Yusril dan PBB siap dukung Jokowi di Pilpres 2019

Jakarta, 30/11 (Antara) – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menyampaikan dukungan kepada Presiden RI Joko Widodo di Istana Bogor.

“Insyaallah, ‘kan sudah sama-sama, tapi (pernyataan dukungan) itu nanti Januari akan ke sana arahnya,” kata Yusril di Masjid Baitussalam dalam kompleks Istana Presiden RI, Bogor, Jumat.

Yusril yang sejak awal November 2018 menjadi pengacara bagi Pasangan Calon Presiden/Wakil Presiden RI Joko Widodo/Ma’ruf Amin itu bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jumat pagi.

Ia diterima langsung oleh Presiden Jokowi yang didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno. “Insyaallah, nanti akan diputuskan pada bulan Januari. Kemarin kami sudah melakukan pertemuan dengan 24 wilayah. Pada umumnya semua itu memahami langkah yang kami tempuh, dan juga memahami apa yang saya laksanakan selama ini,” tambah Yusril.

PBB rencananya akan melaksakanan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PBB pada bulan Januari 2019.

“Jadi, tidak seperti yang dikemukakan dalam banyak media sosial yang seolah-olah dibuat antagonis seperti itu. Akan tetapi, kenyataannya tidak demikian. Kami dengan Pak Jokowi ini baik-baik saja, ketawa-ketawa saja,” kata Yusril sambil tertawa.

Presiden Joko Widodo yang ada di sampingnya saat menyampaikan keterangan pers juga ikut tertawa.

“Saya dengan beliau ini sudah kenal lama saat wali kota sudah kenal baik. Saat menjadi gubernur juga saya sering ketemu, malah saya pernah ke rumah Prof. Yusril. Jadi, menurut saya, dengan beliau ini kawan dan sahabat yang akrab dan baik,” kata Presiden Joko Widodo.

Dalam pertemuan itu, Presiden mengaku bicara soal sejumlah urusan ketatanegaraan.

“Ya, berbicara banyak mengenai negara, terutama ketatanegaraan,” tambah Presiden.

Yusril mengaku bahwa selama ini tidak berseberangan dengan Presiden Joko Widodo.

“Sebenarnya tidak berseberangan. Pak Jokowi pasti paham bahwa kadang-kadang ada kritik disampaikan. Akan tetapi, semua itu dengan niat yang baik. Kritik yang konstruktif, ya, bukan asal kritik tanpa alasan. Karena niatnya baik, ya, beliau juga mendengarkan dan mempertimbangkan. Kalau sesuai, ya, dilaksanakan. Kalau tidak sesuai, ya, tidak dilaksanakan, itu saja,” jelas Yusril.

Yusril juga mengaku bahwa Jokowi menanyakan sejumlah persoalan-persoalan hukum.

“Baik beliau tanya maupun beliau tidak tanya, ya, saya sampaikan. Ada yang beliau peritimbangkan, mudah-mudahan membawa manfaat bagi kehidupan bangsa dan negara kita,” kata Yusril.

Yusril : Saya dan Pak Jokowi baik-baik saja

Jakarta, 30/11 (Antara) – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menyampaikan dukungan kepada Presiden RI Joko Widodo di Istana Bogor.

“Insyaallah, ‘kan sudah sama-sama, tapi (pernyataan dukungan) itu nanti Januari akan ke sana arahnya,” kata Yusril di Masjid Baitussalam dalam kompleks Istana Presiden RI, Bogor, Jumat.

Yusril yang sejak awal November 2018 menjadi pengacara bagi Pasangan Calon Presiden/Wakil Presiden RI Joko Widodo/Ma’ruf Amin itu bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jumat pagi.

Ia diterima langsung oleh Presiden Jokowi yang didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno. “Insyaallah, nanti akan diputuskan pada bulan Januari. Kemarin kami sudah melakukan pertemuan dengan 24 wilayah. Pada umumnya semua itu memahami langkah yang kami tempuh, dan juga memahami apa yang saya laksanakan selama ini,” tambah Yusril.

PBB rencananya akan melaksakanan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PBB pada bulan Januari 2019.

“Jadi, tidak seperti yang dikemukakan dalam banyak media sosial yang seolah-olah dibuat antagonis seperti itu. Akan tetapi, kenyataannya tidak demikian. Kami dengan Pak Jokowi ini baik-baik saja, ketawa-ketawa saja,” kata Yusril sambil tertawa.

Presiden Joko Widodo yang ada di sampingnya saat menyampaikan keterangan pers juga ikut tertawa.

“Saya dengan beliau ini sudah kenal lama saat wali kota sudah kenal baik. Saat menjadi gubernur juga saya sering ketemu, malah saya pernah ke rumah Prof. Yusril. Jadi, menurut saya, dengan beliau ini kawan dan sahabat yang akrab dan baik,” kata Presiden Joko Widodo.

Dalam pertemuan itu, Presiden mengaku bicara soal sejumlah urusan ketatanegaraan.

“Ya, berbicara banyak mengenai negara, terutama ketatanegaraan,” tambah Presiden.

Yusril mengaku bahwa selama ini tidak berseberangan dengan Presiden Joko Widodo.

“Sebenarnya tidak berseberangan. Pak Jokowi pasti paham bahwa kadang-kadang ada kritik disampaikan. Akan tetapi, semua itu dengan niat yang baik. Kritik yang konstruktif, ya, bukan asal kritik tanpa alasan. Karena niatnya baik, ya, beliau juga mendengarkan dan mempertimbangkan. Kalau sesuai, ya, dilaksanakan. Kalau tidak sesuai, ya, tidak dilaksanakan, itu saja,” jelas Yusril.

Yusril juga mengaku bahwa Jokowi menanyakan sejumlah persoalan-persoalan hukum.

“Baik beliau tanya maupun beliau tidak tanya, ya, saya sampaikan. Ada yang beliau peritimbangkan, mudah-mudahan membawa manfaat bagi kehidupan bangsa dan negara kita,” kata Yusril.

Yusril akan dukung Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang

Jakarta, 30/11 (Antara) – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menyampaikan dukungan kepada Presiden RI Joko Widodo di Istana Bogor.

“Insyaallah, ‘kan sudah sama-sama, tapi (pernyataan dukungan) itu nanti Januari akan ke sana arahnya,” kata Yusril di Masjid Baitussalam dalam kompleks Istana Presiden RI, Bogor, Jumat.

Yusril yang sejak awal November 2018 menjadi pengacara bagi Pasangan Calon Presiden/Wakil Presiden RI Joko Widodo/Ma’ruf Amin itu bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jumat pagi.

Ia diterima langsung oleh Presiden Jokowi yang didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno. “Insyaallah, nanti akan diputuskan pada bulan Januari. Kemarin kami sudah melakukan pertemuan dengan 24 wilayah. Pada umumnya semua itu memahami langkah yang kami tempuh, dan juga memahami apa yang saya laksanakan selama ini,” tambah Yusril.

PBB rencananya akan melaksakanan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PBB pada bulan Januari 2019.

“Jadi, tidak seperti yang dikemukakan dalam banyak media sosial yang seolah-olah dibuat antagonis seperti itu. Akan tetapi, kenyataannya tidak demikian. Kami dengan Pak Jokowi ini baik-baik saja, ketawa-ketawa saja,” kata Yusril sambil tertawa.

Presiden Joko Widodo yang ada di sampingnya saat menyampaikan keterangan pers juga ikut tertawa.

“Saya dengan beliau ini sudah kenal lama saat wali kota sudah kenal baik. Saat menjadi gubernur juga saya sering ketemu, malah saya pernah ke rumah Prof. Yusril. Jadi, menurut saya, dengan beliau ini kawan dan sahabat yang akrab dan baik,” kata Presiden Joko Widodo.

Dalam pertemuan itu, Presiden mengaku bicara soal sejumlah urusan ketatanegaraan.

“Ya, berbicara banyak mengenai negara, terutama ketatanegaraan,” tambah Presiden.

Yusril mengaku bahwa selama ini tidak berseberangan dengan Presiden Joko Widodo.

“Sebenarnya tidak berseberangan. Pak Jokowi pasti paham bahwa kadang-kadang ada kritik disampaikan. Akan tetapi, semua itu dengan niat yang baik. Kritik yang konstruktif, ya, bukan asal kritik tanpa alasan. Karena niatnya baik, ya, beliau juga mendengarkan dan mempertimbangkan. Kalau sesuai, ya, dilaksanakan. Kalau tidak sesuai, ya, tidak dilaksanakan, itu saja,” jelas Yusril.

Yusril juga mengaku bahwa Jokowi menanyakan sejumlah persoalan-persoalan hukum.

“Baik beliau tanya maupun beliau tidak tanya, ya, saya sampaikan. Ada yang beliau peritimbangkan, mudah-mudahan membawa manfaat bagi kehidupan bangsa dan negara kita,” kata Yusril.

PBB dan Yusril mendukung Jokowi di Pilpres 2019

Jakarta, 30/11 (Antara) – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menyampaikan dukungan kepada Presiden RI Joko Widodo di Istana Bogor.

“Insyaallah, ‘kan sudah sama-sama, tapi (pernyataan dukungan) itu nanti Januari akan ke sana arahnya,” kata Yusril di Masjid Baitussalam dalam kompleks Istana Presiden RI, Bogor, Jumat.

Yusril yang sejak awal November 2018 menjadi pengacara bagi Pasangan Calon Presiden/Wakil Presiden RI Joko Widodo/Ma’ruf Amin itu bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jumat pagi.

Ia diterima langsung oleh Presiden Jokowi yang didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno. “Insyaallah, nanti akan diputuskan pada bulan Januari. Kemarin kami sudah melakukan pertemuan dengan 24 wilayah. Pada umumnya semua itu memahami langkah yang kami tempuh, dan juga memahami apa yang saya laksanakan selama ini,” tambah Yusril.

PBB rencananya akan melaksakanan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PBB pada bulan Januari 2019.

“Jadi, tidak seperti yang dikemukakan dalam banyak media sosial yang seolah-olah dibuat antagonis seperti itu. Akan tetapi, kenyataannya tidak demikian. Kami dengan Pak Jokowi ini baik-baik saja, ketawa-ketawa saja,” kata Yusril sambil tertawa.

Presiden Joko Widodo yang ada di sampingnya saat menyampaikan keterangan pers juga ikut tertawa.

“Saya dengan beliau ini sudah kenal lama saat wali kota sudah kenal baik. Saat menjadi gubernur juga saya sering ketemu, malah saya pernah ke rumah Prof. Yusril. Jadi, menurut saya, dengan beliau ini kawan dan sahabat yang akrab dan baik,” kata Presiden Joko Widodo.

Dalam pertemuan itu, Presiden mengaku bicara soal sejumlah urusan ketatanegaraan.

“Ya, berbicara banyak mengenai negara, terutama ketatanegaraan,” tambah Presiden.

Yusril mengaku bahwa selama ini tidak berseberangan dengan Presiden Joko Widodo.

“Sebenarnya tidak berseberangan. Pak Jokowi pasti paham bahwa kadang-kadang ada kritik disampaikan. Akan tetapi, semua itu dengan niat yang baik. Kritik yang konstruktif, ya, bukan asal kritik tanpa alasan. Karena niatnya baik, ya, beliau juga mendengarkan dan mempertimbangkan. Kalau sesuai, ya, dilaksanakan. Kalau tidak sesuai, ya, tidak dilaksanakan, itu saja,” jelas Yusril.

Yusril juga mengaku bahwa Jokowi menanyakan sejumlah persoalan-persoalan hukum.

“Baik beliau tanya maupun beliau tidak tanya, ya, saya sampaikan. Ada yang beliau peritimbangkan, mudah-mudahan membawa manfaat bagi kehidupan bangsa dan negara kita,” kata Yusril.

Yusril menyatakan dukungannya terhadap Jokowi

Jakarta, 30/11 (Antara) – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menyampaikan dukungan kepada Presiden RI Joko Widodo di Istana Bogor.

“Insyaallah, ‘kan sudah sama-sama, tapi (pernyataan dukungan) itu nanti Januari akan ke sana arahnya,” kata Yusril di Masjid Baitussalam dalam kompleks Istana Presiden RI, Bogor, Jumat.

Yusril yang sejak awal November 2018 menjadi pengacara bagi Pasangan Calon Presiden/Wakil Presiden RI Joko Widodo/Ma’ruf Amin itu bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jumat pagi.

Ia diterima langsung oleh Presiden Jokowi yang didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno. “Insyaallah, nanti akan diputuskan pada bulan Januari. Kemarin kami sudah melakukan pertemuan dengan 24 wilayah. Pada umumnya semua itu memahami langkah yang kami tempuh, dan juga memahami apa yang saya laksanakan selama ini,” tambah Yusril.

PBB rencananya akan melaksakanan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PBB pada bulan Januari 2019.

“Jadi, tidak seperti yang dikemukakan dalam banyak media sosial yang seolah-olah dibuat antagonis seperti itu. Akan tetapi, kenyataannya tidak demikian. Kami dengan Pak Jokowi ini baik-baik saja, ketawa-ketawa saja,” kata Yusril sambil tertawa.

Presiden Joko Widodo yang ada di sampingnya saat menyampaikan keterangan pers juga ikut tertawa.

“Saya dengan beliau ini sudah kenal lama saat wali kota sudah kenal baik. Saat menjadi gubernur juga saya sering ketemu, malah saya pernah ke rumah Prof. Yusril. Jadi, menurut saya, dengan beliau ini kawan dan sahabat yang akrab dan baik,” kata Presiden Joko Widodo.

Dalam pertemuan itu, Presiden mengaku bicara soal sejumlah urusan ketatanegaraan.

“Ya, berbicara banyak mengenai negara, terutama ketatanegaraan,” tambah Presiden.

Yusril mengaku bahwa selama ini tidak berseberangan dengan Presiden Joko Widodo.

“Sebenarnya tidak berseberangan. Pak Jokowi pasti paham bahwa kadang-kadang ada kritik disampaikan. Akan tetapi, semua itu dengan niat yang baik. Kritik yang konstruktif, ya, bukan asal kritik tanpa alasan. Karena niatnya baik, ya, beliau juga mendengarkan dan mempertimbangkan. Kalau sesuai, ya, dilaksanakan. Kalau tidak sesuai, ya, tidak dilaksanakan, itu saja,” jelas Yusril.

Yusril juga mengaku bahwa Jokowi menanyakan sejumlah persoalan-persoalan hukum.

“Baik beliau tanya maupun beliau tidak tanya, ya, saya sampaikan. Ada yang beliau peritimbangkan, mudah-mudahan membawa manfaat bagi kehidupan bangsa dan negara kita,” kata Yusril.

Ditinggal Pergi ke Bagan Batu,Rumah Faridah Hanum Di satroni Maling – Kilas Pembaruan

Kilas Pembaruan | Tebing tinggi~ Rumah milik Fahrida Hanum (58),Warga Jalan Danau Ranau,Kelurahan Lubuk Raya,Kecamatan Padang Hulu,Kota Tebingtinggi,Kamis malam (30/11) sekitar pukul 22:00Wib, Di satroni maling.

Saat dimintai keterangan Oleh Wartawan Di lokasi Kejadian,anak dari Pemilik rumah,Agung(24) mengatakan Kronologisnya,sebelum kejadian, rumah orang tuanya dalam keadaan kosong,karena kedua orang tuanya Pergi ke Bagan Batu,ketahuan kejadian ini,Anak pemilik rumah mendapatkan laporan dari Keponakannya yang tinggal disebelah rumah orang tuanya, melihat keadaan di belakang rumah sudah berantakan,Kemudian ia memberitahukan kejadian ini kepada Anak korban dengan melalui Handphone seluler,setelah mendengar rumah orang tuanya di bongkar maling,Anak korban Agung yang ada Saat itu sedang bekerja di salah satu restoran langsung pulang untuk melihat rumah orang tuanya yang di bobol maling,Setibanya di lokasi ia langsung masuk kedalam rumah untuk mengecek isi rumah orang tuanya,ternyata rumahnya telah dibobol maling ,setelah di dalam rumah Agung melihat di bagian dalam kamar orang tuanya sudah berantakan,setelah di periksa seluruh isi rumah,ternyata 1 unit sepeda motor Honda Beat yang terparkir di dalam dapur rumah hilang di bawak kabur pelaku,Dan bukan hanya itu saja,uang orang tuanya sebesar 3 juta pun ikut raip di ambil pelaku.

Tidak terima rumah orang tuanya di bobol maling,Agung langsung mendatangi ke Mapolres Tebingtinggi untuk melaporkan kejadian yang menimpanya.Terang Agung.

Setelah mendapat laporan dari korbannya , Petugas KSPK T Dan Inavis Polres Tebingtinggi,Langsung bergerak ke TKP untuk melakukan Olah TKP,setibanya Di TKP Petugas Inavis langsung meminta keterangan beberapa saksi yang ada di lokasi kejadian,Dan petugas juga mengambil sidik jari pelaku yang tertinggal di dinding pintu Depan rumah.

Saat dimintai keterangan di lokadi kejadian,KSPK T Polres Tebingtinggi,Aiptu Joni Zuardi,ia membenarkan telah tejadi pembongkaran rumah di Jalan Danau Ranau,Kelurahan Lubuk raya,Kecamatan Padang hulu,Kota Tebingtinggi,dan ia mengatakan,pelaku di duga lebih dari 1 orang,Dan pelaku sebelum melakukan aksinya,para pelaku terlebih dahulu merusak kunci pintu rumah korban,setelah para pelaku berhasil masuk kedalam rumah korban,para pelaku langsung menggasak 1 unit sepeda motor Honda Beat Dan uang 3 juta rupiah milik korban,atas kejadian INI,korban mengalami kerugiaan mencapai puluhan juta rupiah,dan kasus ini masih dalam penyelidikan sat rskrim polres Tebingtinggi.ucap Joni Zuardi(SB/ imran).

 

 

Comments

Artikel yang berjudul “Ditinggal Pergi ke Bagan Batu,Rumah Faridah Hanum Di satroni Maling – Kilas Pembaruan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Sinergitas KPU Medan Dengan Wartawan Diharapkan Saling Memberi Informasi – Kilas Pembaruan

Kilas Pembaruan|Medan~Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan menjalin silaturrahmi dengan wartawan, Jum,at (30/11/2018) di kantor KPU Medan sebagai langkah awal membangun sinergitas sesuai profesionalitasnya masing-masing.

Pertemuan yang penuh canda dan tawa tersebut diawali perkenalan komisioner KPU Medan dan perkenalan wartawan. Dalam pertemuan itu hadir komisiner Zefrizal, Nana Miranti, M.Rinaldi Khair dan sekreatis KPU Medan Nirwan, sementara komisioner lainnya termasuk Ketua KPU Medan berhalangan.

“Kami baru sebulan dilantik sejak 30 Oktober lalu dan hari ini pas 30 November 2018, kami juga masih muda-muda sementara wartawan sudah berkecimpung lama sebagai jurnalis di KPU. Oleh karenanya masukan, saran dan kritikan konstruktif sangat membantu kami dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara Pemilu,”ujar M.Rinaldi Khair ketika memulai pertemuan seraya menyebut termasuk mereka bagian dari wartawan.

Hal senada juga disampaikan Zefrizal dan Nana Miranti, bahwa masukan dari wartawan sangat memberi arti penting bagi mereka .”Saya masih muda, muda usia dan muda pengalaman di KPU ini, karenanya sangat kami harapkan sinergitas denga wartawan terutama kita saling memberi informasi,”ujarnya.

Meski baru sebulan sejak dilantik, mereka telah melakukan kegiatan antara lain sosialisasi ke tiga kampus IAIN, Unimed dan UMSU, melakukan Monitoring Uji Petik Sampling Data Pemilih dengan turun langsung dari rumag ke rumah.

“Termasuk telah bertemu dengan ‘orang gila’, takut juga rasanya berkomunikasi,”ujarnya.

Dalam pertemuan yang penuh keakraban, selanjutnya akan dilakukan pertemuan-pertemuan formal paling tidak sebeulan sekali. Sementara untuk tugas-tugas wartawan, KPU Medan terbuka dan siap melayani apa yang dibutuhkan dalam pemberitaan. (SB/01)

Comments

Artikel yang berjudul “Sinergitas KPU Medan Dengan Wartawan Diharapkan Saling Memberi Informasi – Kilas Pembaruan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Prasetyo Ajak Jaksa Sebagai Pemimpin Perubahan

JAKARTA – Jaksa Agung HM Prasetyo menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kejaksaan RI di Nusa Dua, Bali, Jumat (30/11/2018) sejak dibukanya 27 November 2018. Dirinya mengajak insan Adhyaksa wajib membuat terobosan positif sebagai pemimpin perubahan.

Agar a jaksa mampu memobilisasi diri sebagai pemimpin perubahan yang berupaya mengembangkan kemampuan, kompetensi, dan kapabilitas, untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif.

“Jaksa wajib mengaktualisasikan berbagai strategi dan lompatan pemikiran, semisal membuat terobosan dalam mengatasi setiap persoalan dan permasalahan guna menentukan alternatif solusi, jalan keluar pemecahan, termasuk tujuan akhir pencapaian yang jelas, positif, dan baik,” ujar Prasetyo dalam siaran pers kepada wartawan di Jakarta.

Menurut orang nomor satu di Kejaksaan RI,Jaksa wajib menyadari bahwa perubahan sebagai realitas itu tidak boleh dihindari namun penting untuk dihadapi. Perubahan yang terjadi dapat direspons, dipahami, serta dikelola dengan baik dan proporsional.

“Kesempatan ini dapat kami nyatakan sebagai saat yang baik dan tepat yang memotivasi kami untuk secara berkelanjutan melakukan evaluasi, introspeksi agar segera melakukan gerakan yang dalam keadaan tertentu dibutuhkan keberanian untuk secara terus menerus menyesuaikan diri dengan perkembangan, serta perubahan yang memengaruhi pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujarnya.

Prasetyo juga menambahkan dalam rakernas ini sebagai awal dimulainya sebuah perubahan untuk mewujudkan institusi kejaksaan menjadi penting, diperhitungkan, dihormati, diterima dan dicintai karena mampu memberikan penegakkan hukum yang adil, pasti, dan bermanfaat.

“Untuk menjadi kejaksaan yang maju dan modern, yang seharusnya dapat kita lakukan beberapa waktu lalu, namun waktu terbaik selanjutnya untuk melangkah menuju perubahan ke arah yang lebih baik sesungguhnya harus dimulai pada saat ini, sekarang ini,” tukasnya. (Adji)


Artikel yang berjudul “Prasetyo Ajak Jaksa Sebagai Pemimpin Perubahan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Sergai Gelar Bimtek Pedoman Manajemen Resiko dan Penyusunan Rencana Tindak Pengendalian

MEDAN,Gema Bangsa | Sebagaimana kita ketahui dalam menjalankan amanah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Instansi Pemerintah (SPIP), Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) bersama dengan Kepala BPKP Perwakilan Provinsi Sumatera Utara (Provsu) pada tahun 2017 yang lalu telah melakukan penandatanganan komitmen bersama tingkat Maturitas SPIP Level 3. Untuk itu Pemkab Sergai telah berupaya mewujudkan komitmen tersebut secara intens menyusun rencana aksi guna mencapai target yang dimaksud.

Demikian sambutan tertulis Bupati Sergai Ir H Soekirman yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum H Karno, SH, MAP saat membuka Bimbingan Teknis Pedoman Manajemen Resiko dan Penyusunan Rencana Tindak Pengendalian di Lingkungan Pemkab Sergai bertempat di LJ Hotel Medan, Selasa (27/11/2018).

Lebih lanjut disampaikan Bupati bahwa terdapat 5 (lima) unsur dalam SPIP yaitu pertama Lingkungan Pengendalian, kedua Penilaian Resiko, ketiga Kegiatan Pengendalian, keempat Informasi dan Komunikasi serta kelima Pemantauan Pengendalian Intern

Kelima unsur diatas lanjut Bupati, merupakan unsur yang terjalin erat dan saling berhubungan satu dengan lainnya. Kegiatan hari ini berkaitan dengan unsur kedua yakni penilaian resiko dan ketiga kegiatan pengendalian. Kita harus dapat mengidentifikasi dan menganalisis apakah program yang kita laksanakan memiliki kesesuaian antara tujuan dengan sasaran, serta selaras dengan tujuan organisasi.

Ditambahkan Bupati bahwa selain itu kita juga harus mampu menganalisis apa saja resiko-resiko yang dapat mempengaruhi tujuan tersebut sehingga kita dapat menerapkan sistem pengendalian yang tepat.

Sebelumnya Ketua Penyelenggaran kegiatan yang juga Inspektur Sergai H Ifdal, S.Sos, M.AP dalam laporannya menyampaikan bahwa maksud kegiatan tersebut untuk memberikan pemahaman tentang Pelaksanaan Manajemen Resiko dan Penyusunan Rencana Tindak Pengendalian dalam rangka Peningkatkan SPIP di lingkungan Pemkab Sergai.

Sedangkan tujuannya adalah agar kedepannya Pemkab Sergai dapat menerapkan SPIP guna memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efesien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Selain itu SPIP diharapkan dapat mencegah terjadinya penyimpangan yang mempengaruhi perolehan opini pemeriksaan WTP. Kegiatan tersebut berlangsung selama 4 (empat) hari mulai Selasa – Jumat tanggal 27 s/d 30 November 2018.

Hadir dalam kegiatan Koordinator Pengawasan Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah BPKP Perwakilan Provsu Darmawan, Kepala OPD, para Camat, peserta yang berasal dari Pejabat yang menangani program perencanaan masing-masing OPD se-Sergai.[KM-04]


Artikel yang berjudul “Sergai Gelar Bimtek Pedoman Manajemen Resiko dan Penyusunan Rencana Tindak Pengendalian” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Ada 19 Titik Kemacetan, Ini Jurus yang Disiapkan Pemkot Jaktim

JAKARTA – Sebanyak 19 titik rawan kemacetan ada di wilayah Jakarta Timur (Jaktim)  dan kerap dikeluhkan warga maupun pengendara. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur menyiapkan petugasnya untuk mengurai kemacetan yang selama ini terjadi.

Walikota Jakarta Timur, Muhammad Anwar mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi masalah itu. Nantinya, di setiap titik rawan macet akan ditempatkan petugas. “Sebenarnya di Jaktim sendiri ada 133 titik rawan macet, namun dari semua itu yang paling urgent ada 19 titik,” katanya, Jumat (30/11).

Selain menyiapkan petugas, kata Anwar, pihaknya juga akan memberlakukan pengaturan arus lalu lintas secara manual. Sehingga nantinya traffic light yang ada tidak berlalu, untuk sementara waktu hingga kondisi arus lalu lintas mencair. “Karena dengan upaya itulah pastinya kemacetan bisa dengan mudah terurai,” ujarnya.

Langkah lain yang akan dilakukan, sambung Anwar, pihaknya juga menutup U-turn di lokasi rawan kemacetan. Hal itu dilakukan agar mobilitas kendaraan yang terjebak macet dapat segara mencair dan tak lagi, menambah panjang kemacetan. “Bahkan kita juga akan membenahi pangkalan ojek yang selama ini juga menjadi penyebab kemacetan,” ungkapnya.

Selama ini, lanjut Walikota, untuk mengurai kemacetan pihaknya  terus menertibkan pedagang asongan, pedagang kaki lima (PKL), dan angkot yang parkir di jalan. Upaya itu terus dilakukan pihak kecamatan dan kelurahan di semua wilayah Jakarta Timur. “Lurah, camat, saya juga memonitor lebih wajib petugas di lapangan,” jelasnya.

Sementara itu Kasi Lalu Lintas Sudinhub Jakarta Timur, Andreas Eman mengatakan, rencananya pengaturan secara manual akan dilakukan segera Desember ini. Untuk itu pihaknya juga telah berkoordinasi dengan tiga pilar dalam hal ini baik Satpol PP, Dishub, dan Polri. “Karena 19 titik yang memang krusial, sehingga perlu penanganan secara manual yaitu penempatan petugas dilapangan,” ujarnya.

Andreas pun berharap, dengan langkah tersebut titik kemacetan yang ada di Jakarta Timur dapat berkurang terlebih di jam-jam sibuk seperti pagi dan sore. Sehingga pengunaan jalan tetap merasa nyaman dan tidak terganggu dengan dampak kemacetan yang terjadi. “Kita harap dengan langkah ini kemacetan di Jakarta Timur dapat berkurang,” pungkasnya.

Sekedar informasi, adapun 19 titik kemacetan di Jakarta Timur meliputi Jalan Basuki Rahmat (Jatinegara), Jalan Bekasi Barat Raya (Jatinegara), Jalan Bekasi Timur Raya (Jatinegara), Jalan Jatinegara Barat, Jalan Jatinegara Barat 1, Jalan Jatinegara Timur, Jalan I Gusti Ngurah Rai (Duren Sawit), Jalan Kolonel Sugiono (Duren Sawit), Jalan Pahlawan Revolusi (Duren Sawit), Jalan Pondok Kopi (Duren Sawit). (Ifand/win)


Artikel yang berjudul “Ada 19 Titik Kemacetan, Ini Jurus yang Disiapkan Pemkot Jaktim” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita