munawaroh sekarang sudah tenang kembali. (yopi/win)


Artikel yang berjudul “Wanita Bawa Anjing Marah-marah di Masjid, Cari Suaminya” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Razia Perokok akan Digelar di Balaikota Depok

DEPOK  – Bagi aparatur sipil negara (ASN) Kota Depok, khususnya yang perokok, harus lebih ekstra waspada jika ingin morokok di lingkungan kantor Balaikota Depok. Pasalnya, tim terpadu atau gabungan Satpol PP dan Badan Kepegawaian Pengembangangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM)  bakal menggelar razia rutin maupun swiping.

“Satpol PP bekerja sama dengan BKPSDM akan melakukan patroli rutin di lingkungan kantor Balaikota Depok untuk menegakan Peraturan Daerah Nomor 03 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang ada, ” tegas Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Hardiono,  Minggu (30/6/2019).

Pihaknya telah membentuk tim terpadu untuk mantau lingkungan kantor Balaikota Depok berkaitan dengan upaya menengakan Perda KTR. Tidak ada pengecualian bagi warga maupun ASN yang terlihat atau ketahuan merokok di sembarang tempat dan ini sebagai bentuk upaya rasa jera bagi perokok pasif.

“Tidak peduli apakah itu warga biasa atau Aparatur Sipil Negara (ASN). Ini untuk membuat efek jera, harus diberlakukan sanksi dari Badan Kepegawaian Pengembangangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM),” ujarnya yang menambahkan jika ada ASN yabg ketahuan merokok di temlat terlarang akan mendapatkan sanksi dari BKPSDM.

Termasuk jika tim gabungan menemukan puntung rokok di salah satu dinas maka kepala Perangkat Daerah tersebut harus diberitahu sambil diingatkan juga dengan regulasi yang sudah ada.

Sosialisasi Perda KTR harus terus digencarkan kepada pemilik atau pengelola tempat umum agar mereka juga mengetahui kawasan mana saja yang diperbolehkan untuk merokok termasuk memasang rambu menuju area merokok.

Kegiatan pelaksanaan Perda KTR ini antara lain untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat merokok. Sebab, merokok bukan hanya dapat merugikan perokok, tetapi orang-orang di sekelilingnya yang mengirup asap rokok dapat juga terkena racunnya.

“Kami akan lebih sering melakukan penertiban, atau kalau perlu dilakukan Tindak Pidana Ringan (Tipiring), jika ada yang kedapatan melanggar agar ada efek jera di masyarakat,” katanya. (anton/win)


Artikel yang berjudul “Razia Perokok akan Digelar di Balaikota Depok” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Oknum Kepsek dan Guru SMP Terjaring OTT


Kurasi Media | PALANGKA RAYA – Oknum kepala sekolah (Kepsek) salah satu SMP Negeri di Palangka Raya, Kalimantan Tengah berinisial SA yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) bersama dua orang guru oleh tim Kejaksaan Negeri setempat, mengaku khilaf dan menyesal.

“Ini suatu kekhilafan. Saya ingin hal ini tidak terjadi lagi. Mohon maaf juga kepada guru-guru yang lain. Tidak ada niat saya yang tidak baik. Semua anak murid, baik mampu dan tidak mampu, semua bisa kita tampung,” kata SA saat di kantor Kejaksaan Negeri Palangka Raya, Minggu (30/6/2019).

SA terlihat pasrah dengan nasib yang akan dijalaninya nanti. Saat penyerahan penanganan kasus ini, matanya terlihat berkaca-kaca.

Dia mengaku akan mengikuti aturan serta ketentuan yang berlaku dalam penanganan kasus ini dan siap menerimanya apapun keputusannya nanti.

“Saya minta maaf kepada masyarakat, terutama guru-guru pendidik,” ucapnya.

Operasi tangkap tangan tersebut dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Palangka Raya pada Sabtu (29/6/2019) siang. Namun setelah melalui berbagai pertimbangan, kini penanganan kasusnya diserahkan kepada Inspektorat Pemerintah Kota Palangka Raya.

Kepala Kejaksaan Negeri Palangka Raya Zet Tadung Allo menyampaikan, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Inspektorat memiliki kewenangan menangani perkara itu.

“Di situ ada sanksi berat, sampai dengan pemecatan secara tidak hormat bagi ASN yang melanggar ketentuan. Kita serahkan teknisnya nanti dengan pihak Inspektorat,” kata Zet Tarung Allo.

Menurutnya, kasus ini merupakan modus baru di dunia pendidikan karena untuk naik kelas saja harus menyerahkan sejumlah uang. Dia menilai, kekhawatiran selama ini juga adalah pungutan liar dalam penerimaan siswa baru.

Sangat disesalkan jika hal itu terjadi di dunia pendidikan dan ironisnya lagi terjadi di tingkat pendidikan dasar. Tenaga pengajar diharapkan dapat lebih mendidik karakter generasi yang lebih baik.

“Jangan lagi ada yang seperti ini. Kami tetap akan menindaklanjuti dengan OTT. Masyarakat dan media punya peran penting menginformasikan ini, agar ada efek jera. Termasuk orangtua, tidak boleh melakukan suap-menyuap, termasuk di dunia pendidikan,” tandas Zet mantan penyidik KPK.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Kota Palangka Raya Alman Pakpahan mengatakan, penyerahan penanganan perkara itu oleh Kejaksaan Negeri kepada pihaknya setelah melalui pertimbangan aspek filosofis, sosiologis dan yuridis. Pihaknya akan menindaklanjutinya sesuai aturan yang berlaku bagi ASN.

“Adapun kasus OTT yang melibatkan oknum kepala sekolah dan guru, yang diamankan Tim Saber Pungli Kejari Palangka Raya Sabtu siang, hari ini diserahkan secara langsung ke Inspektorat,” kata Alman saat konferensi pers di kantor Kejari Palangka Raya.

Alman menyampaikan, peristiwa OTT yang terjadi di SMP Negeri Palangka Raya itu sudah jelas. Tim Saber Pungli Kejaksaan Negeri Palangka Raya memang memiliki mengambil tindakan itu.

“Dengan berbagai pertimbangan logis, pihak Kejaksaan menyerahkan yang bersangkutan agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan dilakukan pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Alman.

Menurutnya, langkah hukum yang dilakukan oleh Kejari Palangka Raya sudah tepat dan merupakan terobosan. Langkah hukum tidak semua secara litigasi, tetapi juga bisa dengan cara nonlitigasi atas dasar-dasar dan pertimbangan yang rasional.

Seperti diketahui, OTT terhadap oknum kepala sekolah dan dua guru di sebuah SMPN di Palangka Raya itu diduga terkait keinginan agar siswa bisa naik kelas. Saat melakukan OTT, petugas mengamankan tiga amplop berisi uang pecahan Rp100.000 dengan jumlah Rp500.000 dan totalnya Rp1,5 juta. (Ara)

Jabar News | Berita Jawa Barat


Artikel yang berjudul “Oknum Kepsek dan Guru SMP Terjaring OTT” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita