Baiq Nuril: Rencana pemberian amnesti Presiden Joko Widodo melalui DPR ‘tidak akan ada kesulitan’

baiq nurilHak atas foto
Antara

Image caption

Eksekusi Baiq Nuril masih ditunda kejaksaan dan ia masih bebas dari hukuman sambil menunggu upaya amnesti.

Rencana pemberian amnesti Presiden Joko Widodo kepada Baiq Nuril, guru perempuan yang dipidanakan karena rekaman percakapan mesum kepala sekolah, diperkirakan tidak akan mengalami ganjalan di rapat paripurna DPR, yang akan diselenggarakan Selasa (16/07).

Sekretaris Jenderal DPR, Indra Iskandar mengatakan isu “populis” ini tidak akan menghadapi ganjalan di dewan.

Amnesti Presiden Joko Widodo merupakan harapan terakhir Nuril setelah upaya peninjauan kembali (PK) ditolak Mahkamah Agung.

“Berdasarkan isu populis, biasanya di dewan tidak ada kesulitan dukungan itu…Di paripurna tak akan ada kesulitan, saya tak mau mendahului paripurna, apakah akan ada yang bersikap lain. Feeling (perasaan) saya kalau lihat situasi sekarang akan disetujui oleh dewan,” kata Indra.

Media playback tidak ada di perangkat Anda

Kronologi kasus Baiq Nuril.

“Semangatnya di beberapa faksi akan mendukung, karena isu itu populis dan menyangkut kepentingan rakyat,” tambahnya.

Surat Presiden Jokowi yang telah diterima DPR dan dijadwalkan akan dibacakan dan akan diminta tanggapan dari para anggota dewan, kata Indra.

Hak atas foto
Antara

Image caption

Kepala Staf Kepresidenan Moledoko (kiri) menerima surat permohonan amnesti dari terpidana kasus pelanggaran UU ITE Baiq Nuril Maknun (tengah) didampingi anggota DPR Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka di Kantor Staf Presiden, kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (15/07)

Surat presiden itu menyebutkan hukuman terhadap Baiq Nuril “menimbulkan simpati dan solidaritas yang meluas di masyarakat,” yang “bertentangan dengan rasa keadilan yang berkembang.”

“Mengingat sudah tidak ada lagi upaya hukum yang dapat diajukan melalui proses peradilan, kami mengharapkan kesediaan Dewan Perwakilan Rakyat untuk memberikan pertimbangan atas rencana pemberian amnesti,” demikian surat presiden yang diunggah di akun Instagram anggota dewan Rieke Diah Pitaloka.

Rieke Diah Pitaloka mendampingi Nuril menyerahkan permohonan amnesti melalui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Baiq Nuril dihukum enam bulan penjara dan denda Rp500 juta setelah dijerat dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dalam kasus penyebaran informasi percakapan mesum kepala sekolah tempat ia pernah bekerja.

Hakim kasasi MA menyatakan Nuril bersalah atas sangkaan “mendistribusikan atau mentransmisikan konten kesusilaan” yang tertera dalam pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Eksekusi mantan guru honorer di Mataram ini ditunda oleh kejaksaan dan saat ini masih bebas.

Putusan MA ini membatalkan vonis yang ditetapkan oleh Pengadilan Negeri Kota Mataram pada Juli tahun lalu yang menyatakan Baiq Nuril tidak bersalah dan dia dibebaskan dari status tahanan kota.

Pengacara Nuril, Joko Jumadi, melalui keterangan tertulis menyatakan permohonan amnesti itu “akan dibahas Komisi III dan kemudian dibawa ke Badan Musyawarah. Baru setelah DPR reses, sekitar 26 Juli DPR akan memberi pertimbangan kepada presiden.”

“Meski DPR belum memberi pertimbangan, dari pertemuan sebelumnya semua fraksi telah sepakat memberi pertimbangan kepada presiden untuk memberi amnesti Baiq Nuril,” tambah pengacara Nuril itu.

Amnesti baru dianggap sah setelah diterbitkan presiden dalam bentuk keputusan presiden.

Baiq Nuril dihukum penjara karena merekam percakapan mesum kepala sekolah yang menggodanya di tempat bekerja.

Kepala sekolah dimutasi dan melaporkan Nuril ke polisi atas tuduhan menyebarkan rekaman elektronik itu.

Akibatnya ibu tiga anak itu ditahan polisi pada Maret 2017 dan diadili.

Pada sidang 26 Juli 2017, hakim membebaskannya namun jaksa mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.


Artikel yang berjudul “Baiq Nuril: Rencana pemberian amnesti Presiden Joko Widodo melalui DPR ‘tidak akan ada kesulitan'” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Cegah Perploncoan di Sekolah, Dinas Pendidikan Diminta Lakukan Pengawasan Ketat

JAKARTA – DPRD DKI Jakarta mendesak Dinas Pendidikan (Disdik) memantau pelaksaan kegiatan siswa baru di seluruh sekolah. Kepala sekolah yang membiarkan kegiatan perpeloncoan harus ditindak tegas.

“Saya minta Dinas Pendidikan memberikan instruksi kepada seluruh kepala sekolah agar mengawasi ketat kegiatan siswa, jangan sampai ada kegiatan perploncoan,”kta Prasetio Edi Marsudi, Ketua DPRD DKI Jakarta, Senin (15/7).

Menurut Prasetio, pihaknya tidak ingin ada siswa yang menjadi korban. “Sebab itu, sejak dini harus diingatkan,” kata Prasetio. “Ini karena proses belajar baru dimulai.”

Sementara itu, Rationo, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengatakan sudah memberi peringatakan kepada seluruh kepala sekolah baik tingkat SMP maupun SMA dan SMK. “Saya sudah ingatkan agar seluruh kepala sekolah mengawasi kegiatan siswa baru. Tidak boleh ada kegialan perploncoan,” kata Rationo. “Terutama kegiatan berupa kekerasan fisik sebagai hukuman atas satu kegiatan. ”

Ia juga meminta seluruh siswa SMP, SMA dan SMK di Jakarta tidak membawa sepeda motor ke sekolah. Seluruh siswa diharapkan menumpangi bus sekolah yang telah disediakan.

“Ya sebaiknya anak-anak jangan bawa motor, kecuali kalau dijemput. Kan bisa menumpangi bus sekolah, ya berdiri sebentar enggak apa apa,”katanya.

Ratiyono menuturkan, beberapa pertimbangan untuk melarang siswa membawa kendaraan bermotor ke sekolah antara lain karena belum cukup umur dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Ditambah lagi lahan parkir sekolah yang terbabatas.

“Sebaiknya jangan bawa kendaraan karena enggak ada tempat parkir. Apalagi anak SMP belum punya SIM. Orangtua disarankan cari solusi misalnya membeli sepeda,” tuturnya. “Bisa juga naik angkutan umum.” (john/yp)


Artikel yang berjudul “Cegah Perploncoan di Sekolah, Dinas Pendidikan Diminta Lakukan Pengawasan Ketat” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Hari Bhakti Adhyaksa, Kepala Kejari Kabupaten Sukabumi Ikut Main Futsal

SUKABUMI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menggelar lomba futsal di GOR Sejahtera, Cibadak, Sukabumi, Senin (15/7/2019) malam.

Lomba yang memperebutkan Piala Kajari Kabupaten Sukabumi ini merupakan rangkaian kegiatan menyambut Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-59 pada 22 Juli mendatang.

Tak ketinggalan, Kajari Alex Sumarna turut bermain bersama jaksa-jaksa dan para pegawai. Bahkan, dalam pertandingan antara tim bagian Pembinaan VS Pidsus, Kajari sempat mencetak gol bagi tim futsal pembinaan.

“Kegiatan (futsal) ini rangkaian menyambut HBA ke-59. Diharapkan melalui berbagai kegiatan ini memupuk keakraban, kebersamaan, sportifitas, dan soliditas para jaksa maupun pegawai,” kata Alex kepada poskotanews.com.

Ketua Panitia HBA ke-59 Kejari Kabupaten Sukabumi, Sunandar Pramono menambahkan pada HBA ke-59 kali ini bertema “Tingkatkan Pengabdian Demi Kemajuan, Kemuliaan, dan Keutuhan Negeri”. Kali ini diisi sejumlah rangkaian olahraga juga berbagai kegiatan sosial.

“Sebelumnya melibatkan seluruh jaksa dan pegawai digelar berbagai kegiatan perlombaan seperti tenis meja, lomba domino dan catur,” ujar Sunandar yang menjabat Kasi Datun ini.

Pada perlombaan futsal ini, terlibat enam tim di antaranya tim Pidsus, Pembinaan, Barbuk, Datun, Intelijen, dan Pidum. (sule/yp)


Artikel yang berjudul “Hari Bhakti Adhyaksa, Kepala Kejari Kabupaten Sukabumi Ikut Main Futsal” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Aljazair ke Final Piala Afrika, Belmadi Serukan Pelatih Lokal

AFRIKA – Pelatih Aljazair, Djamel Belmadi, menyerukan kepada negara-negara se-Afrika untuk menaruh kepercayaan kepada para pelatih lokal. Menurutnya, Benua Hitam tersebut memiliki sejumlah pelatih lokal berkualitas yang tidak kalah jika dibandingkan dengan para pelatih yang didatangkan dari luar negeri.

Hal itu ia ungkapkan, merujuk pada pertemuan antara Aljazair dengan Senegal pada partai final Piala Afrika tahun ini. Kedua tim sama-sama diasuh oleh pelatih lokal. .

“Final Piala Afrika tahun ini menjadi sebuah pesan penting bagi negara-negara di Afrika. Saya harap para pengambil keputusan, bisa lebih memikirkan untuk menaruh kepercayaan kepada para pelatih lokal kita. Saya pikir ada banyak pelatih lokal yang berkualitas di Afrika. Mereka bahkan cukup selevel dengan pelatih-pelatih dari luar Afrika,” kata Belmadi dikutip laman resmi FAC.

Ia bahkan mengaku sudah sangat mengenal kualitas Aliou Cisse yang kini menukangi Senegal. Keduanya sudah sering berhadapan satu sama lain ketika masih bermain di Prancis. Belmadi mengatakan, satu-satunya perbedaan di antara mereka berdua adalah soal durasi melatih Timnas masing-masing. Cisse sudah empat tahun memoles Senegal, sementara Belmadi baru satu tahun menangani Aljazair.

“Memainkan final ini melawan Senegal, melawan sahabat saya, adalah menakjubkan.” ungkapnya, mengenai pertemuannya dengan Cisse di partai final.

Belmadi sukses membawa Aljazair ke partai final setelah mengalahkan Nigeria 2-1 di Stadion Internasional Kairo, Senin (15/7) dinihari WIB. Dua gol penentu kemenangan tim berjuluk El Khadra tersebut dicetak William Troost-Ekong (bunuh diri, 40″ dan Riyad Mahrez (90″). Sementara Nigeria hanya bisa memperkecil kekalahan, lewat aksi Odion Ighalo (penalti, 72″).

“Kami sudah tahu bahwa laga ini akan menjadi pertandingan yang berat karena kualitas lawan dan karena pertandingan berat yang kami lalui melawan Pantai Gading,” kata Belmadi, usia laga.

Sedangkan Senegal harus susah payah lolos ke partai final setelah harus memainkan babak tambahan waktu untuk bisa mengalahkan Tunisia 1-0, lewat gol Dylan Bronn (101″) di Stadion 30 June Air Defence, Senin (15/7/2019) dinihari WIB. Usai laga, Cisse mengaku timnya layak melaju ke final.

“Ini menjadi malam yang sangat panjang buat kami. Saya pikir kami layak untuk berada di sini (partai final red) setelah apa yang kami lakukan pada malam ini. Sekarang kami hanya membutuhkan istirahat yang cukup sebelum memainkan partai final,” ujarnya, usai laga.

Dengan hasil itu, Tunisia kembali gagal menjuarai Piala Afrika untuk kedua kalinya sejak 2004 silam. Sementara Nigeria harus memupuskan harapan mereka untuk merebut gelar untuk keempat kalinya sejak 1980, 1994, dan 2013.

Kedua tim masih akan bertarung untuk memperebnutkan gelar juara ketiga Piala Afrika dalam duel yang akan digelar di Stadion Al Salam, Kamis (18/7), 02:00 WIB. Sedangkan partai final Piala Afrika 2019, antara Aljazair kontra Senegal akan berlangsung Stadion Internasional Kairo, Sabtu (20/7), 02:00 WIB. (junius/yp)


Artikel yang berjudul “Aljazair ke Final Piala Afrika, Belmadi Serukan Pelatih Lokal” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Impor Garam Diduga Sering Bocor ke Pasar Tradisional

Gema Fakta. Komisi B DPRD Jatim, Zainul Lutfi menjelaskan bahwa masalah impor garam selalu terjadi tiap tahun. Itu lantaran hingga saat ini belum ada solusi konkret untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitas garam lokal.

“Mau tidak mau, dampak masalah impor akan berhubungan langsung untuk masyarakat. Potensinya, 5-10 tahun akan begini terus,” jelas politisi asal Fraksi PAN DPRD Jatim.

Lutfi juga akan memastikan data yang digunakan sebagai dasar impor pemerintah. Mengingat, konstruksi program seharusnya berbasis data. Kalau datanya salah, maka programnya juga salah. Untuk itu, data tersebut perlu dipastikan dan Komisi B akan mengkross cek.

Berdasarkan data yang dimiliki DPRD Jatim, kebutuhan garam industri mencapai 3,8 juta ton pertahun, sedangkan produksi garam lokal disebut baru mencapai 1,1-1,2 juta ton sehingga terjadi defisit sekitar 2,7 juta ton.

Garam industri (dari impor) itu seringkali bocor ke pasaran. Sehingga, bukan sekadar data BPS (Badan Pusat Statistik), namun harus ada data pendamping. Misalnya, data dari kampus atau perusahaan pengguna garam induatri,” harap politisi asal Sidoarjo.


Artikel yang berjudul “Impor Garam Diduga Sering Bocor ke Pasar Tradisional” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Datangi DPRD Jatim, BEM Nusantara Tolak Impor Garam

Gema Fakta. Musim kemarau harusnya menjadi berkah bagi para petani garam. Namun harapan itu pupus, lantaran pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan import garam industri 2,7 juta ton di saat petani garam menikmati musim panen garam.

Tak ayal, kebijakan tak pro rakyat itu menuai protes dari kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di Jatim meluruk kantor DPRD Jatim untuk menggelar aksi sekaligus audensi dengan Komisi B DPRD Jatim, Senin (15/7).

Dalam aksinya, puluhan mahasiswa itu menuntut agar pemerintah dapat membatalkan kebijakan impor garam industri. Selain itu, pemerintah juga dapat memprioritaskan penyerapan garam untuk kebutuhan dalam negeri dari petani lokal, menunjang teknologi dan memberikan pelatihan kepada petani garam agar meningkatkan kualitas garam lokal.

Pemerintah juga harus menetapkan harga penjualan pokok (HPP) garam, guna menjaga stabilitas harga garam. Saat ini, harga garam anjlok mencapai Rp300 perkilonya. Kasihan para petani garam,” ujar Koordinator Nusantara Pulau Jawa Aliansi BEM Nusantara, Cahya Nugraha.

Di jelaskan Nugraha kebijakan impor garam itu menyebabkan penyerapan garam produsen lokal berkurang.

Impor garam berdampak pada matinya produksi garam lokal di daerah-daerah penghasil garam,” tegas Cahya Nugraha dihadapan anggota Komisi B DPRD Jatim.


Artikel yang berjudul “Datangi DPRD Jatim, BEM Nusantara Tolak Impor Garam” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Kasasi Prabowo-Sandi Soal Kecurangan Pemilu Kembali Ditolak MA

Gema Fakta. Upaya Kasasi kedua yang diajukan pasangan capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno kembali ditolak Mahkamah Agung (MA).

Penolakan MA untuk Kasasi kedua Prabowo-Sandi lantaran objek permohonan tidak tepat dipersoalkan melalui sengketa pelanggaran administrasi pemilihan umum (PAP).

“Hari ini Senin, 15 Juli 2019 telah memutus permohonan pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Pemohon, Bawaslu dan KPU sebagai Termohon, dengan menyatakan permohonan Pemohon tidak diterima dan membebankan kepada Pemohon untuk membayar biaya perkara sebasar Rp 1 juta,” kata Juru Bicara MA Andi Samsan,(15/7) seperti dikutip Kantor Berita RMOL.

Objek permohonan ditolak, karena MA memandang objek PAP berupa pembatalan penetapan pasangan calon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463 Ayat 4 dan 5 UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum juncto Pasal 1 Angka 13 Perma Nomor 4 Tahun 2017, akan tetapi in casu (dalam hal) keputusan dimaksud tidak pernah ada.

Ia melanjutkan, sedangkan terhadap objek permohonan I MA telah memutus melalui putusan Nomor 1 P/PAP/2019 tanggal 26 Juni 2019 yang menyatakan permohonan Pemohon ini tidak diterima sehingga terhadap objek permohonan ini tidak relevan lagi untuk dipertimbangkan.


Artikel yang berjudul “Kasasi Prabowo-Sandi Soal Kecurangan Pemilu Kembali Ditolak MA” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Membegal Motor di Jalanan, Dua Pelaku Ditembak

MEDAN – Pelaku begal Rangga Nasution (22)  dan Putra Mangku Prawira (24) terpaksa  ditembak polisi karena mencoba kabur dan melakukan perlawanan. Peristiwa ini tejadi di Medan. Rangga merupakan warga Jalan Sentosa Lama, sedangkan  dan Putra Mangku Prawira,24, penduduk Jalan Sekip, Medan.

“Kedua tersangka merampas sepeda motor korban di Medan,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, Senin (15/7/2019).

Tenang keberadaan bandit tersebut. awalnya  terungkap setelah petugas mendapat laporan warga yang mengetahui keberadaan tersangka. Lalu, sejumlah petugas meluncur ke kawasan rumah Rangga.

Melihat tersangka sedang berada di lokasi itu, petugas langsung melakukan penangkapan. Begitu juga tersangka Putra berhasil diringkus petugas.

Namun, saat keduanya hendak dibawa komando, mereka melakukan perlawanan. Tak mau buruannya kabur, petugas langsung menembak kaki kedua tersangka.

“Petugas mengamankan barang bukti satu buah memory card V-Gen milik korban dan sepeda motor Yamaha Mio dengan nomor polisi BK 3004 AIH,” papar Dadang.

Aksi begal terekam CCTV terjadi di Jalan Sutrisno Medan, Senin (28/1/2019), sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu korban berboncengan dengan seorang wanita akhirnya memilih menabrak median (pembatas jalan) agar dapat kabur dari kejaran pelaku.

Pelaku pun mendekati korban yang terperosok. Melihat pelaku semakin dekat korban memilih menyelamatkan diri dan meninggalkan sepeda motornya. Lalu, pelaku membawa kabur sepeda motor milik korban. (samosir/win)


Artikel yang berjudul “Membegal Motor di Jalanan, Dua Pelaku Ditembak” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Ternyata Selama Ini Bisikan Tokoh-tokoh Militan Pendukung Prabowo Tidak Benar

2 Pemirsa

Jalan panjang dan penuh liku-liku akhirnya terlewati usai Jokowi dan Prabowo bertemu dalam sebuah momen yang indah di atas MRT.

Momen itu sejak lama dinantikan banyak pihak hingga melahirkan analisa dan asumsi.

Pertemuan antara Jokowi dan Prabowo kemarin terbilang mendadak, hal itu jelas membuat tokoh-tokoh militan pendukung Prabowo kaget.

Tokoh-tokoh Militan Pendukung Prabowo seperti Ketua Persaudaraan Alumni atau 212, Slamet Ma’arif; Ketum Garda 212 Ansufti Idrus Sambo; dan dari PKS ada Mardani Ali Sera.

Tokoh-tokoh militan tersebut ternyata selama ini memberikan masukan tidak benar kepada Prabowo (pembisik/provokator). Mereka tidak menyangka bahwa ternyata bisikan dari Jokowi lebih mantul ketimbang mereka.

Lihat saja pasca pertemuan Prabowo dan Jokowi di MRT Lebak Bulus kemarin satu persatu para tokoh tersebut meninggalkan Prabowo dengan cara masing-masing. Seperti PA 212 menyatakan tidak lagi bersama Prabowo, Ketum Garda 212 Ansufti Idrus Sambo menjadi speechless.

Sementara PKS kecewa karena Prabowo tidak mendeklarasikan #KamiOposisi. “Jika pertemuan tidak diikuti dengan deklarasi #KamiOposisi, akan membuat kekecewaan pendukung. Dan PKS yakin Pak Prabowo dan pendukungnya akan bersama #KamiOposisi, karena oposisi itu baik dan oposisi itu mulia,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Padahal Prabowo jelas menyatakan sesekali akan memberikan kritik untuk check and balances.

Sementara Amien Rais terkesan geram sendiri. “Sama sekali belum tahu. Makanya itu, mengapa kok tiba-tiba nyelonong?” kata Amien, menanggapi pertemuan Jokowi dan Prabowo.

Bagaimanapun kini Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, menjadi saksi sejarah yang membuat para militan pendukung Prabowo gelagapan dan pastinya shock. Mereka tak bisa berbuat apa-apa lagi karena tidak ada Prabowo di sisi mereka.

Prabowo telah mengambil keputusan tepat demi kepentingan rakta dan bukan kelompok ataupun pendukung militannya yang hanya bisa memprovokasi dan menghancurkan Prabowo.

Seperti kata pengamat bilang bahwa Prabowo harus diselamatkan dari para penumpang gelap disekitar Ketua Umum Gerindra itu.


Artikel yang berjudul “Ternyata Selama Ini Bisikan Tokoh-tokoh Militan Pendukung Prabowo Tidak Benar” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

Dibalik Ucapan Selamat Prabowo kepada Jokowi

4 Pemirsa

Usai pertemuan Prabowo Subianto dengan Presiden terpilih Joko widodo di media sosial warga net pun ramai menomentari pertemuan itu. Diantara mereka ada yang bertanya kenapa Prabowo baru mengucapkan selamat ke Jokowi.

Prabowo pun memiliki alasan kenapa dirinya baru mengucapkan selamat kepada Jokowi ketika bertemu di Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Sabtu (13/7/2019).

Prabowo beralasan karena dirinya lebih baik mengucapkan langsung hal itu menurut dia sesuai dengan adat dan tata krama.

“Ada yang bertanya kenapa Pak Prabowo belum ucapkan selamat atas Pak Jokowi ditetapkan sebagai presiden, saya katakan saya ini walau bagaimanapun ada ewuh pekewuh,” kata Prabowo.

“Ada toto-kromo, jadi kalau ucapan selamat maunya langsung tatap muka,” kata Prabowo. Ia pun langsung menyalami Jokowi yang berada tepat di sampingnya.

Prabowo mengatakan, bahwa dirinya memang berteman dan bersaudara dengan Jokowi. Hanya saja saat ikut kontestasi Pilpres 2019, keduanya mengambil posisi berseberangan yang saling bersaing dan mengkritik.

“Jadi kalau kadang-kadang bersaing, mengkritik, itu tuntutan politik, tuntutan demokrasi, tetapi setelah bertarung keras, kita tetap dalam kerangka keluarga besar Republik Indonesia,” ucap Prabowo.

Pertemuan antara Jokowi dan Prabowo ini merupakan yang pertama kali terjadi setelah pemilihan presiden berakhir. Desakan agar keduanya bertemu menguat seiring polarisasi yang terjadi di tengah masyarakat.

Dalam konferensi pers bersama, Prabowo dan Jokowi kompak menyerukan agar masyarakat kembali bersatu. Keduanya meminta ejekan atau sebutan ‘cebong’ dan ‘kampret’ yang terjadi di antara para pendukung dihentikan.

Prabowo menjelaskan menjadi presiden adalah sebuah pengabdian dan memikul tanggung jawab yang besar. Ia pun menyatakan siap untuk membantu Jokowi bila diperlukan.

“Kami siap membantu kalau diperlukan. Mohon maaf kalau kira mengkritisi bapak sekali sekali,” kata Prabowo. Menurutnya demokrasi butuh check and balance.

Prabowo menyampaikan bersaing dan kritik itu tuntutan politik dan demokrasi. “Tetapi sesudah berkompetisi yang keras, kita tetap sama-sama anak bangsa, patriot yang ingin berbuat terbaik untuk bangsa.”

Prabowo berpendapat kalau pemimpin hubungannya baik bisa memanfaatkan hal-hal untuk kebaikan bersama.

Karena itu Prabowo mengajak seluruh masyarakat terutama pendukungnya untuk menyudahi persaingan dan bersatu membangun bangsa.

“Saya mengerti banyak yang masih emosional dan kita mengerti banyak yang harus diperbaiki.”


Artikel yang berjudul “Dibalik Ucapan Selamat Prabowo kepada Jokowi” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita