Sebulan Polres Lampung Utara Ungkap 16 Kasus C3

LAMPUNG – Dalam tempo sebulan Polres Lampung Utara mengungkap 16 Kasus C3 (pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan).

Kapolres Lampung Utara, AKBP. Budiman Sulaksono, menjelaskan kasus yang diungkap antara lain, pencurian dengan pemberatan kendaraan bermotor (curatmor) 11 kasus, pencurian dengan kekerasan kendaraan bermotor (curasmor) 2 kasus dan pencurian dengan pemberatan (curat) 3 kasus.

Pada kasus pencurian dengan pemberatan uang milik nasabah BRI sejumlah Rp 150.000.000,- pada tanggal ( 3/1/2019) di Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Tanjung Aman Kecamatan Kotabumi Selatan , Polres Lampung Utara meringkus satu tersangka di Palembang yang merupakan komplotan spesialis gembos ban lintas-provinsi yang telah melakukan aksinya di tujuh TKP.

“Pelaku adalah Agus Nadi Bin M Diah, (33), warga Jalan Kimal Ogan Kecamatan Kertapati Kota Palembang , Sumatera Selatan seorang resedivis curat dan komplotan pencuri spesialis gembos ban yang mengincar para nasabah bank,” ujar Kapolres Lampung Utara. Kamis (31/1/2019) .

Selain itu juga, Polres lampung Utara mengamankan tiga pelaku pencurian dengan pemberatan kendaraan bermotor dan 1 orang pelaku pencurian dengan kekerasan kendaraan bermotor yang kerap melakukan aksinya di Kabupaten Lampung Utara.(Koesma)


Artikel yang berjudul “Sebulan Polres Lampung Utara Ungkap 16 Kasus C3” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Target 100 Ribu Suara, Choky Terapkan Tiga Pola Kampanye

Agung Bakti SarasaKamis, 31 Januari 2019 – 23:55 WIBTarget 100 Ribu Suara, Choky Terapkan Tiga Pola KampanyeCaleg Partai Perindo Choky Sitohang menyampaikan visi misi jika terpilih sebagai Anggota DPR di kawasan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Jumat (31/1/2019). Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa

BANDUNG – Calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Choky Sitohang memasang target meraih 100.000 suara di ajang Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Choky yang bertarung di daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat 1 yang meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi itu mengaku telah melakukan sosialisasi sejak Agustus 2018 lalu dan akan terus digenjot hingga hari pencoblosan, 17 April 2019 mendatang.

“Kami mengenalkan diri sejak Agustus 2018. Sudah gak kebayang berapa titik yang sudah dikunjungi. Tapi memang Bandung luas, saya rasa tidak bisa saya kunjungi semua,” ungkap Choky di sela sosialisasi di Jalan Sahroni Nomor 16 RT 03 RW 03, Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Kamis (31/1/2019).

Target 100 Ribu Suara, Choky Terapkan Tiga Pola Kampanye

Sosialisasi masif, lanjut Choky, akan dia lakukan demi meraih target tersebut. Choky yakin, dengan seluruh kekuatan Partai Perindo yang solid, dirinya akan mampu mewujudkan target tersebut.

“Saya akui, persaingan di dapil Jabar 1 ini memang sangat berat. Tapi, saya yakin, dengan soliditas seluruh kader Partai Perindo, target tersebut tercapai,” tegasnya.

“Bagi Perindo, semua kader harus turun ke lapangan, semua harus melakukan sistem kabvasing, targeting, branding besar-besaran, tapi tidak melupakan akar rumput. Kami berkomitmen bahwa setiap orang yang sudah tergabung di Partai Perindo tetap jadi keluarga besar, itu dijaga,” papar Choky menambahkan.

Lebih jauh Choky mengatakan, selain didukung kekuatan partai, pihaknya juga menerapkan pola kampanye yang efektif, efisien, dan kreatif demi meraih target tersebut.

“Efektif, artinya kita tidak memikul sembarang arah, harus tahu pemetaan titik-titik-titik potensial dan kita masuk untuk jaga suara,” terangnya.

Sementara pola kampanye yang efisien, kata Choky, adalah kampanye dengan memaksimalkan sumber daya yang ada, salah satunya biaya.

Menurut dia, agar lebih efisien, dirinya kerap berduet dengan caleg DPRD Provinsi maupun kabupaten/kota, agar biaya kampanye bisa ditekan.

“Sementara kreatif adalah pendekatan kepada masyarakat. Buka harus melulu meriah, tapi kita harus menyentuh hati masyarakat lewat hal-hal kecil,” sebutnya.

Sementara itu, Caleg DPRD dapil 2 Kota Bandung Rahmawan yang merupakan tandem Choky Sitohang mengaku bersyukur dan berterima kasih karena bisa blusukan bersama presenter ternama itu.

“Saya berkolaborasi dengan Pak Choky, agar untuk menjaga suara. Menurut data, 9.000 suara insya Allah bisa kami raih. Itu baru bicara di Cibeunying Kidul, belum daerah yang lain,” katanya.

(awd)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)


Artikel yang berjudul “Target 100 Ribu Suara, Choky Terapkan Tiga Pola Kampanye” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Korupsi Dana Bimtek Fiktif, Hakim Perintahkan Jaksa Buat Sprindik

Agus WarsudiKamis, 31 Januari 2019 – 23:50 WIBKorupsi Dana Bimtek Fiktif, Hakim Perintahkan Jaksa Buat SprindikSarif Hidayat (duduk di kursi saksi mengenakan kemeja batik cokelat muda) di persidangan. Foto/SINDOnews/Agus Warsudi

BANDUNG – Ketua majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung Sudira memerintahkan jaksa membuat surat perintah penyidikan (Sprindik) baru terkait korupsi dana bimbingan teknis (bimtek) DPRD Purwakarta.

Perintah pembuatan sprindik itu dilontarkan Sudira terkait kesaksian Ketua DPRD Purwakarta Sarif Hidayat mengaku membuat dan menandatangani surat perintah bimtek pada 29 Juli 2016 di Kota Bandung.

Padahal, kegiatan bimtek tersebut fiktif. Seperti diakui oleh 41 anggota DPRD Purwakarta yang memberikan kesaksian dalam sidang di perkara yang sama, bahwa kegiatan bimtek pada 29 Juli 2016 tersebut tidak pernah ada.

Apalagi, akibat kasus bimtek fiktif tersebut, keuangan negara (APBD Kabupaten Purwakarta tahun anggaran 2016) dirugikan sekitar Rp2,4 miliar. “Jaksa harus mengembangkan pengakuan Sarif. Kalau begitu, nanti pak jaksa bikin sprindik (surat perintah penyidikan) baru ya,” kata Sudira.

Sudira tak menjelaskan maksud membuat sprindik baru tersebut. Namun, pernyataan Sudira itu dapat diartikan sebagai perintah untuk menindaklanjuti pengakuan Sarif.

Sementara itu, Kasis Pidsus Kejari Purwakarta Ade Azhari saat dikonfirmasi wartawan terkait pengakuan 41 anggota DPRD Purwakarta dan Sarif di persidangan, serta pernyataan hakim terkait perintah pembuatan spindik baru, menolak berkomentar.

“Kami no komen dulu soal itu karena ini belum kesimpulan. Masih ada pemeriksaan saksi di sidang selanjutnya. Jadi silakan ikuti persidangan dan fakta-faktanya,” kata Ade, Kamis (31/1/2019).

Diketahui, Ketua DPRD Purwakarta Sarif Hidayat hadir dalam sidang sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu (30/1/2019) malam.

Sarif jadi saksi untuk terdakwa kasus korupsi dana bimtek DPRD Purwakarta, M Ripai (Sekretaris DPRD Purwakarta) dan Ujang Hasan Saputra (staf Sekretariat DPRD Purwakarta).

Dalam persidangan, Sarif tak berkutik ketika dicecar oleh JPU dari Kejari Purwakarta Hendiko Meisan dan anggota majelis hakim Marsidin Nawawi yang menanyakan tentang surat perintah kegiatan bintek pada 29 Juli 2016 yang diduga kuat fiktif.

“Pemeriksaan saksi pada anggota Komisi 1 hingga IV di sidang sebelumnya, mereka bersaksi bahwa tidak ada bimtek pada 29 Juli 2016. Bimtek itu ditandatangani saudara Sarif Hidayat. Kenapa anda menandatangani surat perintah yang kegiatannya tidak ada,” kata Hendiko.

Sarif tampak kebingungan. Dia berdalih, setiap surat perintah yang ditandatangani olehnya pasti dibubuhi paraf oleh Sekretaris DPRD Purwakarta.

“Setiap surat perintah yang saya tanda tangani, diparaf sekretaris. Jadi sebelum ditandatangani, diolah dulu di komisi lalu ke sekretariat,” kilah Sarif.

Kemudian, jaksa menunjukkan surat perintah kegiatan bimtek 29 Juli 2016 itu ke majelis hakim. Kemudian majelis hakim melihat surat yang telah ditandatangani itu. “Ya, ini cocok dengan tanda tangan saudara saksi (Sarif),” kata ketua majelis hakim Sudira.

Sarif mengaku bahwa tanda tangan di surat itu miliknya. Dia berdalih lalai, tidak fokus pada administrasi. “Mungkin terlalu percaya dengan sekretariat. Selain itu, saya fokus keluar karena jabatan saya sebagai ketua sehingga tidak tertib administrasi,” ujar Sarif.

“Saksi jangan berbohong di persidangan ini. Semua saksi sebelumnya disini sudah memberi keterangan. Kunci dari anggaran itu bisa cair berdasarkan siapa, apa hanya cukup dari Sekretaris dewan, jawab yang jelas,” sergah Marsidin. Sarif mengangguk mengiyakan.

“Anggaran bisa cair karena ada tanda tangan pimpinan berdasarkan kegiatan-kegiatan dewan dan bisa dilaksanakan jika ada surat perintah, betul begitu,” ujar Marsidin. Sarif mengangguk.

Akhirnya Sarif mengaku lalai tidak mengecek kembali setiap berkas yang ditandatangani. Apalagi, surat yang dia tandatangani terkait bimtek fiktif itu, tidak ada dalam program kerja DPRD Purwakarta.

Mendengar jawaban itu, hakim Marsidin kembali mencecar Sarif dengan nada tinggi. “Bagaimana mungkin Anda menandatangani surat perintah itu sedangkan bintek tidak pernah ada?!” kata Marsidin. Sarif pun terdiam, tidak bisa menjawab.

“Negara ini rusak jika begitu. Anda (semua) bisa kena karena turut menandatangani dokumen yang berakibat merugikan keuangan negara, bisa-bisa (DPRD Purwakarta) seperti kasus (DPRD) Malang,” sergah Marsidin.

Diketahui, kasus ini mencuat setelah bimtek fiktif itu diusut oleh Kejari Purwakarta. Sebanyak, 41 anggota DPRD Purwakarta yang bersaksi di persidangan menyebut bahwa tidak pernah ada bimtek pada 29 Juli 2016. Akibat kasus bimtek fiktif itu, negara dirugikan Rp2,4 miliar.

Dalam dakwaan jaksa, kata hakim Marsidin, perbuatan melawan hukum kedua terdakwa M Ripai dan Ujang Hasan Saputra turut memperkaya kedua terdakwa dan 45 anggota DPRD termasuk pimpinan (Sarif).

(awd)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)


Artikel yang berjudul “Korupsi Dana Bimtek Fiktif, Hakim Perintahkan Jaksa Buat Sprindik” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Parkir Sembarangan, Enam Mobil Diderek

JAKARTA-Enam unit mobil diderek petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur. Tindakan itu diambil lantaran kendaraan tersebut parkir sembarangan di Jalan Basuki Rahmat ,Jatinegara, Jakarta Timur dan dikeluhkan karena menjadi penyebab kemacetan.

Penindakan yang dilakukan itu merupakan tindaklanjut atas laporan warga yang disampaikan ke redaksi Pos Kota melalui pesan singkat yang bertuliskan : Kepada Yth bapak kepolisian Jakarta Timur dan dishub Jakarta Timur, mohon ditertibkan parkir liar yang ada di Jalan Basuki Rahmat RT 003/06 kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, karena banyak kendaraan yang parkir. Terima kasih

Kasi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Slamet Dahlan mengatakan, enam mobil langsung kami derek sebagai tindak lanjut laporan warga. Seluruhnya, kami bawa ke kantor sudin untuk dikandangi. “Mereka kami tindak atas pelanggaran parkir sembarangan di bahu jalan, sangsinya kami derek,” katanya, Kamis (31/1).

Menurut Dahlan, penindakan itu karena selama ini bahu jalan yang ada di Jalan Basuki Rahmat, kerap dijadikan lahan parkir. Alasannya, sopir duduk di warung untuk makan siang dan melepas lelah. “Namun karena parkir tidak pada tempatnya, tetap kami tindak juga dan diberi denda satu hari Rp500 ribu,” ujarnya.

Ditambahkan Dahlan, pihaknya akan terus memantau kawasan yang selama ini dirubah pengendara dijadikan lahan parkir. Dimana nantinya, petugas akan ditempatkan di lokasi untuk menghalau pengendara. “Kami ingin kawasan itu bersih dari parkir liar. Karena meski ada rambu larangan, namun hal itu tak membuat takut pengendara,” ungkapnya.

Selain menindak di Jalan Basuki Rahmat, kata Dahlan, penindakan juga dilakukan dibeberapa titik. Seperti di depan Stasiun Jatinegara, di Jalam DI Panjaitan, Jalan Kolonel Sugiono, Jalan R.Inten dan Jalan Radjiman. “Total keseluruhan penindakan adalah 30 tilang dishub, 80 tilang polisi, derek 30 mobil, dan kami juga menstop operasi delapan kendaraan,” paparnya. (Ifand/b)


Artikel yang berjudul “Parkir Sembarangan, Enam Mobil Diderek” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Ustad Arifin Ilham Kembali ke Indonesia

JAKARTA – Ratusan santri bersama ustad dan kiai menyambut kedatangan Ustad KH Muhammad Arifin Ilham di Mesjid Az-Zikra, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat, Kamis (31/1/2019).

“Kedatangannya disambut dengan kecintaan umat kepada beliau. Abah baru menyaksikan kedatangan seseorang dari rumah sakit disambut dengan gegap gempita oleh umat,” kata Anggota Dewan Penasihat dan Syariah Az-Zikra, Abah Raodl Bahar usai salat Zuhur berjamaah bersama Ustad Arifin di Masjid Az-Zikra, Kamis (31/1).

Rombongan Ustad Arifin berangkat mengendarai mobil dari Apartemen Mansion One George Town pukul 07.30 waktu setempat menuju Bandar Udara Department of Civil Aviation (DCA) Pulau Pinang Kementerian Transportasi Malaysia.

Mereka tidak ke Bandara Udara Internasional Pulau Pinang, karena tidak menggunakan pesawat komersial. Rombongan menumpang pesawat jet pribadi milik seorang pengusaha yang hingga kini identitasnya masih dirahasiakan.

Rombongan Ustad Arifin 11 orang terdiri atas tiga orang istri, seorang putri dari istri kedua, tiga keponakan, dan sejumlah pendamping, termasuk asistennya, Ustad Mohamad Abdul Syukur.

Pesawat tersebut tinggal landas dari DCA Pulau Pinang pukul 09.00 waktu setempat dan dijadwalkan tiba di Bandara Udara Halim Perdanakusumah Jakarta pukul 10.00 waktu setempat.

PERLU ISTIRAHAT

Ustad Arifin kondisinya sudah lebih baik dari sebelumnya. Hanya saja dia memerlukan waktu istirahat yang cukup dalam proses penyembuhan.

Ketua Yayasan Az-Zikra, Ustad Khotib Kholil mengatakan, Ustad Arifin terbang dari Malaysia ke Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta. “Beliau langsung dibawa ke rumahnya di kompleks Mesjid Az-Zikra, Babakan Madang, Bogor,” ucapnya.

Ia menjelaskan, Ustad Arifin dianjurkan dokter harus cukup istirahat dan betul-betul steril. Jadi setelah beliau datang ke Mesjid Az-Zikra, langsung istirahat di rumahnya karena baru saja melakukan perjalanan jauh.

Ustad Arifin sebelum menjalani perawatan di Penang, Malaysia dirawat di RSCM Jakarta dan menjadi perhatian dari berbagai kalangan, termasuk Presiden Jokowi yang menjenguknya. Begitupula calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto juga menjenguknya. (johara/bi/st)


Artikel yang berjudul “Ustad Arifin Ilham Kembali ke Indonesia” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Agum: Banyak Sekali yang Patut Kita Teladani dari Awaloedin Djamin

JAKARTA –  Banyak sekali teladan yang bisa dicontoh dari sosok Jenderal Pol (Purn) Awaloedin Djamin, mantan Kapolri tahun 1978 – 1982, yang telah meninggal dunia hari ini.

Hal itu diungkapkan oleh Anggotan Dewan Pertimbangan Presiden Joko Widodo (Wantimpres) Agum Gumelar,  ketika ditemui di rumah duka, Jalan Daha III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2019).

Aguma menjelaskan, kiprah Awaloedin di Indonesia begitu gemilang. Ia bukan hanya pernha menjabat sebagai Kapolri saja, tetapi juga Menteri Tenaga Kerja, Dubes bahkan menitih karir di bidang pendidikan.

“Beliau itu karirnya paling lengkap. Beliau pernah jadi Menteri, beliau pernah jadi Kapolri, beliau pernah jadi Duta Besar, beliau pernah jadi rektor Universitas Pancasila,” ujar Agum ketika ditemui di rumah duka, Jalan Daha III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2019).

Ia menilai, banyaknya pengalaman dan beragam karir yang sudah dijalani oleh almarhum selama ini, maka tidak heran kalau banyak hal yang dapat dijadikan teladan dari sosok Awaloedin. Baik dari segi pemikirannya maupun sikapnya.

“Banyak sekali yang patut kita teladani dari Pak Awal. Yang pertama beliau selalu berusaha untuk menularkan pemikiran pemikiran positif beliau demi kebangsaan. Beliau menulis buku, beliau selalu memberikan arahan-arahan di setiap pertemuan,” jelasnya. “Banyak sekali yang bisa kita dapatkan dari beliau ini,” imbuh Agum.

Oleh karena itu, wafatnya Awaloedin Djamin kata Agum, bukan hanya menciptakan duka mendalam bagi keluarga besar Polri saja, tetapi juga masyarakat Indonesia.

“Jadi tentunya bukan hanya keluarga besar Polri yang kehilangan, tetapi (juga) kita semua. Jadi kami ucapkan belasungkawa,” tandas Agum.

Berdasarkan pantauan poskotanews.com, sejumlah pejabat Polri, pejabat negara dan seniman turut datang ke rumah duka. Di antaranya Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat, Kakorlantas Polri Refdi Andri, Agum Gumelar, Aburizal Bakrie, Armand Maulana dan Dewi Gita. Para pelayat pun terlihat datang silih berganti. (cw2)


Artikel yang berjudul “Agum: Banyak Sekali yang Patut Kita Teladani dari Awaloedin Djamin” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Ratna Sarumpaet Ditahan di Polda Metro Atas Permintaan Keluarga

JAKARTA – Ratna Sarumpaet dititipkan selama 20 hari di Rutan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Faktor kesehatan dan keamanan menjadi pertimbangan sehingga dia tidak ditahan di rutan Kejati DKI.

Kuasa hukum Ratna, Insank Nasrudin menjelaskan, selain mempertimbangkan hal tersebut, dititipkannya Ratna di Rutan Polda memang permohonan dari pihak Ratna dan keluarga.

“Kondisi beliau berat badannya turun. Lumayan kalau dihitung-hitung bisa 10 kiloan (kg). Kemudian kalau toh dipindahkan memang menyangkut permohonan kami, udah lah di sini saja,” ujar Insank ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2019).

Ia menjelaskan, tidak ada penyakit serius yang tengah diidap oleh ibu dari Atiwah Hasiholan ini. Alasan pihaknya meminta agar Ratna ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, sebab mengingat usia Ratna yang akan segera memasuki 70 tahun, maka tidak bisa disamakan dengan penahana terhadap tersangka yang usianya lebih muda atau usia produktif.

“Engga (ada penyakit) dong. Ibu RS (Ratna Sarumpaet) usianya sudah lanjut, sisi kemanusian 70 tahun engga bisa diklaim masih sama dengan 20an. Namanya juga orangtua,” jelas Insank.

Atas pertimbangan tersebut, Ratna Sarumpaet akan ditahan sementara di Rutan Polda Metro Jaya. “Rencana nanti akan kita tahan di Polda Metro Jaya. Dititipkan disitu untuk 20 hari ke depan,” ujar Kepala Kejari Jakarya Selatan Supardi di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Sebelumnya diketahui, berkas perkara Ratna Sarumpaet telah lengkap atau P21. Pelimpahan tahap dua pun dilakukan, yakni penyerahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan. Sekitar pukul 11.00 WIB Ratan telah berangkat menuju Kejari Jakarta Selatan. Namun tak lama berselang, ibu dari Atiqah Hasihilan ini dikembalikan ke Rutan Polda Metro Jaya.

Ratna ditangkap akibat kasus penyebaran berita bohong atau hoaks terkait penganiayaan terhadap dirinya. Ia ditangkap pada 4 Oktober 2018 di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng, sebelum dirinya terbang ke Chile.

Aktivis itu disangkakan dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 Undang-Undang ITE. Akibat kasus tersebut, ia terancam 10 tahun penjara. (cw2/b)


Artikel yang berjudul “Ratna Sarumpaet Ditahan di Polda Metro Atas Permintaan Keluarga” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Jaring Sampah Baru Dipasang Kok Sudah Rusak

BEKASI – Jaring sampah baru dua hari dipasang di Saluran Kali Baru, Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, sudah jebol. Petugas langsung memperbaiki dengan mengakat sampah dan mengembalikan jaring.

“Saya sudah ngira, kagak bakalan kuat nahan sampah. Arusnya kan kenceng,” kata Nuryanto, warga Jatirasa, Kamis (31/1/2019).

Disebutkan, arus yang kuat saat saluran meluap membawa sampah dalam berbagai bentuk. Hal ini menjadilan jaring terbuat dari besi ini tak kuat menahan dan terlepas dari dudukannya. Sampah menutup sebagian muka jaring yang baru dipasang dua hari ini.

Warga ini bahkan mempertanyakan fungsi jaring karena tidak tepat. Apalagi akan bisa berdampak membuat banjir di sekitar jaring yang dipasang. Warga sekitar bisa saja akan komplain kalau gara gara terhalang sampah air jadi meluap.

“Tolong Pak sampaikan ke Pemda. Jaring sampah baik, tapi kalau dampaknya jadi banjir kan nggak baik,” katanya.

Selain itu, upaya penyadaran masyarakat dan penindakan bagi pihak yang buang sampah di saluran agar dipertegas. Juga pamasangan rambu larangan.

Pos Kota mengamati rusaknya jaring sampah yang ada di saluran perbatasan Jatiasih dan Jakamulya ini sudah langsung diperbaiki. Sejumlah petugas kebersihan mengangkat sampah terjaring dan mengembalikan jeruji ke tempat semula.

Sementara, Asep, petugas lapangan Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Bekasi mengatakan jika jaring itu dikerjakan oleh pihak kecamatan. “Yang lebih penting itu kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, apalagi di saluran,” katanya. (chotim/b)


Artikel yang berjudul “Jaring Sampah Baru Dipasang Kok Sudah Rusak” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Cibiran dan Doa Korban Banjir di Medsos

SURABAYA, Kabarjatim.id-
Setelah Kota Surabaya diguyur hujan beberapa jam pada, Kamis (31/1/2019) petang, terjadi banjir dibeberapa wilayah khususnya bagian Barat.

Salah satu daerah yang parah terendam banjir yakni di daerah Bukit Bali Citraland. Bukan hanya dikepung air, didaerah tersebut dikabarkan satu anak siswa SMP tewas setelah tenggelam di parit.

Di media sosial (Medsos), setelah Kota Surabaya dikempung banjir, banyak Netizen yang mengupload foto dan juga cibiran.

Mereka meluapkan unek-uneknya lewat media sosial terkait banjir yang melanda tempat tinggalnya.

Disamping cibiran ada pula Netizen yang berdoa untuk keselamatan Kota Surabaya dari bencana

Berikut cuitan para Netizen di media sosial,.

Agus Riyanto, “Surabaya tmbh parah banjir trus lor,,,,,,!.

Eko Dock “Area lidah wetan gg 1 kelem lur.

Anang Heri Priyanto “Tetap waspada dan berdoa.

Momme Natajosefa “Tanggul jebol Sambi Arum,, lurd. Surabaya Barat di kepung Banjir.

Rajendra “Niki banjir area citraland. Daerah sampean aman taa lurr..

Rizky Mahrez “Laporr lur hindari Jl Raya Kupang Baru yg menuju ke ngesong dan sebaliknya dikarenakan Banjir Tinggi…

Kartiko Fauze “Sudah nyampek rumah kabeh lur ?
Ciputra arah wiyung mau macet parah banjir.

Bagaimana di tempat lain ?
Mari berbagi info, siapa tahu msh ada sodara kita yg msh berjuang untuk pulang ke rumah.

Sayful Anwar “Kayaknya gorong2 di wilayah lontar yg baru di bangun belom di resmikan paling kok tambah parah koyok ngene dr sebelume…….mongo dinas terkait di coba cari titik2 yg sekiranya menghambat aliran air di gorong2 ini

Ayu Nurul Ozzi “Hindari kampung Bumi Sari Praja karena Banjir.
Jalur pagar pembatas ke arah jalan lempung SMP Negeri 47 ditutup . Suasana padat dipenuhi motor mogok.

Hari ini Surabaya di guyur hujan lumayan deras Lur dulur, juga kota kota lainnya, beberapa tempat terendam air dan banjir, bencana tidak di minta, musibah tidak bisa dielakan, kita juga tidak minta.

Semoga kita semua di beri keselamatan dan di hindarkan dari marabahaya. Selalu ingat dan berdoa dalam setiap perjalanan.

Info photo dari beberapa sumber media dan tempat yang berbeda.
Semoga hari ini hujan membawa hikmah buat kita semua. (Eko)
Sumber : Facebook

Teks foto : Mobil terendam banjir di Wilayah Barat Surabaya.
Editor : Budi

Terkait


Artikel yang berjudul “Cibiran dan Doa Korban Banjir di Medsos” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Lembab, Kotak Suara Rusak Saat Dites Diduduki

JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan kotak suara yang kondisinya tidak lagi layak di Jawa Barat. Kotak suara tersebut tidak cukup kuat saat diuji dengan diduduki. Bawaslu mendapati kotak suara tersebut dalam keadaan lembab.

Anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin, mengungkapkan temuan kotak suara tidak layak itu didapati saat tim Bawaslu Jabar melakukan sidak ke tempat penyimpanan kotak surat milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Mereka sidak ke tempat penyimpanan kotak suara, mengawasi logistik lah ya, terus kaya seperti biasanya lah, coba didudukin, menurut informsai tadi dari korlip pengawasannya kelihatannya kelembabannya berbeda dengan ketika itu baru datang,” ujar Afif di kantornya, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (31/1/2019).

Lebih lanjut Afif menambahkan selain kekuatan kotak suara yang menurun akibat kondisi lembab, Bawaslu juga menemukan persoalan di segel kotak suara. Dilaporkan dari sidak, kualitas kotak suara untuk Pemilu 2019 tidak lebih baik dari kotak suara pada Pemilu sebelumnya.

“Kedua terkait segel, nah ini, sementara ini kata temen-temen Jawa Barat, kualitasnya lebih bagus yang dulu. Nah ini akan kita lihat semua nanti,” imbuhnya.

Bawaslu mengingatkan KPU agar mengantisipasi kejadian serupa di tempat-tempat penyimpanan yang lain. Terlebih menurut Afif, saat ini memasuki musim penghujan.

“Yabg harus diantisipasi jangan sampai rusak sebelum dipakai. Jangan sampai penyimpananya itu karena musim-musim seperti ini juga rusak, jadi ya harus diantisipasi oleh KPU,” tuntas dia. (ikbal)


Artikel yang berjudul “Lembab, Kotak Suara Rusak Saat Dites Diduduki” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita